Tanaman Kangkung (Ipomea aquatica forsk l.)

Gambar 1. Kangkung (Sumber: https://batakindonesia.com/di-balik-seikat-sayur-kangkung/ )

Tanaman kangkung (Ipomea aquatica forsk l.) adalah tanaman hasil pertanian yang merupakan salah satu tanaman yang asli tropis.

Klasifikasi tanamaan kangkung adalah sebagai berikut:

Kingdom         : Plantae, Sub Kingdom : Viridiplantae, Infra Kingdom : Streptophyta, Super Divisi    : Embryophyta, Divisi: Tracheophyta, Sub Divisi       : Spermatophytina, Kelas               : Magnoliopsida, Ordo                : Solaneles, Famili: Convolvulaceae, Genus: Ipomea L, Spesies : Ipomea aquatic Foresk

 

 

A. Morfologi Kangkung

Gambar 2. Biji Kangkung (Sumber: https://ilmubudidaya.com/cara-menanam-kangkung )

 

Morfologi tanaman kangkung diawali dari biji atau benih. Benih kangkung berwarna coklat kehitaman yang bentuknya menyerupai lingkaran. Biji kangkung termasuk tanaman dikotil. Biji kangkung kemudian dilakukan persemaian. Persemaian biji kangkung ini dilakukan selama 10 hari. Proses persemaian ini dilakukan dengan menggunakan media arang sekam. Benih diberi air dan sedikit cahaya matahari, sehingga memicu enzim giberelin untuk melakukan perkecambahan. Setiap benih memiliki masa dormansi yang bervariasi. Masa dormansi sangat penting diperhatikan karena masa dormansi adalah tidak terjadinya perkecambahan atau akan telat perkecambahannya karena tidak sesuainya iklim dengan kultur yang ada dan dengan karakteristik benih yang ada. Kangkung yang merupakan tanaman yang berasal dari daerah tropis, yang memiliki karakteristik iklim yang cukup panas dan bervariatif, maka benih akan beradaptasi dengan iklim yang ada. Secara otomatis ketika kondisi lingkungan berlebihan, dan kondisi air yang terlalu banyak sehingga menyebabkan benih tenggelam, akan terjadi kegagalan pada proses perkecambahan.

Gambar 3. Akar Kangkung (Sumber: https://endricahyo2safi3.wordpress.com/tag/kangkung-rawa/ )

 

Akar kangkung memiliki bentuk yang menyerupai akar tunggang yang cabangnya menyebar kesegala arah. Apabila kangkung ditanam di media tanah panjang akar kangkung dapat menembus hingga kedalaman 60-100 cm, dan dapat melebar hingga mencapai radius 150 cm atau bahkan lebih, terutama untuk jenis tanaman kangkung air. Akar merupakan organ tumbuhan kangkung yang berfungsi sebagai penguat berdirinya tanaman kangkung. Pada sistem penanaman hidroponik akar kangkung berfungsi untuk mengangkut nutrisi ke seluruh bagian kangkung, dan sebagai tempat menyimpan cadangan makanan. Adapun anatomi dari akar primer yang dipotong secara membujur yaitu tersusun dari tudung akar, epidermis akar, korteks, endodermis, dan stele.

Gambar 4. Batang Kangkung (Sumber: https://www.dictio.id/t/bagaimana-cara-mengetahui-batang-kangkung-yang-terdapat-ulatnya/17440 )

 

Batang kangkung berbentuk bulat dan berlubang. Batang kangkung berbuku-buku dan mengandung banyak air. Batang kangkung memiliki 3 fungsi utama yaitu mendukung daun dan struktur reproduksi, menyediakan pengangkut bagian dalam, dan menghasilkan jaringan baru. Batang akan terus bertumbuh secara teratur mulai dari usia 6 hari, hingga ketinggian batang kangkung mencapai 20-25 cm pada saat akan dipanen. Terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara penampang melintang batang dan penampang melintang akar yaitu ukuran dari unsur-unsur pengangkutan dalam batang yang lebih besar dan lokasinya jauh dari pusat batang. Terdapat tiga bagian pokok pada batang kangkung yang berkembang didalamnua, yaitu yang berasal dari jaringan protoderm, prokambium serta meristem dasar yaitu epidermis dan derivatnta, korteks dan stele.

Gambar 5. Daun Kangkung (Sumber: https://agroekoteknologi08.wordpress.com/tag/kangkung/ )

Pertumbuhan tanaman kangkung juga ditunjukan dengan kemunculan daun baik pada saat penyemaian ataupun pada proses penanaman. Kangkung memiliki daun yang meruncing dengan posisi tangkainya yang melekat pada buku-buku atau ruas-ruas batang, yang dimana pada ketiaknya terdapat mata yang dapat tumbuh menjadi tunas percabangan baru. Warna daun kangkung untuk bagian atas adalah hijau tua dan untuk bagian bawah berwarna hijau muda. Daun tumbuh pada hari ke 5 hingga seterusnya sampai saat panen. Daun kangkung terdiri dari susunan berbagai macam jaringan, akan tetapi secara garis besar tersusun atas jaringan pelindung yaitu epidermis dan derivatnya, jaringan dasar yaitu mesofil, jaringan pengangkut, jaringan penguat, dan jaringan sekretori. Setelah hari ke 35 sampai hari ke 40 kangkung sudah siap panen maka segeralah panen sebelum kangkung melewati fase tersebut. Apabila pemanenan kangkung melebihi masa tanam yang seharusnya akan berdampak pada tekstur dan rasa kangkung yaitu apabila kangkung di makan akan terasa pahit dan tidak terlalu renyah.

Gambar 6. Bunga Kangkung (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kangkung )

 

Masa panen yang terlewat akan menyebabkan tanaman kangkung menjadi tua dan akan tumbuh bunga serta buah. Bunga kangkung berbentuk menyerupai terompet dan memiliki warna putih dengan warna daun mahkota yang berwarna merah lembayung. Biasanya pada tanaman kangkung air bunga kangkung berwarna putih keunguan.

Morfologi Tanaman Kangkung | Hanya Sebuah Tulisan
Gambar 7. Buah Kangkung (Sumber: https://agroekoteknologi08.wordpress.com/2013/07/12/morfologi-tanaman-kangkung/ )

 

Selain bunga, bila tanaman kangkung sudah tua akan tumbuh buah kangkung. Buah kangkung berukuran oval yang hampir menyerupai telur namun berukuran yang cukup kecil sekitar 10mm dan tidak berumur lama. Didalam buah kangkung terdapat 3 butir biji. Warna buah kangkung akan berubah ketika buah sudah tua. Buah kangkung muda akan berwarna hijau dan akan berubah menjadi hitam ketika tua. Biji kangkung berbentuk bersegi-segi dengan warna coklat kehitaman. Biji kangkung ini berfungsi sebagai organ reproduktif atau organ yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan atau perbanyakan tanaman kangkung secara generatif.

B. Budidaya Kangkung

Lama masa tanam kangkung yaitu sekitar 40 hari setelah benih ditanam. Tanaman kangkung dapat tumbuh pada kisaran suhu 20-300 C. Tanaman kangkung darat membutuhkan curah hujan yang cukup yaitu berkisar 1500-2500 mm/tahun. Tanaman kangkung termasuk tanaman yang membutuhkan intensitas cahaya matahari yang tergolong kategori sedang yaitu 200 – 400 footcandels. Sedangkan untuk kelembaban yang diperlukan kangkung tergolong tinggi yaitu > 60%.  Pada musim hujan pertumbuhan kangkung sangat baik karena tergolong cepat dan subur, hal tersebut karena suplay air yang dibutuhkan untuk kelangsungan metabolismenya terpenuhi. Apabila tanaman kangkung tumbuh pada lahan yang ternaungi dan tidak mendapatkan cahaya matahari yang cukup atau intensitas cahaya yang dibutuhkan tidak terpenuhi maka pertumbuhan tanaman kangkung hanya akan memanjang dan kangkung akan menjadi kurus-kurus.

Kangkung merupakan salah satu tanaman yang berfungsi sebagai sumber vitamin A, vitamin C dan sumber mineral sepetri zat besi, kalsium, kalium dan fosfor. Kangkung dapat digunakan untuk meredakan insomnia atau kesulitan tidur, karena kangkung memiliki manfaat menenangkan saraf. Bagian akar kangkung memiliki manfaat untuk menyembuhkan penyakit wasir, dan zat besi yang terkandung didalamnya dapat berguna untuk pertumbuhan tubuh. Bagian tanaman yang paling penting pada kangkung yaitu batang muda serta pucuk kangkung yang sangat sering digunakan sebagai sayur mayur.

Gambar 8. Sistem Hidroponik NFT (Sumber: https://laylanasution.home.blog/2019/01/23/perbandingan-sistem-hidroponik-dft-dan-nft/ )

 

Tanaman kangkung dapat ditanam di darat dan di air. Kangkung yang ditanam dengan menggunakan media tanam air dapat menggunakan sistem hidroponik. Penanaman tanaman kangkung dengan menggunakan sistem Hidroponik yang cocok yaitu dengan sistem Nutrient Film Technique (NFT). Sistem hidroponik NFT ini dilakukan dengan susunan larutan nutrisi yang di simpan dalam bak atau drum, kemudian di pompa untuk dialirkan ke tanaman secara terus menerus hingga pergantian larutan nutrisi. Pengaliran nutrisi yang yang secara terus-menerus ini bertujuan agar akar kangkung mendapatkan asupan kebutuhan unsur-unsur untuk pertumbuhan kangkung. Larutan nutrisi untuk  tanaman kangkung dilakukan menggunakan pupuk AB mix yang dilarutkan dengan air. Penggunaan pupuk AB mix dilakukan karena pupuk AB mix mengandung unsur makro dan mikro yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. kebutuhan pupuk tanaman dapat di perhitungkan dengan berdasarkan kebutuhan setiap unsur makro maupun mikro tanaman.  Banyaknya larutan nutrisi dapat diberikan berdasarkan umur tanaman. Perbedaan banyak atau kandungan nutrisi tanaman kangkung biasanya setiap kelipatan 10 hari, mulai dari 0-10 hari, kemudian hari ke 11-20 dan seterusnya. Pergantian nutrisi bisa dilakukan baik dari jumlah kadar nutrisi atau dari jenis nutrisi yang berbeda. Hal yang terpenting dalam penanaman secara hidroponik yaitu pemberian nutrisi tidak boleh terlewat, karena tanaman kangkung hanya mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh dari larutan nutrisi yang ada.

 

Daftar Pustaka

Lingga K. 2016. Bercocok Tanam Tanpa Tanah. Erlangga, Jakarta.

Nazarudin. 1995. Budidaya, dan Pengaturan Panen Sayuran Dataran Rendah. Semarang.

Siti Nurdianti Sholihat. M. Ramdlan Kirom S.Si., Dr. Eng Indra Wahyudhin Fathonah S.Si,M.Si. 2018. Pengaruh Kontrol Nutrisi Pada Pertumbuhan Kangkung, dengan Metode Hidroponik Nutrient Film Teqhnique (NFT). Prodi S1 Teknik Fisika. Fakultas Teknik Elektro. Universitas Telkom. Bandung.

Sunardi O, Adimihardja SA, Mulyaningsih Y. 2013. Pengaruh Tingkat Pemberisan ZPT Gibberellin (Ga3) Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Kangkung Air (Ipomea aquatic forsk l.) Pada Sistem Hidroponik Floating Rant Technique (FRT). Jurusan Agronomi. Fakultas Agribisnis dan Teknologi Pangan. Universitas Djuanda Bogor. Bogor.

Sutiyoso G. 2004. Hidroponik. Yogyakarta.

Untung P. 1999. Hidroponik Saturan Sistem NFT (Nutrient Film Technique). Jakarta.

Gambar Akar. Kangkung Rawa. Dapat di akses di https://endricahyo2safi3.wordpress.com/tag/kangkung-rawa/

Gambar Batang. Bagaimana Cara Mengetahui, Batang Kangkung yang terdapat ulatnya? . Dapat di akses di https://www.dictio.id/t/bagaimana-cara-mengetahui-batang-kangkung-yang-terdapat-ulatnya/17440

Gambar Biji. Cara Menanam Kangkung. Dapat di akses di https://ilmubudidaya.com/cara-menanam-kangkung

Gambar Buah. Morfologi Tanaman Kangkung. Dapat di akses di https://agroekoteknologi08.wordpress.com/2013/07/12/morfologi-tanaman-kangkung/ .

Gambar Bunga. Kangkung. Dapat di akses di https://agroekoteknologi08.wordpress.com/tag/kangkung/ .

Gambar Daun. Morfologi Tanaman Kangkung. Dapat di akses di https://agroekoteknologi08.wordpress.com/tag/kangkung/ .

Gambar Kangkung. Cara Tanam Kangkung dengan Metode Hidroponik. Bisa ditaruh dalam Kamar. Dapat diakses di https://batakindonesia.com/di-balik-seikat-sayur-kangkung/

Gambar Sistem Hidroponik NFT. Perbandingan Sistem Hidroponik DFT dan NFT. Dapat di akses di https://laylanasution.home.blog/2019/01/23/perbandingan-sistem-hidroponik-dft-dan-nft/ .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *