Peran Urban Farming dalam Ketahanan Pangan Indonesia

Indonesia memiliki luas total sebanyak 5.193.250 km2 dengan jumlah pulau sebanyak 17.508 pulau. Hal tersebut seiring dengan banyaknya jumlah penduduk Indonesia, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2015 tercatat penduduk Indonesia sebanyak 238.518.000 jiwa, bahkan BPS telah memproyeksikan peningkatan penduduk Indonesia pada tahun 2020 berjumlah 271.066.00 jiwa. Pada tahun 2010 hingga 2019 rata-rata pertumbuhan penduduk di indonesia sebesar 1.31. Hal tersebut menyebabkan Indonesia berada di urutan ke-4 sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak.

Read More …

Menjaga ketahanan Pangan Melalui Pertanian Berbasis Urban Farming dengan Sistem Vertikultur

Saat ini, peneliti memperkirakan bahwa pada tahun 2050 populasi dunia akan mencapai 9 miliar penduduk. Dimana 70 % diantaranya akan tinggal di daerah perkotaan. Artinya lahan terbuka untuk pertanian akan sedikit. Perubahan ini sejalan dengan peralihan iklim dan terbatasnya sumber daya alam terutama pasokan pangan. Kebutuhan pangan merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan dan sangat krusial, karena tanpa pangan manusia tidak akan bisa bertahan hidup. Lalu bagaimana solusi bagi kita untuk mengatasi krisis pangan ditengah berkurangnya lahan pertanian? Urban Farming dapat menjadi jawaban dari permasalahan tersebut.

Read More …

Urban Farming Sebagai Solusi Menjaga Ketahanan Pangan Dan Keterbatasan Lahan Pertanian Dengan Menerapkan Sistem Hidroponik Smart Watering (Zero Energy Base Fertigation System)

Perkotaan adalah pusat segala kegiatan, pusat pemerintahan dan kegiatan ekonomi suatu daerah dengan segudang permasalahan yang terdapat di dalamnya. Kota – kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan kota lainnya memiliki permasalahan yang hampir sama yaitu pemmukiman padat penduduk dan keterbatasan lahan pertanian. Berdasarkan data dari kementrian pertanian luas lahan untuk sektor pertanian dari tahun 2012 sampai dengan 2016 mengalami penurunan 20% akibat dari adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi non-pertanian (Kementrian Pertanian, 2017). Penurunan lahan pertanian disebabkan oleh alih fungsi lahan yang terjadi karena beragam faktor. Berkembangnya sistem perekonomian dan meningkatnya jumlah penduduk setiap tahun menjadi salah satu faktor terjadinya alih fungsi lahan petanian.

Read More …

“Urban Farming” Solusi Ketahanan Pangan?

Indonesia memiliki kecenderungan untuk menerima dan mengadopsi bermacam-macam konsep dari gerakan internasional, khususnya konsep gerakan dari lembaga resmi dunia seperti WHO, FAO, dll. Contoh gerakan dunia yang saat ini sedang diadopsi oleh Indonesia adalah konsep pertanian berkelanjutan, ketahanan pangan, kedaulatan pangan, dan pertanian ramah lingkungan. Seperti beberapa tahun terkahir pertanian dengan konsep urban farming mulai digemari masyarakat dan menjadi trend di perkotaan. Dalam kondisi pandemi urban farming menjadi semakin digemari masyarakat perkotaan, karena keterbatasan aktivitas dan harus melakukan segala aktivitas dari rumah.

Read More …