Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L)

Gambar 1. Tanaman Mentimun (Sumber: https://www.kampustani.com/budidaya-mentimun-organik1/ , 2019)

Tanaman mentimun termasuk kedalam jenis sayuran buah. Tanaman mentimun baik untuk dikonsumsi karena mengandung zat protein, saponin, lemak,  fosfor, kalsium, belerang, besi, vitamin B1, A  dan C. Tanaman mentimun juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan dan juga sebagai bahan kosmetik. Secara umum kita mengetahui tanaman mentimun tapi kita tidak mengetahui pasti mengenai morfologi, syarat tumbuh tanaman dan cara pembudidayaan menggunakan sistem hidroponik. Oleh karena itu, artikel ini dimuat untuk membantu mengetahui hal-hal tersebut.

 

 

 

Morfologi Tanaman

Mentimun (Cucumis sativus L) merupakan tanaman yang umumnya dapat dipanen 1-2 kali buah dari satu tanaman. Tanaman ini bersifat menjalar sehingga dibutuhkan tonggak untuk tempat tanaman tersebut menjalar. Berikut adalah morfologi dari tanaman mentimun (Zakiyah, 2019).

1.1       Akar

Jenis akar Mentimun (Cucumis sativus L) adalah akar tunggang dengan bulu  yang terdapat pada akarnya. Akar mentimun memiliki daya tembus yang relatif dangkal dengan kedalaman 30-60 cm. Kemampuan tembus akar yang rendah menjadikan mentimun menjadi tanaman yang peka dengan kekurangan dan kelebihan air

1.2       Batang

Batang memiliki tekstur yang lunak, basah, berbuku-buku dan berbulu. Panjang dari batang mentimun mampu mencapai ketinggian 50 cm -250 cm. Batang utama mampu untuk menumbuhkan cabang

1.3       Daun

Daun mentimun memiliki warna hijau bebentuk bulat lebar dengan ujung daun runcing dan tepi daun bergerigi. Daun tumbuh selang-seling dengan batang. Panjang daun sekitar 7-18 cm dan lebar daun 7-15 cm

1.4       Bunga

Bunga mentimun memiliki bentuk seperti terompet dengan berwarna kuning. Bunga mentimun jantan dengan bunga mentimun betina memiliki letak yang berpisah atau sering disebut dengan tanaman berumah satu. Bunga betina ditandai dengan bakal buah yang membengkak dan berada dibawah mahkota dari bunga, sedangkan bunga berjenis betina bakal buahnya tidak membengkak (Zainal, 2010).

1.5       Buah

Buah mentimun menggantung diantara daun dan batang tanaman. Secara umum buah mentimun berbentuk bulat panjang atau bulat pendek dengan warna hujau keputihan, hijau muda dan hijau tua. Buah mentimun ada yang memiliki bintil-bintil pada permukaannya dan ada juga yang halus.

Gambar 2. Buah Mentimun

(Sumber: https://hellosehat.com/herbal-alternatif/herbal/timun/#gref , 2020)

1.6       Biji

Satu buah mentimun terdapat banyak biji didalamnya. Biji mentimun memiliki bentuk pipih dengan kulit biji berwarna putih, putih kekuningan sampai dengan berwarna coklat. Proses pembudidayaan tanaman mentimun dimulai dari proses penyemaian biji.

 

2.      Syarat Tumbuh Mentimun

Pembudidayaan mentimun (Cucumis sativus L) yang baik  dibutuhkan iklim dengan pencahayaan sinar matahari yang cukup dan diharapka tidak terkena jatuhan air hujan dengan insentisitas tinggi yang dapat menggugurkan bunga sehingga menyebabkan kegagalan membentuk buah. Kelembaban yang diharapkan untuk pertumbuhan mentimun yang baik adalah 50-85 % dengan pH 6-7. Mentimun dapat tumbuh baik dengan temperature 21,1oC – 26,7oC (Capuin Baharudin, 2010). Unsur-unsur nutrisi yang dibutuhkan mentimun untuk mencapai pertumbuhan yang maksimal yaitu Phosphor (P), Nitrogen (N), Magnesium (Mg) dan Kalium (K)  merupakan unsur makro yang dibutuhkan mentimun (Cucumis sativus L.). Unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedang yaitu Mn. Unsur S, Fe, Zn, Co, B, dan Mo merpakan unsur mikronya (Zakiyah, 2019).

 

3.      Budidaya Mentimun dengan Sistem Hidroponik

Pembudidayaan mentimun (Cucumis sativus L) umumnya dilakukan dengan media tanam tanah. Lahan untuk budidaya berupa media tanam tanah tidak selamanya ada disemua daerah dan diperlukannya kontrol lingkungan terhadap tanaman mentimun (Cucumis sativus L). Lahan pertanian yang semakin berkurang karena adanya alih fungsi lahan, sementara kebutuhan akan pangan semakin meningkat sehingga hadirlah hidroponik untuk menjawab permasalahan tersebut. Hidroponik adalah proses pembudidayaan tanpa media tanam tanah dan dapat dilakukan di area yang kecil sekalipun. Hidroponik juga diharapkan mampu sebagai daya tarik kaum milenial untuk bertani modern. Syarat tumbuh mentimun (Cucumis sativus L) seperti yang sudah dijelaskan diatas maka mentimun merupakan jenis tanaman yang memungkinkan untuk di budidaya dengan sistem hidroponik. Selain dengan sistem hidroponik, tanaman ini juga sangat baik dibudidayakan menggunakan konsep greenhouse supaya dapat mengontrol lingkungan dengan baik, terutama untuk menjaga lingkungan tetap lembab dengan pencahayaan yang cukup dan menjaga bunga mentimun agar tidak rontok supaya tidak terjadi kegagalan. Sistem hidroponik yang sesuai adalah dengan sistem DFT (Deep Flow Technique). Sistem DFT (Deep Flow Technique) adalah dengan menggunakan sistem sirkulasi air nutrisi 24 jam dengan membuat genangan minimal ¼ pipa. Genangan tersebut dapat menjaga agar akar tetap tergenang walaupun dalam kondisi mati listrik. Sirkulasi air nutrisi 24 jam diharapkan agar tanaman tetap terjaga dengan kelembaban yang diinginkan melalui perakaran dengan suhu udara dan pencahayaan yang mencukupi. Berikut adalah langkah-langkah penanaman mentimun dengan sistem DFT (Deep Flow Technique) (Bayu, 2018):

3.1       Persemaian

Persemaian dimulai dengan proses pemilihan bibit yang baik, bersih, sehat,  berkualitas dan tahan terhadap jenis penyakit. Pemilihan bibit yang baik akan mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman sedari awal. Pemilihan media persemaian juga harus sesuai, media persemaian yang biasa digunakan adalah rockwollRockwoll yang sudah dilubangi dan diisi dengn benih harus dijaga kelembabannya dan ditempatkan pada lokasi yang mampu dijangkau sinar matahari dengan intensitas yang cukup untuk mempercepat proses perkecambahan.

3.2       Pindah Tanam

Pindah tanam adalah proses memindahkan bibit mentimun dari media semai kedalam instalasi sistem DFT (Deep Flow Technique) dengan bibit dimasukkan terlebih dahulu kedalam netpot yang sudah diberikan kain flanel. Jarak tanam mentimun dalam sistem sistem DFT (Deep Flow Technique) adalah 20 cm sampai 25 cm. Sesaat setelah pindah tanam maka pemberin air nutrisi juga sudah dilakukan. Kriteria bibit mentimun yang sudah siap untuk dipindah tanam adalah bibit timun yang sudah memiliki daun sekitar 3 sampai  daun dan batang daun sudah berdiri kokoh. Proses pindah tana mini disarankan untk dilakukan pada sore hari saat keadaan sejuk.

3.3       Pemberian Nutrisi

Nutrisi diberikan mulai dari proses pindah tanam hingga proses pemanenan. Nutrisi yang digunaka adalah nutrisi AB mix. Pada saat pindah tanam maka nutrisi yang diberikan adlah berkisar 700–800 ppm. Selanutnya, secara bertahap nutrisi dinaikkan menjadi 1000-1700 ppm. Jumlah nutrisi dapat dicek menggunakan TDS meter. Jumlah nutrisi dapat dinaikkan juga apabila tanaman memperlihatkan kriteria mengalami kekurangan nutrisi.

3.4       Pemeliharaan

Pemeliharaan dilakukan dengan cara pengecekan kondisi lingkungan budidaya tanaman dan juga kondisi tanaman itu sendiri. Kondisi yang perlu dicek seperti pH, kelembaban, ppm nutrisi dan karakteristik tanaman. Pengecekan dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kesalahan perlakuan yang dapat merusak tanaman. Kesalahan perlakuan dapat langsung diperbaiki dan apabila ada tanaman yang terlihat terserang penyakit sebiknya secepatnya untuk dipisahkan atau dibuang supaya hama penyakit tersebut tidak menyebar ke tanaman timun yang lain.

3.5       Panen

Pemanenan dapat dilakukan setelah buah mentimun memperlihatkan karakteristik ukuran yang besar dan dengan warna hijau mengkilap. Umur mentimun yang siap dipanen adalah mentimun yang sudah berumur sekitar 60-90 hari. Satu tanaman mentimun dapat menghasilkan 1-2 kali buah panen. Setelah pemanenan yang pertama diharapkan air nutrisi tetap dialirkan supaya tanaman tetap tumbuh dan memberikan pemananen yang kedua.

Gambar 3. Pembudidayaan Mentimun dengan Sistem Hidroponik DFT (Sumber: http://hidroponikpedia.com/budidaya-timun-sistem-hidroponik-dft/ 2018)

 

Sumber Referensi:

Zainal, Muttaqiin. 2010. Pengaruh Hasil Tanaman Mentimun (Curcuma Sativus L.) Dengan Kombinasi Pupuk        Kandang Dengan Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan. Terdapat pada http://etheses.uin-malang.ac.id/1075/ Diakses Rabu, 23 Desember 2020. Pukul 19.25 WIB

 

Zakiyah, Arifatu. 2019. Penggunaan Pupuk Cair Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes (Mart) Solms.) Untuk Peningkatan Pertumbuhan Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.) Var. Roman. Terdapat pada http://eprints.walisongo.ac.id/10404/1/SKRIPI%20LENGKAP.pdf Diakses Rabu, 23 Desember 2020. Pukul 19.15 WIB

 

Abdurrosyid. 2019. Budidaya Mentimun Organik. Terdapat pada https://www.kampustani.com/budidaya-mentimun-organik1/ . Diakses pada Rabu, 23 Desember 2020. Pukul 20.38 WIB

 

Bayu WN. 2018. Budidaya Mentimun Sistem Hidroponik DFT. Terdapat pada: http://hidroponikpedia.com/budidaya-timun-sistem-hidroponik-dft/ . Diakses pada Rabu, 23 Desember 2020. Pukul 22.03 WIB

 

Swari. Risky Candra. 2020. Timun. Terdapat pada https://hellosehat.com/herbal-alternatif/herbal/timun/#gref . Diakses pada Rabu, 23 Desember 2020. Pukul 21.18 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *