Permasalahan Nyata yang Terjadi pada Aliran Sungai Cikapundung

Hamparan dari suatu wilayah atau kawasan yang dibatasi oleh pembatas topografi atau punggung bukit yang fungsinya untuk menerima, mengumpulkan air hujan, sedimen dan unsur hara serta untuk mengalirkannya melalui anak anak sungai dan keluar pada satu titik adalah pengertian dari daerah aliran sungai (DAS) dan definisi tersebut mengartikan bahwa seluruh purmukaan daratan di bumi ini terbagi dalam daerah aliran sungai. Pemanfaatan potensi dari sumber daya alam di dalam DAS yang termasuk hutan untuk kepentingan dan kebutuhan manusia pribadi atau golongan telah menyebabkan terjadinya degradasi lahan dan hutan yang cukup dasyat dan perubahan pemanfaatan sumber daya alam yang tidak terkendali ini bisa mempengaruhi fungsi dari lingkungan dan keseimbangan nya yang termasuk proses-proses hidrologis di dalam wilayah daerah aliran sungai tersebut. Akibat yang terjadi adalah ketidakseimbangan neraca air, sedimen, hara dan rusaknya habitat keanekaragaman hayati di dunia. Nah tujuan adanya pengelolaan daerah aliran sungai sendiri adalah supaya terkendali hubungan timbal balik antara lingkungan DAS sendiri dan sumber daya yang ada dialam, dengan keinginan manusia guna untuk kelestarian fungsi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Di dalam penerapannya di lapangan, konsepsi tersebut memerlukan upaya yang tidak mudah dan untuk itu diperlukan keterpaduan pengelolaan oleh berbagai pihak yang terlibat atau sektor mulai dari  hulu sampai hilir dengan mempertimbangkan berbagai kepentingan seperti kondisi biofisik dan sosial ekonomi yang ada dalam suatu daerah aliran.

Seperti pada contoh Sungai Cikapundung adalah sungai yang memiliki panjang sekitar 28km yang melintasi 11 kecamatan di Bandung dan 3 kabupaten kota yaitu  Kota Bandung, Kabupaten Bandung juga kabupaten Bandung Barat. Sungai Cikapundung memiliki luas daerah tangkapan di bagian hulu sebesar 111,3 km², di bagian tengah seluas 90,4 km² dan di bagian hilir seluas 76,5 Km². Terdapat 750.559 jiwa jumlah penduduk yang berdomisili di DAS Cikapundung sedangkan jumlah penduduk tertinggi berada di Kelurahan Tamansari 28.729 jiwa (data BPLH Kota Bandung) dan kualitas dari air yang berada di sungai Cikapundung di Bandung itu menurun secara cukup drastis dalam rentang 20 tahun terakhir dan ada hubungan nya yang erat juga antara kualitas air sungai serta air tanah yang dikonsumsi oleh warga sekitar bantaran sungai maka saat kualitas air sungai tersebut memburuk, kualitas air tanah semakin tidak aman lagi untuk dikonsumsi masyarakat. Maka sekarang warga beralih dari air sungai kepada air dari Perusahaan Daerah Air Minum Kota Bandung.

Menurut dari pengalaman yang ada disekitar permasalahan utama di wilayah sungai Cikapundung adalah pencemaran sungai dengan banyaknya sampah menumpuk di dalam sungai karena masyarakat sekitar sungai yang membuang sampah sembarangan juga membuang limbah sembarangan, masyarakat mencuci pakaian memakai air sungai, menyebabkan air yang tercemar karena sampah seperti limbah pabrik maupun limbah rumah tangga dan dari hal hal merugikan lainnya. Permasalahan ini berlangsung sudah dari waktu yang lama dan sulit jika ingin mengembalikan sungai menjadi jernih seperti semula. Juga semakin menumpuknya sampah membuat aroma sekitar sungai menjadi bau yang tidak sedap pada akhirnya bisa menimbulkan penyakit pada warga sekitar yang menghirupnya dan sesekali terjadi banjir dibeberapa wilayah sekitar sungai karena saluran air yang tersumbat menghalangi jalannya air. Anak anak yang bermain didalam sungai tanpa mengetahui bahayanya karena air tercemar bisa menyebabkan penyakit dan jika arus sedang deras bisa berbahaya karena anak anak bisa terbawa arus sungai dan tenggelam. Dari pernyataan itu semua bisa disimpulkan bahwa tidak adanya kesadaran dari masyarakat akan pentingnya menjaga sungai dan tetap hati hati di sekitar sungai maka permasalahan ini terus  diulang ditambah minimnya upaya pembersihan yang dilakukan masyarakat sekitar sungai dan pemerintah yang kurang campur tangan dalam penanggulangan permasalahan ini. Sungai ini sudah semakin surut airnya dan kotor dan sungai yang mengaliri kawasan permukiman padat penduduk ini harus segera diperbaiki dengan melibatkan berbagai pihak seperti tentunya dari masyarakat sendiri yang berada di wilayah sungai, kalangan akademisi, serta pemerintah daerah maupun pusat.

Karena banyaknya permasalahan dari sungai Cikapundung ini maka diperlukannya pula pengelolaan daerah aliran sungai yang mencakup semua bidang pengelolaan yang berisi konservasi, pendayagunaan dan pengendalian daya rusak air serta yang meliputi secara keseluruhan dari kesatuan sistem wilayah pengelolaan yang dibuat secara utuh dari hulu sampai hilir, mencakup semua proses perencanaan, pelaksanaan, serta pemantauan dan evaluasi dan pengelolaan daerah aliran sungai ini juga harus dilakukan dengan terpadu dimana program dan kegiatan masing-masing pemangku kepentingan sesuai dan sejalan dengan tujuan bersama pemangku kepentingan berwawasan lingkungan hidup tersebut yaitu memperhatikan keseimbangan ekosistem dan daya dukung lingkungan. Identifikasi Intervensi yang dapat dilakukan/penyelesaian masalah dari permasalahan diatas penyelesaian masalah yang bisa dilakukan adalah: a. Penyuluhan yang pemerintah bisa lakukan untuk menyadarkan masyarakat bahwa pentingnya menjaga kebersihan sekitar lingkungan kita dan juga bahaya nya jika kita membuang sampah secara sembarang kedalam sungai b. Gerakan pembersihan sungai bersama sama warga sekitar wilayah saya untuk mengurangi pencemarannya, dengan mengambil sampah sampah yang menumpuk didalam sungai dibantu oleh pemerintah setempat untuk turun langsung membantu warga membersihkan daerah sekitaran sungai c. Pemerintah setempat menurunkan alat besar atau mesin yang bisa mengambil sampah dengan skala yang besar agar pembersihan sungai bisa berjalan lancer dan cepat dengan bantuan dari warga sekitar.

Akan tetapi dalam setiap perencanaan ada saja hambatan dan masalah yang sering terjadi dalam kita mengelola daerah aliran sungai ini pun sangat lah beragam, dan rumit serta sangat berkaitan dengan berbagai sektor dan hal hal. BPDAS (Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai) yang saat ini sekarang memegang dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan daerah aliran sungai yang berada di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang notabene merupakan kementerian sektoral yang berfokus di kawasan hutan sehingga kekuatan dari lembaga ini pun tidak cukup kuat dan sektor-sektor tertentu pun bahkan sering terjadi ketidak selarasan dalam pengelolaan DAS dan bisa di sebut saja sektor pertambangan dan kehutanan, dua sektor ini memiliki kepentingan tersendiri dalam memanfaatkan daerah aliran sungai sehingga tujuan bersama nya pun akan sulit untuk dicapai.

Referensi:

https://theconversation.com/bantaran-cikapundung-debit-air-sungai-besar-kualitas-air-sumur-buruk-mengapa-106416

http://citarum.bappenas.go.id/info-citarum/berita-artikel/1174-gambaran-umum-sungai-cikapundung.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *