Tanaman Cabai Rawit Sebagai Opsi untuk Urban Farming

Urban farming yang berarti pertanian dalam kota kini sangat digemari oleh kalangan masyarakat banyak. Mengapa tidak? Selain mudah dan hemat, urban farming dapat menghiasi pekarangan rumah sehingga pekarangan rumah menjadi jauh lebih indah dan nyaman. Urban farming dapat memberikan suasana asri di pekarangan rumah yang dapat diketahui dimana keadaan kota sudah gersang dan banyak polusi, dengan menerapkan urban farming di pekarangan rumah, rumah menjadi sejuk dan hijau. Melakukan bercocok tanam di rumah menjadi salah satu opsi untuk mengisi waktu luang yang sangat bermanfaat. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini dimana kita diharuskan untuk melaksanakan WFH (Work from Home), bercocok tanam menjadi pilihan yang sangat diminati oleh masyarakat untuk mengisi waktu luang dirumah dan sebagai sarana refreshing.

Beberapa influencer terkenal juga sudah mulai melaksanakan kegiatan bercocok tanam di rumah. Seperti Ayudia C, ia salah satu influencer terkenal di Indonesia yang selalu membagikan kegiatan bercocok tanam di rumahnya melalui akun instagram miliknya. Dan dari situ pun dapat menarik banyak peminat masyarakat untuk melaksanakan kegiatan bercocok tanam dirumahnya masing-masing. Urban farming sangat cocok untuk diterapkan oleh masyarakat sekarang karena tidak memerlukan lahan yang luas. Pekarangan rumah pun cukup untuk digunakan sebagai area urban farming. Alasan lain mengapa urban farming kini digemari banyak peminat yaitu hasilnya dapat dipetik dan dinikmati langsung, dan terlebih dari itu, hasilnya dapat langsung dijual atau diolah terlebih dahulu kemudian dijadikan sebagai ide bisnis berjualan. Sungguh sangat menarik bukan.

Ada banyak sekali tanaman yang dapat ditanam untuk urban farming. Contohnya tanaman cabai rawit. Tanaman cabai rawit ini mudah sekali ditanam dan memiliki waktu tumbuh yang tidak begitu lama dari tanaman lainnya. Sekitar 2,5 – 3 bulan tanaman cabai rawit sudah dapat dipanen. Budidaya cabai rawit memiliki resiko yang lebih rendah dibanding cabai besar. Menanam cabai rawit bisa dilakukan di media polybag, langsung pada tanah, atau menggunakan pipa air. Tetapi apabila tidak memiliki lahan yang luas, tanaman ini juga cocok ditanam dalam pot dan dapat difungsikan sebagai tanaman hias.

Lalu, bagaimana cara menanam cabai rawit dalam pot?

  1. Persiapan Lahan

Walaupun tidak memerlukan lahan yang luas, tetapi tetap saja tahap persiapan lahan harus dilakukan. Tahap ini seperti mempersiapkan lahan yang cukup terkena sinar matahari. Begitu juga tanah, tanah yang akan digunakan harus subur dan kaya akan sumber hara.

  1. Memilih Benih Cabai Rawit

Benih cabai rawit banyak diperjual belikan dan memiliki keunggulan yang baik. Tetapi, harganya bisa terbilang cukup mahal. Benih cabai rawit dapat kita temui sendiri. Cara mendapatkan benih cabai rawit sendiri yaitu diambil dari cabai rawit yang masih segar. Kupas cabai rawit tesebut kemudian ambil bijinya. Biasanya, biji pada bagian tengah buah memiliki kualitas yang baik. Setelah bijinya diambil, jemur biji cabai rawit tersebut di bawah sinar matahari sampai biji cabai rawit tersebut mengering. Lakukan penjemuran biji cabai rawit kira – kira selama 3 hari.

  1. Penyemaian Benih Cabai Rawit

Tahap selanjutnya adalah menyemai benih cabai rawit. Pertama, sediakan polybag kecil yang berukuran 5 x 10 cm. Kemudian, isi polybag dengan media persemaian sebanyak ¾ bagian dari polybag. Media persemaian terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1. Sebelum media persemaian dimasukkan ke dalam polybag, ayak tanah dengan pupuk kandang terlebih dahulu supaya tercampur dengan rata. Setelah tercampur rata, masukkan media persemaian ke dalam polybag. Lalu biarkan pada tempat yang terhindar dari hujan dan sinar matahari selama 1 minggu.

Setelah media persemaian siap, rendam benih cabai rawit di dalam air panas selama kurang lebih 6 jam untuk merangsang pertumbuhan benih cabai rawit. Setelah 6 jam, masukkan benih cabai rawit ke dalam polybag yang sudah berisi media persemaian, kemudian tutup dengan tanah dengan kedalaman kira – kira 1 cm. Setelah itu, tunggu benih berkecambah menjadi bibit. Benih mulai berkecambah biasanya pada hari ke-7. Setelah benih berkecambah, bibit sudah boleh diperkenalkan pada sinar matahari langsung.

  1. Penanaman Cabai Rawit

Setelah bibit cabai sudah berumur sekitar 1 – 1,5 bulan, bibit cabai sudah bisa dipindahkan pada pot yang sudah diberi tanah dan pupuk. Perbandingannya yaitu 3:2:1 dengan rincian tanah, pupuk, dan sekam mentah.

  1. Pemupukan Cabai Rawit

Rajinlah memberikan pupuk pada cabai rawit. Gunakan pupuk kompos supaya cabai rawit menjadi lebih organik.

  1. Perawatan Cabai Rawit

Cabai rawit harus disiram setiap hari. Apabila musim kemarau, pengairan harus dilakukan dengan ekstra karena apabila tanaman kering maka tanaman akan mati. Kita juga harus memperhatikan apakah ada tanaman lain yang tumbuh di sekitar tanaman cabai rawit atau tidak, apabila ada tanaman lain yang tumbuh, cabut tumbuhan tersebut secara rutin supaya cabai rawit dapat tumbuh dengan baik.

  1. Pemanenan Cabai Rawit

Pemanenan disarankan dilakukan saat pagi hari. Cara memetiknya yaitu dipetik buahnya beserta tangkainya. Cabai rawit sudah mulai bisa dipanen sekitar pada usia 2,5 – 3 bulan. Buah cabai rawit yang dikehendaki yaitu yang memiliki bentuk yang ramping dan  padat berisi. Buah yang seperti itu akan memiliki nilai jual yang tinggi.

Cabai rawit memiliki masa tanam sekitar 24 bulan. Masa panennya bisa sampai 15-18 kali. Semakin tua, buah yang dipanen semakin sedikit dan kualitasnya semakin menjadi tidak bagus. Sehingga tanaman cabai rawit sudah tidak layak panen lagi.

Cabai rawit yang memiliki kualitas tinggi akan memiliki nilai ekonomis yang tinggi juga. Bisa dilihat dari peminat cabai rawit yang begitu banyak dan bisa terbilang bahwa cabai rawit menjadi bumbu masak yang wajib bagi rumah tangga. Cabai rawit juga banyak dibutuhkan pada dunia kuliner. Maka dari itu, menanam cabai rawit di pekarangan rumah merupakan ide yang sangat bagus dan menarik. Selain hasilnya bisa dinikmati sendiri, cabai rawit bisa dijadikan sebgai nilai usaha. Cabai rawit yang kita olah pun sangat bisa dijadikan sebagai ide jualan. Misalnya membuat produk sambal. Pada saat ini sambal sangat diminati banyak kalangan. Ide bisnis tersebut bisa dicoba untuk menambah pemasukan anda.

Itulah beberapa alasan dan cara mengenai menanam cabai rawit. Selain menjadi ide usaha, tanaman cabai rawit bisa dimanfaatkan untuk mempercantik pekarangan rumah. Pekarangan rumah anda menjadi hijau dan asri, buah yang dipetik pun bisa menjadi nilai usaha. Tanaman cabai rawit cocok untuk ditaman di rumah masing – masing.

DAFTAR PUSTAKA

Abdi, H. (2020, Februari 27). 7 Cara Menanam Cabai Rawit yang Mudah, Hasil Melimpah. Retrieved from Liputan6.com: https://hot.liputan6.com/read/4188867/7-cara-menanam-cabai-rawit-yang-mudah-hasil-melimpah

Kiat sukses budidaya cabe rawit. (2014, April 23). Retrieved from alamtani.com: https://alamtani.com/budidaya-cabe-rawit/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *