Budidaya Selada dengan Metode Hidroponik

Pertanian merupakan sektor yang sangat penting dan dibutuhkan bagi masyarakat Indonesia. Sektor pertanian menjadi sumber penghasilan bagi sebagian masyarakat, karena di Indonesia sektor pertanian ini memiliki lahan yang sangat luas.

Banyaknya lahan pertanian yang tidak dipakai oleh masyarakat, menjadi banyak peluang untuk menanam apa saja dilahan pertanian tersebut. Bahkan pada lahan yang sempitĀ  bisa digunakan untuk bercocok tanam yaitu dengan cara bercocok tanam dengan menggunakan sistem atau metode hidroponik. Para petani yang biasanya menanam tanaman dengan menggunakan tanah untuk media, tetapi dengan menggunakan sistem hidroponik hanya menggunakan air saja untuk media tanamnya.

Read More …

Tanaman Selada (Lactuca sativa L.)

Gambar 1. Selada Kepala (Sumber: http://hidroponikpedia.com/inilah-10-daftar-nama-selada-hidroponik/ , 2018)

Tanaman selada dengan nama latin Lactuca sativa L. merupakan tanaman hortikultura yang mempunyai banyak bentuk khususnya dalam hal bentuk daunnya. Ada 4 jenis tanaman selada yang sering dibudidayakan dan dikembangkan antara lain selada kepala atau selada telur, selada rapuh, selada daun atau selada potong, dan selada batang. Ciri-ciri fisik seperti ukuran, bentuk hingga warna tanaman selada akan berbeda setiap varietasnya, namun tinggi rata-rata tanaman selada adalah 30-40 cm untuk tanaman selada daun dan 20-30 cm untuk tanaman selada kepala (Saparinto, 2013). Tanaman selada sangat populer di kalangan masyarakat karena memiliki gizi yang tinggi, warna, rasa, dan tekstur yang banyak diminati. Sebagian besar selada dikonsumsi oleh manusia dalam keadaan mentah. Tanaman selada termasuk tanaman semusim yang dapat dibudidayakan pada daerah dingin, lembab, dataran tinggi, maupun dataran rendah (Rubatzky dan Yamaguchi, 1998). Read More …