Tanaman Wortel (Daucus carota L.)

Gambar 1. Wortel (Sumber: https://www.pertanianku.com/tips-cantik-dan-sehat-dengan-wortel/, 2016)

Indonesia memiliki lahan pertanian yang cukup luas, namun saat ini lahan tersebut mengalami alih fungsi baik menjadi kawasan industry, bahkan untuk bisnis property, sementara itu kebutuhan pangan terus meningkat seiring bertambahnya penduduk. Perlu adanya solusi yang diambil untuk menangani permasalahan ini, salah satunya yaitu dengan sistem hidroponik. Sistem hidroponik merupakan sistem yang digunakan dalam budidaya tanaman dengan prinsip soilless, dimana media tanam yang digunakan dapat berupa rockwool, kerikil, clay ball, dan lain sebagainya. Penanaman dengan sistem hidroponik dapat dibudidayakan di lahan yang terbatas, baik skala kecil (halaman rumah, atau balkon) maupun skala besar/komersial. Tanaman yang mudah untuk dibudidayakan baik menggunakan media tanam tanah ataupun dengan sistem hidroponik salah satunya yaitu tanaman wortel.

Tanaman wortel memiliki bagian umbi dengan bentuk seperti semak yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Umbi tanaman wortel dapat dikonsumsi baik secara langsung, diolah menjadi berbagai macam hidangan, bahkan digunakan sebagai bahan kosmetik. Sayuran yang sejenis dengan wortel (umbi biennial) dapat dijumpai pada musim kemarau maupun pada musim penghujan. Wortel sangat dikenal dapat membantu mata agar tetap sehat dan dapat menyembuhkan mata rabun secara bertahap. Manfaat lainnya dari mengonsumsi wortel yaitu dapat menurunkan kolesterol, memperkuat fungsi otak, dan menjaga sistem imun karena terdapat kandungan asam folat, vitamin A, kalium, mineral, mangan, magnesium, zat besi, asam pantotenat, vitamin B6,  dan vitamin lainnya (Sobari dan Fathurohman, 2017). Untuk mengetahui sistem hidroponik yang cocok untuk tanaman wortel, maka perlu mengidentifikasi morfologi tanaman wortel tersebut. Menurut Zamani (2013), morfologi tanaman wortel dapat dijelaskan sebagai berikut:

Read More …