Tanaman Timun Jepang (Cucumis sativus L. var. Japonese )

Gambar 1. Timun Jepang (Sumber : https://www.sehatq.com/artikel/mirip-zucchini-ini-perbedaan-dan-manfaat-timun-jepang , 2020)

Timun jepang atau yang sering disebut dengan kyuri merupakan salah satu jenis sayuran yang berasal dari jepang. Timun jepang ini merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki nilai jual ekonomis yang tinggi. Timun jepang ini memiliki manfaat dalam kandungannya. Manfaat dari timun jepang ini diantaranya adalah sumber nutrisi yang baik untuk kesehatan seperti terdapat vitamin A, magnesium, fosfor dan lainnya, sebagai anti peradangan yang dapat menjaga kesehatan otak, untuk meredakan stres karena didalamnya terdapat banyak vitamin B, selain itu mentimun jepang ini baik untuk orang yang sedang melakukan diet karena sangat rendah kalori dan juga mengandung air yang tinggi (pawitri, 2020).

Morfologi pada mentimun jepang hampir sama dengan mentimun lokal secara keseluruhan perbedaan yang mendasar adalah pada morfologi buah yang dihasilkan oleh tanaman mentimun jepang tersebut (Gunartha,1997). Namun untuk lebih lengkapnya akan dibahas mengenai morforlogi secara keseluruhannya dimulai dari biji, akar, batang, daun, dan hingga buahnya. Morfologi timun diantaranya:

  1. Akar

Akar pada tanaman mentimun jepang ini secara morfologi tidak jauh beda dengan morfologi pada tanaman mentimun lokal yaitu memiliki akar tunggang dan serabut atau bulu-bulu akar namun memiliki daya tembus yang relatif dangkal yang hanya dapat menembus 30-60 cm, oleh karenanya tanaman mentimun ini sangat peka terhadap kebutuhan airnya. Jadi dalam pemberian air pada mentimun jepang ini tidak boleh serta merta kelebihan dan tidak boleh kekurangan karena dapat mengganggu proses pertumbuhan dari tanaman mentimun jepang itu sendiri.

  1. Batang

Batang pada tanaman mentimun jepang ini berupa batang lunak berwarna hijau yang memiliki bentuk pipih serta berbuku-buku. Ruas antara batang berukuran 7 hingga 10 cm sementara untuk diameter batang itu sendiri berkisar antara 10-15 mm. dimana batang utama akan lebih besar dibandingkan batang anakannya dan juga batang utama ini aktif tumbuh secara memanjang. Pada batang mentimun ini memiliki sulur dan jika disentuh akan terdapat perubahan mengkerut atau masuk kedalam (Sugito, 1992 dalam Rahmawati,2018).

Gambar 2. Batang dan Buah Mentimun Jepang (Sumber : http://plasticstore.blogspot.com/2018/07/tali-salaran-untuk-budidaya-timun-jepang.html , 2020)
  1. Daun

Daun pada tanaman mentimun jepang ini memiliki warna yang hijau dari mulai hijau muda hingga hijau tua. Daun dari tanaman ini berbentuk bulat lebar menjari dengan bagian ujungnya runcing. Daunnya memiliki bulu halus  dengan tulang daun yang menyirip dan bercabang-cabang serta bergerigi. Posisi daun pada mentimun jepang ini berposisi selang seling antara satu daun dengan daun lainnya diatasnya.

 

Gambar 3. Daun dan bunga tanaman mentimun (Sumber : https://www.greeners.co/flora-fauna/mentimun-tanaman-segar-bergizi-lengkap/ , 2020)

 

  1. Bunga

Bunga pada tanaman mentimun ini memiliki warna kuning dengan bentuk trompet. Bunga pada tanaman ini berumah satu atau bunga jantan dengan bunga betinanya terpisah namun tetap dalam satu pohon (suanrjono,2013 dalam pratiwi,2019). Bunga betina pada tanaman ini memiliki bakal buah yang lonjong dan membengkok yang letaknya dibawah mahkota bunga. Pada bunga jantan tidak memiliki bakal buah yang lonjong dan bengkok tersebut namun pada tanaman mentimun ini jumlah bunga jantan lebih banyak dibandingkan dengan jumlah bunga betina. Ukuran dari bunga timun jepang ini memiliki ukuran Panjang 2 hingga 3 cm dengan kelopak bunga berjumlah 5 buah dengan mahkota bunga berjumlah 5-6 buah dan jika sudah mekar akan memiliki diameter antara 30-35 mm. penyerbukan pada bunga tanaman mentimun ini adalah dengan penyerbukan menyilang, penyerbukan buah dan biji menjadi tinggi rendahnya produksi mentimun tersebut.

  1. Buah

Buah pada tanaman mentimun jepang ini berbeda dengan mentimun lokal dari mulai bentuk hingga warnanya. Warna pada buah mentimun jepang ini berwarna hijau tua dengan ukuran yang lebih Panjang dibandingkan dengan mentimun lokal pada umumnya. Kulit buah pada mentimun lokal dan mentimun jepang juga berbeda, mentimun jepang memiliki kulit yang mulus tanpa garis-garis putih sementara pada mentimun lokal memiliki kulit yang bergaris putih. Buah mentimun jepang ini lebih berair dibandingkan dengan mentimun lokal dan juga teksturnya lebih padat. Panjang buah mentimun jepang ini berkisar antara 12-25 cm dengan diameter berkisar 2 hingga 5 cm (Imbad dan Nawaningsih, 1995 dalam pratiwi,2019).

  1. Biji

Biji pada mentimun jepang ini memiliki bentuk yang pipih, bulat lonjong serta diselaputi oleh lendir yang saling melekat pada ruang-ruang tempat biji tersusun dan jumlah yang sangat banyak. Biji-biji tersebut berwarna putih krem. Biji-biji tersebut dapat digunakan untuk pengembangbiakan dari tanaman timun jepang itu sendiri.

Proses Pengembangan budidaya tanaman timun jepang tersebut banyak hal yang perlu diperhatikan seperti juga perlu diketahui dari syarat tumbuh tanaman timun jepang tersebut. Syarat tumbuh dari timun jepang diantaranya adalah sama seperti jenis timun lainnya pertumbuhan akan optimal jika pada ketinggian lahan 400 mdpl, sementara untuk tekstur tanah liat rendah dengan pH tanah sekitar 6 hingga 7 (Indrawati,2019). Suhu pada Tanaman mentimun juga harus mendapatkan sinar matahari yang cukup dengan suhu 210C – 26.70C.  kelembaban udara relatif sangat baik berkisar antara 50-85%. Selain dari syarat tumbuh dari tanaman timun jepang ini yang diperlu diketahui yaitu morfologi tanaman timun jepang tersebut.

Mentimun jepang (Cucumis sativus L var. Japonese) ini memiliki klasifikasi yang sama dengan mentimun pada umumnya namun berbeda pada varietasnya menurut  Steenis, et al., 2005 dalam Pratiwi,2019 klasifikasinya diantaranya adalah :

Divisi : Spermatophyta

Kelas : Dicotyledonae

Ordo : Cucurbitales

Famili : Cucurbitaceae

Genus : Cucumis

Spesies : Cucumis sativus L. var. Japonese

 

Gambar 4. Timun Jepang Hidroponik (Sumber : www.kebundzikri.com, 2018)

Pembudidayaan mentimun jepang (Cucumis sativus L. var. Japonese) ini umumnya masih dilakukan pada tanah sehingga jika dikemudian hari lahan sudah tidak tersedia dikarenakan konversi lahan pertanian tersebut maka diperlukan teknologi lainnya sebagai solusi dari permasalahan tersebut yaitu dapat menggunakan hidroponik. Hidroponik merupakan budidaya tanaman dengan memanfaatkan air dan tanpa menggunakan media tanah. Macam-macam sistem hidroponik diantaranya NFT (Nutrient Film Technique), DFT(Deep Flow Technique), substrat, Drip sistem, wick sistem dan lainnya. Salah satu sistem hidroponik yang dapat diterapkan dalam menanam tanaman mentimun jepang berdasarkan morfologinya ini adalah dengan menggunakan sistem DFT atau Deep Flow Technique.

 

Gambar 5. Sistem DFT (Deep Flow Technique) (Sumber : https://laylanasution.home.blog/2019/01/23/perbandingan-sistem-hidroponik-dft-dan-nft/ ,2019)

 

Sistem DFT ini merupakan suatu sistem hidroponik yang mana sirkulasi nutrisinya berjalan 24 jam namun jika listrik tidak ada nutrisi tetap tergenang pada bagian akar tanaman. Sistem DFT jika digunakan dalam penanaman mentimun jepang ini harus ada tempat merambat atau tali sebagai perambat dari tanaman mentimun jepang tersebut agar tanaman dapat berdiri dengan sempurna. Dalam proses penanaman tanaman timun jepang secara hidroponik tersebut terdapat beberapa tahapan diantaranya penyemaian, pemindahan pada sistem hidroponik, pemberian nutrisi, pemeliharaan hingga panen. Penyemaian dapat dilakukan pada media rockwool yang telah dilubangi dan dijaga kelembabannya setiap hari dan hindari terkena matahari secara langsung dan harus di tempat gelap menurut referensi lama persemaian untuk timun jepang berkisar antara 10-14 hari. Setelah bibit memiliki daun sejati 3 hingga 5 helai daun dan batangnya sudah mulai kokoh, bibit didalam rockwool dapat dimasukan kedalam netpot dan diletakan kedalam instalasi DFT. Jarak tanam yang digunakan untuk budidaya tanaman mentimun ini berkisar antara 20 hingga 25 cm. setelah pemindahan tanam dilakukan dilanjutkan dengan memberi nutrisi pada tanaman mentimun. Pemberian nutrisi pada tanaman mentimun ini dimulai dari pindah tanam hingga panen. Nutrisi yang digunakan dapa menggunakan AB mix khusus sayuran buah. Pada awal nutrisi diberikan 700 ppm hingga 800 ppm dan selanjutnya dapat ditingkatkan menjadi 1000 hingga 1700 ppm. Pemeliharaan harus dilakukan secara teratur dengan mengecek nutrisi, pH, kondisi tanaman dan lingkungan tanaman. Panen dapat dilakukan ketika mentimun berumur sekitar 60 sampai 90 hari setelah tanam. Timun ini dapat dilakukan pemanenan hingga 2 kali panen jika setelah panen pertama tetap dialiri nutrisi. Ciri-ciri timun jepang yang siap panen adalah ukurannya sudah cukup besar dengan memiliki warna hijau yang mengkilap.

 

Sumber referensi :

Gunartha, I Gde E. 1997. Model Dinamik Pertumbuhan Mentimun Jepang :Kajian Efek Temperatur Tanah. AGRIVITA, VOL.20 No.1 hal.7-12

Pratiwi, Amanda. 2019. Pupuk Kandang Kambing Dan Limbah Cair Tahu Berpengaruh Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Mentimun Jepang (Cucumis Sativus L. Var. Japonese). Medan: UMSU

Rahmawati, Elma. 2018. Pengaruh Berbagai Jenis Media Tanam Dan Konsentrasi Nutrisi Larutan Hidroponik Terhadap Pertumbuhan Tanaman Mentimun Jepang (Cucumis Sativus L.) . Makassar: UIN Alaudin

Bayu. 2018. Budidaya Mentimun Sistem Hidroponik DFT. Terdapat pada: http://hidroponikpedia.com/budidaya-timun-sistem-hidroponik diakses pada 25 Desember 2020

Pawitri, Anandika. 2020. Mirip Zucchini, Ini Perbedaan dan Manfaat Timun Jepang. Terdapat pada: https://www.sehatq.com/artikel/mirip-zucchini-ini-perbedaan-dan-manfaat-timun-jepang diakses pada 25 Desember 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *