Penanaman Komoditas Tomat secara hidroponik untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat di Perkotaan

Urban Farming merupakan sebuah konsep budidaya menanam yang sistem produksi pangan yang terjadi di perkotaan. Pada  praktiknya urban farming ditunjukkan untuk di kota besar atau daerah yang padat penduduk. Hal tersebut, dapat terjadi karena lahan di kota besar dibangun  dengan berbagai pusat perekonomian maupun hiburan. Sedangkan di di daerah padat penduduk lahannya dibangun untuk daerah pemukiman seperti, perumahan. Oleh karena itu, lahan yang dapat digunakan untuk lahan pertanian di kota besar sangat sedikit padahal kebutuhan bahan pangan semakin besar, karena adanya pertambahan penduduk di perkotaan yang terjadi setiap tahun. Sebagai contoh, Kota Bandung 97% kebutuhan pangan dipasok oleh daerah diluar kota Bandung, menurut Puriandi dan Indrajati (2013). Hal tersebut, dapat membuat harga bahan pangan di perkotaan menjadi tidak stabil dan mahal karena adanya penambahan biaya transportasi. Selain itu, tingkat kesegaran bahan pangan telah mengalami penurunan yang disebabkan lamanya proses distribusi. Selain itu, adanya kandungan zat kimia seperti pestisida dalam bahan pangan menjadi penyebab rendahnya kualitas pada bahan pangan tersebut. Oleh karena itu, kegiatan urban farming menjadi solusi untuk masyarakat di wilayah perkotaan dalam mendapatkan bahan pangan yang lebih bersih, sehat, dan aman untuk konsumsi pribadi.

Read More …