Tanaman Semangka “Citrullus Lanatus”

Gambar 1. Buah Semangka (Sumber: https://www.pertanianku.com/mengenal-asal-usul-semangka/ , 2016)

Semangka adalah suatu tanaman buah yang berasal dari Afrika dengan iklim sub tropis dan biasanya tumbuh di daerah kering. Semangka merupakan tumbuhan yang merambat dan buahnya memiliki kandungan air yang sangat banyak sehingga mudah tumbuh di beberapa wilaya Indonesia. Jenis/varietas yang sering dibudidayakan di Indonesia yakni Semangka Lokal Pasuruan, Batu Sengkaling, dan Bojonegoro, Semangka impor tidak terlalu banyak diminati karena adanya perbedaan harga dibanding semangka lokal. Beberapa jenis varietas tersebut yang hanya populer dikalangan petani untuk ditanam. Manfaat dari tanaman semangka yakni untuk mendapatkan buah segar, namun jika semangka muda dapat dimanfaatkan untuk sayur-mayur begitupun daun semangka yang dapat dimanfaatkan untuk sayur-mayur. Kulit semangka dimanfaatkan untuk membuat asinan atau acar layaknya buat mentimun. Tanaman semangka adalah tanaman satu musim dan mimiliki beragam jenis diantaranya semangka merah, semangka kuning, semangka biji, dan semangka non biji. Klasifikasi semangja termasuk dalam famili (Cucurbitaceae) yakni labu-labuan. Berikut klasifikasi Tanaman semangka secara rinci menurut R, Indriani, 2017.

1. Klasifikasi Tanaman Semangka 

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliphyta
Kelas : Magnilopsida
Subkelas : Dileniidae
Ordo : Violales
Famili : Cucurbitaceae
Genus : Citrullus
Spesies : Citrullus Lanatus (Utari D. K, Sukarsa, & Pudji W. 2017.)

2. Morfologi Tanaman Semangka

Menurut A, Ramadhani terdapat 6 bagian dari morfologi tanaman semangka.

a. Daun Semangka

Gambar 2. Daun Semangka
(Sumber: https://steemit.com/nature/@mahmuhardi/daun-semangka-yang-sehat , 2017)

Tekstur pada daun semangka unik karena memiliki bulu dan ujungnya berbentuk runcing dan daunnya memiliki pola yang selang-seling. Ukuran daunnya 3 sampai 25 cm serta memiliki kelebaran daun maksimal 5 cm. Daunnya memiliki rambut rapat pada tulang daun yang berfungsi untuk fotosintesis. Fotosintesis pada tanaman semangka sangat tinggi dikarenakan memiliki buah yang sangat besar sehingga persediaan air juga harus maksimal.

b. Batang Semangka

Gambar 3. Batang Semangka (Sumber: http://3.bp.blogspot.com/-jofSyrneUYY/VPedowswqOI/AAAAAAAAB64/zaWrv_gCSV0/s1600/Citrullus%2Bvulgaris%2BSchrad..jpg , 2015)

Uniknya batang semangka memiliki kemiripan dengan tanaman perdu lain dimana batangnya menjalar bukan menjulang ke atas dan pertumbuhannya sekitar 5 meter. Batang pasa tanaman semangka juga lunak dan ada rambut atau bulunya.

c. Bunga Semangka

Gambar 4. Bunga Semangka (Sumber: http://www.mybalconyjungle.com/images/big/hand_pollination_large.jpg ,, 2016)

Bunga semangka akan berbunga sebelum berbuah dan bunganya terletak pada bagian ketiak daun yang memiliki 3 macam bunga yakni bunga jantan, bunga betina, dan bunga sempurna yang seringkali disebut hermaprodit. Perbandingan dari bunga jantan dan betina tanaman semangka adalah 7:1 sehingga bunga jantan lebih dominan. Namun hal itu tidak menjadi pengganggu dalam masa pembuahan tanaman semangka.

d. Akar Semangka

Gambar 5. Akar Semangka (Sumber: https://haenselblatt.com/img/edible-gardens/ERR/watermelon-nematode-treatment-managing-nematodes-watermelon-plants.jpg , 2017)

Tanaman semangka memiliki akar untuk menipang namun fungsi utama ini sebenarnya lebih digunakan untuk membantu menyerap air secara maksimal walaupun sangat dangkal karena tanaman semangka tumbuh menjalar dan juga memiliki akar serabut jadi tidak terlalu panjang dan cabang akarnya banyak.

e. Buah Semangka

Gambar 6. Buah Semangka (Sumber: https://cdn-2.tstatic.net/makassar/foto/bank/images/buah-semangka-bermanfaat-untuk-kesehatan.jpg , 2019)

Buah semangka memiliki bentuk yang bulat ataupun lonjong dan berukuran besar berdiameter sampai 20 cm. Secara kasap mata buah semangka ini memiliki bentuk yang berbeda-beda bahkan sedikit buah semangka yang bentuknya sama namun lebih condong bukat atau lonjong. Pada buah semangka terdapat kulit buah semangka yang berwarna putih berfungsi melindungi isi buah yang ada di dalam buah semangka. Permukaan kulit buah semangka berkilau dan licin. Warna dari buah semangka sangat variatif dari hijau muda hingga hijau tua hingga kekuning-kuningan putih. Daging atau isi buah semangka memiliki kandungan air yang sangat tinggi dan dagingnya memiliki tekstur yang renyah sehingga cocok untuk dikonsumsi saat musim panas atau dalam kondisi panas karena dapat meningkatkan kandungan air pada tubuh manusia dan menyegarkan tubuh.

f. Biji Semangka

Gambar 7. Biji Semangka (Sumber: https://www.serumpi.com/wp-content/uploads/2017/05/manfaat-biji-semangka-okezone.jpg , 2017)

Bentuk dari biji semangka sangat unik dari biji tanaman lain yakni berwarna hitam mengkilat dan bentuknya pipih serta memanjang. Namun ada beberapa tanaman semangka yang tidak memiliki biji dikarenakan sudah dimodifikasi untuk menghasilkan buah semangkat yang tidak memiliki biji.

 

3. Sistem Hidroponik Tanaman Semangka

Gambar 8. Sistem Hidroponik Tanaman Semangka (Sumber: https://bibitonline.com/artikel/teknik-budidaya-dan-menyemai-semangka-hidroponik , 2012)

Salah satu syarat pertumbuhan tenaman semangka harus memperhatikan iklim yakni memiliki curah hujan sebesar 40-50 mm/bulan. Diperlukan juga sinar matahari selama satu hari penuh karena semakin kurang sinarnya maka semakin lama panennya. Pertumbuhan tanaman semangka ini dapat tumbuh dengan optimal jika suhu rata-rata setiap harinya kurang lebih 25 derajat Celsius. Kelembaban udara yang dibutuhkan sedikit karena semangka sangat tumbuh dengan optimal jika kondisi kering. Tanaman emangka dapat dikembangkan melalui sistem hidroponik. Beberapa hal yang dilakukan dalam pelaksanaan hidroponik tanaman semangka yakni memilih bibit, menyediakan media tanaman, penyemaian, penanaman, pemeliharaan, dan sampai pemanenan.

a. Pemilihan bibit

Pemilihan bibit dilakukan untuk mendapatkan benih yang berkualitas unggul yang memiliki ciri mutlak yakni warnanya yang hutam mengkilap dan kualitasnya licin. Benih harus terhindar dari hama dan kerusakan atau cacat. Sebelum melakukan penanaman benih yang berbentuj buah mesti direndam terlebih dahulu. Benih yang mengambang di air merupakan jenis yang kualitasnya kurang sempurna.

b. Penyediaan Media Tanam

Penyediaan media tanam atau sarana tanam dalam melakukan penanaman semangka metode hidroponik harus memperhatikan banyak kebutuhan bahan dan alat, diantaranya timer untuk waktu, pipa paralon yang berguna untuk sistem instalasi, drum plastik yang digunakan untuk menadah air dan juga mesin pompa yang digunakan untuk akuarium. Tidak lupa gabus atau stereo form dan talang air dalam instalasinya. Sistem irigasinya dapat dipilih dengan beberapa sistem diantaranya Aeroponik, NFT, DRIP, tetes dan yang lainnya. Sistem tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan yang berbeda, untuk itu harus disesuakan dengan kebutuhan dalam menanam tanaman semangka menggunakan metode hidroponik (Supriadi, 2016).

c. Penyemaian

Penyemaian merupakan proses lanjutan setelah penyiapan benih yakni harys mempersiapkan gabus atau kapas yang sudah basah oleh air. Benih semangka direndam dan dapat memanfaatkan cairan fungisida sekitar 2 sampai 4 jam. Jika sudah dilakukan perendaman maka benih dapat langsung dilakukan penyemaian dalam tanah terlebih dahulu menggunakan polybag. Setelah berhari-hari akan membentuk tubas dan membentuk akar-akar dan langsung dipindahkan ke dalam sekam. Hal ini memiliki manfaat yakni dapat mengalami pertumbuhan dengan cepat dan ditambahkan vitamin tumbuhan. Pemeliharaan dalam sekam dilakukan sampai 2 minggu hingga tanaman semangka memiliki akar banyak dan tanaman bertambah besar.

d. Penanaman

Tahap penanaman merupakan proses pemindahan tanaman semangka yang sudah memiliki akar banyak dan kuat ke metode hidroponik. Tahap ini membutuhkan tingkat kehati-hatian yang snagat tinggi agar tanaman tidak mengalami kerusakan. Langkahnya yakni saat awal memilih tanaman semangka harus tanaman yang sudah mengeluarkan daun sekitar 3 hingga 4 tali dan akar yang tidak sedikit. Setwlah dipilih langsung memindahkan kedalam media tanam hidroponik yang sudah disiapkan. Menggunakan trik aliran otomatis saat memberikan pupuk atau zat makanan terhadap tanaman yang awalnya telah dirangkai dengan timer. Pemberian gizi atau nutrisi ini harus dilakukan secara teratur agar hasil pemanenan maksimal.

e. Pemeliharaan

Tahap pemeliharaan tumbuhan semangkat hidroponik harus menjaga air pada tanaman yang harus dalam keadaan steril dan bersih. Jika terdapat gulma ataupun lumut yang berada pada daerah pipa harus langsung dibersihkan.

f. Pemanenan

Pembudidayaan tanaman semangka dengan metode hidroponik dapat dilakukan pemanenan sesudah menginjak umur 2 hingga 3 bulan sejak dilakukan penanaman dengan metode hidroponik. Cara panennya dipetik langsung atau dipotong dengan membuat bidang tangkainya. Keunggulan dalam metode hidroponik sangat banyak dibanding metode konvesional. Salah satunya lahan yang digunakan sangan sedikit jadi sangat menghemat lahan dan dapat dilakukan dimana saja. Metode tanam dengan sistem hidroponik dalam menanam semangka sarana yang dilakukan baiknya pemanfaatan sistem tetes namun disesuaikan dengan kenyamanan dan keinginan masing-masing.

Hal penting yang wajib diperhatikan dalam menanam tanaman semangka dengan hidroponik adalah pemilihan sistem hidroponik dan juga pemcampuran dalam pembuatan media tanam. Sistem yang cocok untuk digunakan pada budidaya tanaman semangka yakni siatem tetes karena pronsip kerja dari sistem ini meneteskan nutrisi kepada tanaman dengan tepat di bagian akar, jumlahnyapun dapat diatur agar secukupnya, dan juga akar tidak direndam secara penuh sehingga serapan nutrisi dapat berjalan dengan optimal. Pada sistem ini kelembaban juga tidak tinggi yang dapat membuat akar tumbuh dengan baik serta menekan adanya jamur. Sementara itu jika menggunakan sistem lain maka tanaman akan memiliki kelembaban tinggi dan hasilnya kurang maksimal bahkan bisa terjadi pembusukan pada akar, batang, dan buah. Maka dari itu budidaya tanaman semangka menggunakan sistem tetes dengan duck bucket. Pembuatan mendia tanam hidroponik dengan sistem tetes yakni pencampuran arang sekam dan hidraton serta mencampurkan bahan tambahan pasir atau pecahan genteng dan batu bata agar mendapatkan hasil optimal karena berguna untuk menopang perakaran agar mudah mengikat nutrisi yang dijalankan dengan sistem tetes tersebut (Adi, 2017).

Sumber Referensi

  • A, Ramadhani. 2014. Morfologi Semangka. Terdapat pada repository.uin-suska.ac.id › …PDF9 (diakses pada 25 Desember 2020, pukul 20.44 WIB)
  • Adi. 2017. Membuat Media Tanam Hidroponik Untuk Budidaya Semangka. Terdapat pada https://thehijau.com/membuat-media-tanam-hidroponik-untuk-budidaya-semangka/2/ (diakses pda 25 Desember 2020, pukul 23.55 WIB)
  • R, Indriani. 2017. Tanaman Semangka. Terdapat pada eprints.undip.ac.id (diakses pada 25 Desember 2020, pukul 23.01 WIB)
  • Supriadi. 2016. Botani Tanaman semangka. Terdapat pada http://repository.uma.ac.id/bitstream/123456789/639/5/118210077_file5.pdf (diakses pada 25 Desember 2020, pukul 20.31 WIB)
  • Utari D. K, Sukarsa, & Pudji W. 2017. Keanekaragaman Kultivar Semangka [Citrullus lanatus. Terdapat pada https://journal.bio.unsoed.ac.id/index.php/scribio/article/download/380/pdf (diakses pada 25 Desember 2020, pukul 21.33 WIB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *