Tanaman Paprika (Capsicum Annuum L)

Gambar 1. Tanaman Paprika (Sumber : https://www.kampustani.com/cara-menanam-paprika/)

Tanaman paprika (Capsicum Annuum L) adalah sebuah varietas cabai yang biasanya mempunyai bentuk yang tidak sama dengan cabai lain. Paprika berbentuk seperti buah kesemek yang besar (W.D Herawati, 2012). Tanaman paprika ini merupakan tanaman yang umumnya digunakan untuk penyedap dari bahan masakan. Tanaman paprika memiliki berbagai zat atau kandungan gizi yang relatif tinggi. Zat atau kandungan gizi tersebut diantaranya vitamin A, vitamin B, vitamin C, protein, karbohitrat dan lemak serta zat mineral yang terdiri dari zat Fe, P, K dan Ca.

Tanaman paprika pada dasarnya tidak pedas dibandingkan dengan cabai. Hal ini dikarenakan paprika tidak memiliki zat kapsaisin yang ada pada cabai sehingga rasa paprika tidak pedas, bahkan lebih cenderung manis. Tanaman paprika memiliki berbagai macam warna seperti hijau, merah bahkan kuning. Warna ini dipengaruhi oleh varietas tanaman yang akan ditanam.

Klasifikasi tanaman Paprika (Capsicum Annuum L)

Berdasarkan klasifikasinya, paprika (Capsicum Annuum L) merupakan tanaman yang tergolong kedalam family Solanaceae. Klasifikasinya dapat dilihat sebagai berikut :

Divisio            : Spermatophyta

Sub division    : Angiospermae

Kelas               : Dicotyledoneae

Ordo                : Solanoles

Family             : Solanaceae

Genus              : Capsicum

Spesies            : Capsicum annuum

Varietas           : Grossum

Dalam hal ini, paprika yang dikenal banyak orang diantaranya paprika merah, kuning serta paprika hijau. (Hilmi Nurcahya, 2013)

Morfologi

            Morfologi yang terdapat pada tanaman paprika (Capsicum Annuum L) dapat dilihat dari  batang, daun, bunga, buah, biji serta akar.

Gambar 2. Morfologi Tanaman Paprika (Sumber : https://id.depositphotos.com/vector-images/internode.html)

  1. Batang

Paprika mempunyai batang yang berkayu dan juga keras. Batang paprika juga memiki sebuah percabangan beruas-ruas dan pada ruas ditumbuhi oleh daun serta tunas, batang paprika halus, bulat serta berwarna hijau gelap.

2. Daun

Daun yang terapat pada paprika berbentuk bulat serta pada ujung nya runcing dan tepi daunnya rata. Bentuk daun nya umumnya lebih besar dibandingkan dengan daun cabai.

3. Bunga

Bunga yang ada pada paprika adalah bungga yang tunggal dan berbentuk seperti bintang dengan mahkota pada bunga yang memiliki warna putih. Bunga paprika ini dapat melakukan penyerbukan dengan sendirinya dan juga dapat melakukan penyerbukan silang.

4. Buah

Buah pada paprika yang dihasilkan melalu penyerbukan memiliki ukuran, warna serta bentuk yang berbeda-beda.

5. Biji

Biji yang dihasilkan oleh paprika adalah memiliki bentuk yang bulat pipih dan warnanya putih kekuningan. Biji paprika ini umumnya memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan biji cabai serta jumlah biji yang dihasilkan lebih sedikit dibandingkan cabai.

6. Akar

Akar yang dimiliki paprika adalah akar tunggang dimana akar tersebut mengalami pertumbuhan lurus menuju pusat bumi serta serabut pada akar yang akan tumbuh akan mengalami penyebaran ke arah samping. (Hilmi Nurcahya. 2013).

Hidroponik

            Hidroponik adalah cara untuk melakukan budidaya pada tanaman yaitu dengan memanfaatkan air yang sebelumnya dilakukan pelarutan pada nutrisi yang akan dibutuhkan oleh tanaman serta sebagai media atau tempat tumbuh tanaman yang digunakan untuk mengganti peran tanah sebagai tempat tumbuhnya. Konsentrasi sebuah larutan nutrisi yang ada pada sistem hidroponik harus dapat dipertahankan kuhusnya pada tingkat yang telah ditentukan supaya dalam pertumbuhan serta produksi dari tanaman menjadi optimal optimal (Istiqomah, 2006).

Hidroponik merupakan salah satu alternative pilihan untuk masyarakat yang memiliki lahan yang terbatas. Hidroponik dalam pembuataanya juga dapat dilakukan pada lahan yang kesuburan tanahnya rendah. Komoditas yang dapat dijadikan pilihan pada budidaya hidroponik adalah seperti seperti selada keriting hijau, endieve, lollo rossa, selada keriting merah, butterhead, packcoy, christine, selada, monde dan masih banyak yang lainnya. (Herwibowo dan Budiana, 2014).

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan permintaan paprika maka banyak masyarakat yang berbondong-bodong untuk melakukan budidaya pada tanaman paprika ini. Budidaya yang dilakukan dengan menggunakan berbagai macam cara yaitu ada yang dengan hidroponik, naman dilahan yang kosong dan lain sebagainya.

Sistem Hidroponik dan Penanaman Paprika (Capsicum Annuum L)

  1. Sistem Hidroponik Irigasi Tetes

            Budidaya pada tanaman paprika dilakukan dengan menggunakan sistem irigasi tetes. Irigasi tetes adalah salah satu metode hidroponik yang dilakukan dengan cara melakukan pemberian air yang dilakukan penetesan melalui pipa-pipa yang terdapat di sepanjang atau tanaman. Hal ini dilakukan dengan hanya membasahi daerah perakaran saja. Sistem ini digunakan karena memiliki keuntungan yaitu pemberian akan air yang dicampur dengan pupuk yang telah dilarutkan akan menjadi efisien. (Hakim dkk, 2005).

Irigasi tetes memiliki tujuan yaitu untuk memenuhi kebutuhan air dari  tanaman yang dilakukan dengan tidak membasahi seluruh tanah dan dapat mereduksi kehilangan air yang akibatkan proses penguapan yang berlebihan, mengurangi sebuah limpasan, mengurangi atau menekan pertumbuhan dari gulma serta pemakaian airnya menjadi lebih efisien (Hansen, 1979).

Sistem irigasi tetes ini mepunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan sistem irigasi yang lainnya. Antara lain :

  1. Membuat proses pertumbuhan tanaman menjadi lebih efisiensi pada irigasi tetes yang cenderung tinggi apabila dilakukan perbandingan dengan system irigasi yang lainnya. Air yang diberikan pada tanaman awalnya akan dilakukan penentuan kecepatannya serta air yang diberikan hanya pada zona daerah perakaran pada tanaman sehingga dapat mengurangi penetrasi dari air yang berlebihan, limpasan permukaan dan evaporasi.
  2. Dapat mencegah ari timbulnya sebuah penyakit leaf burn (daun terbakar), hal ini dikarenakan hanya pada daerah perakaran saja yang dibasahi sedangkan bagian daerah yang lain pada dibiarkan pada kondisi kering.
  3. Dapat meminimalisir akan adanya hama yang akan membawa penyakit pada tanaman seperti datangnya gulma dikarekan tanah terlalu basah yang diakibatkan oleh sistem irigasi tetesnya.. (Keller dan Bliesner, 1990).

 

EC dan pH Larutan Pupuk

Sistem irigasi tetes yang diterapkan pada paprika tentunya harus memperhatikan faktor-faktor penting yang diantaranya adalah derajat keasaman (pH) larutan dan daya hantar listrik (EC). Adapaun hal yang butuh dan sangat perlu untuk perhatikan ialah:

a. pH air serta larutan pupuk yang diberikan pada tanaman paprika yaitu sebesar kisaran 5,8. Jika pH yang ada diperoleh < 5,8 maka dilakukan penaikan dengan menggunakan KOH dan apabila pH air > 5,8 maka dilakukan penurunan dengan menambahkan Asam Nitrat (HNO3)

b. Besarnya nilai EC pada larutan pupuk yang digunakan pada tanaman paprika adalah sebesar 2,0 – 2,5.

Pupuk untuk Tanaman Paprika

Penggunaan pupuk juga penting pada pertumbuhan tanaman paprika ini. Pupuk yang biasanya digunakan pada sistem hidroponik adalah pupuk AB Mix dimana pupuk ini terdiri dari campuran pupuk A dan juga pupuk B. Kedua Pupuk ini dapat diperoleh di pasaran yang sudah dikemas dalam bentuk yang siap pakai. Pupuk A dalam hal ini mengandung unsur yaitu Kalsium (Ca). Sedangkan pupuk B mengandung unsur Sulfat (S) dan Fosfat (P). Kedua pupuk yang ada dilarutkan pada masing-masing wadah dimana pelarutan dilakan dengan melakukan penambahan air. Masing-masing pupuk yang sudah dilarutkan kemudian akan dilakukan pencampuran sehingga akan tercipta pupuk AB Mix yang siap untuk digunakan.

Paprika merupakan tanaman yang memiliki beberapa kandungan yang salah satunya adalah kandungan antioksidan yaitu capsiate. Studi yang dilakukan oleh Catholic Research Institute of Medical Science, kandungan capsiate merupakan kandungan yang sangat baik untuk menangkal  dari radiasi sinar UVB yang sinar tersebut bisa menyebabkan kulit menjadi hitam / gosong serta dapat mencegah penyakit peradangan pada kulit. Selain itu, paprika juga memiliki sebuah kandungan vitamin yang sangat baik untuk kesehatan. Paprika juga memiliki manfaat lain yaitu baik untuk mencegah sebuah penyakit jantung koroner, stroke, diabetes militus serta kanker. (Lanny Lingga, 2012).

Paprika yang umumnya memiliki banyak manfaat tersebut menjadikan paprika banyak diminati oleh berbagai elemen masyarakat. Banyaknya permintaan akan paprika ini menyebabkan masyarakat juga banyak yang melakukan budidaya tanaman terhadap paprika ini karena selain sangat baik untuk kesehatan, harga jual paprika juga cukup tinggi.

 

DAFTAR PUSTAKA

Hakim, N ; dkk. 1986. Dasar – Dasar Ilmu Tanah. Unila Press : Lampung.

Hansen, V. E., O. W. Israelsen, dan G. E. Stringham. 1979. Irrigation Principles and Practices. New York. John Wiley and Sons

Herawati, W.D., 2012. Budidaya Sayuran. Javalitera, Jogyakarta.

Herwibowo, K.,Budiana, N. S., 2014. Hidroponik Sayuran untuk Hobi dan Bisnis. Jakarta: Penebar Swadaya.

Istiqomah., S., 2006. Menanam Hidroponik. Azka Press. Jakarta

Keller, J., & Bliesner, R.D. 1990. Springkler and Trickle Irrigation. New York. Van Nostrand Reinhold.

Lingga, Lanny, 2010 Cerdas Memilih Sayuran. ArgoMedia Pustaka, Jakarta

Nurcahya, Hilmy, 2013. Panduan Budidaya Paprika di Berbagai Media Tanam. Pustaka Baru Press, Yogyakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *