Tanaman Kedelai (Glycine max)

Kedelai merupakan bahan hasil pertanian yang sangat bermanfaat bagi masyarakat selain mengandung protein nabati, kedelai dapat digunakan untuk kebutuhan industri pangan, pakan ternak dan kebutuhan industri lainnya, selain itu kedelai memiliki harga ekonomis sehingga banyak dikonsumsi oleh semua kalangan masyarakat. Oleh karena itu kebutuhan akan kedelai cenderung meningkat setiap tahun seiring dengan bertambahnya penduduk, masyarakat pun cenderung kian menyadari bahwa kedelai memiliki banyak sekali gizi yang diperlukan oleh tubuh manusia selain kaya akan protein nabati, kedelai memiliki karbohidrat dan lemak. Biji kedelai pun memiliki kandungan gizi yang berlimpah seperti fosfor, kalsium, zat besi, vitamin b dengan kandungan asam amino yang kompleks sehingga bermanfaat untuk pertumbuhan manusia (Fauzi & Puspitawati, 2018).

Kedelai memiliki nama ilmiah Glycine max, nama ini telah disepakati oleh ilmuwan botani pada tahun 1984, kedelai memiliki banyak sekali varietas, pada dasarnya varietas ini dapat ditentukan melalui umur, tipe batang dan warna biji. Varietas unggul dikembangkan dengan cara hibridasi antara varietas lokal dengan varietas luar negeri, varietas unggul ini memiliki karakteristik beragam dari tinggi tanaman, umur tanam, potensi hasil dan ukuran biji. Varietas unggul yang banyak digunakan masyarakat adalah varietas Anjasmoro, Grobogan dan Kipas Merah. Morfologi kedelai dapat dilihat dari akar, batang, daun, bunga dan biji.

Akar tumbuhan kedelai berawal dari akar yang tumbuh atau mulai muncul dari kulit biji yang terbelah disekitar mesofil. Sistem perakaran pada tanaman kedelai memiliki dua macam yaitu akar tunggang sebagai akar premier dan akar serabut sebagai akar sekunder yang tumbuh dari akar tunggang. Akar kedelai pun dapat bersimbiosis dengan bakteri yang bernama Rhizobium japonicum yang akan membentuk bintil pada akar kedelai (Yunita, 2017).

Gambar 1. Akar Tanaman Kedelai

(Sumber : https://tanahkaya.com/kedelai/ , 2020)

 Batang tumbuhan kedelai berasal dari hipokotil pada saat proses perkecambahan dimulai dari pangkal akar hingga kotiledon, hipokotil dan kedua keping kotiledon menjulang ke atas yang disebut sebagai epikotil. Jenis batang kedelai adalah batang semak yang memiliki tinggi diantara 30-100 cm, Ciri dari tanaman batang semak adalah mempunyai banyak cabang, batang yang bertekstur lembut dan hijau serta tumbuh dengan cepat. Pertumbuhan batang pada tanaman kedelai memiliki dua macam yaitu indeterminate dan determinate, perbedaan pada sistem pertumbuhan ini dilihat dari indikator keberadaan bunga pada ujung batang. Pertumbuhan indeterminate yaitu pertumbuhan batang dengan ciri batang tanaman masih dapat tumbuh meskipun sudah muncul bunga sedangkan pertumbuhan determinate yaitu pertumbuhan batang akan berhenti jika bunga sudah muncul. Tanaman kedelai mempunyai jumlah buku pada batang yang dipengaruhi tipe tumbuh batang serta periode lama penyinaran pada siang hari. Jumlah buku tanaman kedelai saat kondisi normal berkisar 15-30 buah (Stefia, 2017).

Gambar 2. Batang Tanaman Kedelai

(Sumber : https://docplayer.info/129552074-Analisis-morfologi-dan-struktur-anatomi-tanaman-kedelai-glycine-max-l-pada-kondisi-tergenang.html)

            Daun pada tanaman kedelai mempunyai dua bentuk yaitu bulat seperti oval dan lancip, bentuk ini disebabkan oleh faktor genetika. Daun kedelai memiliki bulu, bulu ini memiliki tebal dan tipis sesuai dengan varietas dan fungsinya yaitu menangkal serangan hama, jika serangan hama berlebih maka bulu pada daun kedelai tebal begitu pun sebaliknya. Daun kedelai pun berfungsi sebagai pusat fotosintesis yang hasilnya akan disimpan pada biji, buah atau tempat penimbun lainnya.

http://nad.litbang.pertanian.go.id/ind/images/003-cuut2-.jpg

Gambar 3. Daun Tanaman Kedelai

(Sumber : http://nad.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/info-teknologi/1189-teknik-roguing-dan-pemeriksaan-lapang-pada-tanaman-kedelai#!/ccomment , 2017)

            Tanaman kedelai mempunyai bunga yang sempurna artinya tanaman kedelai memiliki alat kelamin jantan dan betina. Bunga pada tanaman kedelai umumnya tumbuh pada umur antara 5-7 minggu, bunga tanaman kedelai tumbuh pada ketiak daun dan sangat beragam mulai dari 2-25 bunga tergantung kondisi lingkungan, bunga akan gugur sesaat sebelum muncul polong sebanyak 60% bunga akan rontok sebelum munculnya polong kedelai.

Gambar 4. Bunga Tanaman Kedelai

(Sumber : http://blog.ub.ac.id/tiktokfun/2013/05/19/pemuliaan-tanaman/ , 2013)

            Biji pada tanaman kedelai berbentuk polong yang berisi 1-4 biji. Pada umumnya biji kedelai berbentuk bulat sampai bulat lonjong, biji-biji kedelai mempunyai keping dua dengan dibungkus kulit (lesta). Polong kedelai akan muncul sekitar 10-14 hari setelah bunga muncul. Warna polong saat baru muncul adalah warna hijau dan akan berubah menjadi kuning atau cokelat saat akan panen.

http://nad.litbang.pertanian.go.id/ind/images/008-cuut2-.jpg

Gambar 5. Biji Tanaman Kedelai

(Sumber : http://nad.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/info-teknologi/1189-teknik-roguing-dan-pemeriksaan-lapang-pada-tanaman-kedelai#!/ccomment , 2017)

            Permintaan kedelai yang semakin hari semakin meningkat untuk kebutuhan masyarakat menjadikan tanaman kedelai perlu dibudidayakan secara massal oleh semua orang, tidak hanya menggunakan tanah sebagai media tanamnya tetapi juga bisa menggunakan sistem hidroponik untuk membudidayakannya. Sistem hidroponik yang cocok untuk kedelai adalah Nutrient Film Technique (NFT) karena sistem ini lebih fleksibel daripada sistem hidroponik yang lainnya. Media tanam yang digunakan adalah rockwool untuk penyemaian benih, setelah benih disemai pindahkan bibit tanaman ke sistem hidroponik NFT.

Gambar 6. Sistem Hidroponik NFT

(Sumber : https://www.kebunrumahan.com/blog/hidroponik-sistem-nft , 2020)

          Prinsip dasar cara kerja NFT yaitu air serta nutrisi yang dipakai bersirkulasi setelah melewati tanaman, dengan sirkulasi ini air serta nutrisi menjadi lebih efisien. Tetapi sistem ini memiliki kelebihan dan kekurangan, sistem NFT memiliki keunggulan yaitu kebutuhan air dapat tercukupi, keseragaman nutrisi serta tingkat konsentrasi larutan nutrisi dapat disesuaikan dengan umur dan jenis tanaman, tanaman dapat tumbuh lebih cepat. Adapun kekurangan dari sistem NFT ini adalah penyakit tanaman dapat menular lebih cepat ketanaman lainnya, terlalu bergantung terhadap listrik jika listrik mati sistem ini tidak dapat berkerja, dan biaya pembuatannya cukup mahal.

Cara perawatan hidroponik cukup mudah yang pertama adalah pengukuran pH dan nutrisi, nutrisi yang digunakan adalah pupuk cair AB mix serta alat yang digunakan untuk mengukur nutrisi dan pH adalah TDS (Total Dissolved Solids) atau PPM (Parts Per Millions) hasil pengukuran tersebut akan menunjukkan nilai EC, nutrisi dan pH harus disesuaikan sesuai dengan tanaman yang akan ditanam, untuk kedelai sendiri nilai EC yang cocok adalah 6,0. Kedua adalah mengendalikan hama dan penyakit, hama yang biasa menyerang jika menggunakan hidroponik adalah kutu aphid, kutu putih, semut, lalat pengorok daun dan siput, serta penyakit yang menyerang pada sistem hidroponik kurang lebih sama seperti penyakit pada umumya bila ditanam di tanah. Ketiga adalah penyulaman, penyulaman tanaman dapat dilakukan pada umur tanaman 15 HST. Keempat  yaitu mengontrol instalasi dengan cara melakukan pengecekan terhadap saluran air yang tidak lancar, mengontrol air dan listrik agar sesuai kebutuhan. Kelima adalah memperhatikan masa panen karena umur panen setiap tanaman akan berbeda (Swastika et al., 2018).

Nutrisi pada hidroponik umumnya menggunakan nutrisi AB mix, AB mix adalah sebuah larutan yang dicampur dari berbagai bahan kimia yang berfungsi sebagai nutrisi tanaman agar tumbuh dengan baik (Pohan & Oktoyournal, 2019). Larutan AB mix sudah banyak beredar di masyarakat yaitu larutan AB mix siap pakai tetapi cenderung memiliki harga yang mahal, terdapat cara lain untuk menghasilkan pupuk AB mix yang cenderung murah yaitu mengkombinasikan NPK, KCL dan Gandasil. Komposisi pada larutan AB mix ini pada umumnya terdiri dari 16.50% K2O, 11.48% CaO,  9.90% NO3, 4.83% P2O5, 3.81% SO3,   3.81% SO3, 2.83% MgO,  0.48% NH4, 0.037% Fe,  0.013% B, 0.025% Mn, 0.015% Zn, 0.002% Cu, dan 0.003% Mo atau tergantung dengan tanaman apa yang akan ditanam.

Oleh karena itu mudah untuk kita semua memulai membudidayakan tanaman kedelai selain keuntungan dari banyaknya permintaan untuk kedelai, manfaat dari kedelai untuk tubuh manusia pun melimpah.

DAFTAR PUSTAKA

Agrotek.id. (2020, 3 Maret), Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kedelai, diakses pada  25 Desember 2020, dari https://agrotek.id/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-kedelai/

Fauzi, A. R., & Puspitawati, M. D. (2018). BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI ( Glycine max L.) VARIETAS BURANGRANG PADA LAHAN KERING. Jurnal Bioindustri, 1(1), 1–9. https://doi.org/10.31326/jbio.v1i1.89

Pohan, S. A., & Oktoyournal, O. (2019). Pengaruh Konsentrasi Nutrisi A-B Mix Terhadap Pertumbuhan Caisim Secara Hidroponik (Drip system). Lumbung, 18(1), 20–32. https://doi.org/10.32530/lumbung.v18i1.179

Stefia, E. M. (2017). “Struktur anatomi tanaman kedelai ( Glycine max L .)“. Tesis. FMIPA, Biologi, Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya.

Swastika, S., Yulfida, A., & Sumitro, Y. (2018). Budidaya Sayuran Hidroponik. http://riau.litbang.pertanian.go.id/kopitani/images/pdf/juknis/juknishidroponik.pdf

YUNITA, (2017) Respon Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max L. Merr) Terhadap Tingkat Salinitas Air Penyiraman.  Tesis.  Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *