Tanaman Brokoli (Brassica oleracea L)

Gambar 1. Tanaman Brokoli (sumber: https://warstek.com/brokoli/ , 2020)

Brokoli (Brassica oleracea L) adalah tanaman yang masuk kedalam jenis sayuran hijau yang digolongkan dalam tanaman keluarga kubis-kubisan. Brokoli adalah salah satu tanaman yang mengandung berbagai manfaat bagi tubuh. Brokoli juga dikenal sebagai Crown Jewel of Nutrition lantaran brokoli mengandung banyak zat gizi yang sangat penting seperti vitamin, mineral, metabolit dan serat. Brokoli mengandung vitamin A dan vitamin C yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan sayuran lainnya. Tanaman brokoli juga mengandung senyawa isotiocyanate, senyawa tersebut yang akan membentuk enzim untuk mengurangi risiko penyakit kanker. Manfaat dari brokoli secara garis besar dan yang terpenting adalah tanaman brokoli dapat dikatakan bisa meningkatkan daya kerja otak, mengatur kadar gula darah, menetralkan zat penyebab kanker, menurunkan kolesterol, untuk wanita hamil baik dikonsumsi karena mengandung asam folat, dan karena mengandung vitamin C juga berperan sebagai antioksidan.

Brokoli merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang berasal dari daerah sub tropis. Di daerah subtropis ini pertumbuhan brokoli berkisar pada suhu minimum 15 ̊C dan suhu maksimum 240 ̊C. Pada saat panen curd tanaman brokoli biasanya dilakukan pada jangka waktu 60 – 90 hari setelah penanaman yaitu sebelum bunga membuka dan ketika warna curd masih hijau. Penanaman tanaman brokoli di daratan rendah yang memiliki suhu malam yang juga rendah akan mengakibatkan terjadinya penundaan dalam pembentukan bunga dan umur panen yang lebih panjang. Berikut klasifikasi dari tanaman brokoli (Brassica oleracea L):

Divisi : Spermatophyta

Subdivisi : Angiospermae

Kelas : Dicotyledoneae

Famili : Cruciferae

Genus : Brassica

Spesies : Brassica oleraceae var. italica

Morfologi Tanaman Brokoli :

  1. Biji

 

Gambar 2. Biji Tanaman Brokoli (sumber : https://m.andrafarm.com/_andra.php?_i=0-tanaman-kelompok&BK_HP=Laptop&topik=menanam&kelompok=Brokoli , 2020)

Tanaman brokoli memiliki biji yang berbentuk bulat dan berwarna coklat tua kehitam-hitaman. Biji brokoli berukuran kecil sebesar kurang lebih 1 mm. Biji brokoli ini dilapisi oleh sebuah lapisan yang berwana hitam. Biji pada tanaman brokoli ini berasal dari penyerbukan oleh perantara serangga maupun oleh penyerbukan sendiri. Buah yang dihasilkan oleh biji tanaman brokoli tersebut berukuran sebesar kacang polong yang berdiameter 3-5 mm.

  1. Batang atau Tangkai
Gambar 3. Batang Tanaman Brokoli (sumber: https://sajiansedap.grid.id/read/10967432/tips-mengolah-batang-brokoli-supaya-bisa-dimakan-dan-enak-rasanya?page=all , 2018)

Tanaman brokoli umumnya memiliki tangkai yang ditumbuhi oleh beberapa helai daun yang  akan melingkari bagian buah brokoli. Tangkai brokoli ini memiliki ukuran yang cukup panjang dan besar. Tangkai brokoli ini memiliki tingkat kekerasan yang tinggi. Dapat dikatakan sangat kuat karena dapat menopang buah dari brokoli tersebut. Brokoli memiliki batang yang dapat tumbuh tegak sepanjang kurang lebih 30 cm, batang tersebut berwarna hijau, tebal, lunak, namun cukup kuat dan bercabang samping. Batang tersebut halus tidak berambut, dan tidak begitu tampak jelas karena tertutup oleh daun-daun dari tanaman brokoli yang cukup besar dan lebar.

  1. Akar

Sistem perakaran  tanaman brokoli ini memiliki jenis akar yang berakar tunggang yakni akar akan tumbuh mendekati pusat bumi. Bulu akar pada tanaman brokoli ini tumbuh halus seperti akar serabut. Tanaman brokoli yang memiliki akar yang baru biasanya tumbuh berukuran 0,5 mm, tetapi setelah berumur antara 1-2 bulan sistem perakaran tanaman ini menyebar ke samping hingga pada kedalaman antara 20-30 cm.

  1. Daun
Gambar 4. Daun Tanaman Brokoli (sumber : https://tanahkaya.com/brokoli/, 2020)

Daun brokoli umumnya berwarna hijau dan berukuran besar hingga mengelilingi tangkai brokoli. Daun brokoli memiliki serat-serat yang cukup besar dan dapat terlihat jelas oleh mata. Daun dari tanaman brokoli ini berbentuk bulat telur. Daun brokoli juga memiliki tekstur yang kasar dan juga ujung daun yang bergerigi.

  1. Bungga
Gambar 5. Bunga Tanaman Brokoli (sumber : https://www.liputan6.com/health/read/2070580/konsumsi-brokoli-tiap-hari-cegah-asma , 2014)

Bagian dari tanaman brokoli yang umumnya dikonsumsi adalah bagian kepala bunga yang berwarna hijau yang berbentuk seperti cabang pohon besar dengan batang tebal. Brokoli memiliki bentuk yang sedikit mirip dengan kembang kol, namun brokoli memiliki kepala bunga yang terdiri dari sejumlah bunga-bunga kecil yang bersatu dalam satu tangkai pendek dan berwarna hijau, sedangkan kembang kol berwarna putih. Dibandingkan dengan kubis bunga, bunga brokoli ini memiliki tekstur yang lebih lunak saat diolah untuk dikonsumsi. Berat bunga brokoli ini juga berkisar antara 0,6 – 0,8 kg dengan diameter yanng dimilikinya 18 – 25 cm. Bunga brokoli ini dapat tumbuh memanjang bersatu menjadi tangkai bunga yang penuh.

Penduduk Indonesia sendiri saat ini mengkonsumsi buah dan sayur sebanya kurang lebih 43% dari yang direkomendasikan. Konsumsi total buah dan sayur ini lebih dominan  dikonsumsi pada daerah perkotaan dibandingkan dengan daerah pedesaan. Kebutuhan pangan bagi manusia seperti sayuran dan buah–buahan setiap harinya semakin meningkat dengan seiring perkembangan jumlah penduduk. Sehingga menjadikan beban pertanian sangat berat maka dari itu dibutuhkan sebuah model pertanian yang lebih efisien dan produktifitasnya tinggi. Untuk mengatasi tingkat kekurangan pasokan sayur dan buah-buahan di daerah perkotaan. Saat ini sudah banyak metode-metode yang di buat secara praktis dan ekonomis untuk dapat bercocok tanam di daerah perkotaan yang memiliki lahan yang terbatas. Salah satunya adalah bercocok tanam dengan metode hidroponik. Brokoli juga merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat ditanam dengan metode hidroponik.

Hidroponik adalah sebuah cara bercocok tanam yang berbeda dari cara bercocok tanam pada umumnya karena tidak menggunakan tanah sebagai media tanamnya, melainkan dengan menggunakan media tanam pengganti seperti larutan mineral bernutrisi yang mengandung berbagai unsur hara diantaranya  arang sekam, rock bull, spons, sabut kelapa, serbuk kayu, dan lain-lain. Hidroponik sebagai salah satu sistem yang menyumbang karbon paling besar tetapi menghasilkan gas metan yang paling kecil. Bercocok tanam dengan metode hidroponik ini memiliki banyak keuntungan diantaranya adalah hemat dalam pengggunaan lahan, hemat air dan nutrisi, pengendalian hama dan penyakit lebih mudah, efisien dan terjamin kebersihan serta kesehatan sayur dan buah-buahannya. Budidaya dengan sistem hidroponik ini diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan kekurangan pasokan sayur dan buah-buahan serta sebagai media alternatif bagi masyarakat yang ingin bercocok tanam tetapi memiliki lahan yang terbatas.

Penanaman hidroponik pada tanaman brokoli dapat dilakukan dengan beberapa sistem diantaranya adalah sistem wick, sistem DFT (Deep Flow Technique), dan sistem NFT (Nutrient Film Technique). Untuk sistem wick sendiri media tanam yang digunakan harus tetap basah, sumbu digunakan sebagai alat yang menghubungkan antara media tanam dengan nutrisi yang dibutuhkan, serta air dan nutrisi akan sampai ketanaman dengan menggunakan prinsip kapilaritas air. Kemudian, untuk sistem DFT (Deep Flow Technique), menggunakan pompa untuk mengalirkan nutrisi dan air, sistem ini akan membuat akar selalu terkena dan terendam oleh air, serta saat listrik padam tanaman masih bisa dalam kondisi aman karena akar tanaman masih dapat terkena genangan nutrisi.

Gambar 6. Tanaman Brokoli Sistem NFT (sumber: https://www.iribb.org/index.php/berita/211-20-tanaman-ini-bisa-ditanam-dengan-teknik-hidroponik, 2020)

Pada kali ini sistem yang akan digunakan untuk hidroponik tanaman brokoli adalah sistem NFT selain karena sistem ini memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi jika dibandingkan dengan sistem lainnya, sistem ini juga dapat dikatakan bahwa akan menghasilkan proses produksi  yang dapat berlangsung sepanjang tahun. Hidroponik dengan sistem NFT (Nutrient Film Technique) merupakan salah satu sistem fertigasi hidroponik dengan sirkulasi terbuka atau dapat dikatakan sistem hidroponik dengan menggunakan pompa dan metode budidaya tanaman dengan cara meletakkan tanaman diatas lapisan air dengan akar dibawahnya terkena genangan nutrisi secara tipis. Air yang mengandung nutrisi tersebut berfungsi untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Lapisan nutrisi yang digunakan dalam sistem NFT dibuat maksimal dengan tinggi larutan sebesar 3 mm. Sirkulasi nutrisi yang digunakan menggunakan sebuah pompa. Serta mengatur kemiringan talang agar sesuai dengan kebutuhan air, nutrisi dan oksigen sehingga dapat terpenuhi secara maksimal.

Hal terpenting dalam menanam tanaman brokoli dengan sistem hidroponik adalah pemilihan untuk menggunakan benih yang termasuk kedalam jenis bermutu tinggi, pemilihan kualitas air dan nutrisi yang baik, serta pemilihan media tanam yang sesuai. Agar menghasilkan tanaman brokoli yang berkualitas dan memiliki nilai mutu yang tinggi. Hidroponik brokoli di Indonesia saat ini dapat dijadikan sebuah hobi serta dapat juga dikatakan dapat membantu dalam meningkatkan pendapatan karena memiliki daya tarik yang tinggi. Apabila bercocok tanam dengan sistem hidroponik pada tanaman brokoli ini ditekunin dengan baik, tidak dapat dipungkiri selain dapat memenuhi kebutuhan sayur sendiri juga dapat menjadi sebuah ladang penghasilan yang cukup besar dan menjanjikan di era globalisasi seperti ini.

Referensi

Jaharudin, dkk, 2020. HIDRO BROKOLI (Program Pendampingan Budidaya Brokoli (Brassica oleracea L) untuk Meningkatkan Gizi Masyarakat Kampung Arar). Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat. Volume 3 No. 1, 44-51 ISSN: 2621-8100.

Sari, 2014. Kandungan Serat, Vitamin C, Aktivitas Antioksidan dan Organoleptik Keripik Ampas Brokoli ( Brassica oleracea var . italica) Panggang. Artikel Penelitian. Program Studi Ilmu Gizi. Fakultas Kedokteran. Universitas Diponogoro.

Fatharanni1, dkk, 2017. Efektivitas Brokoli (Brassica Oleracea var. Italica) dalam Menurunkan Kadar Kolesterol Total pada Penderita Obesitas. Fakultas Kedokteran. Universitas Lampung.

Roidah, 2014. PEMANFAATAN LAHAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM HIDROPONIK. Fakultas Pertanian. Jurnal Universitas Tulungagung BONOROWO.

Mulasari, 2018. PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA (PENANAM HIDROPONIK MENGGUNAKAN MEDIA TANAM) BAGI MASYARAKAT SOSROWIJAYAN YOGYAKARTA. Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat. Universitas Ahmad Dahlan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *