Tanaman Sirih (Piper betle L.)

Gambar 1. Tanaman Sirih (Sumber: https://www.ugaoo.com/knowledge-center/betel-leaf-or-maghai-paan-medicinal-plant/, 2017)

Tanaman sirih atau tanaman dengan nama latin Piper betle L., merupakan salah satu jenis tanaman merambat yang membutuhkan batang penyangga sebagai tempat untuk bersandar dan merambat. Tanaman sirih termasuk kedalam keluarga Piperaceae atau tumbuhan semak yang memiliki ciri berbunga majemuk, susunan bunga berbentuk untaian memanjang, bentuk buah yang kecil, daun berbau aromatis, serta terdiri dari berbagai spesies yang digolongkan berdasarkan warna daunnya seperti hijau, kuning, hitam, merah, dan putih. Tanaman sirih dapat tumbuh hingga panjang puluhan meter. Tanaman sirih banyak tersebar di berbagai wilayah Indonesia karena Indonesia memiliki iklim tropis dan seringkali ditemui tumbuh merambat di halaman, tembok bahkan pagar. Tanaman ini banyak dimanfaatkan terutama dalam bidang kesehatan. Bagian tanaman sirih yang banyak dimanfaatkan adalah bagian daunnya. Ekstrak daun sirih banyak diolah menjadi berbagai produk kebersihan dan kesehatan karena kemampuan antiseptiknya. Oleh karena itu, tanaman sirih banyak dibudidayakan oleh masyarakat.

Gambar 2. Morfologi Piparaceae (Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Piperaceae, 2020)

Tanaman sirih termasuk kedalam divisi spermatophyta yaitu tanaman berbiji dan termasuk ke dalam sub angiospermae dimana biji diproduksi oleh bunga. Morfologi dari biji tanaman sirih adalah bulat. Jenis biji tanaman sirih adalah dikotil atau biji berkeping dua. Pada tanaman dikotil memiliki sepasang kotiledon yang terbentuk ketika tanaman berada dalam fase biji. Kotiledon menyebabkan bentuk dari biji berkeping dua mudah terbelah menjadi dua bagian. Pada tumbuhan berbiji, terdapat kandung lembaga yang berfungsi untuk menyediakan persediaan makan dan kebutuhan air serta membantu perkembangan dari gametofit betina.

Pada tanaman angiospermae, proses reproduksi tanaman terjadi secara pembuahan tertutup di dalam bunga. Bunga pada tanaman sirih termasuk kedalam bunga majemuk. Morfologi dari bunga tanaman sirih berbentuk bulir yang merunduk, berumah satu atau dua, berwarna putih dan sedikit merah, serta dilindungi oleh daun yang berbentuk bulat memanjang berdiameter sekitar 1 mm. Bunga tanaman sirih tumbuh diujung cabang dan menghadap kedepan dengan bentuk seperti biji-bijian yang berdiri sendiri. Tanaman sirih memiliki bunga dengan 1 kelamin. Panjang bulir pada bunga betina lebih Panjang dibandingkan bunga jantan. Bunga tanaman sirih jantan mempunyai sifat biji dan panjang sekitar 1,5 sampai 3 cm, sedangkan bunga tanaman sirih betina memiliki panjang 2,5 sampai 6 cm dengan panjang cap sekitar 3-5 cm. Kepala putik bunga sirih memiliki warna putih dan hijau kekuning-kuningan dengan jumlah 3 sampai 5 kepala putik. Bunga tanamann sirih jantan memiliki ukuran benang sari yang pendek.

Gambar 3. Bunga Tanaman Sirih (Sumber: https://anggrek-lintang.com/nona-makan-sirih-tanaman-rambat-cantik-penghias-halaman/, 2019)

 

Akar tanaman sirih berjenis akar tunggang sesuai dengan ciri dari tanaman dikotil dengan morfologi akar bulat lonjong, berkerut, serta berwana coklat kekuning-kuningan. Akar tanaman sirih tumbuh merambat dan pada bagian akar terdapat banyak tunas-tunas baru. Akar tanaman sirih dapat tumbuh pada bagian batang sebagai tunas baru. Akar pada batang disebut dengan akar lekat karena membantu tanaman sirih untuk berpegangan pada rambatannya, sehingga budidaya tanaman sirih dapat dilakukan dengan stek batang.

 

Gambar 4. Akar Tanaman Sirih (Sumber: https://bobo.grid.id/read/082268632/ada-banyak-akar-di-batang-tumbuhan-sirih-mengapa-begitu-ya?page=all, 2020)

Untuk bagian batang, tanaman sirih memiliki morfologi batang berkayu dengan bentuk batang bundar memanjang dengan warna coklat kehijauan. Tanaman sirih dapat tumbuh dengan ketinggian 5 sampai 15 meter. Batang tumbuhan pada family piparaceae memiliki ciri morfologi batang vobubilis dimana terdapat nodus yang tampak. Batang sirih memiliki permukaan yang licin. Batang tanaman sirih tumbuh merambat dengan bersandar pada batang, benda, atau tanaman lain yang berada di sekitarnya. Pada batang terdapat ruas-ruas yang berguna sebagai tempat pertumbuhan jaringan-jaringan baru. Batang tanaman sirih tumbuh dengan cabang monopodial, yaitu kuncup lateral dan kuncup ujung mendominasi dalam pertumbuhan cabangnya. Cabang dari tanaman sirih bersifat geragih.

 

Gambar 5. Bentuk Batang dan Percabangan Sirih (Sumber: https://abahtani.com/cara-menanam-daun-sirih/, 2019)

 

Tanaman sirih memiliki daun tunggal tipis yang berbentuk pipih seperti jantung dengan ujung runcing. Daun sirih umumnya memiliki lebar 2 sampai 10 cm dengan panjag 5 sampai 15 cm. Warna dari daun sirih beragam sesuai dengan jenisnya. Bagian bawah dari permukaan daun sirih berwarna putih. Struktur daun sirih memiliki tulang daun yang menyirip dan tumbuh berseling. Apabila di raba, daun sirih memiliki permukaan rata dan pada bagian atas daun terasa licin mengkilap, sedangkan pada bagian bawah daun memiliki permukaan tekstur yang agak kasar. Tulang daun sirih pada bagian atas tenggelam ke dalam permukaan, sedangkan pada bagian bawah tulang daun sirih lebih menonjol keluar permukaan. Daun sirih memiliki aroma khas yang berbau aromatik dan rasa pedas. Aroma ini disebabkan oleh kandungan minyak esensial seperti fenol yang terdapat pada daun sirih. Tanaman sirih memproduksi senyawa metabolit sekunder yang berperan sebagai alat perlindungan diri dari hewan pemangsa atau hama. Selain itu, senyawa ini juga berguna untuk bertahan hidup dan bersaing dengan tanaman lain. Senyawa yang di produksi oleh tanaman sirih yaitu minyak atsiri, gula, pati, flavonoid, saponin, dan polifenol.

 

Gambar 6. Daun Sirih

(Sumber: https://www.merdeka.com/sehat/manfaat-daun-sirih-merah-dan-hijau-kln.html, 2018)

Tanaman sirih dapat tumbuh di berbagai media tanam dan termasuk kedalam tanaman yang cepat berkembang, minim perawatan, dan sangat mudah tumbuh. Tanaman sirih biasanya tidak membutuhkan banyak sinar matahari untuk tumbuh. Intensitas sinar matahari yang diperlukan sekitar 60% sampai 70%. Tanaman sirih tumbuh pada lingkungan tropis, tidak terlalu lembab dengan kebutuhan air yang cukup. Media tanam tanaman sirih perlu memiliki pH 6-7 agar dapat tumbuh dengan maksimal. Karena tumbuh merambat, tanaman sirih membutuhkan tanaman lain atau batang penyangga sebagai media sandaran untuk merambat. Tanaman sirih tumbuh subur di tempat yang terbuka dengan sedikit naungan untuk berlindung. Tanaman sirih membutuhkan waktu kurang lebih 6 bulan untuk tumbuh hingga daunnya siap dipanen.

Berdasarkan syarat tumbuhnya, tanaman sirih dapat dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik sederhana. Hidroponik sendiri merupakan teknik penanaman yang tidak menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik memiliki banyak keuntungan dibandingkan menggunakan media tanam tanah. Kelebihan dari budidaya menggunakan sistem hidroponik yaitu area budidaya tanaman yang menggunakan sistem hidroponik akan lebih bersih dan tidak terlalu memakan banyak tempat sehingga sangat cocok untuk diterapkan pada lingkungan perkotaan atau urban farming. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang menggunakan sistem hidroponik menjadi lebih cepat, proses pemanena yang lebih mudah, serta menghasilkan produk yang lebih berkualitas karena nutrisi yang diperlukan tanaman sudah terlarut dengan air sehingga dapat diserap dengan baik oleh akar. Budidaya tanaman menggunakan hidroponik dapat mengurangi resiko hama dan penyakit. Hasil panen tanaman menggunakan sistem hidroponik lebih sehat karena bebas dari penggunaan pestisida atau zat kimia yang berbahaya.

Gambar 7. Skema Hidroponik Sistem Wick (Sumber: https://mediatani.co/budidaya-sayuran-hidroponik-di-rumah/wick/, 2020)

Budidaya tanaman sirih dengan teknik hidroponik dapat diterapkan menggunakan hidroponik sistem Wick atau sistem sumbu. Sistem Wick merupakan sistem hidroponik sederhana yang memanfaatkan prinsip kapilaritas. Pengaplikasian sistem Wick sangat mudah dan murah dibandingkan dengan sistem hidroponik yang lainnya sehingga dapat diterapkan oleh siapa saja. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk instalasi sistem Wick mudah didapatkan, dan tidak memerlukan instalasi listrik. Sistem ini dapat di aplikasikan di luar maupun di dalam ruangan. Syarat tumbuh dari tanaman sirih yaitu tidak memerlukan lingkungan tumbuh yang terlalu lembab dan kebutuhan air yang mencukupi, sehingga sistem Wick dapat menjadi pilihan sistem hidroponik untuk berbudidaya tanaman sirih. Namun, pada sistem Wick ini perlu memperhatikan pH media tanam, persediaan air, dan kebutuhan nutrisi dari agar memenuhi syarat tumbuh tanaman sirih sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Selain itu, karena tanaman sirih tumbuh dengan merambat maka dalam budidaya menggunakan sistem Wick ini perlu memperhatikan media untuk merambat. Tanaman sirih tidak terlalu cocok diaplikasikan pada jenis sistem hidroponik yang terlalu banyak menggunakan air seperti kultur air, sistem rakit apung, sistem NFT, dan sistem DFT. Hal ini disebabkan akar tanaman sirih mudah membusuk dan rusak apabila terlalu banyak tergenang di air.

 

Referensi:

Agrotek. Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Daun Sirih. Diakses dari https://agrotek.id/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-daun-sirih/

Putri, A., Satwika, Q., Sulistiyana, Y., & Arindias, Z. 2019. Studi Morfologi Piper betle L. dan Pemanfaatannya dalam Kehidupan Sehari-Hari. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Siamtuti, W., Aftiarani, R., Wardhani,  Z., Alfianto, N., & Hartoko I. 2017. Potensi Daun Sirih (Piper betle, L) Dalam Pembuatan Insektisida Nabati yang Ramah Lingkungan. Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek II. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *