Swasembada Pangandi Lingkungan Keluarga dengan Metode Aquaponik: Ikan Lele dan Sayuran

Menurut data dari Badan Pusat Statistik, penduduk perkotaan di Indonesia mencapai 56,7 % atau sekitar 150,406 juta jiwa berada di daerah perkotaan dari total keseluruhan jumlah penduduk sebanyak 268.583.016 jiwa. Jumlah tersebut juga menjadikan Indonesia sebagai peringkat ke-4 di dunia dengan jumlah penduduk terbanyak.

Sebagai manusia tentu saja kita mempunyai kebutuhan untuk makan. Maka dari itu, dengan penduduk sebanyak itu diperlukan pula ketersediaan pangan yang mencukupi terlebih lagi di wilayah perkotaan yang minim akan lahan terbuka. Jika penduduk perkotaan hanya mengandalkan produksi bahan pangan dari pedesaan, produk pangan tersebut akan jauh lebih mahal karena adanya biaya transport yang diperlukan.

Dari permasalahan kebutuhan pangan tersebut menciptakan gagasan baru berikut terobosan-terobosan solusinya, yaitu dengan Urban Farming. Urban farming dapat diartikan sebagai praktik budidaya, pemrosesan, dan disribusi bahan pangan di wilayah perkotaan. Urban farming memanfaatkan ruang terbuka menjadi lahan hijau yang produktif. Dengan berkembangnya industri di kawasan perkotaan secara tidak langsung mengurangi lahan untuk pertanian. Bahkan jika kita amati lahan pertanian di kawasan perkotaan sangat sedikit jumlahnya. Oleh karena itu, mekanisasi pertanian dan kemajuan teknologi lainnya dituangkan dalam Urban farming untuk mengatasi kekurangan lahan di daerah perkotaan dan menjadikan lahan-lahan yang kurang bermanfaat menjadi lahan yang produktif.

 

Dalam urban farming terdapat beberapa metode yang dapat diterapkan, yaitu,

  • Hidroponik, metode ini mungkin sudah familiar di telinga kalian. Yap! Hidroponik memanfaatkan air sebagai media tanam namun tetap mengontrol unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan,
  • Vertrikultur, metode ini menggunakan ruang yang ada untuk menanam bertingkat ke atas dengan wadah penanaman biasanya dari botol atau paralon,
  • Wall Gardening, metode ini tidak jauh berbeda dengan vertikultur yaitu penanaman bertingkat. Namun. sesuai dengan namanya metode ini melakukan budidaya pada media tanam berupa tembok/dinding,
  • Aquaponik, metode ini merupakan kombinasi yang menguntungkan antara budidaya hewan air (umumnya ikan) dengan budidaya tumbuhan baik buah-buahan maupun sayuran.

 

Metode Aquaponik adalah gabungan/kombinasi antara hidroponik dengan budidaya hewan air (akuakultur). Metode ini bersifat saling menguntungkan (symbiosis mutualisme) karena tumbuhan mendapat makanan dari kotoran ikan dan ikan sendiri mendapat air yang terjaga kualitasnya karena air di dalam kolam tersebut dinetralkan kembali oleh tanaman. Sebagai contoh, urin dari ikan lele dapat meracuni dirinya sendiri jika kadarnya tinggi dalam air. Namun dengan adanya tanaman di atas kolam lele, tanaman yang terhubung dengan kolam lele tersebut akan menyerap zat-zat tersebut dan memurnikan kembali air dalam kolam. selain itu, ikan juga mendapatkan oksigen hasil respirasi dari tumbuhan tersebut. Symbiosis ini dapat menurunkan kebutuhan pakan/nutrisi dan kebutuhan untuk filter air kolam.

 

Dalam Aquaponik juga terdapat beberapa model yang dapat diterapkan yaitu:

  • Model Tunggal, Model ini menggunakan konsep mengalirkan air dari kolam ikan ke wadah tanam sayuran dengan pompa air kemudian air diteruskan Kembali ke kolam.
  • Model Aliran Atas, Model ini menerapkan konsep dengan mengaliri setiap pot secara terus menerus dalam kurun waktu 8 jam dan air yang keluar masuk ke kolam ikan.
  • Model Pasang Surut, Model ini menggunakan konsep mengalirkan air dari kolam ke pot yang berada di pinggiran kolam hingga pot terendam kemudian air tersebut dikembalikan ke dalam kolam
  • Model Bertingkat, Model bertingkat membuat sirkulasi air dari kolam menuju rak paralon paling atas dan setelah rak paling atas tergenang air akan diteruskan ke rak pot yang berada dibawahnya dan berakhir ke kolam ikan kembali.
  • Model Rakit Apung, Model ini dilakukan dengan penanaman sayuran di atas permukaan air dengan wadah tanam pipa atau pot yang didalamnya terdapat media untuk pertumbuhan tanaman

 

Kenapa budidaya dengan metode aquaponik menguntungkan bagi masyarakat perkotaan? Karena metode aquaponik tidak memerlukan lahan yang luas, dapat menghemat air, proses budidayanya pun relatif mudah untuk dikerjakan sehingga cocok untuk ibu rumah tangga, dan hasil dari aquaponik ini dapat menghemat pengeluaran untuk berbelanja kebutuhan pangan.

 

Menurut data dari Buletin Teknik Litkayasa Akuakultur dengan model aquaponik pasang surut, dalam proses budidaya ikan lele dan sayuran dapat dilakukan dengan beberapa langkah yaitu:

  • Menyiapkan lahan

Langkah yang pertama ini dilakukan dengan meratakan tanah/halaman dan menyesuaikan dengan kebutuhan ukuran kolam/bak yang akan digunakan. Jika dilakukan pada balkon bisa langsung membuat kolam

  • Membuat kolam

Kolam ini berfungsi sebagai tempat dari budidaya lele dan penanaman sayuran. Ukuran kolam disesuaikan dengan kebutuhan dan ruang yang ada. Pada pinggiran kolam terdapat penyangga untuk menyimpan pot/ember sebagai wadah tanam. Kemudian, kolam tersebut dialasi oleh terpal agar tidak ada kebocoran air. Untuk kolam dengan ukuran 2 m x 2,5 m x 1 m dapat menampung 24 pot sebagai wadah tanam sayuran dan 500 ekor lele per m3

  • Men-setting kolam dengan system aquaponic

Pada Langkah ini adalah mengatur jalannya sirkulasi air dari pinggiran bak sebagai tempat menyimpan pot dengan memasang paralon untuk mengairi setiap pot dan pemberian lubang pada bagian bawah pot untuk mengembalikan air ke dalam kolam. Pada tahap ini juga dipasang pompa untuk menaikkan air ke dalam pot melalui paralon.

  • Menanam sayuran

Sayuran yang ditanam telah disemai dalam jangka waktu 18 hari dengan ketinggian 5-7 cm. media tanam yang digunakan tidak harus tanah tapi bisa juga dengan arang. Penanaman dilakukan sore hari agar tidak layu terkena panas matahari dikala siang.

  • Menebar bibit lele

Tahap ini dilakukan setelah tiga hari system aquaponic berjalan, penebaran juga dilakukan sore hari dengan pemberian vaksin 30 menit sebelumnya. Untuk ukuran lele yang ditebar berkisar 5-7 cm

  • Memelihara ikan lele dan sayuran

Untuk pemeliharaan sendiri cukup dengan menjaga sirkulasi air dari kolam ke pot begitu juga sebaliknya dan pengecekkan nutrisi dan PH air. Pemberian pakan tepat waktu pada lele, karena jika terlambat lele yang kelaparan bisa memakan lele lainnya. Symbiosis mutualisme dari ikan lele dan sayuran juga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi sehingga tidak perlu penambahan pupuk ataupun pestisida yang dapat membahayakan ikan lele.

  • Pemanenan

Dalam satu periode aquaponik (3 bulan) dapat diperoleh hasil lele sebanyak 61 kg, kangkung sebanyak 7,6 kg, selada 0,6 kg, tomat sebanyak 1,5 kg, dan terong sebanyak 1,2 kg.

 

Dari hasil yang diperoleh bisa dibilang sangat memuaskan, selain bisa memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari proses budidaya dengan metode aquaponik ini juga bisa dijadikan usaha sampingan yang cukup menjanjikan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Adytzarkani. (2017). AKUAPONIK SOLUSI BUDIDAYA IKAN DAN SAYUR MASYARAKAT PERKOTAAN. Retrieved from steemit: https://steemit.com/aceh/@adytzarkani/akuaponik-solusi-budidaya-ikan-dan-sayur-masyarakat-perkotaan

Kinanti Wijaya, J. A. (2017). URBAN FARMING BERBASIS AQUAPONIC SYSTEM. Jurnal Pembangunan Perkotaan(Vol 5 No 2 (2017)), 4. Retrieved from http://ejpp.balitbang.pemkomedan.go.id/index.php/JPP/article/view/17/9

Statistik, B. P. (2020, Juli 17). kependudukan. Persentase Penduduk Daerah Perkotaan Hasil Proyeksi Penduduk menurut Provinsi, 2015 – 2035, p. 1. Retrieved from https://www.bps.go.id/statictable/2014/02/18/1276/persentase-penduduk-daerah-perkotaan-menurut-provinsi-2010-2035.html

Supendi, M. R. (2016). TEKNIK PEMBESARAN IKAN LELE DENGAN SISTEM AKUAPONIK. BULETIN TEKNIK LITKAYASA AKUAKULTUR, 6. doi: http://dx.doi.org/10.15578/blta.13.2.2015.101-106

Syabani, T. S. (2019, Maret 24). Aquaponik, Cara Budidaya Ikan & Tanaman Di Rumah. Retrieved from Berita Properti 99.co: https://www.99.co/blog/indonesia/aquaponik/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *