Potensi Agroindustri dan Agrowisata Urban Stingless Bee di daerah perkotaan

Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk kota yang ditandai dengan terjadinya urbanisasi telah menjadi isu global yang memerlukan perhatian dan pengelolaan secara komprehensif karena dampaknya akan terkait dengan berbagai aspek pembangunan. Data statistik menunjukkan bahwa tahun 2017 jumlah penduduk yang tinggal diperkotaan telah mencapai 54,73%, dan angka tersebut diprediksikan akan terus meningkat hingga 70% pada tahun 2050 atau akan ada sekitar 7 miliar penduduk dunia yang tinggal di perkotaan (United Nations –UN, 2014). Dengan demikian seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk yang tinggal diperkotaan maka akan diikuti berbagai permasalahan baru seperti keterbatasan lahan, peningkatan kebutuhan (sandang, papan dan pangan), tidak seimbangnya jumlah, distribusi dan komposisi penduduk, penurunan kualitas lingkungan akibat berkurangnya lahan terbuka/ruang hijau, dan ketersedian pangan yang memadai dan berkualitas bagi penduduk kota yang terus bertambah. Salah satu solusi yang perlu dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah aktifitas pertanian perkotaan atau urban farming (Handayani dkk., 2018).

Pertanian perkotaan adalah bagian dari sistem pangan lokal di mana makanan dibudidayakan dan diproduksi di daerah perkotaan dan dipasarkan kepada konsumen di daerah perkotaan itu yang mencakup peternakan, budidaya/pemeliharaan lebah, aquaponic, dan produk non-makanan seperti memproduksi benih, membudidayakan bibit, dan menumbuhkan bunga (Pingkan dkk., 2018). Konsep dari agrowisata ini adalah para petani yang terintegrasi dikawasan agroindustri membudidayakan lebah tanpa sengat (stingless bee) dengan peternakan mulai dari cara yang tradisional sampai cara yang modern agar para pengunjung/parawisatwan mendapatkan pengatahun perkembangan cara budidaya lebah dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan zamannya. Agrowisata berbasis agroindustri urban bee (peternakan lebah) merupakan serangkaian kegiatan perjalanan pariwisata yang memanfaatkan peternakan lebah sebagai objek wista. Selama perjalanan atau beraktivitas para wiasatawan tidak hanya dimanjakan dengan sistem peternakan lebah yang modern dan terintegrasi dengan kemajuan teknologi tetapi para wisatawan juga mendapatkan edukasi dan pemahaman tentang perlebahan. Ditambah juga para pengunjung akan mendapatkan kesempatan langsung praktik memelihara lebah dan panen madu disarangnya secara langsung agar memberikan kesan yang lebih menarik dibandingkan hanya menikmati pemandangan.

Pengembangan agrowisata berbasis agroindustri urban stingless bee (lebah tanpa sengat) memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan karena pengembangan ini dinilai mampu memberikan dampak positif bagi kedua sektor yaitu sektor pertanian dan sektor pariwisata (Abdullah, 2012). Nilai tambah sektor agroindustri diperoleh melalui pengembangan berbagai macam turunan produk dari lebah seperti madu, propolis, polen dan juga bibit lebah yang masing-masing produk ini memiliki nilai jual tinggi. Rata-rata harga madu stingless bee adalah Rp. 450.000/500 mL, polen multifora harganya Rp 60 ribu/Kg, Polen biasa (bunga jagung) Rp 50 ribu/Kg, Propolis Rp 250 ribu/Kg sedangkan harga bibit mencapai harga dari Rp. 500.000 – Rp. 750.000 per kotak atau per koloni. Dengan demikian produk-produk ini mampu menghasilkan nilai tambah yang sangat besar, sedangkan di sektor pariwisata terjadi peningkatan minat kunjungan wisatawan dengan mencapai 1.388.719 pengunjung (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, 2019).

 

Sistem Budidaya Lebah

  1. Persiapan

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam budidaya lebah Trigona diperlukan langkah pendahuluan atau persiapan yang matang meliputi:

  1. Survey lokasi: kesesuaian habitat hidup, kondisi sosial ekonomi masyarakat, keamanan, sumber air, topografi dan tanaman eksisting pada lokasi.
  2. Nursery: Pembibitan tanaman unggulan untuk menjamin ketersediaan pakan sepanjang tahun kombinasi tanaman semusim dan tahunan.
  3. Saung Stup: Saung tempat meletakkan stup atau koloni harus terlindung dari hujan dan terik matahari secara langsung.
  4. Kerana akan ditumbuhkan di daerah perkotaan maka untuk sumber pakan lebah perlu rekayasa kebun bunga yang dapat memenuhi kebutuhan hidup lebah tanpa sengat trigona.
  1. Pembuatan Stup

Menurut (Ichwan et al., 2016) kotak stup yang dibuat harus sesuai dengan ukuran besarnya koloni lebah, semakin besar ukuran koloni lebah maka semakin besar kotak stup yang digunakan. Stup lebah Trigona sp terbuat dari kayu yang berserat halus. Hingga saat ini belum ada ukuran standard dari stup Trigona. Stup Trigona sp bisa digantung ataupun disusun pada rak dan diletakkan di tempat teduh/ tidak terkena matahari langsung (Gambar 1).

 

  1. Pemindahan Koloni

Pemindahan koloni dari alam ke dalam stup atau dari satu stup ke stup lainnya merupakan hal yang paling penting untuk diperhatikan dan dilakukan secara hati-hati. Secara teknik, pemindahan koloni lebih mudah dengan cara memindahkan ratunya terlebih dahulu, ketika ratunya sudah dipindahkan secara otomatis angota koloni akan mengikuti ratu berpindah tempat (Gambar 2).

Gambar 1. Stup vertical lebah tanpa sengat Trigona sp

Sumber: (Nahali, 2018)

 

Setiap koloni terdiri dari ratu, lebah pekerja dan lebah jantan. Lebah ratu merupakan satu-satunya lebah petelur seumur hidup dalam satu koloni. Lebah pekerja adalah lebah betina yang organ reproduksinya tidak berfungsi sempurna/ tidak subur. Lebah pekerja mengeluarkan lilin yang digunakan untuk membangun, membersihkan dan memelihara sarang, menjaga sarang, menyediakan makanan, terdiri dari madu dan tepung sari.

Gambar 2 Koloni lebah tanpad sengat (Tigona sp)

Sumber: (Nahali, 2018)

 

  1. Pemeliharaan

Pemeliharaan stup sebaiknya dilakukan secara rutin dan periodik, meliputi pembersihan dari sarang semut/ laba-laba, pengecekan kondisi stup agar terkena air hujan. Stup juga harus dihindarkan dari hama pengganggu (cecak, tokek, larva kumbang, tawon kuning, ayam dan lain-lain).

 

  1. Pemanenan

Pemanenan madu maupun propolis dilakukan 1-3 kali setahun tergantung kondisi lingkungan, pakan, besar kecilnya stup dan kesehatan koloni. Pemanenan umumnya dilakukan dengan cara tradisional, yaitu menggunakan pisau kikis.

 

  1. Secara umum komposisi kimia madu stingless bee

Tabel 1. Komopsisi kimia madu berbagai jenis lebah tanpa sengat (stingless bee)

Spesies lebah Komposisi
Kadar air (g/100 gram) Asam bebas (mEq/Kg) pH HMF (g/100 g) Kadar Abu (g/100 g) Electrical conductivity (ms/cm)
Cephalotrigona capitata 27.0 31.5 3.62 3.4 0.52
Frieseomelitta aff varia 19.9 73.0 1.1 0.76
Geniotrigona 28.17 3.36
Heterotrigona itama 28.43 3.32 0.44
Homotrigona fimbriata 41.0 528 3.3 46.0 1 2.6
Hypotrigona sp. 17.5 35.57 3.75 16.58 303
Lepidotrigona doipaensis 31.5 197.5 3.5 2.3 0.152 1.193
Lepidotrigona flavibasis 28.0 168.0 3.7 8.5 0.51 1.3
Lepidotrigona terminate 30.0 194.0 3.5 0.245 0.78
Lisotrigona furva 28.0 53.0 3.6 0.215 0.183 0.345
Melipona beecheii 28.62 41.52 3.2 9.23 0.46 0.58
Melipona bicolor 34.68 91.62 3.766 <0.31 0.576
Melipona capixaba 30.51 79.28 3.62
Melipona compressipes 26.7 23.88 3.74
Melipona crinita 28.8
Melipona fasiculata 25.45 29.05 4.35 0.32
Melipona favosa 25.2 62.9 1.2 0.29
Melipona flavolineta 35.11 143.67 3.41 34.62

Sumber : Nordin ET AL., 2018

 

Kesimpulan

Berdasarkan sistem analisis di atas maka dapat disimpulkan bahwa urban farming stingless bee memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai agrowisata berbasis agroindsutri dengan sistem urban farming.

 

Daftar Pustaka

Abdalla, I. F. (2012). Socioeconomic Aspects of Urban and Peri-urban Agriculture: A Diagnostic Study in Khartoum Sudan. Kassel: Kassel University Press.

 

Handayani W, P. Nugroho dan D. O. Hapsari. 2018. Kajian Potensi Pengembangan Pertanian Perkotaan Di Kota Semarang.

 

Nahali. 2018. Budidaya Lebah Tanpa Sengat. (Diakses tanggal 16/11/2020) Available at:  https://www.lebahtanpasengat.com/budidaya-lebah-tanpa-sengat/.

 

Pingkan W. S., Hamzens, dan M. W. Moestopo. 2018. Pengembangan Potensi Pertanian Perkotaan di Kawasan Sungai Palu.

 

US Environmental Protection Agency. (2011). Urban Farm Business Plan Handbook. Chicago: CreateSpace Independent Publishing Platform.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *