Tanaman Bunga Matahari (Helianthus annuus)

Gambar 1. Morfologi Tanaman Bunga Matahari (Sumber : https://depositphotos.com/202041350/stock-illustration-parts-sunflower-plant-morphology-flowering.html , 2018)

Wilayah daratan Amerika Tropik (Meksiko) merupakan habitat asli dari bunga matahari yang dalam bahasa latin dikenal juga dengan nama Helianthus annuus. Tanaman ini memiliki banyak manfaat jika diproses secara optimal, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an Surat Asy-Syu’ara’ ayat 7 yang menjelaskan bahwa di muka bumi ini Tuhan telah menciptakan berbagai jenis tanaman yang bermanfaat bagi kehidupan makhluk hidup. Bunga matahari terkenal sebagai salah satu komoditas tanaman hias karena memiliki morfologi bunga dan paduan warna yang menarik. Tidak hanya itu, bagian lain dari bunga matahari juga bisa dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai jual dan nilai fungsi. Oleh karena itu, bunga matahari cocok untuk menjadi komoditas pilihan dalam melakukan budidaya tanaman, salah satunya pada sistem hidroponik.

Tanaman bunga matahari memiliki ciri khas tumbuh mengikuti arah sumber cahaya matahari (heliotropik), sehingga sangat cocok untuk dibudidayakan pada musim panas. Selain itu, tanaman ini hanya akan berbunga selama satu kali dengan umur selama 6 hingga 8 bulan. Tanaman bunga matahari umumnya memiliki tinggi 1 hingga 3 meter dan diameter sebesar 30 cm serta memiliki ciri khas helai bunga berwarna kuning-orange dengan bagian bulat kehitaman di bagian tengahnya yang merupakan biji. Tanaman ini memiliki beberapa bagian, meliputi: (Agrotek, 2019)

1.         Biji

Biji bunga matahari memiliki warna dominan hitam dengan sedikit corak putih. Tanaman ini memiliki bentuk oval dan pipih memanjang di bagian luarnya. Pada bagian ujungnya memiliki bentuk sedikit mengerucut dan runcing. Biji bunga matahari memiliki karakteristik tekstur kulit yang keras (sulit untuk ditembus oleh air), sehingga sebelum memasuki proses perendaman biji untuk sortasi, akan lebih optimal jika dikalukan skarifikasi atau pereganggan kulit biji.

2.         Akar

Akar bunga matahari memiliki memiliki tekstur yang halus dengan diameter kecil dan merupakan akar tunggang. Tanaman ini dikategorikan memiliki sistem perakaran yang sangat kuat karena tumbuh secara berkelompok dan dalam jumlah yang banyak sehingga sangat optimal dalam menopang batang tanaman yang tinggi menjulang. Akar tanman ini dapat tumbuh lurus dan menyamping dengan maksimal pertumbuhan sepanjang 3 hingga 4 meter menembus tanah bagian dalam sehingga kemampuan dalam menyerap nutrisi sangat bagus.

3.         Batang

Batang bunga matahari memiliki bentuk bulat silindris dan diselimuti oleh bulu-bulu halus sebagai media respirasi dan proteksi dari serangga. Tekstur dari batangnya sangat keras sehingga menjadikan pertumbuhannya tegak ke atas dengan diameter yang beragam sesuai dengan spesies dan parameter lingkungan yang mempengaruhinya. Selain itu, pergerakan arah tumbuh dari batang bunga matahari selalu mengikuti arah cahaya dan mampu mencapai ketinggian hingga 3 meter (pada spesies tertentu ada yang mencapai 5 meter). Secara umum, batang berwarna hijau muda dan berupa batang tunggal (sangat jarang terdapat cabang).

4.         Daun

Daun bunga matahari memiliki bentuk seperti hati dan tepian yang menyerupai gerigi, serta dilengkapi dengan bulu-bulu halus yang terdapat pada bagian atas dan bawah permukaan daun. Umumnya, setiap tangkai yang tumbuh pada batang hanya akan menumbuhkan satu helai daun berwarna hijau atau hijau tua, karena tergolong sebagai tanaman berdaun tunggal. Pada bagian ujungnya berbentuk runcing, namun tak jarang ditemukan pula berbentuk tumpul. Panjang daun rata-rata 15 cm dengan lebar 12 cm yang biasa tumbuh pada tangkai yang cukup panjang.

5.         Bunga

Bunga matahari memiliki bentuk bervariasi sesuai jenisnya, namun secara umum memiliki diameter sebesar 30 cm dengan rata-rata kelopak bunga sebanyak 20 hingga 25 buah (bersifat majemuk). Dengan sifat majemuk tersebut, maka pada tanaman ini memiliki mahkota bunga yang cukup banyak dan bertumpuk membentuk pita yang cukup besar. Selain kelopak utama yang berjumlah puluhan, terdapat pula kelopak dengan ukuran mikro yang terdapat di bagian dalam yang jumlahnya bisa mencapai ribuan. Spesies yang paling banyak dibudidayakan yaitu yang memiliki warna daun kuning-orange, namun ada pula spesies yang memiliki warna merah, putih ataupun perpaduan keduanya.

            Morfologi tanaman menjadi aspek penting yang harus dipertimbangkan mulai dari masa semai hingga panen. Sebelum memasuki masa semai perlu dilakukan skarifikasi untuk meregangkan kulit biji yang bertekstur keras dan kedap air, namun harus dilakukan dengan teliti dan hati-hati agar tidak merusak struktur yang ada di dalamnya. Setelah akhir perendaman, akan secara otomatis tersortasi antara biji bunga matahari yang mempunyai kemampuan tumbuh yang baik atau tidak, terlihat dari kondisi biji yang tenggelam atau mengapung. Selanjutnya biji akan memasuki tahap germinasi (perkecambahan) selama 2 hingga 9 hari, pada tahap ini kondisi air dan cahaya matahari harus sangat diperhatikan, air tidak menggenang dan tidak terkena cahaya matahari langsung. Pada tahap penyemaian, benih yang telah bertunas ditempatkan pada media tanam yang mendukung pertumbuhan akar. Selama masa semai kondisi air tidak kering dan tidak berlebihan, dan setelah bibit bunga matahari memiliki 3 hingga 6 helai daun maka bisa dipindahkan ke sistem tanam yang sudah disediakan. Bibit yang telah siap tanam diusahakan muncul di permukaan media tanam agar batang dapat tumbuh tegak ke atas. Selama masa tumbuhnya, tanaman ini akan tumbuh secara optimal jika terkena sinar matahari yang cukup. Dengan perawatan dan pengendalian hama yang tepat guna bisa menghindari kemungkinan tanaman gagal tumbuh, sehingga dalam kurun waktu 70 hingga 105 HST, tanaman ini sudah dapat dipanen, dengan morfologi tanaman yang sudah sempurna, yaitu tinggi tanaman 1 hingga 3 meter, berbatang tegak dengan warna hijau muda, memiliki daun berbentuk hati dengan warna hijau, serta diameter bunga sebesar 30 cm dan kelopak bunga berwarna kuning-orange sejumlah 20 hingga 25 helai (Andarafarm, 2020).

Gambar 2. Morfologi Tanaman Bunga Matahari Sesuai Fase Tumbuh

(Sumber : https://id.depositphotos.com/vector-images/helianthus-annuus.html , 2020)

            Berdasarkan morfologi dari tanaman bunga matahari, sistem hidroponik yang cocok untuk diterapkan yaitu dutch bucket. Pada sistem hidroponik ini pemberian larutan nutrisi diberikan secara kontinyu dan tersirkulasi, serta meningkatkan efisiensi penggunaan air karena tidak ada air yang terbuang. Sistem ini dipilih untuk tanaman bunga matahari karena dapat menjamin pertumbuhan akar secara lebih lebar dan luas sehingga cocok untuk morfologi dari akar tanaman tersebut, dimana memerlukan ruang untuk zona perakaran yang cukup lebar dan luas (Hidrafarm, 2016). Prinsip kerja pada sistem ini yaitu dengan mensirkulasi larutan nutrisi dari tandon ke bak/ember melalui sistem perpipaan (Azzamy, 2016). Larutan nutrisi yang terdapat pada tandon akan disirkulasi dengan menggunakan pompa secara periodik, tergantung dengan kebutuhan air pada tanaman bunga matahari. Air yang mengalir akan masuk ke dalam bak/ember melalui pipa inlet. Pada bak/ember dilengkapi dengan pipa outlet yang bertujuan untuk mengembalikan larutan nutrisi ke dalam tandon apabila telah melampaui batas yang diizinkan sehingga pada bak/ember tersebut tidak akan mengalami kelebihan air dan nutrisi, karena tanaman bunga matahari akan tumbuh optimal jika tidak digenangi oleh air (Indonesiana, 2019). Dapat disimpulkan bahwa prinsip kerja yang terjadi pada sistem ini memiliki kesamaan dengan sistem Nutrient Film Technique (NFT), hanya saja pada instalasinya menggunakan bak/ember sebagai wadah dalam menyimpan media tanam.

            Dengan mempelajari morfologi tanaman bunga matahari akan membantu dalam memahami karakteristik dari tanaman tersebut, sehingga akan lebih mudah dalam memilih sistem budidaya tanam yang akan diterapkan. Kombinasi antara sistem dan proses tanam yang baik dari mulai masa semai hingga panen akan lebih mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Dengan demikian, proses budidaya tanaman bunga matahari yang dilakukan bukan hanya akan menghasilkan bunga dengan visualisasi yang indah sebagai tanaman hias, melainkan dapat dimanfaatkan menjadi beberapa produk pasca panen yang memiliki nilai jual yang menjanjikan, seperti industri pangan kuaci, industri kesehatan minyak bunga matahari, hingga industri kecantikan bahan kosmetik.

 

Referensi

Agrotek. 2019. Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bunga Matahari. Terdapat pada agrotek.id (Diakses 23             Desember 2020, Pukul 22.10 WIB).

Andarafarm. 2020. Bunga Matahari. Terdapat pada m.andarafarm.com (Diakses 23 Desember 2020, Pukul 23.14 WIB).

Azzamy. 2016. Hidroponik Dutch Bucket System (Hidroponik Sistem DB). Terdapat pada mitalom.com (Diakses 25 Desember 2020, Pukul 10.17 WIB).

Hidrafarm. 2016. Cara Kerja Sistem Hidroponik Dutch Bucket. Terdapat pada hidrafarm.blogspot.com (Diakses 25 Desember 2020, Pukul 10.36 WIB).

Indonesiana. 2019. Panduan Lengkap Budidaya Bunga Matahari. Terdapat pada indonesiana.id (Diakses 25 Desember 2020, Pukul 09.55 WIB).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *