Tanaman Kubis Bunga (Brassica oleracea var. botrytis, L.)

Gambar 1. Kubis Bunga (sumber : http://pertaniankeren93.blogspot.com/2016/06/budidaya-kubis-bunga.html , 2020)

Tanaman Kubis bunga dengan nama latin Brassica oleracea var. botrytis, L. adalah satu dari sekian banyaknya tanaman budidaya yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Kubis bunga merupakan jenis sayuran yang masuk kedalam famili Brassicaceae dimana jenis kol di famili ini memiliki bunga putih yang kecil – kecil. Secara umum masyarakat luas terlebih di Indonesia lebih mengenal kubis bunga dengan nama bunga kol atau kembang kol, dalam bahasa inggis kubis bunga disebut dengan nama cauliflower. Bagian yang dikopnsumsi dari tanaman kubis bunga adalah bagian bunganya yang berwarna putih cerah. Tanaman kubis bunga ini berasal dari daerah eropa tepatnya daerah mediterania.

 

 

 

Nilai gizi yang terkandung di dalam tanaman kubis bunga termasuk yang cukup tinggi di golongan tanaman sayur mayur karena tanaman kubis bunga ini mengandung vitamin A, B3, B5, B6, C selain mngandung vitamin tanamn kubis bunga juga mngandung mineral Ca, K, Fe, Na, P serta serat yang dapat membantu sistem pencernaan manusia dan juga membantu menetralkan asam. Kubis bungan memiliki kemiripan dengan tanaman brokoli, bedanya adalah kubis bunga memiliki kepala bunga yanag banyak, teratur dan juga padat serta berwarna putih. Sama seperti kubis – kubisan yang lainnya, kubis bunga atau kembang kol ini juga banyak mengandung zat antigizi (goiterogen) atau zat yang dapat membangkitakan rasa kembung, sehingga perlu adanya pembatasan pada saat mengonsumsi kubis bunga.

Hidroponik  adalah solusi dari pembudidayaan tumbuh – tumbuhan  di daerah perkotaan dengan lahan yang terbatas, hidroponik ini tidak menggunakan media tanam tanah untuk membudidayakannya  dan  nutrisi untuk tanaman dari sistem hidroponik ini didapat dari  larutan air yang ditambah dengan pupuk seperti abmix. Tanaman kubis bunga ini juga dapat dibudidayakan secara hidroponik. Banyak sistem hidroponik yang dapat digunakan seperti Nutrient Film Technique (NFT), Deep Flow Technique (DFT), dutc bucket, rakit apung, substrat dan lain – lain. Untuk tanaman kubis bunga sendiri sistem yang cocok digunakan adalah sistem DFT atau Deep Flow Technique.

Sistem tertutup yang ada pada sistem budidaya secara hidroponik salah satunya adalah Deep Flow Technique atau yang lebih dikenal dengan sistem DFT, sitem ini bekerja dengan memanfaatkan genangan air pada pipa atau instalasi dan menggunakan pompa air untuk mensirkulasi larutan nutrisi dengan aliran yang pelan selama 24 jam. Untuk mensirkulasikan nutrisi pada sistem hidroponik, digunakan pompa air yang bekerja dengan sumber tenaga listrik. Instalasi yang digunakan pada sistem DFT ini datar yang membuatnya dapat mempertahankan nutrisi pada air untuk menggenang. Ketinggian air yang mengandung nutrisi didalam instalasi kurang lebih 3 cm – 6 cm. tinggi genangan air dapat diatur menggunakan ukuran ¼ dari pipa yang digunakan.

Kelebihan dari sistem DFT ini diantara lainnya adalah tanaman dapat tumbuh secara optimal karena nutrisi dapat diserap tanaman dengan lebih mudah, tanaman dalam satu instalsi tidak akan ada yang tidak mendapatkan nutrisi,  walaupun listrik padam tanaman tetap akan mendapatkan nutrisi karena masih ada larutan yang menggenang, tanaman yang menggunakan sistem DFT memiliki umur panen yang terbilang lebih cepat, hasil panen pada tanaman yang menggunakan DFT juga dapat lebih seragam.

Nutrisi yang dibutuhkan oleh kubis bunga dapat diperoleh dari pupuk ab mix khusus bunga. Nutrisi yang dibutuhkan pada saat pertama kali pindah tanam sekitar 700 ppm sampai 800 ppm (parts per million). Untuk pemberian nutrisi selanjutanya tingkat ppm nutrisinya dapat ditingkatkan tergantung dari kondisi tanaman menjadi sekitar 1700 ppm sampai 2100 ppm.

Cara perawatan hidroponik cukup mudah dengan dilakukan monitoring setiap harinya.  Bagian yang termasuk monitoring adalah pengukuran pH, cek nutrisi, hama, penyakit, suhu, dan cek peralatan untuk sistem hidroponik agar tidak terdapat endapan pada instalasi. alat yang digunakan untuk mengukur nutrisi dan pH adalah TDS (Total Dissolved Solids) hasil pengukuran tersebut akan menunjukkan nilai EC, nutrisi dan pH harus disesuaikan sesuai dengan tanaman yang akan ditanam, pH yang cocok untuk tanaman kubis bunga adalah sekitar 6 – 7. Nilai EC maksimum untuk tanaman kubis bunga berkisar 0,5 – 2,0.

 

Morfologi Tanaman Kubis Bunga

Akar

Kubis bunga mempunyai 2 sistem perakaran yakni tunggang (radix primari) dan juga akar serabut. (Fitriani, 2009) Volume akar akan berkembang melebihi panjang akar yang membuat akar akan tumbuh ke arah samping dengan akar serabut sedangkan akar tungganya akan tumbuh kearah pusat bumi tetapi tidak terlalu dalam (Mustofa et al, 2018).

Batang

Tanaman kubis memiliki batang berwarna hijau, lunak dan tebal walaupun demikian batang ini tetap kuat, batang kubis bunga juga tidak bercabang. Batang kubis bunga memiliki panjang maksimal sekitar 30 cm dan tumbuh dengan tegak ke atas. laju pertumbuhan kubis bunga dengan sistem hidroponik tumbuh sekitar 0,1-0,6 perharinya. Pertumbuhan batang akan menurun pada minggu ketiga dan akan melomjak lagi di minggu ke-8 sampai minggu ke-11. Masa – masa awal pertumbuhan tanaman akan mendapakan asupan karbohidrat dari kotiledon, ketika cadangan nutrisi habis tanaman mulai beradaptasi dan akhirnya mndapatkan dari fotosintat yang dihasilkan dari proses fotosintesis.

Daun

Daun pada tanaman kubis bunga memiliki bentuk bulat seperti telur atau juga disebut oval dengan pada bagian tepi daunnya memiliki gerigi, daunya juga agak panjang dan memiliki celah – celah yang menyirip dan agak melengkung kebagian dalamnya. Kubis bunga memiliki daun yang berwarna hijau dan tumbuh pada batang secara bergantian atau selang seling. Tangkai pada daun kubis bunga sedikit panjang dan pada bagian pangkal daunnya sedikit menebal juga lunak. Daun – daun ini tumbuh pada bagian pucuk batang sebelum masa bunga tumbuh atau terbentuk, ukurannya kecil dan melengkung kedalam untuk melindungi bunga yang sedang dalam masa tumbuh atau bunga yang baru saja akan tumbuh.

Bunga

Massa bunga atau disebut juga dengan curd pada kubis bunga menjadi bagian yang dikonsumsi oleh manusia. Massa bunga ini berisi sekitar 5000 kuntum bunga bahkan bisa juga lebih dengan tangkai bunga yang pendek sehingga bunganya tampak membulat dengan tekstur lunak tebal. Massa bunga atau juga disebut dengan curd  ini memiliki warna putih agak kekuningan namun ada juga yang berwarna putih bersih. Massa bunga dari kubis bunga memiliki diamter yang dapat mencapai 20 cm dan mempunyai berat sekitar 0,5 kg – 1,3 kg, hal ini bergantung dari varietasnya. Massa bunga memiliki kandungan gizi yang sangat bervariasi sehingga baik untuk kesehatan dan baik dalam bidang farmasi.

Buah dan Biji

Biji – biji yang dihasilkan oleh kubis bunga adalah hasil dari buah yang mengalami penyerbukan. Penyerbukannya kubis bunga dapat dilakukan secara penyerbukan sendiri atau bisa juga dari penyerbukan silang dengan bantuan dari makhluk hidup lain seperti lebah madu. Buah yang dihasilkan kubis bunga berbentuk polong, ukurannya kecil dan juga ramping paling panjang sekitar 5 cm. Pada bagian dalam buah kubis bunga ad biji yang memiliki bentuk bulat kecil, berwarna coklat cenderung tampak kehitam – hitaman. Biji – biji tadi dapat digunakan sebagai benih memperbanyak tanaman.

 

Lama waktu kubis bunga untuk dapat panen kembali lagi bergantung pada varietas tanaman yang dibudidayakan, kebanyakan tanaman kubis bunga bisa dipanen setelah melalui  55 – 60 hari sejak masa awal tanamnya atau sekitar 2 atau 3 hari setelah bunganya menutup. Pada saat masa panen kepala bunga harus sudah pada ukuran yang maksimal dan juga warna dari kepala bunga masih berwarna putih cerah. Pemanenan baik dilakukan pada pagi hari untuk mengahsilkan kepala bunga yang sangat segar karena masih memiliki sisa – sisa embun. Apabila panen dilakukan pada sore hari akan didapatkan kepala bunga yang kering karena terkena sinar matahari pada siang harinya. Cara panen, kepala bunga dipotong dengan bersama daunnya, terlebih daun penutup bunganya. Setelah panen kubis bunga dilakukan, kepala bunganya langsung dipindahkan ke tempat yang tidak terkena paparan cahaya matahari secara langsung, apabila kepala bunga dari kubis bunga terkena paparan matahari setelah dipanen akan mengakibatkan perubahan warna pada kepala bunga, dimana kepala bunga nantinya dapat berubah warna  menjadi kuning pucat bahkan bisa juga menjadi coklat kehitaman kalau terlalu lama terkena paparan cahaya matahari. Setelah masa panen selesai, kubis bunga harus segera dijual atau didistribusikan ke pasar. Selain kubis bunga langsung dijual atau didistribukan, kubis bunga juga dapat disimpan terlebih dahulu, saat penyimpanan sebaiknya kubis bunga disimpan dalam ruangan pendingin bersuhu 0° C. didalam ruang pendingin kesegaran dari kubis bungan dapat dipertahankan kurang lebih selama 30 hari. Sedangkan, runag pendingin dengan suhu kurang dari 5° C hanya bisa mempertahankan kesegaran kubis bunga kurang lebih selama 12 hari.

 

Refrensi

 

Fitriani, M. L. (2009). BUDIDAYA TANAMAN KUBIS BUNGA (Brassica oleraceae var botrytis L.) DI KEBUN BENIH HORTIKULTURA (KBH) TAWANGMANGU. Tugas akhir Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret.

Mustofa, A. I., Purnomo, D., & Sakya, A. T. (2018). Pertumbuhan dan Hasil Kubis Bunga pada Sistem Hidroponik Substrat dengan Media Bagase. Agrotech Res J.

http://sumsel.litbang.pertanian.go.id/web/berita-budidaya-tanaman-kubis-bunga-brassica-oleracea-l.html

http://hidroponikpedia.com/5-langkah-mudah-menanam-bunga-kol-sistem-hidroponik-dfthttp://hidroponikpedia.com/kelebihan-dan-kekurang-sistem-hidroponik-dft/#:~:text=DFT%20atau%20Deep%20Flow%20Technique,nutrsi%20ke%20seluruh%20akar%20tanaman

https://hydroponic.co.za/hydroponics-quickstart/plant-phecppm/

https://www.teorieno.com/2016/10/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-kubis.html?m=0#:~:text=Batang%20tanaman%20kubis%20bunga%20tumbuh,pendek%20(%C2%B1%2030%20cm).&text=Daun%20kubis%20bunga%20berbentuk%20bulat,berselang%20seling%20pada%20batang%20tanaman.

http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/586-teknik-budidaya-kubis-bunga-brassica-oleraceae-l

https://id.wikipedia.org/wiki/Kembang_kol

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *