Dampak Penggunaan Batu Bara Sebagai Bahan Penghasil Listrik Bagi Lingkungan

Listrik merupakan salah satu kebutuhan utama manusia. Di Era Teknologi ini, tentunya peranan listrik sangat besar dalam kehidupan manusia sehari-hari sebagai energi pembangkit untuk alat-alat penunjang kehidupan manusia. Hasil penelitian menyebutkan bahwa di Indonesia, terdapat 30 juta anak dan remaja pengguna internet, yang tentunya membutuhkan listrik sebagai daya pengisi perangkat mereka. Tidak hanya perangkat komunikasi, peralatan rumah tangga juga pasti menggunakan alat-alat yang menggunakan listrik seperti contohnya lemari es, rice cooker, hingga kompor elektrik. Pada masa Pandemi ini, dapat kita lihat terjadinya lonjakan penggunaan listrik oleh masyarakat. Sehingga dapat kita katakan bahwa listrik telah menjadi kebutuhan utama manusia di era digital ini.

Read More …

Penyebab dan Dampak Pemanasan Global terhadap Lingkungan

Pemanasan global atau yang dikenal sebagai global warming merupakan kondisi di mana suhu bumi mengalami peningkatan dari tahun ke tahunnya baik itu di laut, atmosfer maupun daratan bumi yang disebakan oleh gas rumah kaca yang berlebihan.

Komponen gas rumah kaca yaitu, karbondioksida (CO2), ozon (O3), dinitrogen oksida (N2O), uap air (H2O), metana (CH4), dan klorofluorokarbon (CFC) yang disebut efek rumah kaca. Faktor-faktor penyebab dari efek rumah kaca yang berhubungan dengan lingkungan kita, diantaranya yang pertama ada kerusakan hutan yang membuat lingkungan terpengaruhi karena penyerapan karbon dioksida berkurang. Kedua, kebakaran hutan yang bisa saja terjadi secara ilmiah atau pun disengaja oleh manusia. Ketiga, penggunaan kendaraan bermotor yang berlebihan akibat mobilitas masyarakat tinggi di mana asapnya menjadi penyebab efek rumah kaca. Keempat, asap industri yang menyebabkan pencemaran lingkungan (udara). Kelima, sampah/limbah plastik yang mengandung metana berbahaya seperti botol plastik, dan kantong kresek.

Read More …

Mengenal Metode Mulsa Vertikal, Salah Satu Metode Konservasi Tanah dan Air

Sebelum kita berkenalan dengan metode mulsa vertikal, alangkah baiknya kita membahas ilmu yang menjadi induk metode mulsa vertikal itu sendiri, yaitu Teknik Konservasi Tanah dan Air.

Pertama-tama, kita perlu membahas apa makna dari konservasi itu sendiri. Konservasi memiliki makna upaya manusia untuk menjaga atau mempertahankan suatu hal dari kepunahan atau kerusakan melalui sebuah pelestarian atau pengawetan. Dalam konteks ini, yaitu tanah dan air. Ketika membahas konservasi tanah dan air, keduanya tidak bisa dipisahkan karena keduanya selalu saling bersinggungan. Tanah dialiri oleh air atau air berada di tanah. Otomatis ketika kita membahas tentang konservasi air, pasti konservasi tanah juga ikut terbahas. Begitu juga sebaliknya.

Read More …

Inovasi Sabun anti-Noda yang Ramah Lingkungan Berbahan Dasar Minyak Jelantah

Permasalahan lingkungan di dunia terlebih di Indonesia sudah semakin menumpuk dan mau tidak mau kita harus mencari solusi terbaik yang tepat untuk menanggulangi beberapa permasalahan lingkungan tersebut. Seperti yang kita ketahui, kondisi lingkungan saat ini telah menimbulkan bencana alam dimana-mana yang disebabkan oleh tangan nakal manusia itu sendiri, mereka tidak bertanggung jawab dalam merawat dan melestarikan lingkungan, tentunya melihat hal tersebut kita merasakan kesedihan dan turut prihatin. Perlu ditekankan kembali, bahwa dewasa ini perubahan kualitas lingkungan hidup yang semakin buruk membawa dampak pada perubahan perilaku konsumen. Konsumen mulai menunjukkan rasa kesadaran yang semakin tinggi untuk menyelamatkan lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya komunitas dan gerakan peduli lingkungan. Negara pun kian semakin aktif dalam mengesahkan peraturan untuk mengatasi berbagai permasalahan lingkungan yang ada.

Read More …

Hutan Mangrove Sebagai Upaya Mengurangi Pemanasan Global ( Global Warming )

Pemanasan global dikala ini jadi isu lingkungan yang sangat utama sebab memiliki dampak yang sangat besar untuk bumi antara lain perubahan iklim di bumi serta peningkatan kenaikan permukaan laut. Kenaikan karbon dioksida di atmosfer merupakan salah satu pemicu terbanyak terbentuknya pemanasan global. Salah satu pemicu timbulnya pemanasan global ini merupakan penyusutan tutupan lahan akibat penggundulan hutan baik oleh penduduk ataupun pelaksana agribisnis perkebunan yang tidak mengindahkan peraturan yang terdapat. Tetapi sektor transportasi ialah penyumbang utama pencemaran udara yang menyebabkan pemanasan global di bumi. Dulu di tahun 1990 dari total emisi partikulat( debu), serta sebagian besar Timbal, CO, HC serta NOX di bumi disebabkan oleh transportasi darat, konsentrasi utama ada di daerah dengan kondisi lalu lintas yang padat, dimana tingkatan pengeluaran CO₂ telah ataupun sudah akan melampaui Standard mutu udara. Kendala kesehatan bisa disebabkan oleh konsentrasi yang kelewatan dari pencemaran ini. Sejalan dengan perkembangan pada sektor transportasi, hingga pemakaian bahan bakar di Indonesia diproyeksikan meningkat besar. Pada tahun ini separuh dari jumlah penduduk Indonesia hendak mengalami kasus pencemaran udara di bumi, yang didominasi oleh emisi dari kendaraan bermotor. Perihal itu membuat meningkatnya temperatur di permukaan bumi. Meningkatnya suhu global diperkirakan hendak menimbulkan perubahan- perubahan antara lain

Read More …

Bahaya Deforestasi Bagi Lngkungan

Hutan merupakan tempat dimana berbagai hewan dan tumbuhan tinggal. Komponen hutan terdiri dari tanah air dan udara.  Adanya hutan membuat daerah yang berada di sekelilingnya menjadi sejuk. Hutan juga menjadi hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan sekitarnya. Namun akhir akhir ini hutan menjadi rusak akibat dari tingkah laku manusia yang tidak tidak bertanggung jawab. Hutan-hutan banyak yang dirusak untuk membangun bangunan seperti pabrik demi kehidupan manusia. Pohon-pohon banyak di tebang tanpa adanya penanaman kembali. Dengan ditebangnya banyak pohon, tentu mengakibatkan dampak buruk bagi lingkungan sekitar. Karbondioksida yang berada di udara bebas tidak dapat terserap kembali oleh pohon karena sudah banyak pohon yang ditebang. Menurut data yang dirilis oleh  world resourch institute tahun 2012 indonesia menjadi negara terbesar ke 6 di dunia dengan 1,98 miliar ton emisi karbondioksida per tahun. Laporan UNDP pada tahun 2007 juga menyatakn bahwa sektor kehutanan menjadi penyumbang terbesar emisi karbon yang disebabkan oleh deforestasi hutan. Menghadapi sorotan dunia tersebut pemerintah kemiudian mengeluarkan peraturan presiden no 61 tahun 2011 mengenai rencana aksi nasional penurunan emisi gas rumah kaca tahun 2010/2020. Rencana aksi nasional tersebut dilanjutkan dengan kesepakatan JOP 21 yang dilaksanakan di paris akhir tahun 2015. Indonesia sendiri berkomitmen untuk mengurangi emisi sebesar 29 persen dengan upaya sendiri dan sebesar 41 persen jika ada kerja sama internasional jika ada kerja sama internasional pada tahun 2030. Pada tahun 2009 – 2013, Indonesia kehilangan hutan seluas 1,13 juta hektar setiap tahunnya.

Read More …

Perencanaan Sistem Drainase Berwawasan Lingkungan

Mendengar kata hujan, barangkali yang terbayang di benak kita merupakan terjadinya banjir. Perihal ini sering terjalin sebab umumnya dikala hujan turun sebagian besar air hendak meluap serta memunculkan genangan bahkan bisa sampai terjadinya banjir. Tetapi kebalikannya, kala masa kemarau sumber air banyak yang hadapi kekeringan sebab cadangan air tanah permukaan yang terdapat habis disedot buat keperluan rumah tangga serta industri. Inilah kasus terpaut zona air spesialnya di perkotaan yang wajib dicermati. Salah satu pemecahan konkret buat permasalahan tersebut merupakan dengan membetulkan sistem drainase perkotaan. Sistem Drainase yang Berwawasan Zona Drainase dapat di gambarkan bagaikan pembuangan air di permukaan, baik dengan metode gravitasi ataupun dengan metode pompa dengan tujuan buat menghindari terbentuknya genangan, melindungi serta merendahkan permukaan air sehingga genangan air bisa dihindarkan. Drainase perkotaan berperan mengatur kelebihan air permukaan sehingga tidak merugikan warga serta bisa membagikan banyak manfaat untuk kehidupan manusia. Kelebihan air tersebut bisa berbentuk air hujan, air limbah dalam negeri ataupun air limbah industri. Perihal hal tersebut, itulah mengapa drainase di daerah perkotaan wajib terpadu dengan sanitasi, sampah, pengendali banjir kota serta yang lain.

Read More …

Bencana Banjir yang diakibatkan oleh Permasalahan Drainase

Banjir adalah suatu kondisi dimana air yang bervolume besar atau berlebihan yang dapat menggenangi dan mengakibatkan suatu daerah atau wilayah menjadi terendam. Banjir yang juga merupakan aliran air ini terjadi karena tidak bisa tertampung lagi oleh aliran air, sungai, drainase, dan saluran irigasi lainnya serta banjir juga terjadi akibat musim hujan yang lebat dan lama yang berasal dari sungai, bahkan banjir tidak hanya terjadi ketika musim hujan saja tetapi juka dapat terjadi di musim kemarau yang dikarenakan kemungkinan besarnya adalah perkembangan wilayah Indonesia yang menyebabkan sistem pembuangan air yang salah dan tidak adanya penjagaan pada daerah aliran sungai banjir sudah menjadi salah satu permasalahan yang sering kali terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk kota – kota besar seperti salah satunya DKI Jakarta yang merupakan Ibukota indonesia. Adapula faktor – faktor lain yang menyebabkan terjadinya banjir, seperti adanya pembangunan yang tidak memiliki wawasan lingkungan, pola hidup tidak bersih dari masyarakat(membuang sampah sembarangan), tidak ada pemeliharaan dan perencanaan sistem drainase yang baik, tidak adanya konsistensi dari pihak berwenang, tidak adanya upaya faktor penyeimbangan konservasi dengan lingkungan air, dan karena terjadinya penurunan tanah atau daratan.

Read More …

Penghijauan Kota dalam Menanggulangi Pencemaran Udara

Lingkungan adalah tempat tinggal manusia, hewan, tumbuhan, dan benda-benda alam lainnya. Lingkungan menjadi sarana makhluk hidup untuk berkembang biak dan bertahan hidup. Lingkungan adalah sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya matahari, dan mineral yang tumbuh di atas tanah maupun yang berada di dalam lautan.

Pengelolaan  lingkungan  hidup  adalah  upaya  untuk melestarikan fungsi    lingkungan    hidup    yang    meliputi penataan kembali, pemanfaatan lahan kosong yang sempit,  pengembangan lingkungan,  pemeliharaan lingkungan agar tetap asri dan nyaman,  pemulihan lingkungan menjadi nyaman,  pengawasan lingkungan agar tetap terjaga,  dan  pengendalian lingkungan hidup.

Read More …