Permasalahan Drainase di Wilayah Perkotaan

Drainase merupakan suatu hal yang sangat penting bagi pengairan suatu wilayah maupun perdesaan atau perkotaan. Pada umumnya, drainase didefinisikan sebagai suatu usaha untuk mengalirkan air yang berlebih pada suatu tempat untuk dialirkan ke tempat yang lebih membutuhkan atau ke tempat penampungan air. Berbeda dengan pengertian drainase perkotaan, drainase perkotaan adalah ilmu drainase yang menomorsatukan  pegkajian pada kawasan kota yang memiliki kaitan dengan kondisi lingkungan fisik dan lingkungan sosial budaya yang ada di suatu kawasan kota tersebut. Sistem drainase yang baik harus bisa menampung dan mengalirkan air seoptimal mungkin, sehingga tidak terjadi genangan air dan bencana banjir saat hujan turun atau musim penghujan tiba.

Seiring dengan berkembangnya infrastruktur di perkotaan yang ada di Indonesia, yang diiringi pula dengan meningkatnya jumlah penduduk, maka menyebabkan semakin bertambah pula kegiatan dan kebutuhannya. Drainase yang ada di perkotaan merupakan tugas penting bagi gubernur atau walikota yang ada di setiap kota atau provinsi untuk membenahi fungsi drainase yang ada.  Saat ini salah satu permasalahan yang dihadapi perkotaan yang padat penduduk adalah setiap datangnya musim penghujan, genangan air ada di setiap daerah jakarta hingga menimbulkan banjir. Hal ini disebabkan oleh dampak perubahan tata guna lahan yang menyebabkan berkurangnya infiltrasi tanah. Belum lagi kurangnya rasa displin masyarakan untuk mematuhi peraturan yang ada tentang sampah dan kepedulian masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya. Sehingga saluran-saluran drainase yang ada di perkotaan dipenuhi  oleh lumpur dan juga limbah rumah tangga yang berdampak pada saluran air dan membuat saluran air tersebut tidak dapat bekerja secara optimal untuk mengalirkan air hujan yang ada.

 

Apa saja faktor yang menyebabkan drainase di perkotaan tidak berjalan sesuai fungsi utamanya?

Banyak faktor-faktor penting yang membuat drainase di kota-kota besar di Indonesia tidak berjalan dengan baik. Salah satunya adalah masih banyak masyarakat di perkotaan yang membuang sampah ke sungai dan membuang sampah sembarangan. Padahal setiap daerah pasti mememilki Peraturan Daerah masing-masih yang mengatur perihal pengolahan sampah. Contohnya adalah peratuan tentang sampah yang tertulis di Peraturan Daerah kota Jakarta Nomor 3 Tahun 2013 dapat disimpulkan bahwa peraturan tersebut berfungsi untuk mewujudkan Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang sehat dan bersih dari sampah. Peraturan daerah sudah menghimbau untuk menerapkan 3R, yaitu Reduce, Reuse dan Recycle. 3R merupakan salah satu upaya pemerintah daerah  untung mengurangi sampah dengan cara mengurangi, memakai, dan memanfaatkan kembali serta mendaur ulang.

Faktor lainnya adalah kepadatan penduduk yang tinggi yang ada di dekat Daerah Aliran Sungai (DAS), contohnya adalah pemukiman penduduk yang ada di bantaran sungai Ciliwung. Sungai Ciliwung yang berhulu di kota Bogor dan berhilir di kota Jakarta. Pemukiman yang ada di bantaran Sungai Ciliwung merupakan efek dari membludaknya urbanisasi pada pertengahan abad ke-19. Dampak dari membludaknya urbanisasi pada tahun tersebut adalah danya efek samping pada sungai Ciliwung, yaitu penyempitan aliran sungai Ciliwung. Sungai Ciliwung menjadi dangkal dan banyak sampah akibat warga dari pemukiman bantaran sungai Ciliwung membuang sampah rumah tangga langsung ke sungai Ciliwung.

 

Mengapa kota-kota besar di Indonesia mengalami bencana Banjir?

Wilayah perkotaan kerap terjadi banjir pada musim hujan akibat curah hujan yang tinggi dan pemanfaatan drainase yang kurang optimal. Contohnya adalah Banjir yang terjadi di kota Jakarta yang disebabkan oleh sistem drainase yang ada di kota Jakarta masih menggunakan sistem drainase peninggalan masa pemerintahan kolonial Belanda pada masa penjajahan zaman dahulu. Padahal, kondisi Ibu Kota saat ini sudah jauh berbeda dengan kondisi ibu kota saat puluhan tahun yang lalu. Karena pada saat masa pemerintahan kolonial Belanda, kota Jakarta masih memiliki banyak lahan kosong, rawa, situ, dan berbagai lahan kosong yang berguna sebagai tempat penampungan air sementara. Sedangkan sekarang kota Jakarta sudah dipenuhi oleh gedung-gedung tinggi yang memadati setiap sudut kota Jakarta. Sudah jarang ditemukan lahan kosong di kota Jakarta akibat dari perkembangan zaman yang ada dan kemajuan IPTEK. Ditambah lagi dengan kondisi permukaan tanah yang ada di kota Jakarta terus mengalami penurunan dari waktu ke waktu.

Sistem drainase yang ada di perkotaan yang rawan terjadi Banjir bisa dibilang tidak normal karena mudah mendatangkan bencana Banjir. Jika kota-kota besar di Indonesia ingin memperbaiki sistem drainase yang ada sudah tidak memungkinkan akibat tidak adanya ruang untuk menormalkan kembali sistem drainase uang ada di daerah perkotaan. Karena padatnya daerah perkotaan sebenarnya diperlukan saluran air yang besar untuk meminimalkan potensi banjir yang ada di daerah kota-kota besar di Indonesia. 

 

Dimana lokasi drainase yang ada di kota Jakarta yang perlu dibenahi oleh pemerinta kota Jakarta?

Lokasi drainase yang perlu dibenahi di kota Jakarta adalah pemukiman padat penduduk yang berada di bantaran sungai Ciliwung. Harusnya pemerintah daerah kota Jakarta memindahkan pemukiman penduduk yang ada di bantaran sungai Ciliwung ke tempat yang lebih layak, seperti rumah susun. Tetapi, untuk melakukan hal tersebut memerlukan dana yang dapat dibilang cukup besar untuk memindahkan pemukiman penduduk yang berada di bantaran sungai Ciliwung dan membersihkan pemukiman yang ada di bantaran sungai Ciliwung. Poin plus-nya adalah kota Jakarta dapat meminimalisir bencana banjir yang bisa dikategorikan sebagai bencana tahunan.

 

Bagaimana cara mengatasi banjir yang ada di kota-kota besar di Indonesia?

Sebagai warga negara yang baik dan ingin mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan bebas dari sampah, yang bisa kita lakukan sebagai warga  adalah mematuhi peraturan yang ada untuk mewujudkan mimpi tersebut. Dengan hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya dan gotong royong membersihkan saluran air, kita sebagai warga sudah membantu untuk mewujudkan mimpi tersebut. 

 

Kesimpulan yang bisa saya ambil adalah drainase sangatlah penting untuk kebutuhan suatu wilayah kota atau pedesaan. Kota-kota besar yang sudah dipenuhi oleh gedung-gedung yang menjulang tinggi berdampak pada lahan serapan air yang semakin mengecil. Drainase yang ada di kota-kota besar juga perlu dibenahi untuk meminimalisir bencana Banjir yang ada. Sebagai warga negara  yang baik, sudah seharusnya kita memelihara sistem drainase yang sudah ada. Hal tersebut disebabkan oleh sulitnya membuat sistem drainase yang baru di wilayah perkotaan.

 

Sumber : 
http://repository.upi.edu/19309/4/S_TB_1101749_Chapter1.pdf
http://dispusip.jakarta.go.id/dispusip/2019/04/19/permukiman-dan-permasalahan-sepanjang-ciliwung/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *