Tanaman Suplir (Pteridophyte)

(sumber : https://pendidikan.co.id/pteridophyta/, 2020)

Tanaman suplir merupakan jenis tanaman paku yang memiliki nama latin yaitu pteridophyte. Tanaman ini dapat dibedakan berdasarkan tiga bagian pokoknya, yaitu akar, batang dan daun dan juga tanaman suplir belum mempunyai biji. Tanaman suplir berbentuk herba, semak atau perdu dan tidak banyak yang berbentuk seperti pohon. Daun yang dimiliki tanaman suplir berwarna hijau mengkilat atau kusam, tunggal atau majemuk dan batang yang tidak terlalu jelas. Tanaman ini banyak tumbuh di tanah, merambat di pohon dan juga dapat tumbuh dengan media air (Holttum, 1967).

Terdapat dua bagian utama pada tumbuhan suplir yaitu organ generatif yang terdiri dari spora, sporangium, arkegonium, anteridium dan organ vegetatif yang terdiri dari batang, akar, rimpang, daun. Di bagian bawah daun terdapat sporangium yang membentuk gugusan berwarna cokelat atau hitam dan gugusan sporangium ini sering dikenal sebagai sorus (Arini dan Kinho, 2012).

Loveless (1989) dan Asbar (2004) menjelaskan bahwa tanaman suplir tumbuh pada habitat berbeda. Tanaman suplir ini terdapat pada daerah tropis hingga ke dekat kutub utara dan selatan seperti pada hutan sekunder, hutan primer, alam terbuka, dataran rendah maupun dataran tinggi, kebun tanaman dan juga pinggir jalan. Tanaman ini juga terdapat pada lingkungan yang basah, lembab maupun rindang. Selain digunakan sebagai tanaman hias, di kalangan masyarakat tanaman ini juga bermanfaat sebagai sayuran dan bahan obat-obatan untuk mengatasi tenggorokan kering, mengatasi pencernaan, memudahkan proses kelahiran, rambut rontok dan lainnya. Menurut Tjitrosoepomo (2005) tumbuhan paku umumnya dapat tumbuh di tempat yang lembab seperti pada media air dan juga dapat tumbuh di tempat yang kering.

Akar pada tumbuhan ini umumnya memiliki akar yang adventif yang tumbuh secara horizontal di permukaan tanah maupun di bawah tanah. Tumbuhan suplir memiliki salah satu golongan tumbuhan seperti Cyathea dengan jumlah akar yang ditemukan dekat dasar caudis yang berfungsi sabagai kestabilan tanaman. Batang tanaman ini berbentuk cabang garpu dan jika terdapat cabang yang tumbuh ke samping maka tidak ada cabang baru yang dakan tumbuh di ketiak daun. Bagian yang paling menonjol pada tanaman ini adalah bagian daunnya karena bentuknya yang dapat dibedakan dengan tanaman lain yang disebut tangkai ental. Tangkai terse but memiliki tekstur bersisik atau berbulu yang dapat membedakan antara jenis tanaman paku (Loveless,1989 dan Komaria, 2015).

Ciri-ciri tumbuhan suplir :

  1. Daun menggulung saat maish muda khususnya golongan paku sejati seperti pteopsida dan psiopsida (Yusuf, 2009).
  2. Mempunyai daun steril yang disebut tropofil dan daun fertil yang disebut sporofil (Yusuf, 2009).

Morfologi tumbuhan suplir :

  • Akar

Akar pada tanaman suplir memiliki system perakaran yang bersifat rizoid (pada generasi gametofit) dan akar serabut (pada generasi sporofit).

  • Batang

Batang pada tanaman suplir ini memiliki sumbu yang tegak dengan daun yang melekat yang ering disebut dengan buku atau nodus dan antara dua buku disebut dengan ruas atau internodus. Tumbuhan dikotil umumnya mempunyai ruas yang tidak begitu nyata dan pada monokotil umumnya memiliki ruas yang lebih nyata. Ruas memiliki sel yang lebih panjang.

  • Daun

Daun merupakan hal penting dalam proses fotosintesis pada tanaman dan sangat penting untuk mengolah zat-zat makanan, pernapasan dan juga penguapan pada tanaman. Daun pada tanaman suplir ini dapat tumbuh pada percabangan tulang daun,  keseluruhan daun pada satu tangkai daun sering juga disebut dengan pinna.

Hidroponik

Hidroponik merupakan media tanam yang berasal dari bahan selain tanah yang berfungsi sebagi tempat tumbuh dan berkembangnya akar. Kriteria yang dimiliki agar proses hidroponik tumbuh dengan baik :

  1. Media tanam dapat menimpan kandungan air agar tanaman dapat memperoleh nutrisi cukup dari air.
  2. Media tanam harus memiliki struktur yang gembur, subur dan dapat menyerap air dengan baik.
  3. Memiliki kandungan yang tidak terlalu tinggi.
  4. Ketika suhu mengalami perubahan, media tanam tidak mudah berubah bentuk ataupun menjadi kering.
  5. Tidak mengganggu tanaman seperti terdapat hama atau penyakit pada media tanam.
  6. Memiliki kandungan kapur atau unsur kalsium pada media tanam.

Hidroponik memiliki berbagai macam media tanam selain air, media tanam lainnya yaitu arang sekam, cocopeat, batang atau akar pakis, kerikil, pasir, spons, kapas, gabus, rockwool, moss, hydroton, perlite, vermiculite, pumice dan hydrogel.

Terdapat beberapa sistem dalam metode hidroponik, antara lain sebagai berikut :

  1. Sistem sumbu (wick system) yaitu sistem yang paling sederhana diantara seluruh sistem hidroponik kerna tidak menggunakan pompa atau listrik. Hal tersebut dikarenakan tidak memiliki bagian yang bergerak. Sistem sumbu atau wick sytem menggunakan sumbu yang berfungsi untuk menyambung aliran air nutrisi dari wadah.
  2. System rakit apung (water culture system) yaitu salah satu sistem yang sederhana seperti sistem sumbu, tetapi berbeda dari sistem sumbu, sistem rakit apung memiliki sistem media tanam dan akar tanaman langsung menyentuh air nutrisi. Sistem sakit apung lebih banyak menggunakan air dibandingkan sistem sumbu.
  3. Sistem NFT (nutritient fill technique system) yaitu akar tanaman yang tumbuh pada lapisan nutrisi dangkal dan tersirkulasi sehingga mendapatkan air, nutrisi dan oksigen yang cukup.
  4. Sistem aeroponik yaitu sistem yang dilakukan dengan menyemprotkan air nutrisi yang berbentuk seperti kabut ke akar tanaman.

Penanaman tumbuhan suplir

  • Pembibitan

Pemisahan bibit dai tanaman induk untuk mendapatkan bibit suplir dengan tidak membuat batang terputus karena batang tanaman suplir sangat tipis dan mudah patah.

  • Persiapan penanaman

Persiapkan media tanam yang akan digunakan seperti pot atau polybag yang telah di lubangi bagian bawah dan sisinya. Akar tanaman suplir memiliki akar serabut yang akan bertumbuh dan berkembang yang dapat memenuhi pot, sehingga saat akar sudah merambat maka pot sudah harus diganti dan juga menambahkan media tanam agar tanaman tetap segar setelah dipindahkan. Media tanam yang baik digunakan pada tanaman ini adalah media tanam yang memiliki kondisi pH 6.  Media tanam yang digunakan dicampur dengan pupuk kompos ataupun pupuk kandang yang kemduian di basahi dengan air.

  • Perawatan

Perawatan tanaman suplir cukup sederhana, dengan melakukan penyiraman secara rutin. Untuk pencahayaan, tanaman suplir hanya memerlukan cahaya secukupnya karena tanaman ini memerlukan kondisi tempat yang cukup lembab. Tanaman suplir dapat disimpan di tempan yang tidak terkena cahaya langsung atau bias di tempatkan di bawah pohon yang besar. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada tanaman suplir perlu dilakukan pemupukan. Pemupukan yang diberikan terlalu sering dapat berdampak buruk pada tanaman ini, sehingga waktu pemupukan yang diberikan adalah setiap dua bulan sekali atau dapat juga diberikan setiap enam bulan sekali. Tanaman suplir jika sedang membutuhkan pupuk dapat dilihat dari kondisi fisiknya yaitu ketika warna daunnya menjadi lebih kering atau lebih pudar dari warna aslinya. Pemupukan dapat dilakukan menggunakan pupuk cair atau pupuk kompos maupun pupuk NPK.

 

Sumber referensi

Arini, D. I. D., & Kinho, J. (2012). Keragaman Jenis Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Cagar Alam Gunung Ambang Sulawesi Utara. Info BPK Manado, 2(1), 17-40.

Asbar.2004. Jenis Paku-pakuan (Pteridophyta) di Sekitar Air Terjun Tirta Rimba Hutan Wana Osena Desa Sumber Sari Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan.Skripsi.Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Haluoleo. Kendari (Tidak diterbitkan).

Dr. Susilawati, M.Si, 2019. Dasar-Dasar Bertanam Secara Hidroponik. Universitas Sriwijaya. Palembang.

Holttum, R.E dan Allen, B.M. 1967. Fern of Malaya (Revised Flora of Malaya, Vol. II). Singapura : Government Printing Office Singapura

Loveless, A. R. 1989.Prinsi-prinsip biologi tumbuhan untuk daerah tropik 2. Jakarta: Percetakan PT. Gramedia.

Tjitrosoepomo, G, 2005. Taksonomi Tumbuhan (Schizophyta, Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta). Yogyakarta, Gadjah Mada University Press.

Princes, 2018. Cara Menanam Dan Merawat Tanaman Hias Daun Suplir Di Rumah Bagi Pemula. Retrieved December 25, 2020, from https://www.faunadanflora.com/cara-menanam-dan-merawat-tanaman-hias-daun-suplir/.

Yusuf M. Asep Maulana. 2009. Keanekaragaman tumbuhan paku (Pteridophyta) di kawasan cagar alam Gebugan kabupaten Semarang.Dipublikasikan.Semarang : UNS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *