Seledri (Apium graviolens L.)

Tanaman Seledri (Sumber: http://www.buahatiku.com/manfaat-khasiat-dari-daun-seledri/)

Tanaman seledri (Apium graviolens L.) merupakan tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sayuran dan obat-obatan tradisional alami. Tanaman ini berasal dari Eropa Selatan dan pertama kali dikenalkan oleh Carotus Limnaeus. Seledri merupakan tanaman herbal berbau aromatic yang memiliki rasa manis dan sedikit pedas. Negara-negara seperti Cina, Jepang dan Korea menggunakan daun seledri sebagai bahan makanan. Pemanfaatan seledri di Indonesia secara umum adalah menggunakan bagian daun, tangkai daun, dan bagian umbi tanaman sebagai campuran dalam sup untuk memperkaya cita rasa. Penggunaan daun seledri sebagai pelengkap masakan, dimana bagian daun dipotong kecil-kecil kemudian ditaburkan diatas masakan. Seledri sering disebut-sebut sebagai tanaman anti hipertensi juga anti rematik. Tanaman seledri juga digunakan secara tradisional sebagai penambah nafsu makan, pemacu enzim sistem pencernaan dan penurun tekanan darah tinggi. Seledri termasuk tanaman yang mudah dibudidayakan dengan perawatan yang tidak terlalu sulit serta harga yang relatif stabil. Budidaya seledri dilakukan tidak hanya pada area perkebunan yang luas, tetapi dapat juga dilakukan pada lahan sempit. Budidaya seledri dalam pekarangan dapat menggunakan pot atau polybag, hal ini akan memudahkan pengontrolan kondisi tanaman seledri dan juga dapat mengalihfungsikan seledri sebagai tanaman hias. Budidaya tanaman seledri akhir-akhir ini sudah bisa menggunakan sistem hidroponik, atau pembudidayaan tanpa menggunakan media tanah yang dikembangkan seiring dengan perkembangan teknologi pertanian.

Hidroponik merupakan suatu metode dalam bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, melainkan menggunakan larutan bernutrisi atau media lain yang mengandung unsur hara. Bercocok tanam dengan sistem hidroponik dinilai mudah karena tanaman dapat tumbuh dengan baik tanpa menggunakan tanah. Hidroponik diharapkan dapat mengasah kreativitas seseorang dalam mengolah media tanam. Keuntungan menggunakan sistem hidroponik antara lain adalah tidak memerlukan lahan luas, mudah dalam perawatan tanaman dan media tanam serta memiliki nilai komersil yang tinggi. Kunci dalam bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik adalah nutrisi yang diberikan kepada tanaman yang harus diatur agar sesuai dengan kebutuhan tanaman tersebut. Terdapat beberapa macam sistem hidroponik seperti sistem substrat (sistem autopot, sistem pasang surut, sistem dutch bucket) dan sistem kultur air (DFT, NFT, wick, kratky dan rakit apung). Morfologi tanaman seledri dan syarat penanaman seledri dapat digunakan sebagai acuan dalam penentuan sistem hidroponik yang tepat guna untuk tanaman seledri.

 

  • Klasifikasi Ilmiah Tanaman Seledri

Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)

Sub-kingdom  : Trachcobionta  (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi    : Spermatophyta (Tumbuhan yang menghasilkan biji)

Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas               : Magnoliopsida (Tumbuhan berkeping dua (dikotil))

Sub-kelas         : Rosidae

Ordo                : Apiales

Famili              : Apiaceae

Genus              : Apium

Spesies            : Apium graviolens L.

 

Bagian Daun dan Batang Tanaman Seledri (Sumber: https://kesehatan.kontan.co.id/news/4-manfaat-daun-seledri-untuk-kesehatan-tubuh-1)
  • Morfologi Tanaman Seledri
  1. Akar

Tanaman seledri memiliki sistem perakaran tunggang dengan warna putih. Akar tanaman seledri tebal, dengan sistem akar menyebar ke semua arah sekitar 5-9 cm, pangkal batang dan akar dapat menembus tanah pada kedalaman 30-40 cm.

  1. Batang

Batang tanaman seledri adalah tempat melekatnya daun. Batang tumbuh tegak, tidak berkayu, bercabang, beruas dan beralur serta memiliki warna hijau pucat. Panjang batang seledri pada umumnya sekitar 3-5 cm, termasuk pendek sehingga kadang seolah tidak terlihat.

  1. Daun

Daun tanaman seledri berupa daun tipis, rapuh dan berbentuk belah ketupat miring serta bersifat majemuk. Daun seledri menyirip ganjil pada sekitar 3-7 helai daun. Tulang daun menyirip sepanjang 2-7,5 cm dan lebar 2-5 cm dengan tepi daun pangkal maupun ujung meruncing. Tangkai daun tanaman ini tumbuh tegak ke atas atau ke pinggir batang dan memiliki warna hijau atau keputihan.

  1. Daun bunga

Daun bunga seledri berwarna putih kehijauan atau putih kekuningan dengan panjang 0.5-0.75 mm. Daun bunga pada ujungnya bergerombol membentuk bulatan yang setelah dibuahi akan berbentuk bulatan kecil berwarna hijau sebagai buah muda. Buah yang sudah tua akan berubah warna menjadi coklat tua.

  1. Bunga

Bunga tunggal memiliki tangkai jelas dan kelopak yang tersembunyi. Bunga betina majemuk terpampang jelas, tidak bertangkai atau memiliki tangkai yang pendek, seringkali terdapat daun yang berhadapan dengan tirai bunga. Tangkai bunga tidak lebih dari 2 cm atau terkadang tidak memiliki tangkai.

  1. Buah

Buah tanaman seledri memiliki panjang sekitar 3 mm, batang angular yang berlekuk, dan berbau sangat aromatik.

 

Tanaman Seledri (Sumber: http://www.buahatiku.com/manfaat-khasiat-dari-daun-seledri/)
  • Syarat Tumbuh Tanaman Seledri

Ketinggian optimal pertumbuhan dan perkembangan seledri yang baik adalah pada ketinggian 0-1200 mdpl, sehingga tanaman seledri termasuk tanaman yang dapat tumbuh dimana saja, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Kelembapan yang disarankan untuk pertumbuhan seledri adalah pada 80-90% dan harus mendapat porsi sinar matahari yang cukup. Temperatur minimum pertumbuhan dan produksi tanaman seledri adalah pada minimal 15-18oC dan maksimal 24 oC, sehingga membuat tanaman seledri sangat bergantung pada lingkungan tempatnya bertumbuh. Perkecambahan seledri berbeda dengan pertumbuhan produksi seledri karena suhu yang diperlukan untuk perkecambahan seledri lebih rendah yaitu pada 10-18 oC. Tanaman seledri kurang tahan terhadap curah hujan yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh tanaman seledri yang rapuh, sehingga penanaman seledri lebih baik dilakukan pada akhir musim penghujan atau pada curah hujan berkisar 60-100 mm. Seledri membutuhkan cahaya matahari sekitar 8 jam per harinya, tetapi tidak tahan terhadap paparan sinar matahari berlebih. Sinar matahari berlebih akan menyebabkan tanaman seledri mengalami kelayuan dan cepat menguning, sedangkan kurangnya sinar matahari akan menyebabkan penghambatan pertumbuhan sehingga tanaman pucat dan lemah.     Tanah tempat tumbuh seledri yang paling ideal adalah tanah andosol yang pada umumnya berwarna hitam atau kelabu dan coklat tua. Tanah tipe ini kaya akan unsur hara. pH tanah ideal untuk tempat tumbuh seledri berkisar pada 5.6-6.5, dengan pH optimum 6.0-6.8. Tanaman seledri cocok ditanam pada tanah yang memiliki kandungan garam (Natrium, Boron, Kalsium).

Berdasarkan morfologi tanaman dan syarat tumbuh tanaman seledri, maka sistem hidroponik yang cocok untuk tanaman seledri adalah sistem kultur air karena tanaman seledri pada dasarnya cocok hidup di dalam air. Sistem kultur air adalah sistem hidroponik dimana akar tanaman terendam dalam media cair yang merupakan campuran larutan nutriasi penuh unsur hara, sedangkan bagian atas tanaman ditunjang dengan medium tipis untuk membantu tanaman agar tumbuh dengan tegak. Jenis sistem hidroponik kultur air adalah Nutrient Film Technique, Deep Flow Technique, Wick, Kratky dan sistem rakit apung. Sistem hidroponik yang paling sesuai dengan morfologi serta syarat tumbuh tanaman seledri adalah sistem Wick yang merupakan sistem hidroponik paling sederhaa. Sistem Wick atau penggunaan netpot bersumbu, dimana netpot dapat diganti dengan pemanfaatan gelas plastik bekas dimana larutan nutrisi ditari dalam media tumbuh dari wadahh nutrisi dengan menggunakan sumbu. Sumbu yang digunakan biasanya berupa kain flannel atau bahan lain yang mudah menyerap air. Selain sistem Wick, penanaman seledri hidroponik dapat menggunakan sistem kultur air lainnya seperti DFT dan rakit apung. Sistem tersebut diatur sedemikian rupa terutama pada bagian media tanam berupa larutan yang mengandung unsur hara, sehingga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman seledri.

 

Sumber Referensi

Agrotek. Syarat Tumbuh Tanaman Seledri. Terdapat pada: agrotek.id/syarat-tumbuh-tanaman-seledri/ (Diakses pada Sabtu, 26 Desember 2020 pukul 09:49 WIB)

Bahana, Tri M. 2018. Tanaman Seledri (Apium graveolens L.). Terdapat pada: ccrc.farmasi.ugm.  ac.id > seledri (Diakses pada Sabtu, 26 Desember 2020 pukul 09:37 WIB)

Nurwijayo, Wahyu. 2018. Budidaya Seledri Agar Tumbuh Subur dan Maksimal Hasilnya. Terdapat pada: gdm.id/budidaya-seledri/ (Diakses pada Sabtu, 26 Desember 2020 pukul    09:09 WIB)

Puliwa, D. S. 2020. Budidaya Tanaman Seledri, Khasiat dan Efek Farmakologisnya. Terdapat pada: cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/92678/BUDIDAYA-TANAMAN-SELEDRI-KHASIAT-DAN-EFEK-FARMAKOLOGISNYA/ (Diakses pada Sabtu, 26 Desember 2020 pukul 09:51 WIB)

Yustikarini, S. P. 2019. Hidroponik Sistem Wick. Terdapat pada: cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/63860/HIDROPONIK-SISTEM-WICK/ (Diakses pada Sabtu, 26 Desember 2020 pukul 10:22 WIB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *