Tanaman Penyerap Polutan Metropolitan

Saat ini pencemaran udara akibat aktivitas manusia di kota-kota besar seluruh dunia sudah melampaui Nilai Ambang Batas (NAB). Nilai Ambang Batas adalah batas konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada dalam udara ambien, udara ambien sendiri merupakan udara bebas dipermukaan bumi pada lapisan troposfir yang dibutuhkan dan berpengaruhi bagi kesehatan umat manusia, makhluk hidup dan unsur lingkungan hidup lainnya.

Menurut National Geographic, polusi udara adalah campuran partikel dan gas yang dapat mencapai konsentrasi berbahaya baik di luar maupun diluar ruangan. Sebagian besar polusi udara yang diakibatkan oleh aktivitas manusia berbentuk serupa debu dengan ukuran yang sangat kecil seperti diameter rambut (partikel) atau bahkan lebih kecil (partikel sangat halus). Partikel ini sangat berbahaya bagi kesehatan pernapasan manusia, karena dapat menyebabkan penyakit seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas), asma, bronkitis pneumonia sampai gangguan pada jandung dan paru-paru.

Selain itu, International Agency for Research on Cancer (IARC) atau Badan Penelitian Kanker Internasionalyang merupakan bagian dari WHO, menetapkan polusi udara masuk kedalam kategori yang sama dengan asap rokok, radiasi sinar matahari dan plotunium sebagai penyebab kanker. Mereka juga menemukan fakta bahwa polusi pada udara adalah salah satu penyebab kanker paling nyata di seluruh dunia.

Polusi udara sering dibedakan menjadi polusi udara dalam ruang dan luar ruang. Kedua kategori polusi tersebut terbukti dan dikaitkan dengan peningkatan resiko kanker paru-paru. Polusi udara luar ruang adalah polusi atau paparan pencemaran yang terjadi diluar ruangan atau bangunan. Sedangkan polusi udara luar ruang adalah paparan partikel karbondioksida, debu, dan polutan lainnya yang terbawa oleh udara dalam ruangan.  Polusi udara luar ruang dapat masuk ke dalam ruangan dengan mebuka jendela, pintu dan ventilasi begitu juga sebaliknya.

Pencemaran udara tidak hanya mengancam kesehatan kita saat diluar ruangan saja, tapi juga saat di dalam rumah. Ada beberapa jenis polutan yang bersarang di dalam ruangan baik di rumah, sekolah, tempat bekerja, tempat ibadah dan lainnya, serta berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

Untuk meminimalisir pencemaran udara, para ilmuwan NASA telah menemukan bahwa beberapa tanaman hias bisa dijadikan senjata ampuh untuk melawan polusi udara dan menjadikan udara di ruangan lebih bersih lagi. Kita juga dapat menanam tanaman tersebut di rumah atau di ruangan yang kita inginkan, karena tidak memakan ruang yang cukup besar. Selain menyerap polutan yang berbahaya tanaman ini juga berguna item penunjang interior dan eksterior rumah yang estetis.

Nah, berikut adalah daftar tanaman hias yang yang bisa kita tanam untuk menyerap polusi udara sekaligus memperindah bagian rumah.

  1. Tanaman LIdah Mertua (Sansevieria)

Tanaman yang bernama Latin Sansevieria bahwa tanaman ini dapat menyerap berbagai racun seperti benzena, formaldehid, dan trihloroetana. Bahkan ia mampu menyerap kurang lebih 107 polutan berbahaya dalam udara. Kemampuan  untuk menyerapnya pun cukup luas. satu tanaman lidah mertua bisa untuk 150 m2 ruangan. Bahan aktif Pregnage dan Glikosid yang terkandung dalam lidah mertua juga bisa menyerap radiasi dari pelaratan elektronik di dalam ruangan. Selain itu tanaman ini juga dapat membantu untuk mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik. Dengan menaruhnya di kamar tanaman lidah mertua ini mengeluarkan oksigen di malam hari sekaligus membersihkan udara dari racun.

Perawatannya sangat mudah, cukup dengan meletakkannya di tempat yang tidak terlalu kering juga tidak terlalu lembab serta menyiramnya secara berkala.

  1. Sri Rejeki (Aglaonema)

Sri rejeki atau aglaonema menjadi salah satu primadona dalam tanaman hias. Berasal dari suku talas-talasan, tanaman penyerap racun ini mampu menghadang berbagai polutan udara diruangan. Penelitian yang dilakukan oleh  FMIPA Universitas Brawijaya Malang, menemukan bahwa tanaman sri rejeki dengan daun minimal 14 helai ditambah tanaman lidah mertua dewasa minimal berdaun 5 helai, dapat menggantikan fungsi dari air purrifer untuk menetralisir kandungan berbahaya di udara.

  1. LIdah Buaya ( Aloe Vera)

Lidah buaya atau Aloe Vera dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan mulai dari perawatan rambut, wajah dan kulit sampai membantu mengatasi masalah pencernaan. Namun sebenarnya, lidah buaya sangat cocok dijadikan tanaman hias dalam atau luar ruangan karena kemampuannya untuk menyerap dan menyaring polutan di udara.

Cara merawatnya pun sangat mudah karena tidak memerlurkan banyak air dan cahaya matahari. Menjadikan tanaman lidah buaya sangat cocok dijadikan sebagai tanaman hias.

  1. Sirih Gading (Epiprenmum aureum)

Meskipun bernama sirih, namun tanaman ini tidak bisa digunakan untuk ‘nyirih’ seperti daun sirih pada umumnya, karen sirih gading merupakan tanaman hias. Tanaman dengan nama Latin Epiprenmum aureum ini memiliki beberapa nama asing yang cukup keren seperti devil’s ivy dan golden photos. Harga Sirih gading cukup murah dan  mudah didapatkan di berbagai pusat penjualan tanaman hias. Walaupun harganya murah, akan tetapi manfaatnya sangat besar karena dapat menyerap formalin dari udara di sekitar rumah.

  1. Bunga Lili (Spathiphyllum Clevelandii)

Tanaman lili khususnya jenis peace lily mampu menyerap serta menetralisir secara efektif senyawa benzena yang terkandung dalam asap rokok serta pada campuran bahan bakar motor. Letakkan satu pot tanaman lili yang telah dewasa dalam ruangan sekitar 8-10 m2 sebagai penyaring dan meminimalisir kandungan berbahaya beberapa di antaranya seperti alcohol, aseton, dan formalin yang banyak ditemui pada alat tulis kantor.

Perawatannya juga tidak rumit, hanya perlu memperhatikan penempatannya. Tanaman ini membutuhkan cahaya dan kelembaban yang tinggi untuk tumbuh dengan subur, serta daunnya perlu sering disemprot dengan air hangat.

  1. Palem Kuning (Chrysalidocarpus)

Tanaman dengan nama ilmiah Chrysalidocarpus ini memiliki kemampuan menyerap jumlah racun relatif lebih banyak dari tanaman lainnya. Sebut saja karbon monoksida, formaldehida, benzena, xylene, trikloroetin, dan juga ammonia. Kita dapat mengenali tanaman ini dari daun serta batangnya yang condong bewarna kekuningan lebih lagi ketika terkena sinar matahari. Palem kuning sebenarnya dapat tumbuh tinggi sampai 6 m. Walaupun seperti itu, palem kuning tetap cocok untuk dijadikan tanaman indoor asalkan ditempatkan dimedia yang pas.

Itulah beberapa tanaman yang mampu menetralisir serta menyerap polutan yang ada di dalam udara. Dan masih banyak lagi tanaman yang mempunyai kemampuan menyerap polusi misalnya bunga krisan, palem bambu, anggrek bulan, dan lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.bmkg.go.id/kualitas-udara/informasi-partikulat-pm25.bmkg#:~:text=Nilai%20Ambang%20Batas%20(NAB)%20adalah,baru%20dimulai%20sejak%20tahun%202015

Arum Sutrisni Putri. (2020, 17 Januari). Pencemaran Udara: Pengertian dan Jenis. Diakses pada 14 November 2020, dari https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/17/070000969/pencemaran-udara–pengertian-dan-jenis?page=all#page2

Amedeo D’Angiulli. (2019, 22 Oktober). Polusi udara di kota-kota besar di dunia berpengaruh pada penurunan kognitif anak, Alzheimer, dan kematian. Diakses pada 14 November 2020, dari https://theconversation-com.cdn.ampproject.org/v/s/theconversation.com/amp/polusi-udara-di-kota-kota-besar-di-dunia-berpengaruh-pada-penurunan-kognitif-anak-alzheimer-dan-kematian-125344?amp_js_v=a2&amp_gsa=1&usqp=mq331AQFKAGwASA%3D#aoh=16053483386512&amp_ct=1605348344966&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=Dari%20%251%24s&ampshare=https%3A%2F%2Ftheconversation.com%2Fpolusi-udara-di-kota-kota-besar-di-dunia-berpengaruh-pada-penurunan-kognitif-anak-alzheimer-dan-kematian-125344

Redaksi Halodoc. (2019, 4 Februari). Cari Tahu tentang Polutan Penyebab Kanker. Diakses pada 14 November 2020, dari https://www.halodoc.com/artikel/cari-tahu-tentang-polutan-penyebab-kanker

Tiara Syahra Syabani. (2020, 14 Agustus). 12 Tanaman Penyerap Racun Asap Rokok Yang Cantik Dan Memukau. Diakses pada 14 November 2020, dari https://www.99.co/blog/indonesia/tanaman-penyerap-racun/

Elmi Rahmatika. (2020, 13 Juni). 13 Tanaman Hias Penyerap Racun Udara Ruangan Yang Wajib Dimiliki Di Rumah. Diakses pada 14 November 2020, dari https://www.99.co/blog/indonesia/tanaman-hias-penyerap-racun/

Hestianingsih. (2019, 29 Desember).15 Tanaman Hias untuk Sedot Racun Udara, Bikin Rumah Lebih Sehat. Diakses pada 14 November 2020, dari https://wolipop.detik.com/home/d-4838959/15-tanaman-hias-untuk-sedot-racun-udara-bikin-rumah-lebih-sehat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *