Tanaman Jagung (Zea mays L)

Gambar 1. Tanaman Jagung (Sumber:  https://agrotek.id/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-jagung/, 2019)

Kingdom : Plantae

Divisio : Angiospermae

Kelas : Monocotyledoneae

Ordo : Poales

Famili : Poaceae

Genus : Zea

Spesies : Zea mays L. 

Jagung (Zea mays L) merupakan tanaman pangan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia ataupun hewan. Jagung merupakan tanaman pangan terpenting didunia selain padi dan gandum. Pada sebagian negara jagung merupakan pangan pokok, seperti pada penduduk Afrika dan beberapa daerah di Indonesia. Beberapa teori mengatakan jagung didomestikasi pertama kali oleh peradaban lembah Tehucan, Meksiko.  Jagung berperan sebagai sumber karbohidrat dan protein, dimana tanaman ini memiliki banyak kegunaan dan hampir seluruh bagian pada tanaman jagung dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Contoh kegunaan dari tanaman jagung adalah sebagai pakan ternak, pupuk kompos, bahan pembuatan mulsa, bahan bakar briket, bahan bakar biofuel, bahan baku industri kerajinan, serta bahan baku industri pangan. Salah satu kegunaan tanaman jagung sebagai bahan baku industri pangan membuat tanaman jagung berperan penting dalam pengembangan industri. Selain itu, kegunaan lain dari tanaman jagung yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar biofuel dikarenakan tanaman jagung memiliki kadar pati yang tinggi, yaitu kurang lebih 70%.

Tanaman jagung tumbuh dari biji yang kemudian akan tumbuh membentuk akar, batang, daun, bunga, serta buah yang memiliki ciri khas tersendiri, berikut adalah bagian-bagian dari tanaman jagung beserta morfologinya:

Biji

Biji jagung memiliki pericarp yang menyatu dengan kulit biji dan membentuk dinding buah. Bagian biji jagung terdiri atas tiga bagian utama yaitu pericarp, endosperm, dan embrio. Pericarp pada biji jagung memiliki berfungsi untuk melindungi embrio dari organisme pengganggu dan kehilangan air, pericarp berbentuk lapisan luar tipis. Endosperma berguna untuk cadangan makanan, endosperma merupakan dari bobot biji yang mengandung pati, protein, mineral, minyak dan lainnya. Embrio pada biji jagung berfungsi sebagai miniatur tanaman yang terdiri dari plumule, akar radikal, skutelum, dan koleoptil.

Akar

Tanaman jagung memiliki akar dengan beberapa jenis akar diantaranya, akar seminal, akar adventif dan akar penyangga. Akar seminal tumbuh dari radikula dan embrio, akar ini akan tumbuh setelah plumula muncul kepermukaan tanah dan berhenti setelah fase V3. Akar adventif tumbuh dari setiap buku dan terus ke atas hingga 7 sampai 10 buku dan menjadi serabut akar yang berada di bawah permukaan tanah, akar ini berperan untuk menyerap air dan unsur hara. Akar penyangga merupakan akar adventif yang muncul pada dua atau tiga buku di atas permukaan tanah, akar ini berperan untuk menjaga tanaman agar tetap tegak dan membantu menyerap unsur hara dan air.

Batang

Batang jagung berbentuk silindris, tidak memiliki cabang dan terdiri atas beberapa ruas dan buku ruas. Buku ruas pada batang ini berperan sebagai tempat berkembang tunas yang kemudian akan menjadi tongkol, dimana dua tunas teratas yang berkembang akan menjadi tongkol yang produktif. Batang tanaman jagung tersusun oleh tiga komponen utama, yaitu kulit, jaringan pembuluh,dan pusat batang. Tinggi batang jagung umumnya 60-300 cm, namun akan berbeda tergantung varietas dan lokasi penanaman. Bahkan terdapat tanaman yang mencapai ketinggian 6 m.

Daun

Jagung memiliki bentuk daun yang memanjang dan keluar dari buku-buku batang. Daun tanaman jagung termasuk tipe pertulangan daun sejajar dan termasuk tipe daun tunggal yang terdiri atas kelopak daun, lidah daun (ligula), dan helaian daun. Kelopak daun umumnya membungkus batang, lidah daun (ligula) jagung berbulu dan berlemak, berada di antara kelopak daun dan helaian daun. Jumlah daun pada tanaman jagung sama dengan jumlah buku pada batang. Munculnya daun terbuka sempurna terdapat pada 3-4 hari.

Bunga

Bunga pada tanaman jagung tidak memiliki petal dan sepal oleh karena itu disebut dengan bunga tak lengkap. Bunga jantan dan betina pada tanaman jagung tidak terdapat pada bunga yang sama karena itu bunga jagung disebut bunga tidak sempurna. Lokasi bunga jantan terdapat terletak diujung batang tanaman jagung. Sedangkan bunga betina berada di ketiak daun dari bunga jantan. Bunga betina, tongkol, tumbuh dari axillary apices tajuk. Sedangkan bunga jantan (tassel) berkembang dari titik tumbuh apikal di ujung tanaman.

Bunga tanaman jagung berkembang melalui apikal batang sel meristem akan aktif dan berkembang sehingga akan menghasilkan primordial bunga. Sel meristem yang aktif ini dikontrol melalui hormon florigen yang kemudian akan disintesis oleh daun.Peristiwa pembungaan pada tanaman jagung ditandai dengan tumbuhnya kepala sari dari buliran pada bunga jantan dan munculnya rambut-rambut (kepala–kepala putik) dari klobot.

Tongkol

Tongkol jagung merupakan cadangan makanan untuk pertumbuhan biji jagung. Tongkol jagung terdiri dari tangkai, kelobot, tongkol jagung, biji jagung dan rambut. Kelopak atau daun buah biasa disebut kelobot berguna untuk membungkus dan melindungi biji jagung. Pada pertumbuhan jagung memiliki satu sampai dua tongkol, jumlah tongkol jagung dipengaruhi jenis varietasnya. Tongkol jagung pertama kali tumbuh di bagian atas dan cenderung lebih besar dibandingkan tongkol jagung yang berada pada bagian bawah.

Teknik Hidroponik Tanaman Jagung

Gambar 2. Hidroponik Tanaman Jagung (Sumber: https://herbafarmmakassar.com/budidaya-jagung-manis-sistem-hidroponik/, 2020)

Berdasarkan morfologi dari tanaman jagung, sistem hidroponik yang dapat diterapkan pada tanaman ini adalah metode kultur porus. Media tanam yang dapat digunakan pada metode ini adalah pasir, kerikil, serbuk kayu bahkan pecahan genteng. Media tanam yang digunakan haruslah dapat menjadi penopang dari tanaman jagung, mengingat tanaman jagung memiliki akar serabut yang memerlukan media yang keras untuk menopang tumbuhnya tanaman jagung. Media pasir juga baik untuk digunakan, sebab pasir dapat membunuh hama secara alami dan membantu tanaman terbebas dari hama.

Cara menanam jagung hidroponik sama seperti menanam hidroponik pada umumnya. Sebelum dilakukan penanaman di media tanam, benih jagung disemai terlebih dahulu selama 10-12 hari sebelum dipindahkan kedalam media tanam. Setelah itu dilakukan perawatan yang terdiri dari, pemupukan, penyiraman, penyiangan, penyulaman, serta pengendalian hama dan penyakit. 

Pemupukan berperan dalam membantu mencukupi kebutuhan zat untuk pertumbuhan tanaman jagung. Pemupukan dapat dilakukan dengan menyiram larutan nutrisi langsung ke tanaman. Selain itu dapat juga menggunakan metode irigasi dan fertigasi yang umum untuk proses pemberian nutrisi. Pupuk yang dapat digunakan pada hidroponik tanaman jagung adalah AB mix, pupuk organik cair, maupun pupuk NPK. Penyiraman dilakukan saat pagi dan sore hari disesuaikan dengan kelembaban tanah dan turunnya hujan. Penyiangan dilakukan dengan membuang gulma yang ada disekitar tanaman jagung secara berkala. Penyulaman dilakukan dengan mengganti tanaman jagung yang tidak tumbuh, umumnya dilakukan ketika 7 hari setelah tanam. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan menyemprotkan pestisida, memanfaatkan musuh alami, ataupun tindakan-tindakan lainnya diseusiakan dengan kebutuhan dan jenis hama ataupun penyakit yang menyerang tanaman jagung. Umumnya hama yang menyerang tanaman jagung adalah belalang, lalat bibit, ulat tanah, ulat grayak, kutu daun, kumbang bubuk, penggerek tongkol serta penggerek batang. Sedangkan penyakit yang biasanya menyerang tanaman jagung adalah hawar daun, busuk pelepah, bulai, busuk tongkol, busuk batang, karat daun, bercak daun dan virus mosaik.

Sumber Referensi

Ekowati, Diah., & Nasir, Mochamad. (2011). Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea Mays L) Varietas Bisi 2 Pasir Reject dan Pasir Asli di Pantai Trisik Kulonprogo. Jurnal Manusia dan Lingkungan.18(3, Nov), 220-231.

Herbafarm Makasar. (2019). Cara Budidaya Jagung Manis Sistem Hidroponik. Diakses pada 26 Desember 2020, dari https://herbafarmmakassar.com/budidaya-jagung-manis-sistem-hidroponik/

Idhan, Syamsia Abubakar. (2019). Produksi Benih Jagung Hibrida. Makasar: Nas Media.

Kementan. (2019). Budidaya Tanaman Jagung. Diakses pada 26 Desember 2020, dari http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/74564/budidaya-tanaman–jagung/

Pasta, I., Ette, A., & Barus, H. N. (2015). Tanggap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman. Agrotekbis, 3(April), 168–177.

Suarni., I. U., Firmansyah., dan M. Aqil. (2013). Keragaman Mutu Pati Beberapa Varietas Jagung. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 32(1): 50-56.

Wahyudin, A., Ruminta, R., & Nursaripah, S. A. (2017). Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.) Toleran Herbisida Akibat Pemberian Berbagai Dosis Herbisida Kalium Glifosat. Kultivasi, 15(2), 86–91. https://doi.org/10.24198/kultivasi.v15i2.11867

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *