Potensi Sumber Daya Air di Indonesia

Sumber daya air merupakan suatu sumber daya alam yang mempunyai potensi besar bagi makhluk hidup, tanpa air proses kehidupan tidak akan berlangsung. Dengan tersedianya sumber daya air membuat manusia tidak menganggap sia-sia keberadaannya. Kegunaan air dapat membuat manusia lebih efektif dalam melakukan segala aktivitasnya seperti penggunaan pada bidang industri, pertanian, pariwisata, maupun rumah tangga. Namun, dengan keberadaannya dan penyebarannya sering sekali menjadi permasalahan, hal itu dikarenakan sifat air sangat mudah terkontaminasi dengan zat-zat yang didapatkan dari pencemaran lingkungan. Selain itu permasalahan lain akan timbul jika air tidak dikelola dengan baik, terutama karena tidak adanya keseimbangan antara persediaan dan kebutuhan

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi pada sumber daya airnya, bahkan secara statistik Indonesia mewakili hampir 6% sumber daya air dari seluruh dunia, tetapi hal tersebut tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. Kementerian PUPR juga mengungkapkan, bahwa pemanfaatan air di Indonesia masih sangat rendah, dikarenakan hanya dapat mengelola sekitar 691,3 miliar meter kubik dari total potensi yang sangat besar yaitu 3,9 triliun meter kubik per tahunnya atau sekitar 23% yang sudah ter-manfaatkan, dapat di artikan bahwa masih banyak sisa dari total potensi yang miliki belum dapat dimanfaatkan dengan baik.  Hal itu terjadi karena adanya keberagaman musim dan ketimpangan spasial terhadap ketersediaan air. Pada musim hujan, dapat menimbulkan kelimpahan air yang luar biasa sehingga berakibat banjir bandang dan kerusakan lainnya yang dialami pada beberapa wilayah di Indonesia. Pada musim kemarau yang berakibat kekurangan air dan kekeringan menjadi suatu bencana di beberapa wilayah.

Beberapa permasalahan lainnya juga disebabkan karena jumlah penduduk di Indonesia yang setiap tahunnya selalu bertambah sehingga mengakibatkan kebutuhan air meningkat secara intensif. Selain itu, mengecilnya alternatif sumber daya air juga menjadi permasalahan bagi masyarakat untuk bisa memanfaatkan air yang memiliki kualitas baik. Terkait dengan beberapa permasalahan sumber daya air di Indonesia, kerusakan lingkungan juga disebabkan oleh terjadinya penurunan daya dukung daerah aliran sungai (DAS) hulu akibat tidak terkendalinya kerusakan hutan sehingga keberadaan luas lahan yang kritis mencapai 18,5 juta hektar. Hal tersebut menyebabkan penurunan kemampuan daerah aliran sungai untuk menyediakan air saat musim kemarau sehingga frekuensi kebanjiran terus melesat, bahkan sedimentasi tinggi yang masuk dapat memicu terjadinya pendangkalan sungai terutama pada daerah hilir yang relatif lebih rata, sehingga dapat menyebabkan  bencana banjir di dataran rendah. Hal itu juga dialami oleh banyak sungai di Indonesia yang sebagian besar di antaranya memiliki daya tampung yang kurang cukup menampung sehingga menyebabkan terjadinya bencana banjir, kecuali keberadaan sungai di Pulau Kalimantan dan di Papua. Pengaruh dari berkurangnya luas hutan sangat memberi dampak bagi penyebab bencana banjir, selain itu dapat mengurangi keanekaragaman hayati yang berada di dalamnya termasuk jasa-jasa lingkungan lain.

Ketersediaan air bagi makhluk hidup juga dapat dipengaruhi oleh buruknya kondisi hutan. Pada wilayah perkotaan akan mendapatkan dampak negatif apabila kemajuan transportasi dan industri tidak diikuti baik oleh penerapan teknologi bersih, sungai sungai di perkotaan pun akan tercemar oleh limbah limbah yang ada. Permasalahan tersebut bermula dari rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk memiliki hidup yang higienis serta hidup di lingkungan berkualitas.

Data lain juga didapatkan oleh UNICEF perihal kondisi air bersih di Indonesia, berikut datanya:

  1. Cakupan sanitasi dari perbedaan kalangan dapat menunjukkan perbedaan yang lebih kuat daripada cakupan untuk air bersih
  2. Kepadatan penduduk yang berlebihan menyebabkan umumnya kontaminasi feses terhadap tanah dan air di daerah perkotaan
  3. Rendahnya ekonomi menjadi penyebab perbedaan kualitas air yang didapat
  4. Koordinasi lebih dari kelompok kerja merupakan permintaan dari beberapa kementerian dan lembaga yang terlibat dalam sektor air bersih dan sanitasi lingkungan
  5. Kurangnya ahli dari sektor perairan dan kapasitas kelembagaan menghambat kinerja pemerintah kabupaten setelah masa desentralisasi
  6. Air bersih di wilayah perkotaan tidak dapat dimanfaatkan dengan baik.

Dalam hal tersebut perlu adanya tindakan yang harus merencanakan pelaksanaan kegiatan peningkatan konservasi tanah dan air melalui pendekatan pola pikir dengan memprioritaskan sumber daya. Selain itu pemberantasan kemiskinan masyarakat yang dilaksanakan di wilayah hulu daerah aliran sungai (DAS) perlu dipadukan dengan inovasi pengembangan program konservasi lahan dan sumber daya air secara menyeluruh dalam merancang penggunaannya dari kelompok pemukiman masyarakat. Mengedukasi dan mengembangkan inovasi masyarakat lokal menjadi salah satu opsi untuk mengembangkan inisiatif masyarakat dalam mengelola sumber daya air secara berkesinambungan.

Dalam upaya menghadapi tantangan di masa yang akan datang, pengembangan teknologi tepat guna juga harus ikut serta dalam mendukung penyediaan air baku yang hanya dilakukan melalui penambahan tampungan saja, pengembangan teknologi tersebut meliputi pengembangan metode penjernihan air. Peran lembaga peneliti seperti LIPI, BPPT dan Universitas menjadi sangat diperlukan untuk mengupayakan pengembangan dan inovasi teknologi tepat guna, selain itu, pemerintah terhadap masyarakat juga penting agar dapat diadopsi dalam kebijakan nasional.

Adanya konsep Eco-efficiency dapat menjadi alternatif dalam mengatasi permasalahan sumber daya air, yaitu dengan cara mengedepankan sistem kesinambungan lingkungan dalam memanfaatkan sumber daya air. Eco-efficiency merupakan rancangan baru untuk melakukan perencanaan dan pengelolaan yang terintegrasi dari efisiensi ekologi dan ekonomi secara bersama sama dalam mencapai tujuan pembangunan sumber daya air yang berkesinambungan. Mengapa konsep Eco-efficiency menjadi salah satu alternatif dalam menghadapi permasalahan tersebut?, dikarenakan penerapan konsep Eco-efficiency mampu menyetarakan pertumbuhan ekonomi dan juga lingkungan, hal tersebut didapat dari pengalaman berbagai negara yang telah melakukan kebijakan prasarana sumber daya air  melalui penerapan konsep Eco-efficiency. Penerapan tersebut bukanlah hal asing bagi Indonesia, hanya saja belum terkonsep dan ter-aplikasikan dengan baik dalam penerapannya.

Pemerintah Indonesia telah menjadikan konsep Eco-efficiency sebagai salah satu pandangan kebijakan nasional di bidang infrastruktur sumber daya air, hal tersebut dirancang sebagai upaya menghadapi tantangan dan permasalahan yang akan datang. Dalam konteks penyediaan air baku, pemanfaatan air hujan melalui pemanenan air hujan juga mampu diterapkan oleh konsep Eco-efficiency. Bahkan teknologi pemanenan air hujan tersebut merupakan teknologi yang mudah di terapkan oleh masyarakat, dikarenakan mampu mengatasi ketidakseimbangan air pada kekurangan air dan dapat menanggulangi banjir dan kekeringan.

 

REFERENSI

80 Persen Sumber Daya Air Indonesia Belum Ter manfaatkan – Infrastruktur Katadata.co.id. (n.d.). From https://katadata.co.id/safrezifitra/berita/5e9a565742966/80-persen-sumber-daya-air-indonesia-belum-termanfaatkan

(PDF) Potensi Sumber Daya Air di Indonesia. (n.d.). From https://www.researchgate.net/publication/265151944_Potensi_Sumber_Daya_Air_di_Indonesia

Konservasi dan Pengelolaan Sumber Daya Air Berdasarkan Keberadaannya Sebagai Sumber Daya Alam. In Buletin Eboni (Vol. 12, Issue 1). http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/buleboni/article/view/5056

Potensi sumber daya air di Indonesia (air permukaan dan air tanah) – ppt download. (n.d.). From https://slideplayer.info/slide/1894256/.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *