Upaya Pencegahan Banjir

Indonesia merupakan negara perairan yang memiliki ribuan sungai dan ratusan laut di dalamnya. Lebih dari 500 sungai tersebut berpotensi besar mengakibatkan terjadinya banjir. Hal ini merupakan bahwa Negara Indonesia merupakan negara yang sangat rawan banjir. Adapun beberapa faktor yang menyebabkan hal itu terjadi, diantaranya : kerusakan sisitem drainase,degradasi lingkungan yang disebabkan oleh manusia dan peristiwa alam.

Banjir memiliki dampak buruk pada lingkungan, pertumbuhan ekonomi bahkan kesehatan masyarakat sehingga bisa menelan banyak korban jiwa dan menghancurkan banyak fasilitas umum. Masyarakat dan pemerintah mendapatkan kerugian yang besar karena bencana banjir ini. Masalah ini tidak bisa dibiarkan terus berlanjut. Pencegahan harus cepat dilakukan sebelum bencana ini menyebabkan kerugian lain yang lebih besar. Masyarakat dan pemerintah harus melakukan pencegahan dini. Seperti pada masyarakat, masyarakat harus memulai perbaikan moral dan menumbuhkan kesadaran diri sendiri akan lingkungan. Seperti , menjaga kebersihan, membuat sumur resapan kecil dan membuat resapan dari limbah rumah tangga. Sedangkan pemerintah, pemerintah harus cepat melakukan pendekatan structural. Seperti, pembenahan kolam retensi yang sudah tidak berfungsi lagi secara maksimal dan saluran-saluran permukaan lainnya. Hal ini telihat kecil. Namun, dengan cara ini akan membuat perubahan besar dan dapat meningkatkan lingkungan akan kembali seperti dulu jika langkah-langkah ini dilaksanakan. Didapat pertanyaan seperti “Bagaimana cara upaya pencegahan banjir dengan upaya teknik drainase? ”.

Banjir dikarenakan meluapnya got, gorong-gorong dan air sungai karena debit atau jumlah air yang telah melebihi kapasitas saluran air. Luapan air tersebut sangat berbahaya karena bisa mengakibatkan tinggi air dapat melampui atap rumah. Banjir bisa terjadi dimana saja, baik didataran tinggi ataupun dataran rendah. Banjir pun merupakan bencana yang tidak bisa dihindari oleh siapapun. Hal ini diakibatkan oleh ulah manusia dan peristiwa alam. Dua factor yang menyebabkan terjadinya banjir, diantaranya :

  1. Faktor yang disebabkan oleh ulah manusia
  • Penebangan pohon sembarangan di hutan
  • Kurangnya kesadaran pada diri masyarakat
  • Pembangunan rumah di bantaran sungai
  • Gagalnya pengelolaan sistem drainase
  • Kurangnya lahan resapan air
  • Tata letak kota yang mengabaikan keseimbangan alam
  1. Faktor Alam
  • Curah hujan yang tinggi
  • Pengaruh air pasang
  • Kapasitas sungai

Banjir memiliki dampak yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat. Banjir juga dapat mengakibatkan kerugian yang besar sehingga kita pribadi dan pemerintah harus menanggungnya. Bencana banjir ini tidak hanya mempengaruhi aktivitas masyarakat saja, tetapi juga mengancam kesejahteraan rakyat di semua elemen masyarakat. Seperti, manghambat akses atau jalan transportasi, munculnya wabah penyakit, ancaman gizi penduduk dan bertambahnya angka kemiskinan di Indonesia. Berikut upaya-upaya pencegahan banjir dengan teknik drainase.

Drainase merupakan salah satu cara yang berfungsi mengalirkan atau menyalurkan air limbah atau air hujan ke tempat penampungannya. Saluran ini biasanya berbentuk persegi panjang atau trapezium. Salah satu faktor utama penyebab banjir di Indonesia ialah buruknya penanganan masalah drainase khususnya saluran permukaan. Banyak sekali saluran-saluran air atau drainase yang tidak mempunyai fungsi secara maksimal. Bahkan saluran drainase yang awalnya difungsikan untuk menaggulangi banjir inilah yang menjadi salah satu factor utama penyebab terjadinya banjir. Berikut factor-faktor yang menyababkannya, yaitu saluran drainase yang tidak sesuai,  kerusakan saluran yang disebabkan penggalian-penggalian pada pipa, kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan sehingga air-air di dalam saluran tidak meluap ke permukaan jalan, arah aliran saluran drainase tidak sesuai dengan arah aliran sungai dan terjadinya ketidaksinambungan jaringan antara drainase lama dan drainase baru. Drainase mepunyai peran yang sangat penting untuk dapat mengatur suplai air demi pencegahan banjir. Drainase juga  memiliki jenis-jenis, diantaranya :

  1. Mengatur tahap kemiringan lahan dan penghalusan permukaan lahan
  2. Drainase Acak, untuk mengatasi masalah cekungan dan lubang-lubang tempat berkumpulnya air.
  3. Drainase Paralel, biasa digunakan pada tanah yang relative datar dengan kemiringan 1-2%
  4. Drainase Mole (lubang tikus) merupakan saluran yang memiliki bentuk bulat dan kontruksinya tidak dilindung.

Letak saluran drainase bisa memanjang dan melintang. Untuk drainase dibawah permukaaan memiliki fungsi sebagai menampung serta membuang air yang masuk kedalam struktur jalan. Sehingga tidak akan sampai menimbulkan kerusakan pada jalan.

Adapun upaya-upaya yang harus dilakukan pada pembenahan saluran drainase, diantaranya menambah kedalaman saluran drainase,  mengubah saluran terbuka menjadi saluran tertutup, membuat peraturan yang tegas tentang penggalian di saluran drainase

Bentuk saluran drainase dibedakan menjadi 2, diantaranya :

  1. Drainase terbuka
  • Berbentuk trapezium, digunakan pada saluran yang relative besar
  • Berbentuk segi empat, digunakan pada saluran yang sedang hingga relative besar
  • Bentuk setengah lingkaran, digunakan pada saluran dilingkungan permukimaan yang bersifat tersier bahkan sekunder
  • Bentuk segitiga, digunakan pada daerah pemukiman sebagai saluran tersier
  1. Drainase tertutup, digunakan pada :
  • Lahan terbatas
  • Daerah yang padat dijalani oleh para pejalan kaki
  • Dilahan parkiran

Untuk mengatasi masalah pada drainase yang bisa mengakibatkan banjir, berikut beberapa solusi untuk menangani masalah drainase diantaranya, memberikan penyuluhan pada masyarakat batapa pentingnya membuang sampah sembarangan, pemberian sanksi kepada mereka yang melanggar aturan (orang yang membuang sampah sembarangan), membuang bak control dan saringan sampah dan mengatur limpasan melalui fasilitas yang bisa menahan air hujan, menyimpan air hujan dan membuat resapan air. Adapun beberapa jaringan kerja pada drainase, diantaranya air hujan jatuh ke permukaan tanah dan meresap pada biopori, ketika volume air hujan yang jatuh ke permukaan tanah melebihi kapasitas maka air hujan tersebut dialirkan pada jaringan yang telah dibuat ke sumur resapan, kemudian air di alirkan ke saluran drainase, tetapi air tersebut di hadang oleh biopori yang dibuat di permukaan saluran sebelum air tersebut dialirkan, lalu barulah air tersebut mengalir pada saluran-saluran menuju tempat penampungan (kolam retensi), ketika intesitas hujan terus meningkat dan membuat volume air melebihi batas maksimal, maka pompa secara otomatis mengalirkan air tersebut ke sungai-sungai yang sudah ditentukan berdasarkan beberapa pertimbangan. Dan adapun alat untuk membuat dan memperbaiki drainase, yaitu Exavator dan Dump Truck.

DAFTAR PUSTAKA

Urban Drainase Guidelines and Technical Standards Dept. PU 1994

Amelia Hendratta, Liany. 2014. Optimalisasi Sistem Jaringan Drainase Jalan Raya Sebagai Alternatif Penanganan Masalah Genangan Air. Universitas Sam Ratulangi. Desember 2014

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *