Urban Farming Jahe, Solusi Sederhana Penyedia Bahan Baku Industri Kecil Herbal Tradisional

Kesehatan adalah sebuah isu yang senantiasa akan terdengar selama manusia itu hidup dan berkembang diatas bumi ini. Oleh karena itu berbagai metode dan teknik untuk memperbaiki, menjaga dan mengoptimalkan kesehatan senantiasa bergulir pada setiap masa. Termasuk didalamnya, industri yang bergerak di bidang kesehatan akan senantiasa mendapatkan perhatian masyarakat. Hal ini tentu akan mendorong berkembangnya agroindustri obat-obatan herbal dan kosmetik. Salah satu produk agro/pertanian  yang banyak dipergunakan dalam industri herbal adalah Jahe.

Jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan tanaman multi fungsi karena selain dapat digunakan sebagai rempah, tanaman ini termasuk kedalam empat besar tanaman obat  dengan penggunaan untuk : jamu , industri obat tradisional, industri makanan/minuman dan bumbu masakan. Khasiat kesehatan dari jahe ini terutama diperoleh dari kandungan alaminya yang terdiri atas minyak atsiri dengan senyawa kimia aktif, seperti: zingiberin, kamfer, lemonin, borneol, shogaol, sineol, fellandren, zingiberol, gingerol, dan zingeron yang berkhasiat dalam mencegah dan mengobati berbagai penyakit (Goulart, 1995; Reader’s Digest, 2004; Sudewo,2006; Santoso,2008 didalam Aryanta, 2019). Lebih lanjut, kandungan senyawa kimia aktif dalam minyak atsiri jahe ini diketahui bersifat anti inflamasi, anti oksidan, dan anti histamin dan aman serta efektif untuk digunakan dalam kesehatan (Aryanta, 2019).

Read More …

Analisis Budidaya dan Potensi Bisnis Jahe secara Vertikultur di Jawa Barat

Luas lahan pertanian merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat produktivitas suatu komoditas agroindustri. Saat ini, lahan pertanian di Jawa Barat mengalami penurunan akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian.  Hal tersebut dapat dilihat dari penurunan hasil panen pertanian salah satunya yaitu pada komoditas jahe. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2019), luas panen  komoditas jahe di Jawa Barat mengalami penurunan sebesar 350,98 hektar dari tahun 2017 yaitu 15. 872. 929 m2  menjadi 10.849.087 m2 pada tahun 2018. Sedangkan provinsi Jawa Barat merupakan sentra tanaman jahe dan apabila hal ini dibiarkan akan berdampak pada penurunan produktivitas jahe. Kementrian pertanian (2018) menyebutkan bahwa tingkat permintaan jahe meningkat dari tahun 2016 sampai 2018 baik dari industri pangan ataupun industri farmasi. Cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi penurunan hasil panen dan permintaan pasar jahe yaitu penerapan metode vertikultur. Sistem budidaya pertanian secara vertikultur merupakan konsep penghijauan di lahan terbatas yang dirancang secara vertikal atau bertingkat dan bisa diterapkan baik indoor ataupun outdoor (Jatnika, 2010).

Read More …