Tanaman Labu Kuning (Curcubita Moschata)

Gambar 1. Labu Kuning (Sumber: https://cdn-asset.jawapos.com/wp-content/uploads/2019/05/labu-2-640×447.jpg, 2020)

Labu Kuning merupakan jenis tanaman suku labu-labuan (Cucurbitaceae) dan dapat dijadikan salah satu bahan pagan karena memiliki kandungan gizi yang tinggi, selain itu labu memiliki serat yang halus dan mudah untuk dicerna. Labu Kuning memiliki nilai adaptasi yang cukup baik, sehingga labu kuning dapat ditanaman didaerah manapun, baik untuk daerah dataran rendah atau daerah pada dataran tinggi, akan tetapi labu dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada daerah yang kering degan curah hujan yang sedang dan dapat tumbuh baik diketinggian 800-3000 meter diatas permukaan laut (Tarigan, Dkk. 2018).

 

 

 

 

Morofologi Tanaman Labu Kuning (curcubita moschata)

Biji

Karakteristik pada biji labu kuning merupakan biji berkeping dua, oleh karena itu labu kuning termasuk kedalam kategori tumbuhan dikotil. Biji labu kuning berada di bagian tengah daging buah yaitu pada bagian rongga kosong yang ditutupi oleh lendir-lendir didalamnya. Biji labu kuning memiliki bentuk yang bebeda-besa, terdapat bentuk biji yang bulat hingga lonjong. Biji labu kuning memiliki panjang berkisar diantara 1,4-1,8 centimeter dengan lebar berkisar diantara 0,6-1 centimeter. Biji labu kuning dapat ditentukan berdasarkan bentuk buah labu kuning, jika buah labu berbentuk pir biasanya akan memiliki ukuran biji yang panjang, sedangkan jika labu berbentuk lonjong biasanya akan memiliki bentuk biji yang pendek. Variasi biji dapat dipengaruhi faktor lingkungan yaitu jenis tanah, suhu, iklim, kelembaban, ketinggian tanah.

Gambar 2. Biji Labu Kuning (Sumber: https://reader020.staticloud.net/reader020/html5/20190928/55cf9371550346f57b9d8655/bg4.png, 2020)

Batang

            Karakteristik batang labu kuning dapat dibedakan berdasarkan beberapa karakteristik, berdasarkan warna batang, warna batang labu kuning biasanya memiliki warna hijau tua, dan bentuk batang lau kuning yaitu berbentuk segitiga. Sifat batang labu kuning yaitu berair, permukaan batang labu kuning memiliki permukaan yang kasar. Pertumbuhan pada labu kuning biasanya memiliki tumbuh arah batang yang menjalar. Diameter yang terdapat pada lbu kuning biasanya berbentuk melebar sebab labu kuning biasanya tumbuh baik diaerah dataran yang tinggi atau bersuhu rendah.

Gambar 2. Batang Labu Kuning (Sumber: https://petani.imgix.net/2019/6/25/14/6/1564038367243.jpg, 2020)

Akar

Karakteristik akar labu kuning, labu kuning termasuk kedalam jenis akar tunggang (radix prima) dimana memiliki susuna kar yang memanjang dan kuat pada satu titik. Akar tunggang biasanya tidak bercabang banyak seperti serabut. Akar tunggang pada labu kuning sama halnya dengan tumbuhan berakar tunggang lainnya memiliki sifat sebagai penyimpanan zat cadangan makanan untuk tumbuhan itu sendiri yang kemudian dapat membentuk akar yang istimewa (Furqon, Dkk. 2018).

Gambar 3. Akar Labu (Sumber: https://www.researchgate.net/profile/Tohid_Mahmoudi3/post/Pumpkin_root_fungal_disease/attachment/5ee7cf3b32fcf5000192b772/AS%3A902772887146498%401592249237573/image/Pumpkin+root+fungal+disease.jpeg, 2020)

Daun

Labu kuning memiliki karakteristik daun yaitu berlobus lima dengan variasi warna pada permukaan yaitu berwana hijau polos hingga hijau bertotol putih. Daun labu kuning memiliki bentuk daun bulat, bentuk daun bulat lonjong, bentuk daun bulat oval, bentuk daun melingkar, dan bentuk pir yang berwarna hijau. Daun labu kuning memiliki bentuk segi empat dan bulat cepet hijau dan ornament putih pada bagian tulang daun. Permukaan daun labu kuning tidak memiliki berbagai variasi, karena pada setiap tanaman labu kuning memiliki karakteristik permukaan daun yang tidak merata, tetapi daun tanaman labu kuning memiliki bulu kaku dan daunnya sedikit tajam. Susunan yang biasa terdapat pada labu kuning berbentuk selingan. Daun labu kuning memiliki bentuk tepi daun yang tidak bervariasi, karena labu kuning memiliki bentuk daunt tepi yang tidak merata (Furqon, Dkk. 2018).

Gambar 4. Daun Labu (Sumber: https://cdn.antaranews.com/cache/800×533/2014/08/20140803daun-labu.jpg, 2020)

Buah

Labu Kuning sebelum berkembang menjadi buah maka bentuk sebelumnya adalah bunga. Bunga labu memiliki jumlah 5 benang sari, 3 putik, dan 5 mahkota bunga. Bunga pada labu kuning bersifat unikseksual monoesius, dimana pada satu bunga terdapat dua jenis kelami yaitu jantan dan betina, untuk jenis kelamin jantan tidak bisa membuat bakal buah, sedangkan untuk betina akan membentuk bakal buah yang akan membuat bunga labu berkembang membentuk buah labu (Agrotek, 2019). Buah labu merupakan hasil pemasakan dan perkembangan bunga pada buah labu yang akhirnya berbentuk menjadi buah. Bentuk buah yang telah berkembang dari proses pemasakan memiliki bentuk variasi yang berbeda-beda, secara garis besar bentuk buah labu kuning terdapat menjadi dua yaitu bulat dan lonjong. Bentuk labu kuning jika divariasikan kembali maka akan memiliki 7 variasi bentuk buah labu yaitu berbentuk bulat, berbentuk ceper, berbentuk oval, berbentuk lonjong, berbentuk melintang, berbentuk segiempat dan berbentuk pir. Warna yang terdapat pada buah labu kuning biasanya memiliki warna dari hijau hingga oren dan biasanya buah memiliki bitnik pitih. Tinggi untuk labu kuning biasanya berkisar pada tinggi 13 hingga 23,5 cm. Labu kuning berbentuk bulat merupakan labu kuning yang paling pendek, sedangkan labu bulat lonjong adalah labu kuning yang paling tinggi (Furqon, Dkk. 2018).

Gambar 5. Buah Labu Kuning (Sumber: https://m.andrafarm.com/_andra_farm/gambar_kelompok/a060-3.jpg, 2020)

Syarat Tumbuh Budidaya Labu Kuning

            Labu kuning merupakann jenis tanaman buah menjalar yang berasal dari keluraga labu-labuan. Penanaman labu kuning dapat dilakukan dengan jumlah curah hujan berkisar 700 hingga 1000 mm/tahun, perlu memiliki kelembabab udara kurang lebih pada 75%, pH yang biasa dilakukan untuk penanaman labu kuning berkisar 5,0 hingga 6,5. Tempat ketinggian yang baik untuk penanaman labu kuning berkisar antara 800-3000 meter. Labu kuning perlu lahan budidaya perlu tersedia dengan sinar matahari yang cukup (Subaedah, 2019).

Sistem Hidroponik pada Labu Kuning

            Budidaya berbagai tanaman dizaman sekarang tidak hanya selalu menggunakan dengan media tanah dengan lahan budidaya yang luas untuk penanaman tumbuhan pertanian. Budidaya pertanian sudah dapat dilakukan dilahan yang sempit dengan metode tidak menggunakan tanah. Labu kuning menjadi salah satu jenis tanaman yang bisa menggunakan media penanaman tanpa tanah. Budidaya labu kuning tanpa media tanah salah satunya dapat dilakukan dengan sistem budidaya teknik hidroponik. Hidroponik merupakan suatu metode yang digunakan dalam melakukan budidaya bertani atau menanam dengan memanfaatkan ketersediaan air tanpa media tanah. Sistem hidrponik yang praktis dan mudah dilakukan untuk budidaya tanaman labu kuning salah satunya yaitu sistem hidrponik dutch bucket. Sistem hidrponik ini biasanya menggunakan tetesan air nutrisi yang menetes terus-menerus kedalam bak atau ember tanaman, selanjutnya nutrisi air yang terisi dialiri kembali melalui pipa atau selang menuju ke tempat penampungan air nutrisi dan akan digunakan kembali. Berikut merupakan proses penanaman labu kuning dengan sistem dutch bucket:

Penyemaian:

Penyemaian dilakukan untuk medapatkan bibit yang baik saat akn dipindahkan. Buah labu yang akan dijadikan bibit terlebih dahulu disimpan pada media rockwool. Bibit akan memunculkan 4 daun dan memanjang pada hari pascamai. Bibt pascasemai terlebih dahulu dimasukan kedalam netpot dan meletakkan pada rangkaian tempat hidroponik yang berbentuk pipa dengan diisikan media batu batu krikil. Tidak langsung dipindahkan ke dalam bucket sebab bucket memiliki ukuran yang besar sehingga nutrisi dapat merendam bibit dengan cepat dan pertumbuhan akan melambat (Fadlillah, 2017).

Perpindahan Tempat Tanam:

            Tanaman ketika mulai bertumbuh menjadi besar dan memperlihatkan karakter masing-masing dari tanaman labu yang ditanam, maka dosis nutrisi labu kuning akan berubah. Bibit tumbuh tanaman dipindahkan dari pipa kedalam sistem dutch bucket. Bibit yang dipindahkan biasanya sudah memiliki panjang 25-30 centimeter. Perpindahan yang akan dilakukan maka sistem hidroponik dutch bucket sudah harus tersedia, dimana pada sistem dutch bucket dapat menggunakan 11 wadah dengan lahan yang kecil sekitar 9m2. Selang pada dutch bucket dapat mengalirkan larutan nutrisi dari bak sebesar 80 liter dengan pompa yang dapat menaikkan air hingga ketinggian maksimal 2 meter (Fadlillah, 2017).

Pemeliharaan:

            Pemeliharaan tanaman labu kuning dapat dilakukan dengan melakukan pengecekkan kondisi-kondisi lingkungsn psds tanaman labu kuning. Kondisi lingkungan yang biasa dilakukan adalah pengecekkan kelembaban, suhu, kondisi fisik tanaman, dan pH tanaman, nutrisi, dan air. Pemeliharaan dilakukan untuk mengurangi terjadinya kesalahan yang dapat merusak kondisi tanaman baik pada akar, daun, batang atau buah tanaman. Salah satu kerusakan yang sering terjadi pada tanaman labu adalah daun yang mudah menguning, sehingga daun tersebut perlu dilakukan pemotongan agar bagian lain tidak rentan terkena penyakit yang didapat oleh salah satu daun labu (Fadlillah, 2017).

Konsentrasi Nutrisi:

Sistem dutch bucket untuk labu kuning mengalirkan nutrisi dengan dosis yang tidak berbeda jauh dengan tanaman sawi. Labu kuning pada fase vegetatif hingga berbunga menggunakan konsentrasi nutrisi sebanyak 2500 ppm. Labu kuning ketika sudah memasukin fase generatif yaitu saat jelang berbuah nilai konsentrasi perlu ditingkatkan hingga 3000 ppm. Pemberian nutrisi ini dilakukan agar labu kuning tumbuh dengan baik (Fadlillah, 2017).

Panen:

            Panen dapat diketahui saat tanaman mulai menjalar, maka tanaman mengalami pertumbuhan keatas, dapat menggunakan tali kain yang lembut agar tidak melukai tanaman atau daun. Menjelang akhir bulan keempat, buah sudah mulai dapat dipanen. Panen dapat dilakukan dengan cara memotong bagian batang buah. Umur rata-rata untuk menuai buah labu kuning antara 3 sampai 4 buah per tanaman (Fadlillah, 2017).

 

REFRENSI

Furqan, Muhammad. Suranto. Surgiyanto. 2018. Karakterisasi Labu Kuning (Curcubita moschata) Berdasarkan Karakter Morfologi di Daerah Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek III. ISSN: 2527-533X.

           

Tarigan, Ermina. Dewi, Masytah. Tumiur, Gultom. 2018. Identifikasi Variasi Spesies Labu (Curcubita sp) Berdasarkan morfologi Batang, Bunga, Buah, Biji dan Akar di Kecamatan Lubuk Pakam. Prosiding Seminar Nasional Biologi dan Pembelajarannya.  ISSN 2656-1670.

 

Agrotek. 2019. Klasifikasi dan Morofologi Tanaman Labu. Terdapat Pada:

https://agrotek.id/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman labu/#:~:text=Akar,akan%20berwujud%20akar%20halus%20menyerabut. Diakses pada Kamis, Tanggal 24 Desemeber 2020. Pukul 22.00 WIB.

 

Fadlillah, Umi. 2017. Panen Labu Madu Di Teras. Terdapat Pada: https://thehijau.com/panen-labu-madu-di-teras/. Diakses pada Kamis, 24 Desember 2020. Pukul 19.00 WIB.

 

Subaedah. 2019. Budidaya Labu Kuning. Terdapat Pada:

http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/85293/BUDIDAYA-LABU-KUNING-/.Diakses pada Kamis, 24 Desember 2020. Pukul 23.00 WIB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *