Tanaman Bunga Krisan (Chrysanthemum sp)

Gambar 1. Bunga Krisan ( Chrysanthemum sp) (Sumber :http://agrotek.id/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-bunga-krisan-potong/, 2016)

Tanaman krisan dengan genus Chrysanthemum merupakan tanaman bunga berasal dari Jepang dan Cina. Tanaman Krisan salah satu jenis kekayaan flora di Indonesia. Indonesia sendiri memiliki kurang lebih 20.000 spesies tumbuhan berbunga yang dimana jumlahnya lebih banyak dibandingkan negara-negara tropis lainnya. Tanaman bunga krisan yaitu bunga berhari pendek yang biasanya digunakan sebagai produk bunga potong atau tanaman hias sehingga pembudidayaan bunga krisan membutuhkan penambahan cahaya selama 13-16 jam/hari. Bunga krisan memiliki berbagai macam manfaat diantaranya dapat dijadikan obat batuk, sakit kepala, sakit perut, dan dapat dijadikan pembasmi hama dikarenakan dalam salah satu jenis tanaman bunga krisan terdapat zat pyrethrin yang sangat beracun sehingga dapat membunuh beberapa jenis hama.

 

Gambar 2. Akar Tanaman Bunga Krisan (Sumber: https://www.trubus-online.co.id/krisan-tumbuh-tanpa-tanah/, 2016)

Tanaman bunga krisan termasuk kedalam keluarga Asterales yang tanaman berbunga majemuk, dengan jenis krisan (Chrysantemum). Tanaman bunga krisan memiliki morfologi biji, akar, batang, daun, dan bunga. Tanaman bunga krisan memiliki akar serabut dan akar tunggang dimana pertumbuhan pada akar dari permukaan tanah hingga mencapai kedalaman 30 hingga 45 cm, serta menyebar ke semua arah. Akar pada tanaman bunga krisan akan mudah lebih rusak jika lingkungan sekitar tidak baik seperti drainase yang tidak baik atau tanah yang memiliki pH terlalu asam, maka akar pada tanaman bunga krisan akan membusuk dan menghambar pertumbuhan. Sehingga dalam proses pembudidaya harus lebih diperhatikan.

Gambar 3. Batang Tanaman Krisan (Sumber : http://ariafridayanti07.blogspot.com/2017/06/ciri-ciri-morfologi-tanaman-krisan.html, 2017)

Batang pada tanaman krisan memiliki fungsi untuk mengikat oksigen dan melepaskan karbon dioksida serta untuk mengalirkan mineral dan zat yang sudah diserap oleh akar ke seluruh tubuh tanaman. Batang tanaman bunga krisan memiliki warna hijau tetapi dapat berubah menjadi warna kecoklatan apabila dibiarkan tumbuh terus menerus. Tekstur pada batang tanaman krisan cukup lunak, tumbuh dengan tegak lurus, serta permukaan batang yang kasar. Tinggi pada batang pada tanaman bunga krisan dapat mencapai 0,5 – 1 m (Dalaila, I, 2018).

Gambar 4. Daun Tanaman Krisan (Sumber: https://bibitbunga.com/cara-merawat-bunga-krisan/, 2017)

Bentuk daun dari Tanaman Bunga Krisan memiliki bentuk ujung yang runcing dan pangkal yang membulat, cenderung tersusun selang-seling pada batang, disekitaran tepi daun yang bergerigi dan tulang daun berbentuk menyirip. Ukuran pada daun tanaman bunga krisan bervariatif tergantung dengan jenis spesiesnya. Panjang pada daun biasanya berukuran 7 hingga 13 cm dengan lebar berkisar 3 hingga 6 cm.

Gambar 5. Bunga Tanaman Krisan (Sumber: https://bibitbunga.com/cara-merawat-bunga-krisan/, 2020)

Bunga krisan berdiri tegak dibagian batang tanaman serta berbentuk bulat. Berdasarkan penelirian Purnobasuki Hery., dkk (2014) dalam Dalaila Isvana (2018), bunga krisan memiliki morfologi bunga berupa posisi bunga tabung, diameter kuntum, bentuk dan diameter pangkal pada cakram serta warna, jumlah kuntum, jumlah lapisan, bentuk, ujung, panjang, lebar pada bunga pita tanaman bunga krisan. Menurut Andiani (2013) dalam Dalaila Isvana (2018), Tanaman bunga krisan memiliki dua jenis bentuk bunga krisan berdasarkan jumlah kuntum bunga diantaranya jenis bunga krisan tipe standar dan jenis bunga krisan spray. Untuk jenis bunga krisan tipe standar yaitu memiliki satu kuntum bunga yang besar dan ditengahnya terdapat bulatan cakram sedangkan untuk jenis bentuk bunga krisan spray memiliki 10 hingga 20 kuntum bunga berukuran kecil pada satu tangkai.

Jenis bunga krisan juga dapat dibedakan berdasarkan ciri bentuk bunga krisan yang dimana terdapat lima jenis varietas, diantaranya varietas tunggal, vartietas anemone, varietas pompon, varietas dekoratif dan varietas bunga besar. Ciri dari jenis bunga krisan tunggal yaitu setiap satu tangkai terdapat satu kuntum bunga dengan berpiring sempit dan hanya memiliki selapis susunan mahkota bunga. Ciri jenis bunga krisan anemone yaitu berpiring dasar bunga tebal dan lebar.

Ciri bentuk jenis bunga krisan pompon yaitu bulat seperti bola dengan mahkota dengan penyebaran ke semua arah serta bentuk piringan yang tidak tampak. Ciri bentuk bunga krisan dekoratif hampir mirip dengan bunga krisan bentuk pompon yang membedakan pada mahkota bunga yang dimana bertupuk dengan rapat bagian tengah dan tepi memanjang. Ciri jenis bunga krisan besar dapat ditandai dengan setiap tangkainya memiliki satu kuntum bunga dengan ukuran diameter lebih dari 10 cm, piring dasar yang tidak terlihat, bentuk mahkota bunga yang bervariasi seperti melengkug ke dalam dan ke luar, panjang berpipih, sendok dan lain sebagainya. Morfologi biji pada tanaman bunga krisan memiliki bentuk yang lonjong dan berukuran kecil yang ditutupi oleh selaput buah. Biji bunga krisan dihasilkan pada saat penyerbukan. Biji tanaman bunga krisan berwarna putih tetapi akan berubah menjadi warna coklat bahkan berwarna hitam dengan seiring berjalannya waktu (Andiani, 2013).

Syarat pertumbuhan tanaman krisan yang baik sebagai berikut :

  1. Bunga krisan dapat tumbuh dengan maksimal pada daerah dataran tinggi dengan ketinggian 700 -1200 m diatas permukaan laut.
  2. Kelembaban udara yang dibutuhkan berkisar 70%-80%.
  3. pH tanaman bunga krisan berkisar 6,2 sampai 6,7.
  4. Suhu udara yang dibutuhkan perharinya berkisar 17 oC – 30 oC, dengan suhu ideal fase vegetative 22 oC – 28 oC dan suhu harian ideal fase generatif sebesar 16 oC-18 oC karena jika suhu terlalu tinggi akan membuat bunga berubah warna menjadi kusam.
  5. Membutuhkan ketersediaan cahaya 14-16 jam/hari pada saat proses fase vegetatif, dan <12 jam/hari pada saat proses fase generatif.
  6. Memerlukan sirkulasi udara yang baik (Andiani, 2013).

Bunga krisan adalah tanaman hias yang bernilai jual tinggi dan memiliki banyak sekali manfaat dalam kehidupan manusia, sehingga dalam industry pertanian bunga krisan banyak diminati oleh masyarakat. Hal tersebut membuat banyak masyarakat yang membudidayakan tanaman bunga krisan. Metode Budidaya tanaman bunga krisan pada saat ini dapat dilakukan dengan sistem hidroponik. Hal ini dikarenakan banyak lahan di Indonesia yang dialih fungsikan menjadi kawasan industry , kawasan pemukiman, dan lain sebagainya. Hidroponik sendiri merupakan metode budidaya tanaman dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Media tanam yang dapat digunakan seperti rockwool, hidronit, sabut kelapa dan lainnya. Budidaya tanaman krisan dengan sistem hidroponik hanya memerlukan luas lahan sedikit.

 

Gambar 6. Sistem Hidroponik Pada Tanaman Bunga Krisan (Sumber: https://hidroponikyuk.com/sistem-tanam-hidroponik/hidroponik-sistem-drips-sistem-irigasi-tetes/, 2020)

  1. Proses persiapan bibit bunga krisan

Bibit tanaman bunga krisan dapat diperoleh dari hasil pernyebukkan. Selain itu dapat diperoleh dengan membeli benih di toko pertanian yang sudah dikeringkan. Bibit bunga krisan dapat dilakukan dengan metode kultur jaringan. Pengambilan kultur jaringan ini berfungsi untuk mengambil mata tunasnya. Mata tunas yang sudah diambil lalu di rendam dengan cairan sublimat HgCl yang dimana hal ini bertujuan untuk menghasilkan bibit yang kuat dan tidak mudah terserang penyakit. Bibit tanaman bunga krisan dapat di perbanyak dengan metode stek pucuk.

  1. Proses penyemaian bunga krisan
Gambar 7. Penyemaian Bibit Tanaman Bunga Krisan (Sumber: https://www.kebun.co.id/cara-menanam-bunga-krisan/, 2020)

Proses penyemaian pada tanaman bunga dapat dilakukan dengan menggunakan media sekam bakar dan cocopeat didalam pot. Mekanisme penyemaian dengan cara menaruh 3-5 benih bunga krisan atau mata tunas bunga krisan ke dalam media lalu tutup media penyemaian dengan menggunakan plastic bening. Tunggu hingga 14 hari hingga dimana memiliki ciri-ciri tinggi batang 9 cm dan jumlah helai daun sebanyak 4-5 helai. Selama penyemaian, penyiraman dan pemberian nutrisi jangan sampai terlewatkan agar bibit tumbuh dengan baik.

  1. Proses penanaman bunga krisan

Bibit yang sudah disemai selanjutnya dipindahkan kedalam sistem hidroponik irigasi tetes.  Alat dan bahan yang diperlukan untuk proses penanaman tanaman bunga krisan seperti pipa air, pompa air, dan tabung pemupukan. Media tanam yang dapar digunakan dalam sistem hidroponik irigasi tetes bisa dengan sabut kelapa, arang bakar, cocopeat, hidronit dan lain sebagainya.

  1. Metode perawatan tanaman bunga krisan

Teknik perawatan bunga krisan dapat dilakukan dengan posisi penempatan tanaman yang diletakan pada tempat teduh tetapi bisa mendapatkan cahaya matahari yang cukup agar saat melakukan proses vegetative dan regetatif berjalan dengan baik dan optimal. Pemberian nutrisi dan air yang sesuai kebutuhan tanaman bunga krisan yang telah dijadwalkan. Nutrisi yang dapat diberikan yaitu AB Mix atau nutrisi yang dirancang sendiri. Melakukan pengecekan suhu, kelembaban udara, pH pada media tanam perlu dilakukan agar mencegah terjadinya kerusakan pada tanaman. Metode penyiraman juga perlu diperhatikan jangan sampai adanya genangan.

  1. Pemanenan tanaman bunga krisan
Gambar 8. Pemanenan Tanaman Bunga Krisan (Sumber: https://bibitbunga.com/cara-merawat-bunga-krisan/, 2020)

Waktu pemanen idealnya dilakukan pada minggu 13 atau dalam 1 pekan, apabila pemanenan mengalami keterlambatan menandakan bahwa terjadi penurunan kulitas dari bunga tersebut dengan bunga yang terlihat tidak segar. Bunga yang menghasilkan kualitas yang bagus akan menghasilkan bunga yang segar, wangi bunga yang harum sehingga nilai ekonomi jualnya semakin tinggi.

Daftar Pustaka :

Agrotek. 2016. Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bunga Krisan Potong. Retrieved Desember 24, 2020 from http://agrotek.id/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-bunga-krisan-potong/

Andiani, Yuli. 2013. Budidaya Bunga Krisan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Dalaila, I. (2018). Karakterisasi morfologi dan anatomi chrysanthemum morifolium ramat. var. puspita nusantara dan var. tirta ayuni serta chrysanthemum indicum l. var. mustika kaniya sebagai sumber belajar pada mata kuliah struktur dan perkembangan tumbuhan (Doctoral dissertation, UIN Walisongo Semarang).

Purnobasuki, H., Dewi, A. S., & Wahyuni, D. K. (2014). Variasi Morfologi Bunga Pada Beberapa Varietas Chrysanthemum morifolium Ramat. J. Natural B2(3), 210-220.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *