Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L.)

http://cybex.pertanian.go.id/xms/files/1/201912/0bfe7ba176cc6e9f13d4996c4073c7a1.jpg Gambar 1. Batang Tanaman Okra (Sumber: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/86786/BUDIDAYA-OKRA—TANAMAN-INDEGENOUS-DARI-KECPALANGGA/, 2019)

Tanaman okra merupakan sayuran yang bernama latin Abelmoschus esculentus (L.). Saat ini tanaman okra telah banyak dikembangkan di berbagai negara tropis maupun subtropis. Okra bisa dijadikan sayur, bisa direbus, digoreng, diiris, atau dimakan langsung. Kadar air buah okra muda 85,70%. Protein 8,30%; lemak 2,05%; 1,4% karbohidrat dan setiap 100 gram mengandung dan 38% kalori (Nadira dkk., 2009). Klasifikasi tanaman okra adalah sebagai berikut:

Kingdom : Plantae, Divisi : Magnoliophyta, Kelas : Magnoliopsida, Ordo : Malvales, Famili : Malvaceae, Genus : Abelmoschus, Spesies: Abelmoschus esculentus

Hidroponik adalah suatu cara bercocok tanam dengan menggunakan air atau larutan mineral yang dibutuhkan oleh tumbuhan tanpa menggunakan media tanah.  Ada berbagai macam jenis atau sistem hidroponik diantaranya NFT singkatan dari Nutrient Film Technic, DFT atau deep flow technique, sistem rakit apung, sistem wick, sistem tetes atau drip, DBS atau dutch bucket system, sistem autopot, sistem pasang surut, dan yang lainnya. Dalam memilih sistem hidroponnik yang cocok untuk suatu tanaman, maka perlu mengetahui karakteristik serta morfologi tanaman yang akan dibudidayakan  karena akan mempengaruhi produktivitas hasilnya khususnya dalam artikel ini yaitu tanaman okra.

Morfologi tanaman okra ini meliputi akar, batang, daun, bunga, dan biji serta buahnya. Tanaman okra memiliki akar tunggang dan rambut-rambut pada bagian akarnya. Penetrasi akar tanaman relatif dangkal, yaitu kedalaman 30-60 cm, kedalaman tersebut menjadikan tanaman ini peka terhadap kekurangan air dan kelebihan air. Tanaman okra membutuhkan banyak air, tetapi tidak dengan air yang menggenang.

Tanaman okra memiliki bentuk batang yang sangat unik serta jenis batang yang sangat menarik. Meski batang ini terlihat menarik, batang tanaman okra tidak terlalu bercabang. Batang tanaman okra ini lembut dan dapat tumbuh hingga ketinggian sekitar 1 hingga 2 meter. Umumnya, meski batang tanaman okra dapat tumbuh tegak, batang tanaman okra memiliki batang yang tidak terlalu bercabang. Selain itu warna batang tanaman okra ini sangat unik dan berbeda dengan batang tanaman lainnya. Warna batang tanaman okra terlihat indah, dengan warna hijau kemerahan.

Sedangkan morfologi daun tanaman okra memiliki bentuk yang unik dan berbeda dengan beberapa tanaman lainnya. Ini karena morfologi daun tanaman okra berbentuk menjari. Umumnya ukuran daun tanaman okra cukup lebar dibandingkan jenis tanaman lainnya. Daun tanaman okra memiliki tangkai daun yang panjang. Diperkirakan ukurannya bisa mencapai sekitar 10 hingga 25 cm. Daun tanaman okra merupakan daun berbentuk lima jari dengan sistem pertulangan daun yang menyirip (santoso, 2016).

Gambar 2. Daun Tanaman Okra (Sumber: https://www.greeners.co/flora-fauna/okra-dengan-ragam-fungsi-dan-rasa/, 2019)

 

Biasanya tanaman okra ini termasuk dalam kelompok tumbuhan yang hanya memiliki rumah satu. Dalam hal ini, dapat dijelaskan bahwa bunga dari tumbuhan okra hanya menyediakan putik dan benang sari. Ada lima hingga sembilan putik yang dikelilingi oleh banyak benang sari. Bunga tanaman okra hampir sama dengan jenis tanaman lainnya, karena bunga tanaman okra akan muncul di bagian ketiak daun. Kuncup bunga dari tanaman okra akan tumbuh pertama kali pada ketiak ke-6 atau ke-8. Ujung bunga tanaman okra bisa menghasilkan sekitar 10 kuncup bunga. Namun, hal itu jika produksinya baik. Diameter bunganya sekitar 4 sampai 8 cm, serta 5 kelopak bunga berwarna putih kekuningan. Awal pembungaan dipengaruhi oleh genotipe dan faktor iklim (seperti suhu dan kelembaban). Setelah penyerbukan, kelopak dan mahkota bunga akan gugur. Tanaman okra akan terus berbunga dan berbuah untuk jangka waktu terbatas, tergantung pada varietas, musim, kesuburan tanah, dan kelembapan.

Gambar 3. Bunga Tanaman Okra (Sumber: http://firstrowlivefootballstream.blogspot.com/2014/12/klasifikasi-tanaman-sayuran-okra.html, 2015)

 

Biji buah tanaman okra berbentuk bulat, berwarna hitam, dan berwarna coklat saat matang. Biji tanaman okra merupakan sumber minyak potensial dengan kisaran konsentrasi 20-40%, terdiri dari asam linoleat dan 47,7% asam lemak esensial tak jenuh ganda. sedangkan buah tanaman okra berbentuk silinder, memanjang dan berlubang. Buah tanaman okra berukuran panjang sekitar 5-15 cm dan diameter 1-5 cm. Umumnya, warna buah tanaman okra bervariasi karena hanya bergantung pada varietasnya. Ada beberapa macam buah yang berwarna hijau muda, ada juga buah yang berwarna hijau tua dan hijau agak kekuningan.

Buah tanaman okra muda berwarna hijau, ungu kehijauan, dan cokelat saat dewasa. Buah okra memiliki 5-7 ruang untuk penempatan biji secara vertikal. Pemetikan buah secara teratur dapat merangsang pertumbuhan buah selanjutnya. Oleh karena itu, sebaiknya dipanen setiap hari atau dua hari sekali (Ministry of Environment and Forest, 2009). Buah tanaman okra memiliki kandungan α-sellulosa dan hemiselulosa sebanyak 67,50% yang  bermanfaat bagi kesehatan yang dapat mengurangi kadar glukosa sehingga bisa mengatasi diabetes mellitus (Desthia dkk., 2015). Ada berbagai macam manfaat dari buah okra antara lain adalah mencegah gangguan fungsi ginjal, mengatasi asma, menjaga kesehatan ibu hamil, melindungi hati dan jantung, mencegah anemia, menurunkan kolesterol, mencegah penyakit pada sistem pencernaan hingga bersifat anti kanker.

Gambar 4. Buah Tanaman Okra (Sumber: https://thegorbalsla.com/tanaman-okra/, 2020)

 

Tanaman okra membutuhkan area terbuka dan penuh sinar matahari agar bisa berbuah banyak. Umumnya okra yang ditanam di tempat teduh akan sulit berbuah banyak, karena pembentukan polong okra memerlukan fotosintesis. Tanaman okra dapat ditanam pada semua musim baik musim hujan maupun kemarau, namun okra tidak dapat menahan genangan air, sebaliknya okra dapat menahan kekeringan. Tanaman okra membutuhkan suhu hangat untuk tumbuh, jika tidak, mereka tidak akan tumbuh kuat dalam waktu lama pada suhu rendah. Suhu optimal yang dibutuhkan adalah 21-30 °C, suhu minimum 18 °C, dan suhu maksimum 35° C.

Okra berperan penting dalam menyediakan karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin. Pentingnya nutrisi yang terkandung dalam buah okra menjadikannya sebagai tanaman yang banyak diproduksi secara komersial. Namun demikian, di beberapa negara tropis, karena kesuburan tanah terus menurun, hasil okra terbaik (2-3 ton/ha) dan kualitas tinggi belum tercapai. Diameter batang tanaman okra akan dipengaruhi oleh jarak tanam dan jumlah pupuk. Tanaman okra yang ditanam dengan jarak tanam yang lebih besar akan lebih mudah menyerap unsur hara dan memanfaatkan energi secara maksimal, yang akan berdampak pada bertambahnya ukuran diameter batang.

Berdasarkan morfologi dan sifat-sifat tanaman okra yang tidak tahan terhadap genangan air maka sistem hidroponik yang baik diterapkan untuk tanaman ini adalah sistem dutch bucket system dengan sistem irigasi tetes, dimana penggunaan air akan efisien dan tidak terlalu menggenangi tanaman. Media tanam yang dipilih ialah rockwool karena mudah didapat. Sistem ini juga sederhana dan relatif murah karena bisa dibuat dengan barang-barang bekas dan peralatan seadanya. Tanaman okra juga menjadi lebih subur karena adanya sirkulasi air dan nutrisi yang memungkinkan terdapat lebih banyak oksigen pada larutan nutrisi tersebut. Pemberian nutrisi dilakukan secara bertahap, dimulai dari konsentrasi rendah sekitar 200 ppm selanjutnya dinaikkan secara bertahap seiring dengan pertumbuhan usia tanaman. Ketika telah berbunga hingga berbuah maka diberi nutrisi dengan konsentrasi sekitar 1.200-1.500 ppm. Pemanenan buah okra dilakukan selagi masih muda atau tidak keras. Usia panen secara hidroponik buah ini lebih pendek dibandingkan dengan yang di tanah.

 

Referensi:

Nadira, S., Hatidjah, B., dan Nuraeni. (2009). Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Okra (Abelmoschus Esculantus) pada Pelakuan Pupuk Dekaform dan Defoliasi. Agrisains Vol. 10 (1).

Ministy of Environment and Forest. (2009). Biology of Okra. India : Department of Biotechnology

Desthia, U. M., U. Yuniarni dan R. Choesrina. (2015). Uji Aktivitas Hipoglikemik Ekstrak Etanol Daun Okra (Abelmoschus Esculentus. L. Moench) Pada Mencit Jantan Galur Swiss Webster dengan Metode Toleransi Glukosa Oral. Prosiding penelitian sivitas akademika. 116-120.

Santoso, H. B. (2016). Organik Urban Farming-Halaman organik minimalis. Yogyakarta. Lilys Publisher

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *