Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.)

See the source image
Gambar 1. Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) (Sumber : Saparinto, 2013)

Tanaman bayam (Amaranthus sp.) merupakan salah satu tanaman yang dapat tumbuh pada setiap musim yang berasal dari daerah Amerika tropis. Di Indonesia terdapat dua jenis bayam, yaitu bayam cabut (Amaranthus tricolor) dan bayam kakap (Amaranthus hybridus). Bayam cabut terdiri dari dua jenis varietas, yaitu bayam hijau (Amaranthus hybridus L.) dan bayam merah (Amaranthus tricolor L.) (Saparinto, 2013).

Klasifikasi Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.)

Menurut klasifikasi tumbuhan yang ada, tanaman bayam merah termasuk kedalam :

 

 

Kingdom         : Plantae

Sub Kingdom  : Tracheobionta

Super Divisi    : Spermatophyta

Divisi               : Magnoliophyta

Kelas               : Magnoliopsida

Sub Kelas        : Hamamelidae

Ordo                : Caryphyllales

Famili              : Amaranthaceae

Genus              : Amaranthus

Spesies            : Amaranthus tricolor L ( Saparinto, 2013).

Morfologi Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.)

  • Akar

Akar tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L.) memiliki sistem perakaran tunggang dengan akar serabut pada bagian diatasnya. Akar dari tanaman bayam merah ini dapat menembus media tanam hingga kedalam 20 cm sampai 40 cm bahkan dapat lebih (Sunarjono, 2014).

  • Batang

Batang dari tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L.) mempunyai bentuk bulat, tegak dan termasuk berbatang basah karena memiliki kandungan air didalamnya. Batang dari bayam memiliki warna putih kemerah – merahan yang memiliki banyak cabang. Panjang dari tanaman bayam merah ini dapat mencapai ± 1 ,5 meter (Sunarjono, 2014).

  • Daun

Daun dari bayam merah (Amaranthus tricolor L.) memiliki ciri – ciri berdaun tunggal, memiliki ujung yang runcing dan lebar. Pada bagian daun dapat terlihat urat – urat daun yang sangat jelas. Panjang dari daun antara 1,5 cm sampai 6 cm dan lebar daun sekitar 0,5 cm. Daun memiliki warna merah terang (Dalimartha, 2006).

  • Bunga

Bunga dari bayam merah (Amaranthus tricolor L.) memiliki ukuran yang kecil mungil yang berada pada ketiak daun dan juga ujung batang pada rangkaian tandan tanaman bayam merah.Bunga pada tanaman bayam merah merupakan bunga yang berkelamin tunggal. Untuk bunga berkelamin jantan bunga berbentuk bulir, sedangkan untuk bunga betina berbentuk bulat. Bunga tanaman bayam merah ini memiliki 5 mahkota dengan panjang 1,5 mm sampai 2,5 mm (Sahat & Hidayat, 1996).

  • Buah

Buah dari tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L.) memiliki buah yang tidak berdaging, tetapi memiliki biji yang banyak dengan ukuran yang sangat kecil berbentuk bulat warna hitam mengkilat dan mudah pecah. Buah dari bayam merah ini  berwarna merah dengan panjang 1,5 mm (Dalimartha, 2006).

  • Biji

Tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L.) ini memiliki biji yang kecil berwarna hitam dengan panjang 0,8 mm sampai 1 mm (Sahat & Hidayat, 1996).

Syarat pertumbuhan tanaman yang baik :

  1. Suhu udara berkisar antara 16 sampai 20°C (Rukmana, 1994) ;
  2. Kelembaban udara antara 40 sampai 60% (Rukmana, 1994);
  3. Membutuhkan cahaya matahari penuh(Rukmana, 1994); dan
  4. pH tanaman berkisar 6 sampai 7, apabila kurang dari 6 akan membuat tanaman merana, sedangkan bila diatas 7, akan terjadi klorosis pada tanaman (Ariyanto, 2008).

Hidroponik

Hidroponik atau Hydroponics diambil dari bahasa latin yang mana hydro yang berarti air dan juga Phonos yang berarti kerja, sehingga hidroponik dapat diartikan sebagai air yang bekerja (Istiqomah, 2007). Sistem budidaya dengan menggunakan metode hidroponik ini semakin banyak digemari karena merupakan cara berbudidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah sebagai tempat menanamnya. Sistem budidaya tanaman ini lebih banyak menggunakan air sebagai sumber dari nutrisi yang diperlukan oleh tanaman. Kegiatan bercocok tanam ini biasanya dilakukan didalam greenhouse. Hal tersebut menjadi nilai tambah karena ekosistem didalmnya dapat dengan mudah dikendalikan, sehingga resiko – resiko dari pengaruh cuaca dapat dipekercil. Selain dari segi ekosistem yang dapat diatur, budidaya dengan sistem hidroponik ini dapat mengatasi masalah dari keterbatasan lahan yang ada.

Selain menggunakan air sebagai media tanam, media lainnya yang dapat digunakan dalam budidaya sistem hidroponik ini adalah kerikirl, pasir, spons, gel, rockwool, cocopeat, arang sekam dan masih banyak lainnya (Istiqomah, 2007). Budidaya sistem hidroponik ini mempunyai berbagai manfaat yang dapat diperoleh. Manfaat – manfaat antara lain adalah produksi tanaman yang lebih tinggi, memiliki tingkat hama dan penyakit yang rendah, pertumbuhan tanaman lebih cepat dibandingkan budidaya konvensional di tanah dan juga memberikan manfaat yang berkelanjutan. Kualitas dari daun, bunga dan/atau buah juga lebih baik serta tidak kotor (Ariyanto, 2008). Budidaya tanaman dengan menggunakan sistem hidroponik ini terdapat dua hal yang perlu diperhatikan agar pertumbuhan tanaman dapat optimal, yaitu pengolahan tanaman dan juga lingkungan tempat tumbuh tanaman yang sehat. Dalam sistem hidroponik terdapat beberapa sistem yang dapat digunakan, antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Sistem Wick, tanaman akan diletakan pada suatu wadah yang digunakan untuk menyimpan air nutrisi. Sistem ini bekerja dengan menggunakan metode kapiler;
  2. Sistem Deep Water Culture, sistem ini sangat sederhana, dimana tanaman yang ingin ditanam ditaruh atau dimasukan kedalam wadah yang berisi air yang tersirkulasi; dan
  3. Sistem Aeroponik, sistem ini menggunakan aliran air yang berada pada akar tanaman yang tersusun sedemikian rupa. Dalam penggunaannya, metode ini dapat terbilang salah satu metode yang sulit untuk dilakukan serta memerlukan biaya tidak sedikit, namun dapat menggunakan lahan yang tidak terlalu luas.

Budidaya Tanaman Bayam Merah dengan Sistem Hidroponik

Sebelum melakukan budidaya bayam merah secara hidroponik, kita perlu memutuskan akan menggunakan sistem apa. Untuk budidaya skala rumah ataupun hobi cukup menggunakan sistem wick, namun jika ingin untuk skala produksi besar dapat menggunakan sistem deep water culture sepertit NFT atau DFT. Sistem NFT dirasa cocok dalam budidaya tanaman bayam karena beberapa alasan seperti perolehan suplai air, oksigen dan nutrisi yang terus-menerus sehingga pertumbuhan tanaman terjamin serta lebih menghemat air dan nutrisi yang ada. Resiko dari adanya pengendapan dari kotoran didalam sistem juga berkurang.

Setelah menentukan sistem apa yang akan digunakan, selanjutnya adalah menyiapkan peralatan dan bahan lainnya seperti benih, media tanam dan lainnya. Media tanam untuk tanaman bayam dapat menggunakan rockwool, hal tersebut karena media tanam tersebut terbilang mudah untuk digunakan dan juga mudah ditemukan. Untuk langkah pengerjaannya adalah sebagai berikut :

  1. Potong rockwool dengan ukuran cm, dimana ukuran tersebut diambil karena cukup untuk diingat dan juga cocok untuk digunakan pada tanaman bayam;
  2. Lubangi rockwool dengan menggunakan tusuk sate atau sumpit;
  3. Isi lubang tersebut dengan biji tanaman bayam merah sebanyak 2 – 4 biji per lubang menggunakan tusuk gigi;
  4. Letakan rockwool yang telah berisi biji kesebuah nampan ditempat yang cukup sinar matahari, kemudian basahi rockwool menggunakan sprayer sampai lembab;
  5. Setelah 2 hari maka benih akan mengalami sprout atau pecah biji, dalam keadaan ini rockwool tetap harus dijaga kelembabannya sehingga tunas dapat tumbuh secara maksimal;
  6. Setelah berumur 4 – 5 hari tunas akan mulai tumbuh;

artikel-2.jpg (280×210) (hidroponikuntuksemua.com)

Gambar 2. Tunas Bayam Merah Mulai Tumbuh

(Sumber : hidroponikuntuksemua.com, 2017)

  1. Pada umur 10 hari atau sudah berdaun 3 – 4 lembar rockwool sudah dapat dipindahkan kedalam netpot;

 

Gambar 3. Proses Pemindahan Rockwool Kedalam Netpot

(Sumber : terserahanda.com, 2016)

  1. Tanaman yang sudah ada didalam netpot dapat langsung dipindahkan kedalam sistem hidroponik yang sudah disiapkan (Bayu, 2018).

Setelah memindahkan tanaman banyam kedalam sistem hidroponik perlu dilakukan perawatan atau pemeliharaan tanaman dan juga sistem hidroponik. Hal yang harus diperhatikan antara lain adalah kandungan pH antara 5,5 sampai 6. Nilai EC (Electric Conductivity) 1260 sampai 1610 ppm. Selain itu perlu diperhatikan juga kebutuhan dari sinar matahari agar tanaman bayam merah dapat melakukan proses fotosintesis dengan baik hingga dapat tumbuh secara optimal. Kebersihan dari sistem juga perlu diperhatikan agar tidak menggangu pertumbuhan tanaman.


Daftar Pustaka

Ariyanto. 2008. Analisis Tata Niaga Sayuran Bayam. [Skripsi] Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Bayu. 2018. Cara Menanam Bayam Merah Hidroponik. Diakses pada: http://hidroponikpedia.com/step-by-step-cara-menanam-bayam-merah-hidroponik/. Pada tanggal 24 Desember 2020, pukul 20.15 WIB

Dalimartha, S. 2006. Atlas tumbuhan indonesia. Jilid4, 4-13.

Istiqomah S. 2007 Menanam Hidroponik. Azka Press. Jakarta

Rukmana, I. H. R. 1994. Bayam, Bertanam & Pengolahan Pascapanen. Kanisius.

Sahat, S., & HIdayat, I. M. 1996. Bayam: Sayuran Penyangga Petani di Indonesia.

Saparinto, C. 2013. Grow your own vegetables-panduan praktis menanam 14 Sayuran Konsumsi Populer di Pekarangan. Yogyakarta: Penebar Swadaya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *