Pengelolaan Limbah Pertanian dan Peternakan

Tingginya angka kelahiran dan pertambahan penduduk akan berdampak pada peningkatan jumlah sampah di Indonesia. Sampah yang dihasilkan bervariasi, dan sampah perkotaan akan berbeda dengan sampah pedesaan. Sampah kota termasuk sampah organik, anorganik dan berbahaya. Sedangkan sampah pedesaan biasanya hanya berupa sampah organik, seperti sampah rumah tangga, ternak dan sampah pertanian. Pengolahan sampah di Indonesia masih banyak menggunakan cara-cara yang sederhana, bahkan banyak orang yang beranggapan bahwa pengolahan sampah hanya dengan program 3P (Pengumpulan, Pengangkutan dan Pembuangan) tetapi cara ini belum bisa digunakan untuk limbah peternakan dan pertanian. Biasanya limbah ternak dan pertanian dibiarkan begitu saja, limbah ini akan menjadi masalah yang serius, baik dari segi estetika maupun kesehatan. Limbah ternak yang sering dimanfaatkan adalah kotoran sapi.. Salah satu proses yang banyak dimanfaatkan untuk limbah ternak dan pertanian adalah dengan membuat kompos atau pupuk organik dengan cara pengomposan. Kompos yang terbuat dari limbah pertanian dan peternakan mengandung kandungan nitrogen, kalium dan serat yang tinggi. Karya ilmiah ini dibuat dengan tujuan mengkaji pengolahan limbah pertanian dan peternakan menggunakan metode pengomposan sehingga menjadi produk yang bernilai dan dapat digunakan kembali.

Read More …