Tanaman Blueberry (Vaccinium corymbosum)

Gambar Blueberry Semak Tinggi (Sumber: wikipedia.org, 2005)

Siapa yang tidak mengenal blueberry, buah kecil berwarna biru dengan rasa manis sedikit asam ini bahkan menjadi salah satu buah beri favorit kedua di Amerika Serikat (Moyer, 2016). Terdapat lima varietas blueberry yang biasa dibudidayakan yakni blueberry semak tinggi (Vaccinium corymbosum),  blueberry semak rendah (Vaccinium angustifolium),  blueberry mata kelinci (Vaccinium virgatum), blueberry elliott (Vaccinium elliottii), dan blueberry semak hijau (Vaccinium darrowii). Kepopuleran blueberry meningkat setelah muncul anggapan bahwa blueberry merupakan salah satu dari superfood (Moyer, 2016). Oleh karena itu, perlu kita kenal lebih jauh mengenai buah blueberry khususnya varietas semak tinggi (Vaccinium corymbosum) mulai dari morfologi hingga peluang membudidayakannya secara hidroponik.

Blueberry Semak Tinggi

Blueberry semak tinggi (Vaccinium corymbosum) merupakan varietas blueberry yang berasal dari daerah Amerika Utara. Blueberry semak tinggi pertama kali dibudidayakan di New Jersey pada awal abad 20-an. Blueberry varietas ini dapat tumbuh hingga ketinggian 6-12 kaki atau sekitar 1,8 hingga 3,7 meter (Wikipedia, 2020). Blueberry semak tinggi merupakan spesies tanaman yang tetraploid (memiliki 4 set kromosom dalam nukleusnya) dan dapat melakukan penyerbukan sendiri.

A. Klasifikasi Ilmiah

Berikut merupakan klasifikasi ilmiah dari tanaman blueberry semak tinggi:
Kingdom: Plantae (tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (tumbuhan vaskuler)
Superdivision: Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
DivisionMagnoliophyta (tumbuhan berbunga)
Class: Magnoliopsida (tumbuhan dikotil)
Subclass: Dilleniidae
Order: Ericales
Familu: Ericaceae (famili heath)
Genus: Vaccinium L. (blueberry)
Species: Vaccinium corymbosum L. (blueberry semak tinggi)

B. Morfologi

Istilah morfologi dalam konteks biologi pertama kali diperkenalkan oleh penyair, novelis, dan filsuf asal Jerman bernama Johann Wolfgang von Goethe pada awal abad ke-19. Berasal dari bahasa Yunani “morph”  yang berarti “bentuk”. Jadi, morfologi dalam rumpun biologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang suatu bentuk dan struktur dari organisme, salah satunya adalah tanaman (Aronoff, 2011). Berikut merupakan morfologi dari tanaman blueberry semak tinggi:

1. Biji

Gambar Biji Tanaman Blueberry Semak Tinggi (Sumber: chinabrands.com, 2020)

Satu buah blueberry semak tinggi memiliki banyak biji di dalamnya, namun memiliki ukuran yang berbeda-beda. Biji dari buah blueberry ini memiliki warna kulit coklat gelap ketika telah matang. Kulit dari biji tanaman blueberry disusun oleh jaringan sklerenkim dengan ketebalan dinding rata-rata 13,41 μm. Ukuran dari biji blueberry bervariasi dengan panjang mulai dari 0,49 mm hingga 1,02 mm dan lebar 0,44 hingga 0,61 mm (Rosa, 2017).

2. Akar

Gambar Akar Tanaman Blueberry Semak Tinggi (Sumber: pnwhandbooks.org, 2020)

Tanaman blueberry semak tinggi memiliki akar yang mampu berkembang dengan baik di lingkungan bernutrisi rendah. Tanaman ini memiliki akar yang sangat halus dengan panjang yang relatif seragam. Diameter akar terkecilnya berukuran 20 μm. Akar tanaman blueberry semak tinggi memiliki umur rata-rata 115-155 hari. Akar orde pertama dan kedua tanaman blueberry memiliki fungsi absorpsi air dan unsur hara. Akar orde ketiga dan keempat sebagai transisi dari absorpsi air dan unsur hara ke penyalur air dan unsur hara. Sedangkan akar orde kelima berfungsi sebagai penopang serta penyalur air dan unsur hara dari tanaman blueberry (Valenzuela-Estrada, 2008).

3. Batang

Gambar Batang Tanaman Blueberry Semak Tinggi (Sumber: mofga.org, 2018)

Pertumbuhan Tanaman blueberry semak tinggi cenderung berfokus pada pertumbuhan batang dibandingkan dengan rantingnya. Tanaman ini memiliki batang yang dapat tumbuh hingga usia 29 tahun, dengan tajuk yang dapat tumbuh hingga berumur 48 tahun. Tinggi batang dari tanaman blueberry semak tinggi bisa mencapai dua hingga tiga meter. Pertumbuhan tinggi dan lebar batang akan beriringan ketika masih dibawah dua meter. Namun, ketika tinggi batang telah lebih dari dua meter maka pertumbuhan tinggi tanaman akan semakin lambat (Vander, 2009).

4. Daun

8235496867_05133c37af_z.jpg
Gambar Daun Tanaman Blueberry Semak Tinggi di Musim Gugur (Sumber:plantvillage.psu.edu, 2020)

Tanaman blueberry memiliki bentuk oval seperti telur. Memiliki panjang 1 hingga 8 cm dan lebar 0,5 hingga 3 cm. Daun tanaman blueberry merupakan jenis daun dorsiventral yakni memiliki dua sisi daun yang berbeda. Daun dari tanaman blueberry memiliki tipe stomata parasitik, memiliki bentuk sel epidermis yang tidak beraturan, dan tidak memiliki trikoma dikedua sisi daun. Hal ini menunjukan bahwa daun tanaman blueberry selalu dalam posisi horizontal. Namun, hal ini juga berarti karakteristik daun blueberry tidak terlalu tahan dengan kondisi kekeringan (Rosa, 2017).

5. Buah

Gambar Buah Tanaman Blueberry Semak Tinggi
(Sumber: wikipedia.org, 2008)

Tanaman blueberry memiliki bunga berbentuk lonceng dengan warna putih, merah muda pucat, dan sedikit kehijauan. Buah dari tanaman blueberry sendiri berbentuk bulat dan memiliki warna hijau pucat ketika masih muda dan menjadi biru keunguan setelah matang. Buah dari tanaman blueberry semak tinggi memiliki ukuran diameter antara 5-16 mm dengan mahkota diujungnya, serta memiliki lapisan lilin dibagian luarnya. Buah ini memiliki rasa manis ketika matang dengan sedikit rasa asam tergantung varietasnya (Wikipedia, 2020).

C. Budidaya

Tanaman blueberry biasanya ditanam pada lingkungan dengan tanah lempung berpasir dengan kondisi drainase yang baik. Dalam masa pertumbuhannya blueberry membutuhkan sinar matahari secara penuh agar dapat tumbuh dengan baik. Penanaman blueberry dilakukan pada tanah dengan pH 4,5-5,0. Penanaman blueberry dilakukan dengan jarak tanam 1,5 sampai dua meter. Akar dari tanaman blueberry sangatlah dangkal, dan harus ditutupi mulsa dengan ketebalan lapisan organik tiga sampai 4 inci (Sideman, 2016).

Secara umum butuh dua sampai tiga tahun sampai tanaman blueberry dapat menghasilkan buah. Selama dua atau tiga tahun tersebut perlu dilakukan pemangkasan terhadap batang yang mati, atau ranting yang patah dan terkena penyakit. Selain itu, sebelum mencapai usia dua tahun seluruh bunga yang tumbuh dari tanaman blueberry sebaiknya dipotong agar pertumbuhan tanaman lebih berfokus pada pertumbuhan akar dan dedaunan (Hessong, 2018).

Setelah memasuki usia dua atau tiga tahun, setiap tahunnya buah blueberry semak tinggi memerlukan waktu pendinginan (chill time) pada suhu dibawah 45 derajat fahrenheit atau sekitar 7 derajat celcius selama 400 sampai dengan 600 jam. Apabila waktu pendinginan terlalu sedikit maka bunga dari tanaman blueberry tidak bisa melakukan penyerbukan. Buah blueberry sendiri bisa melakukan penyerbukan secara mandiri, namun untuk skala produksi besar lebih baik apabila dilakukan penyerbukan menyilang dengan varietas lain.

Buah blueberry mulai matang ketika memasuki bulan Juli dan mencapai puncaknya ketika awal bulan Agustus. Blueberry yang mulai matang ditandai dengan perubahan warna menjadi biru dengan sedikit warna merah. Pemanenan biasanya dilakukan setelah buah blueberry benar-benar matang. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas serta ukuran buah yang lebih besar (Sideman, 2016).

Budidaya Blueberry Semak Tinggi Secara Hidroponik

Budidaya blueberry biasanya dilakukan pada tanah dengan pH rendah sekitar 4,5-5,0. Hal ini membuat blueberry tidak dapat tumbuh pada tanah biasa dengan pH alkali. Hal ini karena blueberry membutuhkan kadar sulfur yang cukup tinggi agar dapat tumbuh dengan optimal. Apabila tanaman kekurangan sulfur dapat dilihat dari perubahan warna daun yang menjadi kekuningan.

Penggunaan sistem hidroponik membuat penanaman buah blueberry menjadi lebih mudah dilakukan karena pengendalian pH lebih mudah dilakukan secara hidroponik dibandingkan dengan menurunkan kadar pH dari tanah. Penggunaan sistem hidroponik membuat penanaman blueberry dapat dilakukan di dalam greenhouse yang kondisi lingkungannya lebih terjaga. Selain daripada pH, faktor lingkungan lain yang harus diperhatikan dalam melakukan budidaya hidroponik adalah sebagai berikut:

  • pH berkisar antara 4,5 sampai 5,8
  • Suhu diatur pada rentang  22 sampai dengan 24 derajat Celcius
  • Pencahayaan minimal 8 jam, dengan pencahayaan optimal selama 12 sampai dengan 16 jam
  • Kelembaban udara berkisar antara 65% sampai dengan 75%
  • Pemberian nutrisi 1260 PPM sampai dengan 1360 PPM
Gambar Penanaman Blueberry Secara Hidroponik (Sumber: blueberriesconsulting.com, 2020)

Sistem hidroponik yang baik untuk diterapkan dalam menanam blueberry semak tinggi adalah dengan irigasi tetes. Menggunakan sistem ini maka tanaman blueberry akan ditanam pada pot dan pemberian nutrisi disalurkan menggunakan selang dengan emiter. Penggunaan sistem irigasi tetes bertujuan untuk memastikan bahwa tanaman tidak mengalami kelebihan atau kekurangan nutrisi, terlebih tanaman blueberry merupakan tanaman yang memerlukan kondisi khusus agar dapat tumbuh dengan optimal. Alasan lain penggunaan sistem irigasi tetes karena tanaman blueberry semak tinggi tumbuh dengan cukup tinggi sehingga perlu media tanam untuk menopang batang dari tanaman blueberry yang sulit dilakukan pada hidroponik kultur air. Selain itu, morfologi dari akar blueberry yang tidak terlalu dalam dan besar membuatnya cocok untuk ditanam pada pot atau polybag. Pencahayaan buatan untuk memenuhi kebutuhan tanaman blueberry dapat dilakukan menggunakan lampu HID untuk mensimulasikan pencahayaan matahari yang lebih baik. Penggunaan lampu flourensent dianggap dapat menurunkan produksi dari tanaman blueberry (Reddy,  2020).

Gambar Buah Blueberry Hasil Penanaman Secara Hidroponik (Sumber: blueberriesconsulting.com, 2020)

Tantangan dalam menerapkan budidaya blueberry secara hidroponik adalah tanaman blueberry memerlukan perlakuan dingin atau simulasi musim dingin dimana tanaman dibiarkan tumbuh pada suhu 7 derajat celcius selama 400 sampai dengan 600 jam. Hal ini menjadi tantangan tersendiri walaupun ditanam di daerah dataran tinggi. Namun, penggunaan sistem hidroponik dapat meningkatkan produksi hinga 50% dibandingkan dengan penanaman di tanah. Selain itu, waktu tanam blueberry dengan hidroponik dapat berkurang dari 140 hari pada tanah apabila dapat tumbuh dengan optimal.

Daftar Pustaka

Aronoff, Mark. 2011. What is Morphology?. UK: John Willey & Sons.

Hessong, Athena. 2018. How Long Does it Take Blueberry Plants to Produce?. Disadur dari: homeguides.sfgate.com (Diakses pada 26 Desember 2020).

Leblanc, C. M. AND D. J. Leopold. 1992. Demography and age structure of a central New York shrub carr. 94 years after a fire. Bull. Torrey Botan. Club, 119:50–64.

luv2garden.com. 2020. Hydroponic Blueberries. Grow all Blueberry Varieties Hydroponically. Disadur dari:  luv2garden.com (Diakses pada 26 Desember 2020).

Moyer, Karyn. 2016. Blueberries are Second Most Popular Berry in the U.S. Disadur dari: blog.aghires.com (Diakses pada 26 Desember 2020).

Reddy, Jagdish. 2020. Growing Hydroponic Blueberries – a Full Guide. Disadur dari: gardeningtips.in (Diakses pada 26 Desember 2020).

Rosa, Rafael La, & Sanchez, Maria & Perez, Eleucy.  2017. Internal Morphology and Histology of Blueberry Vaccinium corymbosum L. (Ericaceae) in Lima, Peru. Agronomía Colombiana. Vol. 35(2), 176-181.

Sideman, Becky. 2016. Growing Fruit: Highbush Blueberries. Disadur dari: extension.unh.edu (Diakses pada 26 Desember 2020).

USDA. 2020. Blueberry Botany. Disadur dari: blueberries.extension.org (Diakses pada 26 Desember 2020).

Valenzuela-Estrada, Luis & Vera-Caraballo, Vivianette & Ruth, Leah & Eissenstat, David. 2008. Root anatomy, morphology, and longevity among root orders in Vaccinium corymbosum (Ericaceae). American journal of botany. 95. 1506-14. 10.3732/ajb.0800092.

Vander Kloet, S., & McRae, K. 2009. Stem Longevity of Vaccinium corymbosum (Ericaceae) in Eastern North America. The American Midland Naturalist. Vol. 162(2), 395–402. doi:10.1674/0003-0031-162.2.395

Wikipedia. 2020. Blueberry. Disadur dari: wikipedia.org (Diakses pada 26 Desember 2020).

Wikipedia. 2020. Vaccinium corymbosum. Disadur dari: wikipedia.org (Diakses pada 26 Desember 2020).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *