Tanaman Tomat Cherry (Lycopersium esculentum)

Gambar 1. Tomat Cherry (sumber: https://doktersehat.com/manfaat-tomat-cherry/ ,  2020)

Tomat cherry adalah salah satu jenis varietas tomat yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Tomat cherry memiliki kandungan nutrisi yang melimpah seperti lemak, serat, vitamin A dan E. Perbedaan antara tomat biasa dengan tomat cherry yang sangat mencolok terlihat pada bentuk buahnya. Buah tomat cherry memiliki bentuk yang lebih bulat serta ukuran yang kecil.

Perbedaan lainnya terdapat pada rasa buah tomat cherry yang lebih manis dibandingkan dengan buah tomat biasa. Tomat cherry cenderung lebih digemari oleh masyarakat sehingga memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran. Adapun  klasifikasi tomat cherry adalah sebagai berikut:

Kingdom : Plantae, Divisi: Spermatophyta,  Subdivisi: Angiospermae, Kelas: Dicotyledoneae, Ordo: Tubiflorae, Family: Solanaceae, Genus: Lycopersicum, Spesies: Lycopersicum esculentum

Tomat cherry yang sudah matang akan menjadi busuk dalam waktu yang singkat atau dapat dikatakan bahwa tomat cherry adalah salah satu jenis buah klimakterik. Sifatnya yang klimakterik ini membuat tomat cherry harus segera ditangani setelah melewati masa matang serta proses pasca panen harus dilakukan secara tepat.

Morfologi tanaman tomat cherry hampir serupa dengan morfologi tanaman tomat biasa. Morfologi akar tomat cherry ialah perakaran tunggang yang mempunyai kedalaman sekitar 60 cm hingga 70 cm. Perakaran tunggang yang dimiliki tomat cherry ini tidak dapat bertumbuh dengan baik pada media tanam yang lembap atau tergenang air. Akar yang tergenang akan mempersulit akar untuk menyerap air secara baik serta sirkulasi udara yang sangat buruk. Akar yang tergenang juga dapat dengan mudah memicu terjadinya pembusukan pada akar.

Tomat cherry merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki biji dikotil atau biji berkeping dua. Biji tomat cherry yang terdapat didalam buah merupakan komponen yang kemudian digunakan untuk memperbanyak tanaman tersebut. Biji tomat cherry mempunyai ukuran yang kecil, pipih serta berbulu. Biji tomat cherry berwarna putih hingga kecoklatan, sesuai dengan umur buah tomat cherry.

Tanaman tomat cherry tidak berhenti bertumbuh pada bagian ujung batangnya atau pucuk batang Batang tanaman tomat cherry mempunyai bentuk berbuku-buku serta bulat. Tanaman tomat cherry adalah tanaman tahunan dengan bentuk batang yang berbeda dengan jenis tanaman tahunan yang lainnya. Batang berwarna hijau serta bertumbuh ke atas dengan tegak. Namun, batang pada tanaman tomat cherry yang masih berusia muda cenderung rapuh dan mudah patah. Batang yang mudah patah ini dapat dihindari dengan cara menyandarkan batang pada tongkat yang tegak ataupun mengikatkannya dengan tali. Batang tanaman dikelilingi oleh rambut halus. Batang tanaman dapat bertumbuh hingga ketinggian 3 meter. Tangkai daun yang tumbuh pada batang mempunyai bentuk yang sama sedangkan ketebalan yang dimiliki berbeda dengan batang. Ketebalan tangkai tersebut akan lebih kecil dibanding dengan batang tanaman yang dimiliki yaitu 0,3-0,5 cm.

Gambar 2. Daun Tomat Cherry (sumber: https://nitrocdn.com/LhslJxbcSDQOZFDPWQFaGcDuPFwxSegF/assets/static/optimized/rev-ff56b74/wp-content/uploads/2020/02/Cara-Sederhana-Menanam-Tomat-Hidroponik-Sistem-Wick1.jpg , 2020)

Daun tanaman tomat cherry memiliki bentuk yang sama dengan tanaman tomat biasa yaitu menyirip serta lebar. Ukuran panjang daun dapat mencapai 30 cm atau lebih serta lebar yang dimiliki ialah 15-20 cm. sama halnya dengan batang tanaman tomat cherry, daun tanaman juga ditumbuhi oleh rambut halus. Daun tanaman tumbuh secara berdampingan antara daun besar dan daun kecil. Jumlah daun yang terdapat pada satu dahan yaitu sebanyak 5 hingga 7 helai. Rambut halus yang ada di daun serta batang mempunyai fungsi untuk melindungi diri dari hama serta meningkatkan gas karbon dioksida yang dibutuhkan.

Buah tomat cherry merupakan pembeda yang mencolok antara tanaman tomat cherry dengan tomat biasa. Tomat cherry mempunyai buah yang lebih bulat serta berukuran kecil. Diameter buah berkisar pada 1,5-3 cm. Buah tomat cherry mempunyai lapisan kulit yang sangat tipis dengan kandungan air yang banyak. Lapisan kulit yang sangat tipis tersebut dikenal dengan istilah kutikula. Lapisan kutikula ini berfungsi sebagai pelindung buah dari kerusakan dari luar. Lapisan tersebut memiliki kandungan lilin yang berguna untuk menghindari penyerapan air dari luar buah. Warna buah tomat cherry akan menentukan usia buah tersebut. Semakin merah warna buah tomat cherry, maka semakin matang buahnya.

Gambar 3. Bunga Tomat Cherry (sumber:https://p0.pikist.com/photos/148/201/tomato-flower-blossom-bloom-flower-yellow-tomato-nachtschattengewachs-tomato-plant.jpg , 2018 )

Bunga tanaman tomat cherry berukuran kecil dan berwarna kuning. Bunga biasanya tumbuh secara bergerombol 5 sampai dengan 10 bunga. Struktur bunga mempunyai 5-6 kelopak dan daun mahkota. Ujung kelopak bunga mempunyai bentuk yang tajam atau runcing. Bunga terletak menggantung  pada ujung cabang atau di antara ruas batang. Tanaman tomat cherry merupakan salah satu tanaman yang mempunyai bunga tipe monoesis atau tumbuhan berbunga satu. Tumbuhan berumah satu mempunyai arti bahwa tumbuhan tersebut dapat melakukan penyerbukan sendiri karena memiliki dua jenis bunga (jantan dan betina) dalam satu tanaman, Putik atau organ reproduksi betina dalam tumbuhan dikelilingi oleh benang sari (stamen) yang bertindak sebagai organ reproduksi jantan berjumlah 6 buah.

Lingkungan sangat mempengaruhi tumbuh kembang tanaman tomat cherry. Kebutuhan cahaya matahari akan semakin besar intensitasnya seiring berjalannya pertumbuhan tanaman tersebut. Suhu yang tepat untuk pertumbuhan tomat cherry berkisar pada suhu yang sejuk yaitu 22-24oC. Suhu kisaran tersebut merupakan suhu di daerah dataran tinggi. Namun, tidak menutup kemungkinan membudidayakan tomat cherry di daerah dataran rendah. Perbedaan suhu akan berpengaruh pada hasil buah. Media tanam yang digunakan harus mengandung kadar oksigen yang cukup dengan pH 6-7.

Pemanenan buah tomat cherry dilakukan setelah 10 minggu benih ditanam. Pemetikan dilakukan dengan tidak melepaskan buah dari pucuk. Pemanenan yang dilakukan harus berdasarkan indeks warna kematangan buah. Pemberian nutrisi disesuaikan dengan pertumbuhan tanaman tomat cherry.  Pada fase awal hingga sebelum tumbuh bunga, nutrisi yang diberikan adalah nutrisi daun dengan 1000 ppm, setelah tumbuh bunga maka nutrisi yang akan diberikan ialah nutrisi tomat dengan 2000 ppm serta setelah berbuah, ppm akan dinaikan lagi menjadi 3000 ppm sedangkan nutrisi yang digunakan tetap sama yaitu nutrisi tomat. Tomat cherry yang mempunyai tujuan untuk di ekspor memiliki waktu ideal sekitar 3-7 hari sebelum matang untuk dilakukan pemanenan.

Gambar 4. Sistem Drip (sumber:  https://benihpertiwi.co.id/budidaya-tanaman-tanpa-tanah-hidroponik/#.X-cd2dgzbIU , 2017)

Tomat cherry dewasa ini banyak dibudidayakan dengan cara hidroponik. Hidroponik merupakan cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam. Sistem hidroponik yang tepat digunakan untuk tomat cherry adalah sistem drip. Sistem ini menyalurkan air serta nutrisi dalam bentuk tetesan dengan waktu yang dapat diatur sesuai dengan kebutuhan tanaman. Sistem drip terbagi atas dua jenis yaitu sistem drip sirkulasi dan non-sirkulasi. Sistem drip yang digunakan pada tanamn tomat cherry ialah sistem drip non-sirkulasi, dimana air tidak kembali ke penampung sehingga tidak menggenangi akar. Ini disebabkan oleh karena sifat akar tomat cherry yang rentan busuk akan genangan air.

Pemberian air yang dapat disesuaikan bemanfaat untuk akar agar dapat menyirkulasi oksigen dengan baik. Tetesan akan langsung pada daerah perakaran sehingga dapat dengan efisien dimanfaatkan oleh akar. Sistem hindroponik ini merupakan salah satu sistem yang sederhana dalam pengaplikasiannya. Nutrisi yang diberikan adalah ABmix dengan besar ppm sesuai dengan usia pertumbuhan tanaman.

Media tanamnya adalah rockwool. Media tanam yang digunakan tidak terlalu spesifik tertuju pada satu media tanam, melainkan dapat menggunakan media tanam lain seperti  serpihan batu bata ataupun serabut kelapa. Namun, harus memenuhi wadah tempat tanam. Wadah yang akan digunakan harus ditali ke atas guna menjadi penyangga batang tomat.Benih tomat cherry ditanam di tanah terlebih dahulu hingga dua minggu. Setelah dua minggu, benih sudah mulai bertumbuh menjadi tanaman dengan ukuran yang kecil. Tanaman kecil tersebut kemudian dipindahkan ke rockwool. Rockwool diletakan di dalam wadah yang disambungkan dengan selang sistem drip. Pemberian nutrisi disesuaikan dengan kebutuhan serta pergantian nutrisi yang diberikan memperhatikan pertumbuhan tanaman.

 

Pracaya, (2012), Bertanam Tomat. Kanisius. Yogyakarta

Sari dan Aditya. (2018). Teknik Budidaya Tanaman Tomat Cherry (Lycopersicum  Cerasiformae Mill) di Gapokan Lembang Jawa Barat. J-Pen Borneo Vol 2. 2599-2872

Tirto. (2014, 20 Juli). Sistem Tetes (Drip). Diakses pada 24 Desember 2020, dari https://hidroponiq.com/2014/07/sistem-tetes-drip/

Trisnawati, Yani. dan Setiawan, A.I. (2005). Tomat Budidaya Secara Komersial. Jakarta: Penebar Swadaya

Tugiyono, H. (2009). Bertanam Tomat. Jakarta : Penebar Swadaya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *