Tanaman Sawi Pagoda (Brassica narinosa L)

Gambar 1. Sawi Pagoda (Brassica narinosa L) (Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Sawi_Pagoda.jpg)

Tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa L) merupakan salah satu jenis sayuran sawi yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Sawi Pagoda pagoda (Brassica narinosa L) memiliki daun berwarna hijau pekat, banyak mengandung vitamin, mineral, dan serat. Menurut Balitbangtan, (2018) sayuran yang berwarna didalamnya mengandung zat-zat penting yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Menurut Wikipedia, (2020) bahwa tanaman ini berasal dari tiongkok yang lebih dikenal dengan nama lain Ta Ke Chai dan Tatsoi.

Jenis sayuran ini tidak banyak di pasaran, berbeda dengan tanaman sawi lainnya seperti caisim dan sawi hijau,  padahal jenis Sawi ini mempunyai potensi besar dan prospek yang bagus untuk dikembangkan khususnya di Indonesia. Jadi, produksi sawi pagoda di Indonesia perlu dikembangkan lagi, karena lahan dan tanah di Indonesia ini sangat cocok dan baik bagi pertumbuhan  Sawi Pagoda itu sendiri yaitu jenis tanah yang gembur dan berhumus serta memiliki kelembaban tanah yang optimal.

Jika penanaman dilakukan di media tanah, pemupukan Sawi Pagoda biasanya menggunakan pupuk jenis kompos dan pupuk kandang. Tetapi bisa juga menggunakan pupuk NPK (pupuk organik cair).

 

Taksonomi Sawi Pagoda (Brassica narinosa L)

Secara Taksonomi, Sawi Pagoda termasuk ke dalam Kingdom Plantae, Divisi Angiospermae, dan Sub Divisi Eudicots, Kelas Rosids,  Sub Kelas Brassicales, Family Brassicaceae, Genus Brassica, dan nama Spesiesnya atau nama Latinnya Brassica narinosa L.

Morfologi Sawi Pagoda (Brassica narinosa L)

 

  1. Akar

Sawi Pagoda (Brassica narinosa L) memiliki perakaran tunggang dan memiliki akar yang bercabang dengan bentuk bulat panjang dan menyebar ke seluruh arah sampai kedalaman kurang lebih 30-50 cm. Akar pada Sawi Pagoda berfungsi untuk menyerap air dan zat-zat makanan dari dalam tanah. Akar tunggang pada Sawi Pagoda juga berfungsi untuk menguatkan tumbuhnya tanaman.

  1. Batang

Batang pada Sawi Pagode sendiri memiliki bentuk yang pendek dan beruas-ruas sehingga batang sawi ini tidak terlihat jelas. Batang ini sendiri berfungsi sebagai pembentuk dan penopang daun. Batang Sawi Pagoda memiliki warna hijau muda.

  1. Daun

Tanaman sawi pagoda memiliki daun berbentuk flat yang dekat dengan tanah, memiliki warna hijau tua, teksturnya lunak, serta daun yang berbentuk seperti sendok.

  1. Bunga

Sawi Pagoda memiliki struktur bunga yang tersusun dalam tangkai bunga yang bercabang dan pertumbuhannya memanjang. Satu bunga Sawi Pagoda memiliki empat helai kelopak daun, empat helai mahkota bunga yang berwarna kuning. Serta memiliki empat helai benang sari dan satu buah putik (Cahyono, 2003). Daun dan bunga Sawi Pagoda memiliki  rasa manis dan sedikit pedas.

  1. Biji

Biji Sawi Pagoda berbentuk bulat, kecil, dan berwarna cokelat kehitaman. Memiliki ciri-ciri mengkilap, permukaannya licin, dan memiliki tekstur yang keras. Biji Sawi Pagoda ini masih serupa dengan jenis biji sawi lainnya.

Gambar 2. Biji Sawi Pagoda (Brassica narinosa L) (Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Benih_Sawi_Pagoda.jpg )

Syarat Pertumbuhan Tanaman Sawi Pagoda :

  • Tanah yang pas untuk budidaya Tanaman Sawi Pagoda adalah jenis tanah yang cukup lembab, gembur, berhumus, subur, serta pembuangan airnya baik.
  • Kebutuhan pH tanah yang optimal untuk pertumbuhan Sawi Pagoda ini  yaitu pH 6 – 7.
  • Tanaman sawi pagoda membutuhkan hawa yang sejuk pada suhu 10°C- 25°C, dan tumbuh optimal pada suhu 18° C dengan ketinggian tempat mulai 500-1200 mdpl.
  • Kebutuhan Kelembaban yang optimal bagi tanaman untuk dibubidaya yaitu 80% sampai 90% .
  1. Hidroponik

Hidroponik adalah teknologi cara bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, menggunakan air baku yang diberi larutan nutrisi. Kelebihan tanaman yang dihasilkan dari hidroponik memiliki kualitas baik yang dapat terlihat dari segi warna, bentuk, ukuran dan rasa, tidak tergantung musim dapat dilakukan penanaman berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan, tentu hemat tenaga karna tidak menggunakan media tanah untuk menanamnya, mudah untuk mengendalikan hama dan gulma.

Beberapa faktor penentu keberhasilan dari bertanam hidroponik adalah pemberian nutrisi yang sekaligus dapat dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan yaitu dengan melihat hasil dan kualitas hasil tanaman. Menurut Park and Murray (2011), pemberian larutan hara pada teknologi ini akan mempengaruhi organ-organ pada tanaman yang diberikan secara menyeluruh.

Sistem bertanam hidroponik memiliki beberapa sistem tanam, diantaranya adalah sistem rakit apung. Penggunaan cara ini karena lebih mudah dan praktis untuk dilaksanakan. Caranya sangat mudah,  hanya dengan meletakkan tanaman yang ingin ditanam di atas media air dengan bantuan styrofoam untuk wadah dan tempat lubang tanam. Sistem hidroponik berikutnya yaitu Sistem Wick dengan metode tanaman diletakan pada suatu wadah yang akan digunakan untuk menyimpan air nutrisi yang akan diberikan kepada tanaman. Dan ada banyam sistem hidroponik lainnya.

  1. Hidroponik yang Tepat Untuk Tanaman Sawi Pagoda

Sawi Pagoda adalah salah satu jenis sawi yang unik bentuk fisiknya serta kandungan-kandungan zat yang sangat penting bagi tubuh manusia. Harga jual Sawi Pagoda di pasaran lebih mahal dari jenis sawi lain nya atu bisa juga disebut tanaman high cost. Jadi membudidayakan Sawi Pagoda dapat dijadikan peluang bisnis yang sangat bagus.

Untuk membudidayakan tanaman Sawi Pagoda ini dapat menggunakan sistem-sistem hidroponik. Sistem hidroponik yang dianjurkan untuk tanaman ini adalah sistem NFT (Nutrient Film Technique). Sistem NFT ini selain mudah mengaplikasikannyaserta praktis, Sistem ini juga membuat tanaman ini mendapatkan nutrisi yang mencukupi dan mudah diserap oleh akar tanamannya. Air tersirkulasi selama 24 jam dengan bantuan listrik jadi nutrisi selalu tercukupi untuk tanaman.

Adapun langkah-langkah menanam Sawi Pagoda menggunakan sistem hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) sebagai berikut:

Gambar 3. Rockwool ( Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Rockwool_4lbs_per_ft3_fibrex5.jpg )
  1. Langkah pertama, siapkan alat-alat dan bahan seperti rockwool, benih tanaman Sawi Pagoda, Alat pelubang rockwool, air, sistem NFT, netpot, nutrisi yang akan dipakai untuk sayuran, Nampan plastik dan TDS meter.
  2. Langkah kedua, rockwool dipotong kubus dengan ukuran 2cm x 2cm x 2cm dan berilah 1 lubang tanam pada ­rockwool dengan alat pelubang.
  3. Langkah ketiga, masukan satu benih pagoda untuk satu lubang rockwool yang sudah dipotong.
  4. Langkah keempat, Benih yang sudah di semai di rockwool tadi diletakkan di atas nampan. Isilah nampan dengan air secukupnya sampai dalam keadaan kelembaban yang sesuai untuk tanaman.
  5. Langkah kelima, letakkan nampan berisi benih dan air tadi ditempat yang memiliki cahaya yang mencukupi dan terlindung dari hujan.
  6. Langkah keenam, lakukan pengecekan setiap hari dengan menjaga kelembaban rockwool dengan melakukan spray pada benih yang ada di
  7. Langkah ketujuh, setelah benih memiliki daun sejati atau benih tadi sudah memiliki minimal 2-3 daun yang tumbuh, pindahkan bibit ke sistem hidroponik NFT menggunakan netpot berukuran 5cm-7cm. Jarak tanamnya juga diperhatikan yaitu dengan jarak tanam 20cm per lubangnya. Karena kalau tidak diperhatikan akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman tersebut terutama pada proses fotosintesis berlangsung.
Gambar 4. Sistem NFT (Nutrient Film Technique) (Sumber : https://www.faunadanflora.com/cara-menanam-sawi-pagoda-secara-hidroponik-dengan-sistem-nft/ )

Setelah Sawi Pagoda di pindah tanam dapat diberikan nutrisi sayuran yaitu AB mix dengat takaran kepekatan 600 – 800 ppm. Takaran ini dapat meningkat setelah umur tanaman sudah satu minggu yaitu takarannya menjadi 900 sampai 1200 ppm. Lakukan perawatan dan pengecekan tanaman sehari sekali agar terpantau kondisi tanamannya. Pengecekkan yang biasa dilakukan adalah pengecekan hama dan gulma dan pengecekkan suhu dan air nutrisi.

Masa panen Sawi Pagoda kurang lebih saat umur 30 sampai 35 hari setelah tanam. Cara panen tanaman ini sendiri dengan cara sekali cabut atau bisa juga dengan cara perompesan tergantung jenis kebutuhannya.

 

REFERENSI

 

Balitbangtan. 2018. Laporan Kinerja Balitbangtan 2018. Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian.

Hidayati, M. 2009. Sistem Hidroponik dengan Nutrisi dan Media Tanaman Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada . Palu: Program Studi Budidaya Pertanian Universitas Tadulako.

Dewasasri W. 2018. Sawi Pagoda, Sayuran Super Green. http://www.satuharapan.com/read-detail/read/sawi-pagoda-sayuran-super-green diakses 25 desember 2020.

Bayu WN, 2017. Cara Mudah Menanam Pagoda Sistem NFT di http://hidroponikpedia.com/cara-mudah-menanam-pagoda-sistem-nft/

Mutiarawati, L., 2016. Sawi pagoda https://luthfiyyahmutiarawati.wordpress.com /2016/10/31/sawi-pagoda/

Hidroponik DFT (Deep Flow Technique). Jurnal Teknik Pertanian Lampung Vol.3, No. 2: 103- 110.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *