Tanaman Basil (Ocimum Basilicum)

Gambar 1. Morfologi Ocimum Basilicum (Sumber : Ocimum basilicum – Monaco Nature Encyclopedia, 2020)

Basil telah ditemukan diberbagai tempat dan lokasi di dunia dan memiliki sejarahnya sendiri. Basil berasal dari suku Lamiaceae bersama dengan rosemary, thyme¸ dan tanaman rempah lainnya. Basil adalah jenus sayuran rempah yang memiliki aroma yang harum. Bagian basil yang dapat konsumsi adalah bagian daun dan biji tanaman. Basil juga sering digunakan sebagai bumbu dapur atau tanaman rempah untuk obat. Kandungan nutrisi yang ada pada basil dipercaya dapat mencegah dan mengobati beberapa penyakit.  Beberapa dari kandungan vitamin dan mineral yang ada pada basil adalah vitamin A, B, C, dan K, Folat, Kalsium, Zat Besi, Magnesium, dan Kalium. Penyakit-penyakit yang dapat diobati oleh basil diantaranya adalah jerawat, stress, menjaga kesehatan otak, menurunkan gula darah, serta peradangan dan nyeri.

Tanaman basil dapat ditemukan di alam liar di seluruh bagian benua Afrika, Asia, dan juga Amerika. Basil yang merupakan tanaman tropis dapat dikultuvasi pada beberapa tanah tertentu seperti tanah berumput dan tanah buncah. Dikarenakan tanaman basil termasuk tanaman rempah, basil juga mengandung minyak esensial dan senyawa fenolik. Sebagian besar basil akan mekar pada bulan Juni hingga September. Minyak atsiri yang dihasilkan oleh basil telah dikembang di berbagai industri seperti obat-obatan, kuliner, dan juga kosmetik.

Dapat diamati secara visual bahwa basil (Ocimum Basilicum), tanamannya dapat dibedakan berdasarkan habitat tumbuhnya. Tanaman basil tumbuh dengan karakteristik yang bermacam-macam meliputi bentuk, tinggi tanaman, ukuran dan bentuk daun, warna serta rasa dan aroma. Dengan batang yang berbentuk segiempat, berbuku dan bersifat sukulen, batang basil akan memiliki cabang pada bagian atas. Basil memiliki batang yang tegak bercabang dengan tinggi kurang lebih 1 meter pada umumnya. Batang berserta dengan cabang – cabangnya yang tumbuh dalam bentuk persegi. Tanaman basil pada umumnya berwana hijau namun ada beberapa yang berwarna hijau keunguan. Tetapi ketika batang sudah tua, warna hijau akan berubah menjadi kecoklatan dan kulitnya akan mengelupas Basil memiliki batang dan daun yang lebih panjang dibandingkan Ocimum sp. secara keseluruhan. Dapat juga diamati dari batang dan daun basil yang cendrung senada dibandingkan tanaman Ocimum sp. lainnya.

Tanaman basil memiliki banyak bentuk daun, dari berbentuk jorong hingga keriting. Daun basil memiliki kantung-kantung halus yang berupa kelenjar minyak yang dapat diolah menjadi minyak atsiri. Panjang daun basil dapat mencapai 6 centimeter dan lebar 4 centimeter bergantung pada varietas yang ditanam. Daun – daun tunggal ini akan tumbuh tersusun berlawan arah dan berselingan dengan batangnya serta memiliki ujung yang lancip. Daunnya berbentuk bulat bergigi dan memiliki tulang daunnya yang menyirip. Batang daun juga memiliki ukuran yang kecil, 1-3 centimeter. Bagian tanaman ini dapat gunakan sebagai obat karminatif dan antipasmodik yang sering digunakan untuk pengobatan alternatif. Aroma yang dimiliki daun basil merupakan aroma adas yang khas sehingga dapat dibedakan dengan Ocimum sp. lainnya. Basil yang ditanam pada daerah beriklim dingin akan memiliki daun yang lebih lebar dan lebih hijau dibandingkan daerah yang beriklim panas. Daun basil yang ditanam pada daerah panas juga akan lebih kecil dan tipis.

Gambar 2. Bunga Ocimum Basilicum

(Sumber : Ocimum basilicum Sweet Basil, Common Basil, Thai Basil, Tropical Basil PFAF Plant Database, 2020)

Untuk tanaman basil, morfologi bunga dapat dibedakan dengan basil hijau dan basil ungu. Bunga basil tumbuh dengan majemuk dan pada ujung cabang tanaman akan tumbuh bunga tunggal yang berkelompok. Dimana tiap pertapaan bunga akan berisi sebutir biji dan memiliki bulu-bulu halus pada bagian luar bunganya. Bunganya akan memiliki bibir berwarna putih hingga merah muda namun ada juga jenis yang akan berubah menjadi warna kemerah-merahan. Kelopak bunga basil akan berbentuk bilabiate dan memilki mahkota dengan 4 lobus. Pertapaan bunga akan tumbuh hingga berukuran 15 centimeter dan dapat ditumbuhi oleh 10 hingga 20 kelompok bunga. Tangkai putik yang dimiliki tanaman basil kebanyakannya berwarna putih dan tangkai benang sarinya akan berwarna putih atau kuning. Dikarenakan tanaman basil yang merupakan penyerbukan sendiri, tidak dapat disilangkan dengan tanaman basil terdekat.

Gambar 3. Akar Ocimum Basilicum

(Sumber : Plants And Herbs Can Propagate From Cuttings (1millionideas.com), 2019)

Tanaman basil akan menghasilkan akar yang dalam dan kecil berwarna kecoklatan. Pada akar tersebut terdapat bulu-bulu akar dan berbentuk akar tunggang. Akar tanaman basil akan menyebar ke berbagai arah dengan kedalam 30 hingga 60 centimeter. Melihat akar basil yang sangat rapuh, tanaman tidak akan bertahan pada tanah yang memiliki kandungan air rendah

Gambar 4. Biji Ocimum Basilicum

(Sumber : Menanam Basil. – cerita bunda (wordpress.com), 2015)

Buah yang dihasilkan oleh tanaman basil akan berwarna coklat dan bertekstur keras dan gundul. Biji yang dimiliki tanaman basil berukuran kecil dan berbentuk bulat lonjong seperti telur dengan diameter 1 hingga 2 milimeter. Biji basil berwarna putih dan akan menghitam dan berbintik ketika sudah menua. Ekstrak etanol dari biji ini mengandung alkaloid, flavonoid, minyak atsiri, dan juga asam amino.

Terdapat beberapa kandungan kimia yang terdapat pada basil, salah satunya adalah flavonoid yang merupakan sebuah insektisid alami yang dapat membasmi serangga. Terkandung juga saponin pada basil yang dapat membunuh larva dengan meracuni sistem pencernaannya. Tanin yang terkandung didalam basil berfungsi sebagai antioksidan dan dapat memberikan rasa pahit. Tanaman basil mengandung minyak atsiri yang terdiri dari eugenol yang dapat digunakan sebagai insektisida.

Basil akan tumbuh dengan baik pada suhu hangat, sehingga suhu optimum untuk perkecambahan adalah 20 derajat Celsius dan suhu untuk pertumbuhan adalah 27 derajat celsius. Walaupun tanaman basil rentan terhadap cuaca beku ataupun suhu dingin, tanaman basil akan berkembang dengan baik ketika mendapati penyinaran penuh dan tidak akan bertahan pada kondisi kemarau. Ini dikarenakan akar tanaman basil yang sangat rapuh sehingga membutuhkan tanah yang subur dengan kandungan bahan organik yang tinggi. Dengan derajat keasaman 4.3 hingga 8.2, basil akan tumbuh dengan maksimal pada pH 6.4.

Basil dapat dikembangbiakan melalui cara vegetative dengan stek pucuk ataupun dapat dikembangbiakkan dengan cara generatif dengan biji. Tingkat perkecambahan benih basil harus berada pada persentase 80-95%, karena jika kurang dari itu benih tidak dapat ditanam. Bibit akan muncul 8 hingga 14 hari setelah penyemaian. Kepadatan penanaman sangat baik dengan penanaman jarak 10-15 centimeter antar baris dan 2 centimeter antar tanaman. Pemanenan tanaman basil tergantung pada kegunaannya. Ketika basil dibutuhkan dalam bentuk kering, maka akan dipanen sebelum tumbuhnya bunga.

Penanaman basil dapat dilakukan secara hidroponi dengan sistem rakit apung. Dengan penggunaan sistem ini, tanaman akan tumbuh di atas Styrofoam hingga tanaman dapat mengapung dengan sendirinya di atas larutan nutrisi. Dikarenakan basil merupakan tanaman yang membutuhkan nitrogen yang tinggi, nutrisi yang diberikan adalah nutrisi AB Mix. Tempat penanaman basil akan terbuat dari Styrofoam yang berbentuk lingkaran yang mengapung di larutan. Tiap Styrofoam akan dilubangi sebanyak 3 lubang yang akan digunakan untuk peletakan netpot dan selang. Aerator sistem akan dipasang secara paralel dengan selang agar tanaman dapat menerima asupan nitrogen. Pemindahan tanaman basil dari Styrofoam ke netpot dilakukan ketika telah didapati 4 hingga 5 helai daun pada tanaman.

REFERENSI :

Basil – characteristics, cultivation, use and curative effects, diakses pada Basil – characteristics, cultivation, use and curative effects – live-native.com (live-native.com)

Damayanti, D. P. O., Handoyo, T., & Slameto, S. (2018). Pengaruh Ammonium (Nh4+) dan Nitrat (No3-) terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Minyak Atsiri Tanaman Kemangi (Ocimum Basilicum) dengan Sistem Hidroponik. Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)16(1), 164-175.

Hadipoentyanti, E., & Wahyuni, S. (2020). Keragaman selasih (Ocimum spp.) berdasarkan karakter morfologi, produksi dan mutu herba.

Lupton, D., Khan, M. M., Al-Yahyai, R. A., & Hanif, M. A. (2016). 3 Basil. Leafy Medicinal Herbs: Botany, Chemistry, Postharvest Technology and Uses, 27.

Makri, O., & Kintzios, S. (2008). Ocimum sp.(basil): Botany, cultivation, pharmaceutical properties, and biotechnology. Journal of herbs, spices & medicinal plants13(3), 123-150.

Sarashati, D. C., Sugiharto, A. N., & Ashari, S. (2019). Variasi Pertumbuhan 3 Jenis Tanaman Kemangi (Ocimum basilicum L.). Jurnal Produksi Tanaman6(10).

Sholehah, D. N. (2016). Morfologi dan Kandungan Minyak Atsiri Aksesi Selasih (Ocimum basilicum L.) Asal Madura. Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi9(2), 90-95.

Silalahi, M. (2018). Minyak Essensial Pada Kemangi (Ocimum Basilicum L.). Pro-Life5(2), 557-566.

TUGIYANTI, A. (2007). UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI DAUN SELASIH UNGU (Ocimum sanctum Linn) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *