Penyebab dan Dampak Pemanasan Global terhadap Lingkungan

Pemanasan global atau yang dikenal sebagai global warming merupakan kondisi di mana suhu bumi mengalami peningkatan dari tahun ke tahunnya baik itu di laut, atmosfer maupun daratan bumi yang disebakan oleh gas rumah kaca yang berlebihan.

Komponen gas rumah kaca yaitu, karbondioksida (CO2), ozon (O3), dinitrogen oksida (N2O), uap air (H2O), metana (CH4), dan klorofluorokarbon (CFC) yang disebut efek rumah kaca. Faktor-faktor penyebab dari efek rumah kaca yang berhubungan dengan lingkungan kita, diantaranya yang pertama ada kerusakan hutan yang membuat lingkungan terpengaruhi karena penyerapan karbon dioksida berkurang. Kedua, kebakaran hutan yang bisa saja terjadi secara ilmiah atau pun disengaja oleh manusia. Ketiga, penggunaan kendaraan bermotor yang berlebihan akibat mobilitas masyarakat tinggi di mana asapnya menjadi penyebab efek rumah kaca. Keempat, asap industri yang menyebabkan pencemaran lingkungan (udara). Kelima, sampah/limbah plastik yang mengandung metana berbahaya seperti botol plastik, dan kantong kresek.

Kita bisa melihat bahwa manusia menjadi subjek dalam penyebab pemanasan global karena banyaknya berbagai aktivitas yang dilakukan tanpa memerhatikan pengaruh terhadap lingkungannya. Meskipun memang terkadang ada yang disengaja dan tidak disengaja. Selain itu, aktivitas dalam bidang pertanian dan peternakan pun berpengaruh terhadap pemanasan global. Dalam bidang peternakan banyak memproduksi metana sedangkan dalam bidang pertanian terdapat gas nitro oksida dalam pupuk tertentu yang sebagian digunakan oleh sebagian petani.

Bahaya Dampak Pemanasan Global

Pemanasan global yang terjadi serta berdampak bahaya pada lingkungan karena disebabkan oleh beberapa faktor di atas yang menyebabkan suhu di permukaan bumi akan menjadi panas, menimbulkan masalah dalam kesehatan manusia dan bisa memicu bencana alam. Di samping itu, pemanasan global pun bisa berdampak pada kehidupan flora dan fauna, yakni hewan banyak yang berimigrasi ke tempat lain dan tumbuhan banyak yang mati. Perubahan iklim pun bisa dipengaruhi oleh pemanasan global. Dampak pemanasan global pun tentu dirasakan bukan hanya di Indonesia saja, tapi di berbagai negara juga seperti di Amerika

Pemanasan global dapat menimbulkan banyak sekali dampak negatif di kehidupan manusia, seperti naiknya debit air laut. Ini merupakan salah satu dampak negatif yang sangat berbahaya, karena jika debit air semakin naik maka air laut pun akan membasahi daratan yang rendah. Naiknya debit air laut disebabkan oleh naiknya suhu di kutub utara dan kutub selatan, yang berakibat es kutub utara dan kutub selatan mencair dan meningkatkan debit air laut. Hal ini berdampak juga pada ekosistem Fauna yang berada di kedua kutub tersebut. Jika kedua es tersebut mencair seutuhnya maka tidak ada tempat lagi bagi Fauna dengan tempat tinggal yang sangat dingin.

Selain penambahannya debit air laut, pemanasan global juga berdampak pada ekosistem terumbu karang. Para peneliti khawatir jika pemanasan global semakin buruk maka cepat atau lambat ekosistem terumbu karang akan hancur karena takutnya terumbu karang tidak dapat beradaptasi cukup cepat mengatasi perubahan lingkungan yang ada di laut.

Semakin panas nya terik matahari maka semakin banyaknya penyakit penyakit yang berhubungan dengan panas dan kematian, yang kita ketahui bahwa setiap hari matahari memaparkan sinar ultraviolet nya atau yang kita kenal sebagai sinar UV. Sinar UV ini dapat menguntungkan bagi kesehatan manusia dan dapat merugikan manusia.

Dari kompas.com pada tanggal 14 Januari 2020, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Moewardi Surakarta, Dr. dr. Prasetyadi Mawardi, Sp.KK(K), FINSDV, FAADV, menerangkan pesatnya kemajuan teknologi di bidang kedokteran menunjukkan bahwa sinar UV terbukti berkontribusi signifikan terhadap timbulnya sejumlah masalah. Penyakit penyakit yang ditimbulkan dari sinar UV secara berlebihan bisa menyebabkan kematian. Salah satu contoh penyakit yang ditimbulkan oleh sinar UV secara berlebihan adalah dapat menimbulkan kanker kulit.

Bagaimana cara menanggulangi pemanasan global?

Kita sebagai mahasiswa bisa menanggulangi efek dari pemanasan global dengan cara :

  1. Hindari pemakaian barang plastik, karena plastik merupakan sebuah benda yang sangat susah untuk terurai oleh tanah bahkan menurut ilmuan plastik dapat terurai puluhan hingga ratusan tahun. Plastik ini sering diremehkan oleh masyarakat, padahal dampak dari pengguna plastik sangatlah berbahaya dan oleh masyarakat sering kali dibakar padahal plastik jika dibakar maka akan menghasilkan karbondioksida yang dapat menyusutkan lapisan ozon yang ada di lapisan atas bumi. Lapisan ozon berfungsi sebagai memantulkan sinar UV yang sangat berbahaya bagi planet bumi.
  2. Kurangi penggunaan bahan bakar fosil, yang kita ketahui asap kendaraan merupakan salah satu yang dapat menyebabkan pemanasan global. Hal ini karena asap kendaraan dengan menggunakan bahan bakar fosil menghasilkan karbondioksida.
  3. Beralih menggunakan bahan bakar ramah lingkungan dan energi terbarukan, zaman sekarang banyak bahan bakar yang sangat ramah lingkungan yang dapat menghindari pemanasan global, seperti penggunaan kendaraan dengan bahan bakar sinar matahari, penggunaan listrik dengan energi kincir angin, dan penggunaan kompor gas dengan berbahan bakar kotoran hewan.
  4. Menggunakan kembali, mengurangi, dan mendaur ulang. Cara ini sangatlah tidak asing bagi masyarakat, dengan cara ini kita dapat menanggulangi pemanasan global dengan menggunakan kembali barang barang yang tidak dipakai salah satu contohnya dengan memberikan barang kita yang tidak terpakai kepada yang membutuhkan. Yang kedua mengurangi barang barang yang berbahan plastik dan mendaur ulang sampah sampah menjadi barang yang bernilai tinggi.

Cara menghilangkan karbon

Karbon atau karbondioksida ( CO2 ) merupakan komponen penyusun dari pemanasan global. Penyumbang terbesar penghasil karbondioksida adalah asap pabrik, pembakaran hutan, dan asap kendaraan. Kita sebagai manusia bisa menghilangkan karbondiokda dengan mudah dengan cara menanam dan memelihara pohon lebih banyak lagi. Pohon dapat menyerap karbondioksida yang sangat banyak terutama pohon pohon yang masih muda dan cepat pertumbuhannya. Di dunia tingkat penebangan hutan secara besar besaran sangatlah mengkhawatirkan, manusia melakukan itu untuk membuka lahan tempat tinggal atau untuk gedung gedung tinggi. Hal ini menyebabkan kesuburan tanah juga menurun akibat pembangunan tersebut.

Dilansir bulelengkab.co.id, Gas karbon dioksida juga dapat dihilangkan secara langsung. Caranya dengan menyuntikkan (menginjeksikan) gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan (lihat Enhanced Oil Recovery). Injeksi juga bisa dilakukan untuk mengisolasi gas ini di bawah tanah seperti dalam sumur minyak, lapisan batubara atau aquifer. Hal ini telah dilakukan di salah satu anjungan pengeboran lepas pantai Norwegia, di mana karbon dioksida yang terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali ke aquifer sehingga tidak dapat kembali ke permukaan.

 

Daftar Pustaka

Sumber :

https://sains.kompas.com/read/2009/07/01/14451732/indonesia.paling.rentan.dampak.pemanasan.global.

https://lingkunganhidup.co/pengertian-pemanasan-global-penyebab-dampak/

https://salamadian.com/pengertian-pemanasan-global/

https://www.kompasiana.com/anggimaritsa/5a7c586cf1334427ce2e5123/pemanasan-global-di-indonesia-dan-mitigasi-oleh-bmkg?page=all

https://amp.kompas.com/health/read/2020/01/14/100000768/waspada-paparan-sinar-uv-dari-matahari-bisa-picu-kanker-kulit

https://bulelengkab.go.id/detail/artikel/pemanasan-global-global-warming-76

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *