Menanam Pakcoy Sebagai Kegiatan Urban Farming di Masa Pandemi

Masa pandemi ini banyak mendatangkan kerugian di segala aspek kehidupan. Namun, tidak semua hal harus dipandang negatif bukan? Ada hal-hal positif yang dapat kita ambil dengan adanya pandemi ini. Dengan melakukan kegiatan yang produktif, mungkin kita dapat menghasilkan sesuatu yang positif. Walaupun hanya di rumah, banyak kegiatan produktif yang dapat kita lakukan, salah satunya yaitu bercocok tanam. Akan tetapi, dalam kegiatan bercocok tanam ini masih banyak orang yang beranggapan tidak dapat dilakukan di lahan yang sempit, padahal itu tidak benar adanya. Era moderen ini sudah banyak metode bercocok tanam yang dapat kita lakukan, dalam rumah sekalipun. Bahkan, sudah banyak orang yang melakukan metode bercocok tanam ini, salah satu metode bercocok tanam yang dapat kita lakukan di rumah yaitu “Urban Farming”.

Read More …

Tanaman Pakcoy (brassica rapa L.)

Gambar 1. Biji Tanaman Pakcoy (sumber: https://m.andrafarm.com, 2020)

Pakcoy merupakan tanaman dari famili Brassicaceae pada kingdom Plantae, divisi Spermatophyta, kelas dicotyledonae, ordo rhoeadales, genus brassica jenis brassica rapa L. Pada abad ke-5 tanaman pakcoy (Brassica rapa) yang merupakan tanaman sayuran daun ditemukan di China dan dibudidayakan secara luas di China selatan, China pusat dan Taiwan. Saat ini budidaya tanaman Pakcoy telah banyak dikembangkan di seluruh dunia terutama di Filipina, Malaysia, Indonesia dan Thailand (Adiwilaga 2010).

Berikut ini merupakan morfologi tanaman pakcoy berdasarkan bagian-bagian penyusunnya.

Buah dan biji

Tanaman pakcoy memiliki buah berjenis polong memiliki dua daun buah disebut siliqua atau buah yang berasal dari dua bakal benih, memecah pada dua alur, yang selanjutnya menyisakan sekat. Buah pakcoy berwarna keputihan hingga kehijauan, berbentuk bulat hingga lonjong, pada setiap polong terdapat 2-8 butir biji di dalamnya. Biji tanaman ini mengkilap, memiliki bentuk yang kecil bulat, permukaannya licin, keras dan teksturnya agak sedikit berlendir. Pakcoy yang termasuk kedalam kelas dicotyledonae memiliki biji berkeping dua dengan biji berbentuk bulat kecil berwarna coklat tua hingga kehitaman. Perkecambahan dari biji pakcoy bersifat epigeal yang artinya proses keluarnya epikotil dan kotiledon dari biji yang diakibatkan karena pemanjangan hipokotil (Rukmana, 1994).

Read More …