Tanaman Bayam (Amaranthus sp.)

Gambar 1. Tanaman bayam Sumber: (www.teorieno.com)

Tanaman bayam merupakan salah satu sayuran daun yang dapat dibudidayakan dan dikonsumsi, tanaman bayam dijual secara komersial di pasar tradisional maupun pasar modern seperti supermarket. Konsumsi bayam di Indonesia selalu meningkat pada setiap tahunnya, menurut Badan Pusat Statistik pada tahun 2015 konsumsi bayam di Indonesia diperkirakan mencapai 4,03 kg perkapita lalu meningkat menjadi 4,49 kg perkapita pada tahun 2016. Bayam disukai oleh banyak masyarakat karena mudah dicerna dan memiliki banyak manfaat, salah satu manfaatnya adalah baik untuk kesehatan tulang dan kesehatan kulit serta rambut karena bayam mengandung banyak vitamin, termasuk vitamin K, vitamin C, dan vitamin A. Selain vitamin, bayam juga mengandung garam-garam mineral penting seperti besi, kalsium, dan fosfor.

Bayam memiliki banyak jenis, tanaman bayam ada yang dibudidayakan namun ada juga yang tidak dibudidayakan. Jenis-jenis bayam antara lain adalah bayam petik , bayam cabut (Amaranthus tricolor L.), bayam tahun (Amaranthus hybridus L.), bayam tanah (Amaranthus blitum L.), dan bayam berduri (Amaranthus spinosus L.). Bayam yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) dan bayam tahun (Amaranthus hybridus L.).

Biji bayam memiliki bentuk yang bulat, tekstrur yang sangat halus dan berukuran sangat kecil. Warna biji bayam adalah coklat tua mengkilap sampai dengan hitam, namun pada beberapa bayam ada juga yang biji nya berwarna putih sampai dengan merah. Panjang biji bayam ini berkisar antara 0,8 mm hingga 1 mm.

Gambar 2. Biji tanaman bayam Sumber: (www.panahmerah.id)

Akar tanaman bayam memiliki sistem perakaran tunggang pada bagian bawah dan akar yang serabut pada bagian atas, sistem perakaran tanaman bayam ini biasanya menembus kedalaman tanah mulai dari 20 sampai 40 cm. Ketika masih segar, akar tanaman bayam berwarna kuning abu-abu.

Gambar 3. Akar tanaman bayam Sumber: (www.manfaat.co.id)

Batang dari tanaman bayam memiliki ciri khas yaitu berserat dan bertumbuh tegak serta tebal sehingga tanaman bayam mudah dikenali. Batang tanaman bayam memiliki bentuk yang tebal dan berdaging karena batangnya mengandung banyak air. Batang tanaman bayam tumbuh tinggi di atas tanah, tinggi nya sekitar 0,5 sampai 1 meter. Warna batang tanaman bayam ini sebagian besar adalah hijau, namun ada juga yang warnanya merah, warna batang ini tergantung pada varietas yang dibudidayakan. Batang tanaman bayam kadang-kadang berkayu dan bercabang banyak, ketika ada pemangkasan maka percabangan batang akan melebar dan akan tumbuh tunas baru.

Daun dari tanaman bayam umumnya memiliki bentuk yang bulat seperti telur, ujung daunnya agak meruncing dan urat daun terlihat dengan jelas. Warna daun bayam bermacam-macam tergantung varietas mulai dari hijau tua, hijau muda, hijau keputih-putihan hingga kemerahan. Daun dari tanaman bayam memiliki panjang yang berkisar antara 1,5 sampai 6 cm, lebar daun berkisar antara 0,5 sampai 3,2 cm, sedangkan tangkai daunnya yang berbentuk bulat memiliki panjang yang berkisar antara 0,5 sampai 9 cm.

Gambar 4. Daun bayam Sumber: (www.republika.co.id)

Bunga dari tanaman bayam memiliki bentuk yang kecil, berukuran mulai dari 1,5 sampai 2,5 mm, pada mahkota nya terdapat bunga yang berjumlah 4 sampai 5 buah. Bunga dari tanaman bayam memiliki benang sari yang berjumlah 1 sampai 5 buah, dan bakal buah yang terdiri dari 2 sampai 3 buah. Umumnya bunga dari tanaman bayam ini berkelamin tunggal, sifat perkawinannya adalah uniseksual, dimana ia dapat melakukan penyerbukan sendiri maupun penyerbukan silang, proses penyerbukannya dibantu oleh angin atau serangga, kemudian ia telah tersusun secara majemuk dan warnanya adalah hijau. Bunga dari tanaman bayam ini selalu ada, yang artinya tanaman berbunga sepanjang musim.

Tanaman bayam merupakan tanaman yang mudah tumbuh dimanapun, baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi, bayam juga dapat tumbuh sepanjang tahun. Syarat tumbuh tanaman bayam tidak begitu rumit seperti beberapa tanaman, syarat yang terpenting untuk pertumbuhan tanaman bayam adalah nutrisi, penyiraman yang teratur serta saluran drainase yang lancar. PH yang baik untuk pertumbuhan tanaman bayam adalah 6-7, jika pH tanaman lebih rendah dari 6 maka bayam akan mengalami krisis dan jika pH tanaman lebih dari 7 maka bayam akan mengalami klorosis, dimana tanaman akan berubah warnanya menjadi putih kekuning-kuningan. Tanaman bayam tumbuh dengan cepat dan berumur tahunan. Daya adaptasi tanaman bayam sangat baik, maka dari itu ia dapat tumbuh di daerah dataran rendah maupun dataran tinggi.

Berdasrkan morfologi nya, tanaman bayam (Amaranthus) cocok dibudidayakan secara hidroponik menggunakan sistem NFT (Nutrient Film Technique), dimana pada sistem NFT ini sebagian akar tanaman akan terendam air yang telah dicampur dengan nutrisi. Hidroponik merupakan teknik budidaya tanaman dengan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya, media tanam dapat diganti dengan media lain, salah satunya dengan kultur air, hidroponik menekankan pada pemberian nutrisi yang cukup untuk tanaman. Konsep sistem NFT adalah mengalirkan air dan nutrisi dengan lapisan yang tipis pada sebagian akar tanaman, aliran air dan nutrisi kemudian disirkulasikan pada sistem sehingga tanaman akan mendapatkan air, nutrisi, dan oksigen yang cukup.

Budidaya tanaman bayam secara hidroponik diawali dengan pembibitan, dimana perlu dilakukan pemilihan terhadap benih benih yang berkualitas, kualitas benih akan berpengaruh terhadap kualitas tanaman. Benih yang berkualitas tersebut kemudian diletakkan pada rockwool yang sudah lembab (atau telah direndam ke dalam air), diamkan benih tersebut selama 1 hari 2 malam. Setelah benih berkecambang, benih dipindahkan ke tempat yang mendapat sinar matahari dengan cukup baik, agar kelembaban rockwool terjaga perlu dilakukan pengaliran air secara rutin, air yang dialirkan tersebut tentunya adalah air yang telah dicampurkan dengan nutrisi, yaitu AB mix.

Setelah 10 sampai 14 hari benih berkecambah, benih dipindahkan ke dalam instalasi hidroponik NFT. Nutrisi perlu diperhatikan dan ditambahkan secara berkala, hal itu berguna agar tanaman bayam tumbuh dengan baik karena dengan sistem NFT tanaman bayam akan mendapatkan nutrisi, air, serta oksigen yang cukup dan terjaga, selama instalasi ini terhubung dengan aliran listrik maka sistem sirkulasi akan terus berjalan. Apabila ada tanaman yang sakit atau mati maka tanaman tersebut perlu dibuang agar penyakit atau jamur tidak menyebar ke tanaman lainnya yang berada pada satu sirkulasi yang sama. Selain dengan dibuang, tanaman yang sakit juga dapat dikendalikan dengan menyemprotkan pestisida.  Setelah 20 sampai 25 hari berada pada instalasi hidroponik maka tanaman sudah siap dipanen.

 

Daftar Pustaka

Sahat, Sudjoko dan Iteu M. Hidayat. 1996. Bayam Sayuran Penyangga Petani di Indonesia. Bandung: Balitsa Litbang Pertanian

Vertissa. 2011. Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Bayam (Amaranthus sp.) pada berbagai Macam Media Tanam Secara Hidroponik. Fakultas Pertanian. Universitas Pembangunan Nasional: Yogyakarta

Wachjar, Ade. 2013. Peningkatan Produktivitas dan Efisiensi Konsumsi Air Tanaman Bayam (Amaranthus tricolor L.) pada Teknik Hidroponik melalui Pengaturan Populasi Tanaman. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor: Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *