Tanaman Terong Ungu (Solanum melongena L.)

Gambar 1. Bentuk Akar Tanaman Terong (Sumber: https://thegorbalsla.com/tanaman-terong/, 2020)

Terong (Solanum melongena L.) merupakan tanaman asli dari daerah tropis. Asalnya diketahui dari benua Asia yakni India dan Birma. Seiring berjalannya waktu tanaman terong tidak hanya tumbuh di daerah tropis saja, tetapi juga sudah tumbuh dan dibudidayakan di daerah sub-tropis seperti benua Eropa. Tanaman terong merupakan salah satu komoditas pertanian yang termasuk ke dalam kategori tanaman sayuran buah. Tanaman ini sangat potensial untuk dibudidayakan karena cukup popular dan disukai oleh banyak orang terutama bagi masyarakat Indonesia sebab rasanya yang enak dan nikmat sehingga sering dijadikan bahan untuk sayuran ataupun lalapan.

Tanaman terong memiliki beberapa macam varietas, tetapi yang sering dibudidayakan di Indonesia yaitu terong Belanda, terong ungu, terong telunjuk, terong putih, dan terong pipit. Bahkan tanaman ini banyak mengandung zat-zat gizi yang cukup tinggi sehingga sangat dibutuhkan oleh tubuh terutama kandungan vitamin A sebesar 31,0 IU dan fosfor sebesar 37,0 gr untuk setiap 100 gram buah terong (Rukmana, 1994).

Menurut Rukmana (2002), tanaman terong termasuk kategori tanaman tahunan berbentuk perdu. Morfologi tanaman terong terdiri dari akar, daun, batang, bunga, buah, dan biji. Sistem perakarannya termasuk perakaran tunggang dengan cabang akarnya yang mampu menembus tanah dengan kedalaman sekitar 80-100 cm. Akar-akar yang terdapat pada tanaman terong pun mampu tumbuh secara mendatar dan menyebar dengan jarak berkisar 40-80 cm dari bagian pangkal batang. Akar merupakan bagian tanaman yang cukup penting karena berfungsi untuk menyerap air dan unsur hara yang terdapat didalam tanah untuk kemudian disalurkan melalui batang (Suetasad & Muryanti, 1999).

Read More …