Penyiraman menggunakan Air cucian beras untuk tomat Hidroponik

Nasi merupakan makanan pokok bagi orang Indonesia. Banyak orang yang mengatakan jika belum makan nasi artinya kita belum makan sama sekali. Mungkin masih sedikit orang yang tahu bahwa air dari bekas cucian beras bisa bermanfaat bagi tanaman.dilansir dari kompas.com, Eny Palupi seorang dosen Departemen Gizi Masyarakat dari IPB mengatakan bahwa air cucian beras bermanfaat bagi tumbuh kembang tanaman karena memiliki kandungan nutrisi dan juga vitamin yang membantu pertumbuhan tanaman. Air cucian beras adalah limbah cair yang didapat dari hasil pencucian beras untuk kita masak menjadi nasi.

Air cucian beras bermanfaat bagi tanaman karena memiliki kandungan vitamin B1 yang dapat membantu metabolism tumbuhan sehingga dapat mengurangi syok transplantasi pada tanaman. Selain itu juga air cucian beras ini juga bisa memperkuat akar dan membuat tanaman tidak mudah layu. Selain vitamin, air cucian beras juga memiliki beberapa mikroorganisme yang dapat membantu tumbuh kembang tanaman. Yang pertama adalah bakteri Pseudomonas fluorescens yang memiliki keunggulan untuk mensintesis metabolit yang menghambat perkembangbiakan pathogen. Salah satu contoh penggunaan air cucian beras ini bisa diterapkan pada tomat.

Tomat (Solanum lycopersicum L) merupakan merupakan komoditas yang berasa dari Amerika Tengah namun sangat mudah untuk dijumpai, karena dapat tumbuh dimana saja. Selain itu juga, pengolahan tomat sendiri sangat beragam seperti dibuat jus maupun dijadikan isi untuk sandwich dan masih banyak yang lainnya. Namun tomat sendiri tidak bisa tumbuh jika suhu disekitarnya relative tinggi. Suhu tang baik untuk pertumbuhan tomat dikisaran 17-23°C. Suhu pada malam hari sangat mempengaruhi pertumbuhan pada buah tomat. Jika suhu disekitar tomat tinggi itu akan menyebabkan terhambat pertumbuhan buah pada tomat. Oleh karena itu, biasanya di Negara yang memiliki 4 musim, mereka biasanya menggunakan pemanas ruangan apabila suhu disekitar tomat kurang dari 10°C. selain pada suhu pH tanah juga rata-rata 5,5-7.

Tomat termasuk buah berbentuk perdu karena memiliki bentuk yang variatif seperti bulat, juga bulat pipih. Tomat sendiri memiliki banyak kandungan air didalam nya dan setiap jenis tomat semuanya berdaging. Manfaat yang dimiliki oleh tomat juga sangat banyak diantaranya dapat menjaga kesehatan mata kita karena mengandung vitamin A sehingga terhindar dari rabun jauh. Karena manfaat yang banyak bagi kesehatan tubuh, tomat dapat dikonsumsi oleh semua kalangan usia. Selain itu juga tomat bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan wajah. Biasanya para wanita menjadikan tomas sebagai masker. Namun dalam mengonsumsi tomat hal yang harus sangat diperhatikan adalah kebersihannya, terlebih bagi tomat yang ditanam dialam terbuka yang pastinya sudah terkontaminasi oleh bakteri-bakteri jahat. Jika kita tdak memperhatikan kebersihan saat mengonsum tomat maka akan menyebabkan diare karena sudah terkontaminasi oleh bakteri salmonella. Lalu selain itu juga mengonsumsi tomat secara berlebih dapat menyebabkan nyeri pada sendi. Hal tersebut dapat terjadi karena tomat memiliki banyak racun solinin senyawa pembangun kalsium dan jaringan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut kita bisa mengubah cara bercocok tanam yang tadinya manual dengan menggunakan system hidroponik. Dengan mengikuti perkembangan zaman sudah banyak Negara-negara yang menerapkan system bercocok tanam modern tentunya dengan mengandalkan teknologi, salah satunya hidroponik. Hidroponik sendiri merupakan system bercocok tanam yang menggunakan media selain tanah dan juga membutuhkan komponen llain untuk proses penanaman.

Kelebihan dengan menggunakan system ini tentunya sangat beragam. Karena seperti yang kita ketahui lahan hijau sudah sangat berkurang, dengan adanya inovasi ini dapat membantu kita untuk bercocok tanam di lahan yang terbatas. Perawatan terhadap tanaman pun sudah otomatis, dimana sirkulasi ir dan juga pemberian nutrisi sudah terjadwal. Dengan tidak menggunakan tanah sebagai media tanam tentunya dapat mengurangi hama dan penyakit pada tanaman. Selain itu juga produktivitas akan lebih tinggi dan kualitas yang dihasilkan lebih baik. System ini juga tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak karena sebagian besar pekerjaan sudah dilakukan oleh perangkat hidroponik. Namun system ini juga memiliki beberapa kekurangan. Karena alat dan bahan yang diperlukan, system ini membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Selain itu juga perawatan terhadap perangkat hidroponik harus diperhatikan. Oleh karena itu, system ini membutuhkan orang yang memiliki keahlian khusus di bidang tersebut.

Dari hasil penelitian selama 75 hari oleh Alumni Mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi pertumbuhan dan perkembangan tomat setelah disiram oleh air cucian beras ini bisa kita lihat pada factor vegetatifnya seperti tinggi tanaman, jumlah daun, dan sebagainya. Untuk pertumbuhan dari tingginya sendiri dengan volume air cucian beras sebanyak 20ml dan 60ml. Untuk tinggi tanamman dengan volume air cucian beras sebanyak 20ml, tingginya bisa mencapai 38,36cm. sedangkan jika menyiram dengan volume air sebanyak 60ml maka tinggi tanaman mencapai 94,38cm. karena memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, air cucian beras dapat menjadi perantara terbentuknya hormone auksin dan hormone giberelin. Hormone auksin sendiri berguna untuk merangsang pertumbuhan pucuk dan memunculkan tunas baru seperti pertambahan jumlah helai daun. Sedangkan hormone giberelin bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan akar.  Selanjutnya jumlah daun yang dihasilkan juga cukup banyak. Jika volume air 20ml helai daun yang dihasilkan sebanyak 150,5 helai, sedangkan jika volume air cucian beras sebanyak 60ml jumlah daum yang dihasilkan sekitar 196,33 helai. Dan warna pada daunnya sendiri itu lebih tua juga mengandung banyak klorofil karena kandungan sulfur yang terdapat pada air cucian beras. Lalu diameter batang pada tomat sebesar 1,68cm.  Buah yang dihasilkan dengan penyiraman oleh air cucian beras  ini sekitar 14,5 buah dari hasil percobaan 24 tanaman.

Dari hasil pembahasan diatas, volume air cucian beras yang digunakan untuk penyiraman tanaman berpengaruh pada tumbuh kembang tomat (Solanum lycopersicum L). Penyiraman air cucian beras dengan volume 60ml memberikkan hasil tertinggi pada penelitian. Seperti yang kita lihat dari dampak negative karena berlebihan mengonsumsi tomat, hal ini dapat dijadikan acuan agar tidak mengonsumsi sesuatu secara berlebih karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Kebersihan juga merupakan hal utama yang harus diperhatikan, karena hal tersebut sangat berpengaruh bagi kesehatan kita.

 

Daftar pustaka

Suwardani, Y., & Purba, D. W. (2018). PENGARUH TEKNIK PEMBERIAN AIR CUCIAN BERAS DAN WAKTU PENYEMPROTAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT ( Solanum lycopersicum L .) EFFECT OF TECHNIQUE OF GIVING RICE WASHING WATER AND TIME OF SPRAYING WATER ON GROWTH AND PRODUCTION OF TOMAT. 44–53.

wati makra; Damhuri, S. (2017). Pengaruh Pemberian Air Beras terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Tomat (Solanum Lycoersicum L.). Jurnal Ampibi, 2(1), 49–56.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *