Siklus Hidrologi

Hidrologi adalah salah satu cabang ilmu Geografi. Apa itu Ilmu Geografi? Ilmu Geografi yaitu mempelajari pergerakan, distribusi, dan kualitas air di seluruh bumi, siklus hidrologi hingga sumber daya air juga termasuk. Ada beberapa penelitian yang patut dikemukakan dalam ilmu hidrologi, yaitu hidrometeorologi (air di udara dan air dalam bentuk gas), potamologi (air permukaan), limnologi (air permukaan tenang seperti danau atau waduk), dan geohidrologi (air tanah), serta kriologi yaitu, air yang memiliki bentuk padat, seperti salju dan es dan kualitas air.

Pengertian Siklus Hidrologi

Semua siklus air yang ada di bumi ini disebut siklus hidrologi. Siklus ini berimbang dengan yang naik serta yang turun ke bumi, sebaliknya tidak berlaku untuk di setiap wilayah. Jadi siklus hidrologi adalah konsep penggambaran pergerakan antara air dengan lautan, air tanah, badan air permukaan (sungai, rawa atau danau), atmosfer, dan biosfer (benda gas, cair, ataupun padat).

Siklus hidrologi mengacu pada siklus atau sirkulasi air yang dihasilkan dari bumi, kemudian masuk ke atmosfer dan kembali ke bumi yang terjadi secara terus menerus. Karena bentuknya yang berputar dan terjadi secara berkelanjutan, menyebabkan air tidak pernah habis. Siklus hidrologi juga mengambil peranan yang penting dalam kelangsungan kehidupan di bumi. Melalui siklus hidrologi ketersediaan air  bumi dapat terjaga dengan baik. Proses siklus hidrologi  berpengaruh terhadap keteraturan suhu lingkungan, cuaca, hujan dan keseimbangan ekosistem bumi.

Fungsi air untuk kehidupan:

  1. Sumber kehidupan
  2. Fotosintesis
  3. Irigasi
  4. Membantu kegiatan rumah tangga
  5. Digunakan dalam proses pendinginan dan perawatan pabrik di bidang industry
  6. Sebagai pembangkit listrik

Jenis-jenis siklus Hidrologi

Ada banyak jenis siklus air yang dapat dibagi menurut proses atau tahapannya. Beberapa jenis siklus air dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah jenis-jenis siklus air:

Yang pertama ada siklus hidrologi pendek. Siklus yang paling sederhana karena hanya melibatkan beberapa tahapan saja disebut siklus hidrologi pendek. Karena curah hujan terjadi tepat di atas permukaan laut dalam siklus hidrologi pendek ini, tidak ada fase aliran ke laut lebih lanjut. Kemudian air hujan yang jatuh ke laut bercampur kembali dan melewati siklus air lagi. Tahapan-tahapan dalam siklus hidrologi pendek ini atau siklus hidrologi kecil adalah sebagai berikut :

  1. Sinar matahari menerpa sumber air di bumi dan menyebabkan sumber air tersebut menguap
  2. Akibat penguapan ini, terjadi kondensasi, membentuk awan yang mengandung uap air
  3. Kemudian awan yang mengandung uap air akan jenuh, dan hujan akan turun ke laut.

Dan tentu saja, periode siklus hidrologi sedang sedikit lebih lama daripada periode hidrologi pendek. Tahapan siklus hidrologi sedang adalah sebagai berikut :

  1. Matahari menerangi permukaan bumi termasuk sumber air (berbagai samudra, samudra, dsb), sehingga sumber air tersebut menguap.
  2. Kemudian terjadi penguapan
  3. Uap air yang terbentuk (hasil pemanasan) bergerak karena tertiup angin ke darat. Awan terbentuk karena pemanasan.
  4. Hujan turun di permukaan bumi
  5. Air yang hinggap di darat akan mengalir ke sungai dan kemudian ke lautan kembali mengalami siklus hidrologi.

Siklus yang terakhir adalah siklus hidrologi panjang. Siklus hidrolog panjang ini memiliki tahapan yang lebih rumit daripada kedua siklus di atas. Beberapa tahapan siklus hidrologi panjang adalah sebagai berikut :

  1. Matahari menerangi permukaan bumi termasuk sumber air (samudra, samudra dan lainnya), sehingga sumber air tersebut menguap.
  2. Kemudian terjadi penguapan
  3. Kemudian uap air menyublim
  4. Uap air yang terbentuk dan tersublimasi menyebabkan terbentuknya awan yang mengandung kristal es.
  5. Akibat hembusan angin tersebut, awan yang terbentuk kemudian sampai ke darat
  6. Kemudian hujan turun di bumi
  7. Air yang turun di darat akan mengalir ke sungai dan kemudian ke lautan kembali mengalami siklus hidrologi.

Proses Siklus Hidrologi

  1. Evaporasi/Penguapan : proses ini terjadi di lautan, danau, waduk, dan sungai diakibatkan sinar matahari yang panas. Air menguap karena matahari tersebut akan naik dan nantinya akan menjadi awan.
  2. Evapotranspirasi : proses pengambilan air dari akar tanaman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kemudian terjadi penguapan pada tanaman. Proses penyerapan air melalui akar tanaman disebut transpirasi, dan proses penguapan pada tanaman akibat sinar matahari disebut penguapan.
  3. Hujan / salju : Akibat proses kondensasi, uap air yang dihasilkan selama penguapan dan evapotranspirasi di atmosfer akan menjadi cair, dan tetesan air yang terbentuk akan saling bertabrakan dan terbawa angin hingga menjadi tetesan air. Tetesan air tersebut akan menumpuk dan menjadi lebih berat sehingga gravitasi akan jatuh di bumi.
  4. Tanaman yang terkena air hujan : Air hujan yang langsung jatuh atau mengalir melewati batang tanaman, serta air hujan ada yang tertinggal lalu jatuh dari daun.
  5. Aliran permukaan di atas tanah : Air akan mengalir dari daerah yang tinggi ke daerah yang rendah secara alami, sampai akhirnya berakhir di laut ataupun danau.
  6. Banjir atau genangan : Ini terjadi karena luapan sungai atau daya tampung drainase yang tidak bisa mengalirkan air.
  7. Aliran sungai : Aliran yang mengalir menuju daerah aliran sungai menuju sistem jaringan sungai. Aliran sungai akan mengalir dari sungai yang kecil sampai sungai yang besar dan berakhir di mulut sungai atau yang kita kenal sebagai tempat sungai dan laut bertemu.
  8. Transpirasi : Proses pengambilan air oleh akar untuk memenuhi kebutuhan hidup tanaman tersebut.
  9.  Kenaikan kapiler : air tanah mengalir karena fungsi kapilernya, yang dapat mengangkat air ke *zona rembesan dan menjadi partikel air tanah.                                     * adalah suatu akuifer atau formasi air yang tidak jenuh atau tidak mengandung air.(Bahagiarti, 2005)
  10. Infiltrasi : Hanya sebagian air permukaan tanah yang akan meresap ke dalam tanah.
  11. Aliran antara (interflow) : bagian curah hujan yang mengalami infiltrasi yang segera keluar dari dalam tanah menuju alur sungai sebagai rembesan atau mata air.
  12. Aliran dasar : Aliran air berasal dari air tanah yang mengisi sistem jaringan danau, waduk, sungai, dan lain-lain.
  13. Aliran run-out : Aliran dari air tanah langsung menuju laut.
  14. Perkolasi : Air dari lengas tanah di daerah zona vadose untuk mengisi aliran air tanah.
  15. Return flow : Aliran air dari lengas tanah menuju ke permukaan tanah.
  16. Aliran pipa : Aliran yang terjadi di dalam tanah.
  17. Aliran yang melewati daerah air tidak jenuh.
  18. Aliran yang terjadi pada daerah air yang jenuh.

DAFTAR PUSTAKA

Fatma, D. 2018. Jenis Siklus Air. Dikutip pada 13 November 2020 dari https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/hidrologi/jenis-siklus-air

Surakarta, 2019. http://riffanty16.blogspot.com/2019/03/makalah-siklus-hidrologi-untuk-memenuhi.html

Saddoen, A. 2018. Siklus Hidrologi. Dikutip pada 13 November 2020. https://moondoggiesmusic.com/siklus-hidrologi/#gsc.tab=0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *