Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.)

Gambar 1. Tanaman Bawang Daun (Sumber: https://jogja.tribunnews.com/2018/05/21/kerap-disepelekan-ini-manfaat-konsumsi-daun-bawang-bagi-kesehatan,2018)

Tanaman bawang daun  atau dalam nama ilmiah Allium fistulosum L merupakan tanaman sayuran daun semusim berbentuk rumput yang biasa dimanfaatkan sebagai bumbu penyedap ataupun campuran dari masakan tertentu oleh masyarakat di kawasan Asia Tenggara yang juga diduga sebagai asal dari tanaman bawang daun. Tanaman  bawang daun ini memiki khasiat dapat memudahkan pencernaan dan menghilangkan lendir dalam kerongkongan dimana hal ini didukung oleh kandungan pada tanaman bawang daun  ini yang mengandung vitamin A, B, dan C (Meltin, 2009).

 

 

Tanaman bawang daun jika dilihat dari klasifikasi ilmiahnya termasuk kedalam klasifikasi sebagai berikut (Agrotek.id, 2020) :

Divisi              : Spermatophyta

Subdivisi        : Angiosspermae

Kelas               : Monocotyledoneae

Ordo                : Liliflorae

Famili             : Liliaceae

Genus             : Allium

Spesies           : Allium fistulosum L.

 

Tanaman  bawang daun memiliki biji yang berwarna putih pada saat muda yang mana lama-kelamaan ketika dewasa akan berubah warna menjadi hitam. Ciri biji tanaman bawang daun ini selain dari pada warnanya adalah ukurannya yang sangat kecil, berbentuk bulat agak pipih, dan berkebing satu. Biji pada tanaman ini digunakan sebagai perkembangan generatif, sedangkan perkembangan vegetatif tanaman ini berlangsung terus menerus tidak ada fase dormansi seperti pada bawang bombai dan bawang merah, hal ini lah yang menyebabkan pada tanaman  bawang daun tidak membentuk umbi nyata (Cahyono, 2005)

Gambar 2. Biji Bawang Daun (Sumber : https://mitalom.com/cara-menanam-bawang-daun-dalam-pot-atau-polybag/,2016)

Akar tanaman  bawang daun termasuk kedalam jenis serabut dengan ukuran yang pendek dimana perkembangannya ke semua arah dan sekitar permukaan tanah. Jangkauan akar tanaman bawang daun pada tanah hanya berkisar pada jarak 8-20 cm termasuk pada jangkuan yang dangkal. Akar pada tanaman  bawang daun ini sama halnya dengan tanaman lain pada umumnya yaitu berfungsi sebagai penopang tanaman dan juga sebagai alat untuk menyerap unsur atau zat-zat hara dan air yang ada pada tanah. Akar tanaman  bawang daun ini akan berkembang dengan baik pada kondisi tanah yang gembur, subur, dan mudah untuk menyerap air (Jumadi, 2014)

Gambar 3. Akar Bawang Daun (Sumber : https://pixabay.com/id/photos/akar-daun-bawang-bawang-tanaman-208015/,2013)

Batang  bawang daun terdiri dari dua jenis yaitu batang sejati dan batang semu yang mana kedua batang ini memiliki karakteristik teksturnya lunak. Batang sejati memiliki ciri-ciri pada umumnya berada pada bagian dasar tanaman  bawang daun dan biasanya terdapat di dalam tanah, ukurannya pendek, dan bentuknya seperti cakram. Batang semu merupakan bagian dari tanaman  bawang daun yang terlihat seperti batang yang umumya berada diatas permukaan tanah. Batang semu ini terbentuk dari penumpukan daun yang saling membungkus dengan daun muda sehingga terlihat seperti batang. Ciri lain batang semu antara lain batang ini berwarna hijau dengan gradasi putih dan juga diameter dari batang semu berkisar antara 1-5cm bergantung dari varietasnya. Fungsi dari batang ini selain sebagai tempat tumbuh yaitu sebagai jalan untuk mengangkut unsur hara dan juga air dari akar menuju daun dan juga sebagai jalur dari trasnportasi  hasil fotosintesis  ke seluruh bagian tanaman (Rukmana, 1995).

Gambar 4. Batang Bawang Daun (Sumber :https://thehealthybutcher.com/blog/real-recipe-potato-leek-soup/cut-leeks/,2020)

Daun dari tanaman dengan nama ilmiah Allium fistulosum L dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu daun bulat panjang seperti pipa dan daun pipih panjang tidak berlubang  (Rukmana, 1995). Ukuran panjang daun dari tanaman ini berkisar antara 18-40 cm dengan warna daun dari mulai hijau muda hingga hijau tua yang berteksur permukaan halus. Daun ini merupakan bagian yang dikonsumsi dan dimanfaatkan sebagai penyedap rasa. Fungsi daripada daun pada tanaman daun bawang sama halnya dengan tanaman lain yaitu sebagai tempat untuk berfotosintesis yang berguna untuk kelangsungan hidup tanaman (Cahyono, 2005).

Gambar 5. Daun Tanaman Bawang Daun (Sumber : https://kdngroup.co.id/panduan-cara-menanam-daun-bawang/,2019 )

Bunga dari tanaman bawang daun ini secara keseluruhan berwarna putih dan berbentuk payung dengan jumlah kuntum bunga pada setiap tandan berkisar antara 68-83 kuntum yang terdiri atas mahkota bunga, benang sari, kelopak bunga, tangkai bunga, bakal bunga, dan plasenta. Bakal buah sendiri terdiri atas tiga daun buah (carpel) yang nantinya akan membentuk tiga ruang ovarium dimana tiap ruang ovarium akan mengandung dua bakal biji.Tangkai tandan bunga merupakan tunas inti yang pertama muncul seperti daun biasa dimana tangkai tandan bunga muncul dari bagian batang sejati, namun ukurannya lebih ramping dan meruncing dimana pada ujungnya terbungkus oleh lapisan daun (seludang) yang mana bila bagian ini telah membuka akan tampak kuncup bunga beserta tangkai bunga.  Tangkai tandan bunga dapat mencapai panjang lebih dari 50 cm, sedangkan tangkai bunga panjangnya hanya berkisar 0,8 cm – 1,8 cm . Penyerbukan pada tanaman daun bawang dapat terjadi dari bunga  dalam satu tandan yang sama ataupun dengan bunga dari tandan yang berbeda dimana penyerbukan bisa dilakukan dengan bantuan (penyerbukaan oleh serangga dan manusia) ataupun tanpa bantuan. Bunga yang sudah mengalami penyerbukan nantinya akan membentuk biji-biji yang ukurannya sangat kecil (Rukmana, 1995)

Gambar 6. Bunga Bawang Daun (Sumber : http://www.lubera.co.uk/plants/vegetables/everveg/welsh-onion,2016)

 

Tanaman bawang daun atau Allium fistulosum L memiliki potensi untuk lebih dikembangkan dalam hal budidaya tanaman dimana pemanfaatan tanaman ini sebagai penyedap rasa dan bahan tambahan makanan khususnya di kawasan Asia semakin meningkat beriringan dengan bertambahnya jumlah penduduk (Jumadi, 2014). Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi tentunya akan beriringan dengan peningkatan jumlah permintaan dimana dewasa ini isu tentang kesahatan pada makanan sudah menjadi gaya hidup semua orang oleh karenanya perlu adanya metode yang dapat mewujudkan hal tersebut. Metode yang dapat digunakan untuk mengganti cara menanam konvesional dengan tanah adalah dengan menggunakan hidroponik dimana dengan metode hidroponik produksi dari tanaman akan bertambah dan kualitas mutu dari produk hasil pertanian juga akan meningkat. Hal ini didukung oleh Susilawati dalam bukunya yang berjudul “Dasar-Dasar Bertanam Secara Hidroponik” dimana beberapa keutungan berbudidaya dengan menggunakan hidroponik adalah produksi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan penanaman dengan tanah, tanaman lebih terjamin dari hama dan penyakit, tanaman tumbuh lebih cepat juga pemakaian air dan pupuk yang lebih hemat, kualitas hasil pertanian yang lebih sempurna dan tidak kotor dan lain sebagainya.

Metode yang cocok digunakan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dari tanaman bawang daun atau Allium fistulosum L adalah dengan menggunakan metode hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) yang pertama kali dikembangkan oleh Dr. A.J. Cooper. Sistem Hidroponik NFT ini pada dasarnya adalah metode budidaya tanaman yang tumbuh dalam lapisan polyethylne dimana akar tanaman terendam pada lapisan nutrisi yang dangkal dan tersirkulasi yang mana hal ini akan membuat tanaman memperoleh cukup air, nutrisi, dan oksigen. Hal ini lah yang membuat keuntungan pada metode NFT ini dimana masa tanam tanaman akan menjadi lebih cepat. Selain itu, metode NFT dalam rangka perawatan dan kontrol  terhadap nutrisi tanaman lebih mudah untuk dilakukan karena nutrisi ditempatkan dalam satu wadah.

Gambar 7. Skema Sistem NFT (Sumber : http://strukturkode.blogspot.com/2020/04/sistem-tanam-hidroponik-wick-dft-nft.html, 2020)

Media tanam yang akan digunakan pada sistem hidroponik NFT untuk tanaman daun bawang ini adalah dengan menggunakan rockwool. Hal ini dikarenakan karakteristik dari rockwool yang dapat menahan air dalam jumlah yang banyak cocok dengan morfologi dari tanaman daun bawang yang membutuhkan media yang mudah untuk menyerap dan menahan air. Hal lainnya yang mendukung pemilihan dari media tanam rockwool ini adalah karena ramah lingkungan dimana akan mendukung dalam peningkatan mutu dari tanaman daun bawang ini. Penggunaan media tanam rockwool  ini dimulai dari tahap penyemaian hingga siap dipindahkan menjuju instalasi hidroponik.

Gambar 8. Rockwool (Sumber :http://iraone-kebun.blogspot.com/2015/05/apa-itu-rockwool-manfaat-dan-cara.html,2015)

 

Daftar Pustaka

agrotek.id.(2020). Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bawang Daun. diakses pada 25 Desember 2020, dari https://agrotek.id/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-bawang-daun/.

Cahyono, B.(2005). Teknik Budidaya dan Analisis Usaha Tani Bawang Daun. Kanisius. Yogyakarta .

Jumadi. (2014).  Pengembangan Budidaya Bawang Daun (Allium fistulosum L.) di Lahan Gambut Menggunakan Pupup Organik. Skripsi. Fakultas Pertanian dan Peternakan. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Meltin, L. (2009). Budidaya Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.) di Kebun Benih Holtikultura (KBH) Tawamangu. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret.

Rukmana. (1995). Bawang Daun. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. 50 hal.

Dr.Susilawati, M.SI. (2019). Dasar-Dasar Bertanam Secara Hidroponik. Palembang : Penerbit Usri Press. 188 hal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *