Tanaman Bawang Putih (Allium sativum L.)

Gambar 1. Bawang Putih (Sumber : https://iik.ac.id/blog/bawang-putih-sebagai-antibiotik-alami/, 2014)

Bawang putih (Allium sativum L.) merupakan tanaman komoditas hortikultura yang banyak dikembangkan dan ditanam di seluruh dunia, terutama di Indonesia. Tanaman bawang putih ini banyak tumbuh di dataran tinggi maupun rendah dan dapat juga ditanam di pekarangan rumah karena pemeliharannya yang cukup mudah. Permintaan pasar pada bawang putih saat ini akan terus meningkat sejalan dengan lajunya pertambahan jumlah penduduk, ekonomi yang terus membaik dan meningkatnya pengetahuan tentang arti kebutuhan gizi pada masyarakat. Bawang putih ini memiliki banyak manfaat terutama untuk kesehatan. Masyarakat umumnya hanya memanfaatkan bawang putih pada bagian umbinya saja. Bawang putih memiliki ciri khas yaitu pada baunya yang tajam serta memiliki rasa yang sedikit pedas dan juga pahit, sehingga masyarakat banyak memanfaatkan bawang putih sebagai bumbu masakan. Tanaman bawang putih ini terdiri dari akar, batang, daun, bunga dan umbi.

Morfologi Bawang Putih (Allium sativum L.)

  • Akar

Bawang putih memiliki akar yang dangkal, namun menyebar ke segala arah karena memiliki akar serabut. Namun akar bawang putih hanya menyebar hingga kedalaman 10 cm sehingga tidak dapat tumbuh secara optimal pada kondisi tanah yang kering (Samadi, 2000). Salah satu syarat untuk menanam bawang putih yaitu ditanam dengan jenis tanah gromosol, bertekstur lempung (gembur), kedalaman air tanah yaitu 50 cm-150 cm dan dengan drainase yang baik (Arisandi dan Andriani, 2008).

Gambar 2. Akar Bawang Putih (Sumber : https://www.kudupinter.com/2020/06/cara-menanam-bawang-putih.html, 2020)
  • Batang

Batang tanaman bawang putih tumbuh secara berumpun dan dapat berdiri tegak hingga ketinggian 30-75 cm. Tanaman bawang putih ini memiliki 2 tipe batang, yaitu batang semu dan batang pokok. Batang semu yaitu batang yang tampak diatas permukaan tanah, sedangkan batang pokok berada di dalam tanah (Samadi, 2000).

Gambar 3. Batang Bawang Putih (Sumber : https://www.99.co/blog/indonesia/cara-menanam-bawang-putih/, 2020)
  • Daun

Daun tanaman bawang putih yaitu berbentuk pita, pipih, lebar, terlipat ke dalam membentuk sudut pada pangkalnya sehingga terlihat runcing serta pada daunnya memiliki alur. Tanaman bawang putih biasanya memiliki beberapa helai daun yaitu sekitar 8-11. Permukaan atas daun berwarna hijau muda dan kelopaknya tipis dan kuat (Samadi, 2000).

Gambar 4. Daun Bawang Putih (Sumber : https://paktanidigital.com/artikel/5-tahap-budidaya-bawang-putih-pekarangan-rumah/#.X-cGCtIzbIU, 2019)
  • Bunga

Tanaman bawang putih sebenarnya dapat berbunga, tetapi hanya pada varietas tertentu. Bunga bawang putih tersusun majemuk, memiliki batang, berbiji serta memiliki mahkota. Biasanya, pada kebanyakan varietas, tangkai bunga tidak akan tumbuh tetapi hanya sebagian saja yang tampak keluar atau tidak sama sekali karena gagal saat masih menjadi tunas (Samadi, 2000).

Gambar 5. Bunga Bawang Putih (Sumber : http://princesssaccharifera.blogspot.com/2011/04/, 2011)
  • Umbi

Bawang putih membentuk umbi yang berlapis bewarna putih. Umbi dari bawang putih tersusun atas yang disebut dengan siung yang terbungkus oleh selaput tipis dan kuat. Namun sebenarnya itu merupakan pelepah daun pada bawang putih sehingga umbi terlihat besar (Rukmana, 1995). Biasanya ukuran dan jumlah siung yang terdapat pada bawang putih tergantung varietasnya dan umumnya tersusun sekitar 15-20 siung (Samadi, 2000).

Gambar 6. Umbi Bawang Putih (Sumber : https://www.jatiluhuronline.com/2019/07/manfaat-bawang-putih-dan-cara-menggunakannya.html, 2019)

Sistem Hidroponik pada Bawang Putih

Banyaknya penggunaan bawang putih dalam kehidupan masyarakat saat ini, sehingga menyebabkan peningkatan permintaan pasar akan bawang putih. Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, kebutuhan pangan meningkat, masa tanam lebih lama, dan pengolahan yang lebih intensif sehingga mengakibatkan penurunan produktivitas dan pembentukan daerah rawan erosi. Kegiatan pertanian konvensional di Indonesia membutuhkan banyak lahan dan permasalahan saat ini adalah berkurangnya lahan produksi. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut serta dapat meningkatkan hasil panen bawang putih yaitu dengan penggunaan sistem hidroponik. Cara ini terbilang cukup efektif untuk mengatasi permasalahan kurangnya lahan pertanian, karena sistem hidroponik tidak memerlukan lahan yang luas, namun memberikan manfaat lainnya seperti pemeliharaan yang mudah, harga jual yang tinggi saat panen, serta meminimalisir hama dan penyakit.

Sistem hidroponik yang dapat digunakan pada budidaya bawang putih ini yaitu sistem wick. Sistem hidroponik sumbu atau wick sangat cocok karena terbilang cukup sederhana. Prinsip pada sistem wick ini yaitu penggunaan sumbu yang menghubungkan media tanam yang berupa rockwool dengan larutan nutrisi AB mix khusus sayuran. Sistem wick ini dengan pemanfaatan prinsip kapilaritas, nutrisi akan terserap pada sumbu kemudian sampai ke perakaran tanaman. Nutrisi yang terserap pada sumbu akan terus membasahi rockwool, sehingga kebutuhan nutrisi tanaman akan selalu tercukupi. Oleh karena itu, sistem ini terbilang sangat sederhana dan bersifat pasif (Marlina dkk, 2015). Keunggulan dari sistem wick ini yaitu penggunaannya yang mudah dibawa, perawatan dan pemeliharaan yang tidak sulit serta tidak memerlukan lahan yang luas.

Penggunaan larutan nutrisi pada saat masa pemeliharaan tanaman berguna untuk mempercepat pertumbuhan tanaman. Umumnya nutrisi yang digunakan pada sistem hidroponik yaitu nutrisi AB mix. Nutrisi untuk tanaman bawang putih ini dapat menggunakan nutrisi AB mix sayuran. Nutrisi ini dikhususkan untuk tanaman hidroponik komoditas sayuran karena mengandung unsur-unsur yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman bawang putih yaitu, seperti merangsang pertumbuhan umbi, mempercepat dan membentuk umbi (Iqbal, 2016).

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan pada Hidroponik Bawang Putih

Sama halnya dengan tanaman lain yang ingin dibudidayakan pada sistem konvensional, sistem hidroponik juga perlu diperhatikan syarat-syarat dalam budidaya hidroponik ini agar pertumbuhan tanaman dapat optimal.

  1. Bibit bawang Putih yang Berkualitas

Bibit yang berkualitas sangat berpengaruh terhadap hasil panen yang optimal. Kategori untuk bibit yang berkualitas yaitu antara lain bersih dari kotoran seperti hama ataupun gulma yang dapat menimbulkan penyakit, bibit bawang yang berkualitas terlihat cerah yang mempresentasikan bahwa bibit tersebut bersih.

  1. Media Tanam yang sesuai pada tanaman

Media tanam yang cocok digunakan untuk hidroponik sistem wick pada bawang putih ini yaitu rockwool. Media tanam rockwool dapat menyimpan cadangan air yang cukup banyak sebagai asupan unsur hara pada tanaman tercukupi.

  1. Penanaman Bawang Putih

Sistem wick pada hidroponik cukup sederhana, hanya perlu menyiapkan sebuah baki atau tempat budidaya. Mengisi netpot dengan media tanam rockwool yang telah diberi sumbu. Kemudian memasukkan nutrisi AB mix sayuran dengan keterangan 5 ml nutrisi A dan 5 ml nutrisi B dengan mencampurkan 1 liter air, lalu memasukkan bibit bawang putih ke dalam media tanam rockwool.

  1. Pemeliharan tanaman

Metode pemeliharan pada hidroponik ini cukup mudah, karena lingkungan yang dapat dikendalikan. Untuk pengecekan hama dan penyakit, dilakukan secara berkala. Agar terhindar dari patogen atau jamur, tanaman dapat diletakkan di tempat yang terkena paparan sinar matahari. Untuk pengecekan nutrisi tanaman, dengan melakukan pengukuran pH dan PPM kemudian disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.

Pemanenan Bawang Putih

Umumnya masa panen pada bawang putih dengan sistem hidroponik yaitu berkisar antara 90-120 hari. Masa panen ini ditandai dengan daun yang mulai menguning cenderung kecoklatan dan kering. Teknik pemanenannya juga cukup sederhana, dengan mencabut umbi dari media tanamnya. Umbi bawang putih yang dibudidayakan dengan sistem hidroponik ini dengan kondisi bersih, tidak adanya kotoran dikarenakan budidaya dengan sistem wick ini hanya terkena oleh air nutrisi. Pemeliharan dan perawatan yang baik dan sesuai prosedur pada saat budidaya akan mempengaruhi hasil panen akhir yang baik.

Daftar Pustaka

Arisandi dan Andriani. 2008. Khasiat tanaman obat. Jakarta : Pustaka Buku Murah.

Iqbal Muhammad. 2016. Simpel Hidroponik. Yogyakarta. Lily Publisher.

Marlina, Iis., Triyono, Sugeng., Tusi, Ahmad., 2015. Pengaruh Media Tanam Granula Dari Tanah Liat Terhadap Pertumbuhan Sayuran Hidroponik Sistem Sumbu. 4 ( 2): 143-144.

Rukmana, R. 1995. Budidaya Bawang Putih. Penerbit Kanisius. Yogyakarta. 74pp.

Samadi. 2000. Usaha Tani Bawang Putih. Cetakan Pertama. Yogyakarta : Kanisius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *