Tanaman Gambas (Luffa Acutangula)

Gambar 1. Tanaman Gambas (Sumber:http://tatacaramenanamgambas/2015/02/tata-cara-menanam-gambas.html)

Tanaman gambas merupakan tanaman sayuran yang sering juga digunakan menjadi obat dimana gambas memiliki kandungan flavanoid yang berpotensi sebagai antioksidan dan antidiabetes. Selain flavanoid gambas memiliki kandungan lain yang baik untuk dikonsumsi yaitu fosfor, kalsium, zat besi, vitamin A, vitamin B1, vitamin C, dan air (Nafisa, 2018). Kandungan yang ada pada gambas berfungsi juga sebagai peluruh dahak dan untuk melancarkan sirkulasi darah. Tanaman ini berasal dari India dan dapat tumbuh dengan baik di Indonesia dikarenakan iklim Indonesia yang tropis sehingga dapat ditumbuhi beranekaragam tanaman. Masyarakat lebih mengenal gambas ini dengan sebutan oyong. Gambas memiliki klasifikasi berjenis buah, namun masyarakat Indonesia lebih mengenal gambas sebagai sayur karena dalam penyajiannya gambas lebih sering digunakan sebagai lauk pauk. Cucurbitaceae merupakan nama family tanaman gambas, dimana family ini ditandai dengan tumbuh secara menjalar. Bentuk buah gambas memiliki beberapa siku-siku meski tidak terlalu mencolok layaknya belimbing, bulat memanjang seperti pare dan semakin mengecil ke bagian ujung tangkai. Jarak tanam tanaman gambas yaitu 0.5-2 meter dengan sebisa mungkin batang dijalarkan ke bagian atas agar buah tidak terkontaminasi secara langsung oleh tanah atau air yang dapat menyebabkan buah tersebut menjadi cepat membusuk.

Morfologi tanaman merupakan cara manusia menjelaskan secara spesifik bagian-bagian luar (fisik) yang terlihat secara langsung oleh mata, menjelaskan fungsi dan bagian-bagian dari tanaman tersebut. Bagian-bagian utama yang akan dibahas yaitu bagian akar, bagian batang, bagian daun, bagian bunga, bagian buah dan bagian biji dari tanaman gambas.

Akar dapat menentukan kehidupan dari suatu tanaman. Akar yang terdapat pada tanaman gambas yaitu akar tunggang akar ini merupakan akar primer yang akan tumbuh menusuk ke bawah tanah untuk menyerap unsur hara pada tanah, dilengkapi juga dengan akar lateral (sekunder) yaitu tumbuh berinduk pada akar tunggang menuju samping dan menjulur ke permukaan tanah untuk menyerap unsur hara dan mencari air. Akar tunggang menyebabkan tanaman gambas dapat tumbuh secara kokoh meski diterpa oleh angin.

Batang pada tanaman gambas berbentuk segilima atau bergerigi. Batang ini berwarna hijau tua dan tumbuh diatas permukaan tanah, memiliki diameter lebih dari 0,47 cm (Dewi, 2019). dan batang ini didominasi oleh air. Bagian batang pada gambas memiliki permukaan yang kasar, batang tumbuh 0,5-3m secara vertikal dan biasa disertai dengan alat bantu berupa kayu sebagai media tanam agar batang tidak merambat secara horizontal dan mengenai tanah atau air.

Daun pada tanaman gambas memiliki bentuk yang bulat dan pertulangannya menjari. Warna daun gambas yaitu hijau tua dengan permukaan daun berbulu kasar dan memiliki diameter yang cukup besar yaitu lebih dari 11,3 cm (Dewi, 2019). Daun tanaman gambas berupa daun tunggal dengan ujung daunnya runcing. Daun pada tanaman gambas tidak memiliki stipula.

Bunga pada tanaman gambas merupakan bunga tunggal berwarna kuning dengan kelopak berjumlah lima dan merupakan bunga sempurna yang tumbuh dari bagian ketiak daun, bunga ini bersifat tidak mudah rontok. Bunganya berbentuk terompet kecil dengan mahkota 5 petal dilengkapi benang sari 3 dan satu putik, bagian mahkota ini bersifat mudah rontok. Bunga pada tanaman gambas memiliki panjang 3-4 cm.

Buah gambas memiliki kulit yang cukup keras berwarna hijau tua. Buah berbentuk bulat memanjang menciut ke bagian ujung tangkai dan ujung pangkal berlekuk. Daging buah ini berwarna putih dan isinya penuh tak berongga. Panjang buah ini 15-30cm.

Gambar 2. Bunga, Daun dan Buah Gambas (Sumber: https://www.greeners.co/wp-content/2018/12/Tanaman-Oyong-4.jpg)

Biji gambas memiliki permukaan yang halus dan pipih berwarna putih. Letak biji tersebar ke semua bagian gambas meski tidak terlalu berdekatan namun biji gambas cukup banyak. Biji gambas akan berubah warna ketika umurnya menua menjadi warna hitam.

Gambar 3. Biji Gambas Tua (Sumber:http://cumalimamenit/2017/06/alhamdullilah-cukup-dengan-konsumsi-2.html)

 

Dalam pembudidayaannya menurut Kementrian Pertanian varietas yang disarankan yaitu varietas San-C, Miriam, Ping-Ann, dan Samson. Satu hektar lahan dapat ditanami oleh gambas membutuhkan 5-10kg benih bergantung pada jarak tanamnya. Syarat tanam tanaman gambas berpacu pada kondisi tanah, kelembaban, pH, dan suhu lingkungan. Gambas dapat hidup di daerah dengan suhu 18-24o dengan kelembaban 50-60%. Hasil panen terbaik gambas dapat dihasilkan jika tanah yang ditanami gembur liat berpasir dengan pH 5,5-6,8.

Gambas dapat ditanam secara hidroponik agar hasil yang didapatkan dapat sesuai dengan permintaan pasar, karena menggunakan sistem hidroponik kita dapat mengatur nutrisi yang seharusnya didapatkan oleh tanaman tersebut. Semakin sesuai nutrisi yang didapatkan maka tanaman tersebut dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah yang baik. Dengan melakukan hidroponik pada tanaman maka dapat direkayasa sedemikian hingga hasil pemanenan yang lebih dari normal sesuai perkiraan. Hidroponik adalah cara budidaya tanaman tanpa media tanah dengan memberikan nutrisi yang sama dengan tanah bahkan menyesuaikan dengan kebutuhan apa yang di tanam. Media hidroponik dapat menekan penggunaan media lahan yang luas apabila menggunakan media tanah dan tanaman dapat tumbuh lebih cepat meski bukan pada musim tanam bagi sebagian tanaman.

Sistem hidroponik yang tepat bagi tanaman gambas yaitu sistem substrat. Sistem subtart  merupakan salah satu teknik budidaya hidroponik hanya saja tidak menggunakan air sebagai media tanamnya dan juga tidak menggunakan tanah. Biasanya media yang digunakan yaitu arang sekam, pasir, kerikil dan pakis cacah. Sistem subtrat biasa digunakan pada tanaman dengan akar tunggang yang menjulur ke bawah dan bukan serabut, dikarenakan tanaman gambas memerlukan media yang dalam untuk menahan pertumbuhan akar dan menyeimbangkan pertumbuhan batang yang cukup panjang, daun yang lebat dan buah yang cukup berat nantinya. Syarat untuk media tanam yang baik untuk mengganti air dan tanah yaitu media tersebut harus dapat menyerap air dan dapat mengalirkan air pada tanaman dan tidak mempengaruhi pH air atau nutrisi yang diberikan lainnya serta media tersebut dapat bertahan lama dan tidak mudah hancur untuk pemakaian jangka panjang. Media yang sesuai pula harus memiliki kemampuan mengikat kelembaban dengan baik agar tanaman tidak mudah layu. Perhitungan dalam memberi nutrisi pada tanaman juga penting agar tanaman dapat tumbuh secara optimal, pemberian nutrisi secara tepat dapat menyebabkan penyerapan oleh tanaman secara efisien. Sistem substart yang dapat digunakan untuk hidroponik gambas yaitu sistem tetes dimana kita menggunakan dua buah penampung yaitu penampung atas disertai dengan kayu untuk merambatkan batang gambas dan bagian bawah untuk menyimpan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman gambas yang bertujuan agar akar pada tanaman gambas tetap lembab atau menggunakan sistem pasang surut yaitu cairan nutrisi akan disertai oleh pompa kemudian nutrisi tersebut akan mencapai akar dan akan kembali ke bagian bawah sesuai waktu yang telah ditentukan. Namun, sistem ini memerlukan biaya yang cukup besar karena munggunakan keterlibatan listrik yang cukup besar.

Gambar 4. Sistem Tetes (Sumb er: https://bibitbunga.com/cara-menanam-drip-system-hidroponik/)

Gambar 5. Sistem Pasang Surut (Sumber: https://hidroponikd.webly.com/3-ebb-and-flow-system.html)

DAFTAR PUSTAKA

Ariyanti, Rika Dwi. 2016.  Budidaya Tanaman Gambas dengan Pemberian Pupuk Kandang. Universitas Sebelas Maret.

Dewi, Ervina. Zufahmi dan Zuraida. 2019. Hubungan Kekerabatan Tumbuhan Family Cucurbitaceae secara Morfologi. JAR,Volume 2 Nomor 1 ISSN 2615-417X.

Gribaldi dan Nurlaili. 2019. Upaya Peningkatan Pertumbuhan Gambas di Lahan Kering Jurnal Lahan Suboptimal. Sumatera Selatan; Universitas Baturaja.

Nafisa, Zahrun. 2018. Tanaman Gambas. Agroteknologi. Universitas Muhammadyah Gresik.

Rismayadi, Budi. 2017. Karawang Berkebun. Karawang; FBIS UBP PUBLISHING.

Sumpena, Uum. 2018. Budidaya Oyong. Agro Inovasi. Lembang; Badan Penelitian Pertanian. Kementrian Pertanian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *