Terasering dan Pengaruhnya Terhadap Tanah

Apa itu Terasering ? merupakan kegiatan bercocok tanam dengan memakai metode konservasi dengan cara membuat berbagai teras yang dilakukan agar dapat mengurangi panjang lereng dan dapat menahan air sehingga mengurangi kecepatan dan jumlah aliran permukaan sehingga memperbesar peluang penyerapan air oleh tanah. Terasering bertingkat biasanya digunakan oleh masyarakat untuk bercocok tanam di daerah perbukitan atau juga pegunungan.  Banyak sekali jenis-jenis terasering yang dapat dibuat yaitu:

  1. Teras Datar merupakan kegiatan pembangunan konservasi tanah berupa tanggul sejajar dengan kontur, dengan diberi kemiringan lahan kurang dari 3 % begitu pula dilengkapi dengan saluran di atas dan di bawah tanggul.
  2. Teras Bangku merupakan kegiatan pembangunan teras yang dibuat pada bagian lahan yang mempunyai kemiringan 15-30% dan juga dibuat sedemikian rupa sehingga bidang olah memiliki kemiringan yang mengarah kebelakang serta dilengkapi bangunan pelengkap lainnya agar bisa menampung dan dapat mengalirkan air permukaan secara aman dan terkendali, agar dapat mencegah terjadinya erosi.
  3. Teras Kredit merupakan kegiatan pembangunan secara bertahap dan teras ini dibuat pada lahan dengan kemiringan 3-10% yang bertujuan agar tetap menjaga kesuburan tanah.
  4. Teras Gulud merupakan teras yang dibuat pada lahan dengan kemiringan 10-15%. kemiringan tersebut dibuat agar  mencegah hilangnya lapisan tanah.
  5. Teras Individu merupakan teras yang dibuat di daerah yang memiliki curah hujannya rendah. Teras ini dibuat pada lahan yang memiliki kemiringan lereng mencapai 30-50%. Teras ini juga dibuat untuk setiap individu tanaman atau satu pohon tanaman saja, terutama pada tanaman tahunan. Karena dengan hanya ada satu tanaman saja di terasering tersebut maka ketersediaan air untuk tanaman tahunan tidak akan kekurangan.
  6. Teras Kebun merupakan teras yang dibuat hanya untuk perkebunan yang berada pada lereng yang memiliki kemiringan 30-50%. Teras ini dibuat sejajar kontur dan bagian lainnya dibiarkan begitu saja agar tetap seperti keadaan semula, teras ini lebih sering  ditanami dengan tanaman penutup tanah saja.
  7. Teras Saluran merupakan kegiatan dengan menggunakan teknik pengolahan tanah dan air dengan menggunakan cara yaitu membuat lubang-lubang buntu bertujuan agar air tersesap kedalam tanah dan dapat menampung sedimen-sedimen dari bidang yang diolah.
  8. Teras Batu teras yang dibuat menggunakan batu yang disusun seperti teras bangku, sesuai dengan lahan miring pada garis kontur tersebut.

Terasering ini dibuat dengan banyak sekali pekerja yang terlibat karena pada dasarnya tanah yang belum diolah cenderung sangat berantakan atau tidak beraturan dan juga banyak sekali tanaman tanaman liar yang tumbuh di lahan yang belum diolah dan juga diperlukan seseorang untuk mengatur semua yang berkaitan dengan terasering. Hal tersebutlah yang mengakibatkan banyaknya pekerja yang harus terlibat dalam pembuatan terasering dan juga dibutuhkan pembenahan yang tepat agar jika tanaman liar tersebut dihilangkan tidak akan terjadi longsor.

Terasering ini  sangat diperlukan dan bermanfaat untuk meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah dan juga mengurangi jumlah aliran permukaan sehingga memperkecil resiko pengikisan tanah oleh air. karena jika tidak dibuat terasering maka akan terjadinya pengikisan tanah yaitu erosi. Terasering ini juga sangat bermanfaat untuk memperkecil panjang lereng atau juga kemiringan lereng  yang tentu saja akan mengurangi resiko terjadinya longsor. Terasering ini juga sangat membantu untuk mengurangi kecepatan run off  atau juga bisa disebut dengan aliran air di permukaan tanah yang jika kita biarkan kecepatan run off itu bertambah maka akan terjadinya banjir.

Teraserin ini sangat diperlukan pada saat ini dan harus secepatnya dibuat karena jika dibiarkan begitu saja maka akan terjadinya hal-hal buruk kedepannya. Karena pada zaman modern ini banyak sekali tanah-tanah yang telah dibangun rumah dan tidak mementingkan keadaan tanah, yang jika sudah terjadinya padat penduduk dan banyak sekali bangunan yang mengakibatkan penyerapan air mengecil maka dengan adanya terasering hal buruk seperti banjir akan terkurangi.

pembuatan terasering tidak bisa dilakukan di perkotaan karena datarannya berbentuk datar. Terasering dibuat di daerah pegunungan bisa juga di di perbukitan, karena pada dasarnya terasering dibuat dengan memanfaatkan kemiringan yang ada di  pegunungan dan perbukitan. Karena hakikatnya terasering dibuat menyerupai anak tangga dan itu tidak bisa dilakukan di daerah perkotaan yang memiliki dataran berbentuk datar. maka dari itu hanya bisa dilakukan di pegunungan dan perbukitan.

Cara pembuatan terasering secara umum yaitu:

  1. Langkah awal atau Pertama adalah kita harus menentukan jenis tanah yang akan dibangun, dikarenakan sistem terasering ini banyak sekali masyarakat menggunakannya untuk kegiatan bercocok tanam untuk tanaman apapun.
  2. Langkah selanjutnya atau kedua adalah kita melakukan pembagian petak-petak pada tanah yang kita pilih untuk terasering dan selanjutnya dibuat berliku-liku bertujuan untuk mengurangi adanya kecuraman antara petak sawah satu dengan yang petak sawah lainnya.
  3. Langkah terakhir atau ketiga adalah kita harus berikan pemisah antar petak sawah satu dengan petak sawah lainnya agar supaya memudahkan kebutuhan sistem pengairan. Jika tidak, karena prediksi kita tidak selalu tepat, maka bisa saja ada bagian yang tidak terkena air yang mengakibatkan kekurangan air dan tanaman menjadi mati.

Konservasi Tanah dapat diartikan sebagai penempatan setiap bidang tanah yang caranya harus sesuai dengan kemampuan yang dimiliki tanah itu dan juga memperlakukannya harus dengan kesesuaian syarat-syarat yang dibutuhkan agar nanti tanah tersebut tidak dapat terjadi kerusakan.

Faktor apa saja yang bisa menyebabkan terjadinya kerusakan atau degradasi pada sumber daya utama tanah antara lain :

  1. Hilangnya unsur hara di tanah yang dapat mengakibatkan terbawanya erosi dan ini akan menyebabkan terjadinya penurunan kesuburan di dalam tanah.
  2. Salinitas atau bisa disebut juga dengan penjenuhan tanah oleh air yang dikarenakan kelebihan penyepan oleh tanah yang mengakibatkan tidak terserapnya air ke tanah.
  3. Terkikisnya tanah dan juga bagian-bagian lainnya dari tanah yang berasal dari suatu tempat yang diangkut oleh air ke tempat lain.

Pengaruh Terasering Terhadap Konservasi Tanah.

Manfaat Terasering terhadap Konservasi Tanah yaitu:

  1. Dapat mengurangi cepatnya aliran air pada permukaan tanah sehingga efek daya kikis terhadap tanah dan erosi mengecil.
  2. Dapat memperbesar terjadinya penyerapan air ke dalam tanah sehingga tidak terjadi salinitas.
  3. Dapat mengendalikan kecepatan arah aliran air dari permukaan dan menuju ke tempat yang dataran-nya lebih rendah secara aman.
  4. Dapat memanfaatkan proses terjadinya ekologis secara alami agar dapat mempertahankan kelembapan, dapat meningkatkan kesuburan tanah, dapat memperkuat struktur tanah, dan juga dapat mengurangi keberadaan hama penyakit.

Kesimpulannya adalah terasering sangat dibutuhkan dan sangat penting bagi keberlangsunannya kualitas tanah.

Referensi: http://disbun.jabarprov.go.id/post/view/133-id-terasering-salah-satu-usaha-konservasi-tanah-dan-air-pada-lahan-perkebunan#:~:text=Manfaat%20Konservasi%20Tanah%20Melalui%20Terasering&text=Mengurangi%20kecepatan%20aliran%20permukaan%20sehingga,yang%20lebih%20rendah%20secara%20aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *