Sayur Kol (Brassica Oleracea Var Capitata)

Kubis
Gambar 1. Kubis (Brassica Oleracea Var Capitata) (Sumber: https://blog.tanijoy.id/potensi-pasar-komoditas-kubis-yang-kian-laris/, 2019)

Menurut Luhukay (2018), kubis (Brassica Oleracea Var Capitata) atau yang lebih dikenal sebagai kubis atau sayur kol, merupakan sayuran jenis daun-daunan yang sangat populer, sayur ini sudah dikenal dari jaman purbakala. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang dimana masyarakatnya banyak membudidayakan sayuran jenis ini, dimana produksi nasional untuk sayur kol dapat mencapai angka 1.385.044ton dari luasan 67.531 ha pada tahun 2012. Kubis merupakan salah satu tanaman dwi-musim yang merupkan salah satu sayuran terpenting di Indonesia selain tomat dan kentang. Kubis banyak diminati oleh masyarakat mungkin karena kubis memiliki banyak sekali manfaat, diantaranya adalah meningkatkan kekebalan tubuh, baik untuk organ pencernaan, mencegah kanker, kesehatan mata, menurunkan berat badan, nutrisi otak, kesehatan tulang, detoksifikasi, membantu pembentukan sel darah merah, mencegah hipertensi dan zat anti peradangan. (Munfaridah, 2019).

l. Klasifikasi Tanaman

Menurut Majalah Signa (2015), tanaman kubis (Brassica Oleracea Var Capitata) atau yang lebih dikenal sebagai sayur kol ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)

Sub-kingdom  : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi    : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas               : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas        : Dilleniidae

Ordo                : Capparales

Famili              : Brassicaceae (suku sawi-sawian)

Genus              : Brassica

Spesies            : Brassica oleracea var. capitata L.

2. Morfologi Tanaman

Setiap jenis tanaman memiliki keunikan tersendiri yang menjadi pembeda antara satu tanaman dengan tanaman lainnya, begitu pula dengan kubis. Menurut Kisnaindra (2016), berikut ini adalah morfologi dari tanaman kubis:

  1. Akar

Setiap tanaman tentunya memiliki akar, akar pada tanaman berfungsi sebagai bagian yang menyerap nutrisi dari dalam tanah, selain itu akar juga berfungsi sebagai jangkar untuk menyangga batang agar dapar berdiri dengan tegak (Dahlan, 1998). Tanaman ini memiliki akar tunggang dan akar srabut. Kedua jenis akar ini memiliki perbedaan pada pertumbuhannya, dimana akar tunggang akan tumbuh menusuk menuju pusat bumi, sedangkan akar serabut akan tumbuh menyamping.

  1. Batang

Batang pada tanaman umunya berfungsi sebagai penegak tumbuhan dan membantu bagian-bagian tanaman yang berada di atas permukaan sepertu dun dan bunga, selain itu batang juga difungsikan sebagai alat transfortasi air, zat hara dan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan, batang juga dijadikan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan pada beberapa jenis tanaman (Silalahi, 2015). Sayur kol juga memiliki batang, akan tetapi batang tersebut hampir tidak terlihat jelas karena batangnya pendek dan tertutup oleh daun. Batang kubis berwarna hijau, tebal dan lunak, walau pendek dan lunak batang kubis cukup kuat. Menurut Munfaridah (2019),

  1. Daun

Daun pada tumbuhan merupakan bagian yang penting, salah satu fungsi penting dari daun adalah untuk melakukan fotosintesis untuk menghasilkan makanan yang dibutuhkan oleh tumbuhan tersebut untuk melangsungkan hidupnya (Haryani, 2018). Menurut Syukriyah (2016), selain sebagai tempat melakukan fotosintesis, daun juga berfungi sebagai organ pernapasan atau respirasi tanaman, tempat terjadinya transfirasi, tempa terjadinya gutasi dan alat reproduksi vegetatif. Kubis memiliki daun yang cukup unik, karena daun kubis akan membulat pada pertumbuhannya, kubis sendiri memiliki daun yang lebar yang membentuk bulat telur dan lunak (Munfaridah, 2019).

  1. Bunga

Bunga merupakan salah satu bagian tumbuhan yang memiliki fungsi penting. Fungsi bunga pada tumbuhan salah satunya adalah sebagai alat perkembangbiakan secara generatif. Perkembang biakan ini terjadi dengan adanya proses penyerbukan yang terjadi pada bagian bunga dan nantinya akan menghasilkan buah yang mengandung biji (Dewi, 2015). Bunga dari kubis berwarna kuning spesifik dan suhu yang diperlukan untuk pertumbuhan bunganya cukup rendah yaitu sekitar 5-10oC dengan waktu yang diperlukan lebih dari satu bulan (Munfaridah, 2019).

  1. Buah

Buah merupakan bagian dari tanaman yang merupakan perkembangan dari bunga. Buah difungsikan untuk melindungi biji yang nantinya bisa menjadi bibit untuk menjadi tanaman baru. Buah pada beberapa jenis tanaman merupakan tempat penyimpanan cadangan makanan pada tumbuhan, oleh karenanya buah biasa dijadikan sebagai bahan makanan oleh manusia atau pun binatang (Adit, 2020). Kubis juga dapat menghasilkan buah yang mengandung banyak biji di dalamnya. Buah pada kubis bisa terjadi karena penyerbukan sendiri atau pun dengan bantuan dari serangga (Munfaridah, 2019).

3. Budidaya Kubis

Sayur kol bisa dibudidayakan dengan cara konvensional (menggunakan tanah sebagai media tanamnya), maupun dilakukan dengan sistem hidroponik (tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya), salah satu metode hidroponik yang cocok digunakan untuk membdidayakan kol adalah dengan menggunakan sistem DFT (Deep Flow Technique). Teknik hidroponik DFT dapat menghasilkan gelembung mikro yang dapat berpengaruh baik untuk pertumbuhan tanaman (Luhukay, 2018). Penggunaan teknik hidroponik untuk budidaya menawarkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan budidaya knvensional, akan tetapi kebutuhan energi dari sistem hidroponik ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan pertanian konvensional (Barbosa, 2015).

Budidaya kubis secara konvensional hampir sama dengan budidaya kubis dengan teknik hidroponik bedanya adalah pada sistem hidroponik kubis ditanam pada media tanam bukan tanah. Kubis dapat diperbanyak dengan 2 cara, yaitu dengan biji dan stek. Proses budidaya akan sangat dipengaruhi oleh metode perbanyakan kubis. Ketika kubis diperbanyak dengan biji, maka kubis harus disemai terlebih dahulu sebelum akhirnya ditanam pada media tanam, sedangkan kubis yang diperbanyak menggunkan stek atau tunas bisa langsung ditanam pada media tanam, walau akan lebih baik jika tunas tersebut juga disemaikan terlebih dahulu (Mssteri Pertanian, n.d). Menurut Abdilbarr (2012), berikut ini adalah proses budidaya kubis:

  1. Persemaian

Persemaian dilakukan untuk mendapatkan bibit kubis siap tanam. Persemaian ini dilakukan dengan menaburkan bibit secara merata pada media semai, media semai bisa berupa pot-pot (kantong-kantong plastik), tray atau sejenisnya. Media semai untuk budidaya kubis ini harus dalam keadaan lembab, tetapi tidak terlalu basah untuk mengurangi resiko terkena hama dan penyakit. Bibit disemai dengan kedalaman setengah cm. Persemaian juga harus dilakukan ditempat yang terlindung dari hujan tetapi masih bisa terkena sinar amtahari.

  1. Pindah media tanam

Penanaman kubis ke media tanam biasanya dilakukan ketika tanaman kubis berumur kurang lebih satu bulan setelah semai, dengan jumlah daun kira-kira telah mencapai empat helai. Jarak tanam dari kubis adalah 50 cm dan dengan jarak baris 60 cm.

  1. Pemeliharaan

Pemeliharaan dilakukan untuk menjaga tanaman agar tetap sehat dan menghasilkan hasil yang optimal, pada tanaman konvensional dilakukan penyiraman dan pemupukan penyiraman dilakukan 1-2 hari sekali ketika tanaman masih kecil dan menjadi 1-2 kali sehari ketika tanaman telah tumbuh lebih besar, sedangkan pemupukan biasanya diberikan pada minggu ke-3 atau ke-4 setelah pindah tanam. Sedangkan pada budidaya secara hidroponik menurut Nugroho (2018), pemupukan dilakukan dengan pemberian nutrisi, pemberian nutrisi ini juga berbeda tergantung pada umur dari kol yang ditanam.

  1. Pemanenan

Pemanenan merupaka proses terakhir, pemanenan kubis bisa dilakukan ketika bagian kropnya telah besar dan padat. Umumnya waktu panen kubis adalah sekitar 5 bulan setelah proses persemaian.

 

DAFTAR PUSTAKA

Abdilbarr, S P A. 2012. Petani Rumahan: Menanam Kol/ Kubis Hijau. Terdapat di https://petanirumahan.com/2012/11/24/petani-rumahan-menanam-kolkubis-hijau/. (Diakses pada hari Jum’at, 25 Desember 2020 Pukul 15.24 WIB).

Adit, A. 2020. .Terdapat di https://www.kompas.com/edu/read/2020/03/31/110924371/siswa-kelas-iv-sd-ayo-belajar-bentuk-dan-fungsi-tumbuhan?page=all#:~:text=Ternyata%20buah%20berguna%20bagi%20semua,dapat%20digunakan%20sebagai%20sumber%20makanan. (diakses pada hari Jum’at, 25 Desember 2020 Pukul 14.01 WIB).

Barbosa, G., dkk. (2015). Comparison of Land, Water, and Energy Requirements of Lettuce Grown Using Hydroponic vs. Conventional Agricultural Methods. International Journal of Environmental Research and Public Health12(6), 6879–6891. doi:10.3390/ijerph120606879.

Dahlan, Z. 1998. Peranan Akar Basal Batang dan rizom Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Vegetatif Bambu. Jurnal Penelitian Sains, (3): 1-11.

Dewi, A. S., Purnobasuki, H., & Wahyuni, D. K. (2015). Keanekaragaman Morfologi Bunga Pada Chrysanthemum morifolium Ramat Dan Varietasnya. Jurnal Penelitian1(3).

Haryani, T. S. (2018). Organo Nutritivum (daun, batang dan akar). Terdapat di https://www.pustaka.ut.ac.id/lib/wp-content/uploads/pdfmk/PEBI4312-M1.pdf. (Diakses pada hari Jum;at, 25 Desember 2020 Pukul 13.38 WIB).

Krisnaindra. 2016.  Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kubis. Terdapat di https://www.teorieno.com/2016/10/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-kubis.html?m=0. (Diakses pada hari Jum’at, 25 Dedember 2020 Pukul 12.31 WIB).

Křístková, E., Doležalová, I., Lebeda, A., Vinter, V., & Novotná, A. (2008). Description of morphological characters of lettuce (Lactuca sativa L.) genetic resources. Horticultural Science35(3), 113-129.

Luhukay, J. N., Uluputty, M. R., & Rumthe, R. Y. (2018). Respons Lima Varietas Kubis (Brassica oleracea L.) Terhadap Serangan Hama Pemakan Daun Plutella Xylostella (Lepidoptera; Plutellidae). Agrologia2(2).

Majalah Signa. 2015. Kubis (Brassica oleracea var. Capitata L.). terdapat di https://majalah.stfi.ac.id/kubis-brassica-oleracea-var-capitata-l/. (Diakses pada hari Jum’at, 25 Desember 2020 Pukul 12.37 WIB).

Materi Pertanian. Cara Budidaya Tanaman Kubis. Terdapat di Thttp://www.materipertanian.com/cara-budidaya-tanaman-kubis/. (Diakses pada Hari Jum’at, 25 Desember 2020 Pukul 15.15 WIB).

Munfaridah, S. 2019. Analisis Pola Distribusi Kubis (Brassica Oleracea) Berbasis Structure Conduct Performance (SCP) di Kecamatan Kerangreja Kabupaten Purbalingga. Skripsi. Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian,Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Nugroho, B W. 2015. 5 Langkah Mudah Menanam Bunga Kol Sistem hidroponik DFT. Terdapat di http://hidroponikpedia.com/5-langkah-mudah-menanam-bunga-kol-sistem-hidroponik-dft/. (Diakses pada Hari Jum’at, 25 Desember 2020 Pukul 15.17 WIB).

Silalahi, M. 2015. Bahan Ajar Morfologi Tumbuhan. Terdapat di http://repository.uki.ac.id/195/1/MORFOLOGI%20TUMBUHAN.pdf. (Diakses pada hari Jum’at, 25 Desember 2020 Pukul 13.34 WIB).

Syukriah, F & Liuvita P. 2016. Implementasi Teknlogi Augmented Reality 3D pada Pembuatan Organologi Tumbuhan. Jurnal Ilmiah FIFO, 8(1), 23-32.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *