Pemanfaatan Daun Kemangi sebagai Hand Sanitizer

Pada akhir tahun 2019 dunia ini diguncang oleh munculnya suatu wabah penyakit yang dikenal dengan sebutan Virus Corona (COVID – 19). Virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada Desember 2019. Pada awal tahun 2020 tepatnya bulan Maret untuk pertama kalinya virus ini muncul di Indonesia. Pandemi ini menimbulkan kepanikan diantara masyarakat, ratusan ribu manusia terinfeksi dan ribuan lainnya meninggal dunia akibat dari virus tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menegaskan para masyarakat untuk senantiasa menggunakan masker dan selalu menjaga jarak minimal dua meter jika sedang beraktivitas di luar rumah. Selain menjaga jarak, masyarakat juga dihimbau untuk selalu menjaga kesehatan dan juga kebersihan dengan mencuci tangan dengan air dan sabun selama 20 detik atau menggunakan hand sanitizer sebagai penggantinya. Dari hal tersebut pemerintahan Indonesia mengeluarkna status darurat bencana dengan memberlakukan langkah – langkah untuk menghambat mata rantai penyebaran virus ini. Diantaranya dengan memberlakukan pembatasan sosial berskala besar atau PBB dan juga melakukan sosialisai kepada masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran dari WHO serta tidak sama sekali menyepelekan kasus ini.

Akibat hal tersebut semua masyarakat berbondong bondong untuk mencari perlindungan diri guna mencegah penularan virus corona ini. Meskipun membuat panik dan menimbulkan kerugian dibidang ekonomi, rupanya virus ini memberikan beberapa dampak baik bagi masyarakat. Salah satunya adalah perubahan perilaku yang timbul di lingkungan masyarakat. Kini masyarakat lebih memperhatikan kebersihan dan juga kesehatan mereka. Namun, masih banyak diantara masyarakat Indonesia yang menyepelekan kebersihan dan kesehatan dengan tetap beraktivitas bebas tanpa memperhatikan protokol yang berlaku.

Read More …

Budidaya Microgreens – Sayuran Mini Sejuta Manfaat

Adanya pandemi Covid-19 tentunya membuat beberapa orang bosan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Selama pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia, pemerintah mengimbau seluruh masyarakat untuk karantina dan membatasi segala kegiatan di luar rumah. Bagi mereka yang kesehariannya sudah terbiasa melakukan aktivitas di luar rumah kemudian tiba-tiba sebagian bahkan seluruh kegiatan harus dikerjakan dari rumah atau Work From Home (WFH), membuat mereka bertanya-tanya sebenarnya apa solusi terbaik untuk menghilangkan rasa bosan selama pandemi berlangsung? Pada kenyataannya, begitu banyak cara untuk mengatasi hal tersebut, salah satunya dengan menekuni hobi yang Anda miliki agar lebih produktif. Tentunya setiap orang pasti memiliki hobi atau kebiasaan yang digemari dalam mengisi waktu luang, seperti menonton film, mendengarkan musik, berbelanja, bermain game, memasak, dan lain-lain. Apabila suatu hobi dijalankan dengan tekun dan serius, tentu saja akan mendapatkan cuan atau keuntungan dari hobi tersebut. Apalagi, selama pandemi ini terdapat banyak keluhan mengenai pendapatan bulanan yang menurun dari biasanya bahkan begtiu banyak orang yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat dampak dari pandemi Covid-19, mungkin dengan menekuni hobi bisa menjadi solusi untuk menghilangkan rasa bosan sekaligus mendapatkan keuntungan.

Read More …

Optimalisasi Produksi dan Pemasaran Keripik Pisang di Masa Pandemi Covid-19

Pisang adalah buah yang cukup umum karena buah ini tumbuh di seluruh penjuru Indonesia. Tidak hanya itu, buah ini sangat diminati masyarakat dan mudah untuk diolah menjadi beranekaragam bentuk. Bahkan ketika buahnya sudah matang, pisang bisa dikonsumsi secara langsung tanpa diolah terlebih dahulu. Buah pisang bisa diolah menjadi beranekaragam bentuk seperti sale, keripik, nugget, dan masih banyak lagi.

Salah satu hasil olahan dari buah pisang adalah keripik pisang. Olahan yang satu ini sangat diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Selain harganya yang cukup merakyat, keripik pisang memiliki berbagai varian rasa dan mudah untuk didapatkan. Tidak heran jika perajin keripik pisang mampu meraih omset yang cukup besar karena keuntungan yang didapatkan bisa mencapai hingga jutaan rupiah per harinya.

Read More …

Mengenal Hidroponik, Salah Satu Metode dalam Urban Farming

Jika kita mendengar kata hidroponik dan urban farming, apa yang terlintas dari pikiran kita? Yang pastinya tentang metode pertanian tanaman. Hidroponik dan urban farming itu sendiri punya peran penting sekaligus besar dalam keadaan kita sekarang yang dilanda pandemi covid-19.

Hidroponik merupakan salah satu metode dalam urban farming dan menjadi metode yang paling terkenal dan paling banyak dipakai karena kemudahan metodenya. Sebelum kita masuk ke pembahasan hidroponik, apa sih yang dimaksud urban farming?

Read More …

Budidaya Sayuran Dengan Teknologi Vertikulur Sebagai Salah Satu Langkah Peningkatan Imunitas Tubuh Di Masa Pandemi Covid-19

Bercocok tanam adalah kegiatan positif yang dapat dilakukan di saat pandemi. Menghabiskan waktu dirumah dengan menanam sayuran dan memanfaatkan lahan kosong di perkarangan dengan maksimal dengan metode vertikulur. Vertikulur adalah menanam tumbuhan secara vertikal dan menumpuk sehingga dapat mengoptimalkan lahan yang kosong. Metode vertikulur dapat menanam berbagai jenis tumbuhan mulai sayur, bunga hingga obat-obatan.

Bercocok tanam dengan teknologi vertikulur sangat fleksibel karena dapat disesuaikan dengan kondisi serta keinginan. Mulai dari tanaman, model vertikulur serta bahan yang digunakan, sehingga teknologi ini sangat cocok untuk diterapkan di berbagai tipe rumah. Tanaman yang cocok untuk di budidaya di era pandemi adalah sayur-mayur selain untuk meningkatkan pola hidup sehat, budidaya sayur memiliki banyak keuntungan lainnya seperti menekan pengeluaran uang serta mendapatkan sayur yang segar dan bebas dari pestisida. Budidaya daya sayur juga dapat mempercantik perkarangan rumah dengan pemilihan bahan dan model vertikulur yang tepat agar terlihat aesthetic.

Read More …

Pemanfaatan Daun Sirih Hijau sebagai Hand Sanitizer

Pada 31 Desember 2019 China melaporkan wabah Covid-19 kepada World Health Organization (WHO) lalu pada akhir Februari WHO menetapkan virus corona sebagai pandemi. Wabah ini menyebabkan kekhawatiran bagi negara di seluruh dunia. Pada awal tahun 2020 Virus Covid-19 mulai menyebar ke berbagai negara, hal ini menyebabkan beberapa negara memberlakukan lockdown untuk mencegah meluasnya wabah Covid-19. Di Indonesia sendiri kasus wabah Covid-19 pertama ditemukan pada bulan Maret, hal tersebut menyebabkan Indonesia memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurut WHO virus corona merupakan virus yang dapat menyerang manusia dan hewan, pada manusia virus ini menyebabkan infeksi pernapasan beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus corona antara lain Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). WHO juga menyebutkan bahwa penularan virus corona dapat terjadi lewat tetesan air dari hidung atau pun mulut dan pada akhirnya menyebar ke tangan dan beberapa anggota tubuh lainnya, hal ini menyebabkan semua orang dianjurkan untuk menggunakan masker, selalu mencuci tangan, dan selalu menggunakan hand sanitizer.

Read More …