Menjaga ketahanan Pangan Melalui Pertanian Berbasis Urban Farming dengan Sistem Vertikultur

Saat ini, peneliti memperkirakan bahwa pada tahun 2050 populasi dunia akan mencapai 9 miliar penduduk. Dimana 70 % diantaranya akan tinggal di daerah perkotaan. Artinya lahan terbuka untuk pertanian akan sedikit. Perubahan ini sejalan dengan peralihan iklim dan terbatasnya sumber daya alam terutama pasokan pangan. Kebutuhan pangan merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan dan sangat krusial, karena tanpa pangan manusia tidak akan bisa bertahan hidup. Lalu bagaimana solusi bagi kita untuk mengatasi krisis pangan ditengah berkurangnya lahan pertanian? Urban Farming dapat menjadi jawaban dari permasalahan tersebut.

Read More …

Budidaya Sayuran Dengan Teknologi Vertikulur Sebagai Salah Satu Langkah Peningkatan Imunitas Tubuh Di Masa Pandemi Covid-19

Bercocok tanam adalah kegiatan positif yang dapat dilakukan di saat pandemi. Menghabiskan waktu dirumah dengan menanam sayuran dan memanfaatkan lahan kosong di perkarangan dengan maksimal dengan metode vertikulur. Vertikulur adalah menanam tumbuhan secara vertikal dan menumpuk sehingga dapat mengoptimalkan lahan yang kosong. Metode vertikulur dapat menanam berbagai jenis tumbuhan mulai sayur, bunga hingga obat-obatan.

Bercocok tanam dengan teknologi vertikulur sangat fleksibel karena dapat disesuaikan dengan kondisi serta keinginan. Mulai dari tanaman, model vertikulur serta bahan yang digunakan, sehingga teknologi ini sangat cocok untuk diterapkan di berbagai tipe rumah. Tanaman yang cocok untuk di budidaya di era pandemi adalah sayur-mayur selain untuk meningkatkan pola hidup sehat, budidaya sayur memiliki banyak keuntungan lainnya seperti menekan pengeluaran uang serta mendapatkan sayur yang segar dan bebas dari pestisida. Budidaya daya sayur juga dapat mempercantik perkarangan rumah dengan pemilihan bahan dan model vertikulur yang tepat agar terlihat aesthetic.

Read More …

Analisis Budidaya dan Potensi Bisnis Jahe secara Vertikultur di Jawa Barat

Luas lahan pertanian merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat produktivitas suatu komoditas agroindustri. Saat ini, lahan pertanian di Jawa Barat mengalami penurunan akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian.  Hal tersebut dapat dilihat dari penurunan hasil panen pertanian salah satunya yaitu pada komoditas jahe. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2019), luas panen  komoditas jahe di Jawa Barat mengalami penurunan sebesar 350,98 hektar dari tahun 2017 yaitu 15. 872. 929 m2  menjadi 10.849.087 m2 pada tahun 2018. Sedangkan provinsi Jawa Barat merupakan sentra tanaman jahe dan apabila hal ini dibiarkan akan berdampak pada penurunan produktivitas jahe. Kementrian pertanian (2018) menyebutkan bahwa tingkat permintaan jahe meningkat dari tahun 2016 sampai 2018 baik dari industri pangan ataupun industri farmasi. Cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi penurunan hasil panen dan permintaan pasar jahe yaitu penerapan metode vertikultur. Sistem budidaya pertanian secara vertikultur merupakan konsep penghijauan di lahan terbatas yang dirancang secara vertikal atau bertingkat dan bisa diterapkan baik indoor ataupun outdoor (Jatnika, 2010).

Read More …