Sungai Tercemar Menjadi Penyebab Krisis Air Bersih

Air merupakan salah satu kebutuhan yang penting bagi kehidupan, bukan hanya bagi manusia melainkan makhluk hidup lainnya. Bagi manusia, Air menjadi kebutuhan pokok karena didalam tubuh manusia terdiri dari 55% sampai 78% air berdasarkan dari ukuran badan. Dengan itu, tubuh manusia memerlukan sekitar satu sampai tujuh liter air setiap hari untuk menghindari dehidrasi, untuk jumlah pastinya diukur berdasarkan pada tingkat aktivitas, suhu, dan kelembaban masing-masing manusia agar kinerja tubuh dan otak dapat berfungsi dengan baik. Selain itu, Air diperlukan untuk kehidupan sehari-hari seperti, memasak, mencuci, mandi, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, adanya persediaan air yang mencukupi untuk semua sendi kehidupan sangat di perlukan.

Pentingnya sumber daya air tidak didukung oleh rasa kepedulian masyarakat terutama masyarakat indonesia dalam menjaga ketersediaan air. Bentuk tidak kepeduliaan tersebut dapat dibuktikan dengan masih banyaknya masyarakat yang membuat sampah di sungai dan menggunakan air secara berlebihan. Contoh kasus, terdapat di Kali Jambe yang berlokasi di RW 12, Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Banyaknya tumpukan sampah rumah tangga seperti plastik dan styrofoam menjadi bukti bahwa penyebab tumpukan sampah ialah kurangnya rasa kepedulian masyarakat sekitar terhadap pentingnya ketersediaan sumber daya air bersih. Selain itu, pencemaran air pun bisa terjadi karena penggunaan pestisida yang berlebihan dan pupuk kimia pada sektor pertanian. Dengan itu, sumber daya air semakin berkurang padahal populasi manusia semakin meningkat setiap tahunnya. Hal itu, menyebabkan adanya krisis air bersih terutama saat musim kemarau.

Pembuangan sampah ke sungai dan penggunaan pestisida untuk sektor pertanian merupakan salah satu kegiatan yang membuat kita dapat melakukan pencemaran air. Pencemaran air merupakan suatu keadaan dimana tercemarnya penampungan air seperti sungai, danau bahkan lautan. Pencemaran air dapat menjadi masalah yang serius sehingga dapat mengganggu proses siklus kehidupan manusia.

Pencemaran air yang berkelanjutan dapat memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan manusia dan ekosistem alam. Yang pertama, Banjir yang disebabkan adanya penumpukan sampah di sungai sehingga membuat aliran air tersumbat. Sampah yang dibuang kedalam sungai juga akan menimbulkan pencemaran air yang dapat merugikan masyarakat karena kehilangan sumber dayar air bersihnya. Yang kedua, Terjadi penurunan kualitas air sehingga membuat hewan dan tumbuhan yang berada di air kesulitan untuk bertahan hidup. Dan kondisi ini tentu dapat berdampak besar juga untuk nelayan dan akan mengalami kerugian, karena dapat mempengaruhi hasil penangkapan ikan. Yang ketiga, Kekurangan air bersih dengan wilayah sumber air bersih di berbagai sumber mata air seperti sungai, danau atau pegunungan yang tercemar tidak dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Setelah mengetahui dampak yang begitu buruk apabila air telah tercemar, seharusnnya kita lebih termotivasi untuk menanggulangi pencemaran air agar ketersediaan air bersih tetap terjaga sampai generasi selanjutnya. Yang pertama, melakukan upaya Reboisasi yaitu upaya dengan menumbuhkan kembali pepohonan, baik itu di lingkungan sekitarmu atau pun di hutan. Dengan melakukan reboisasi, kita dapat menjaga  ketersediaan air berkat adanya pohon yang akan membantu mengikat air di dalam tanah dengan akarnya dan dapat menjadi areal resapan air. Yang kedua, Melakukan Pengolahan air limbah yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan berupa membuat kolam stabilisasi. Dengan begitu, maka air limbah pabrik yang biasanya berupa bahan zat kimia akan dibuang sehingga tidak akan menimbulkan pencemaran air. Yang ketiga, menggunakan peralatan rumah tangga yang ramah lingkungan karena sampah rumah tangga berkontribusi sangat besar dalam penyumbang sampah dinegeri ini. Menurut catatan dari Katadata Insight Center (KIC), dalam satu jam, Indonesia dapat menghasilkan sedikitnya  7.300 ton sampah. Dengan itu, diperkirakan dalam sehari, ada sekitar  175.200 ton sampah dihasilkan. Dalam 10 tahun,  akan ada setidaknya 640 juta ton sampah yang dihasilkan dinegeri ini. Yang keempat, Penggunaan bahan yang tidak mengandung zat kimia untuk kebutuhan sehari-hari, karena pengggunaan zat kimia seperti deterjen secara berlebihan dan membuangnya langsung ke dalam saluran pembuangan akan menyebabkan rmasalah bagi ekosistem di sungai yang membuat makhluk hidup disungai dapat terancam. Yang kelima,  Menggunakan kompos dan pupuk organik untuk mengurangi pencemaran air yang disebabkan oleh nitrat dan fosfat yang terkandung dalam pupuk anorganik. Kompos dan pupuk organik juga berfungsi untuk memulihkan kandungan mineral di dalam tanah serta memperbaiki struktur dan mencegah eutrofikasi.

Hal tersebut dapat dilakukan jika masyarakat telah sadar mengenai pentingnya menjaga ketersediaan air sehingga tidak mencemari daerah sumber daya air seperti sungai. Memberikan penyuluhan yang dapat dilakukan oleh pemerintan maupun komunitas yang perduli terhadap lingkungan menjadi solusi untuk memberikan motivasi agar lebih menjaga dan merawat alam. Kegiatan penyuluhan tersebut dapat juga diikuti dengan kegiatan gotong-royong membersihkan selokan air, sungai, dan kali. Dengan itu, kegiatan bersih-bersih akan menjadi kegembiraan karena dilakukan secara bersama-sama walaupun lelah telah menghampiri.

Permasalahan mengenai krisis air bersih akibat daerah sumber daya air yang tercemar mendorong adanya orang yang berpengalaman dalam pengolahan sumber daya air untuk mengetahui berbagai cara dalam memahami kuantitas, kualitas, jadwal ketersediaan, dan kebutuhan sumber daya air serta penanggulangan masalah yang ada. Dengan itu, pengelolaan sumber daya air dapat dikembangkan manfaatnya, pelestariannya, dan pengelolaanya sehingga sumber daya air tersebut dapat mensejahterahkan kehidupan manusia beserta alamnya.

Dalam melakukan pengelolaan sumber daya air dapat kita contoh dari negara-negara yang memiliki pengelolaan yang baik seperti jepang, hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya selokan yang air nya jernih dan ikan yang hidup. Di Jepang, Dahulu terdapat Sungai Watarase yang merupakan sumber air minum dan irigasi. Tetapi munculnya pengembangan kawasan dan industri menyebabkan erosi dan angkutan sedimen tinggi disungai. Sehingga, tahun 1953 dan 1963 dilakukan pengkajian ulang perencanaan peningkatan Sungai Watarase. Perencanaan kegiatan tersebut ialah, peningkatan pengontrolan banjir, penjernihan air, konservasi ekosistem, perbaikan tebing, dan penghijauan. Perencanaan kegiatan tersebut berhasil membuat Sungai Watarase dapat digunakan kembali dengan proses yang bertahap dan memerlukan waktu yang cukup lama. Keberhasilan itu juga berkat dukungan dari masyarakat sekitar dengan tetap menjaga lingkungan sekitar tidak tercemar.

Dengan adanya peristiwa Sungai Watarase dapat dijadikan sebagai pembelajaran oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam mengatasi kekrisisan air akibat tercemarnya sumber daya air. Melakukan pengelolaan sumber daya air dapat dimulai dari sekarang agar dampak kekrisisan air tidak semakin buruk.

Rachmi Arin Timomor. 99.co. Inilah Penyebab dan Cara Menanggulangi Pencemaran Air yang Perlu Diketahui. 18 Maret 2020 https://www.99.co/id/panduan/cara-menanggulangi-pencemaran-air. [11 November 2020]

Kompas.com.  Kali Jambe di Tambun Bekasi Kembali Jadi Lautan Sampah. 29 Oktober 2019. https://megapolitan.kompas.com/read/2019/10/29/17593931/kali-jambe-di-tambun-bekasi-kembali-jadi-lautan-sampah?page=all. [11 November 2020]

Rejeki wulandari. mongabay.co.id. Perlu Bersegera untuk Kurangi Produksi dan Sampah Rumah Tangga. 09 September 2020. https://www.mongabay.co.id/2020/09/09/perlu-bersegera-untuk-kurangi-produksi-dan-sampah-rumah-tangga/. [12 November 2020]

Yuliana, Aulia Safitri S, Nyak Nisa UI Khairani, Mikel Faklin, Qurratu Ayunin, Suci Wulandari. Sladeshare.net. Studi Kasus Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu Pada Sungai Watarase di Jepang. 19 April 2019. https://www.slideshare.net/nisakhairani/studi-kasus-psdat-sungai-watarase-jepang. [12 November 2020]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *